Istri Kontrak Tuan Gay

Istri Kontrak Tuan Gay
Hubungan Suami Istri Sesungguhnya


__ADS_3

Malam ini Arsen dan Mia sedang melakukan makan malam. Suasana tampak sunyi hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring yang beradu. Sesekali Arsen memandang Mia yang terlihat semakin hari semakin cantik, tidak seperti dulu.


Dulu dia sudah cantik Arsen akui itu, t0api sekarang dia terlihat berbeda. Mungkin karena sekarang dia memegang uang jadi wajahnya kini semakin terawat dengan membeli beberapa skincare. Terbukti di tempat riasnya kini terdapat beberapa kosmetik berbagai jenis yang tertata rapi disana.


Setelah makan malam Mia dan Arsen kini sudah berada di kamarnya. Memang mereka jarang sekali menonton televisi karena tidak ada yang menarik di sana. Dan lebih suka berada di kamar. mereka menganggap kamar adalah tempat favoritnya saat ini.


Arsen sedang berjibaku dengan laptopnya sedangkan Mia sedang asik melihat drama korea di ponsel nya. Sambil sesekali tertawa, karena adegan lucu yang dia tonton.


Arsen meliriknya sesekali saat melihat Mia tertawa. Seperti tidak ada beban sama sekali di hidup nya. Karena penasaran, Arsen menutup laptopnya dan menghampiri Mia lalu duduk disampingnya.


"Nonton apa sih, seru amat kayaknya. "


"Ini, mas filmnya lucu. " kata Mia sambil menunjukkan ponselnya kepada Arsen.


"Korea? "


Mia mengangguk, "Ganteng-ganteng pemainnya. " ucap Mia tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Dan ucapan Mia sukses membuat Arsen cemberut, lalu mengambil ponsel itu dari tangan Mia.


"Udah, nggak usah lihat ponsel ini lagi. Lihat wajahku aja, juga sama saja kok. " ketus Arsen.


"Mas Arsen, iiiihhh... kok ganggu sih. " kata Mia dengan wajah yang sudah di tekuk.


Melihat itu, Arsen jadi tertawa, karena Mia terlihat sangat menggemaskan saat ngambek seperti itu.


"Ambillah kalau bisa. "


Arsen menyembunyikan ponsel Mia dibelakang tubuhnya, sehingga membuat Mia kesulitan mengambilnya. Dan terjadilah drama perebutan ponsel itu. Mia yang tidak mau mengalah dan sangat berusaha mengambil ponselnya dari tangan Arsen, sedangkan Arsen yang terus menggoda Mia. Hingga membuatnya jatuh terlentang diatas tempat tidur, dan Mia yang juga jatuh diatas tubuh Arsen.


Kini posisi mereka terlihat sangat intim, dengan Mia yang berada diatasnya. Arsen tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, setelah berhasil menyembunyikan ponsel Mia, dia lalu mendekap erat tubuh Mia yang sudah berada di atasnya. Arsen langsung mengecup bibir Mia sesaat. Dan itu membuat Mia terbelalak, dan mulai menyadari posisi mereka berdua saat ini.


"Mas, lepasin dong. " rengek Mia yang tidak bisa lepas dari Arsen karena tubuhnya dilingkari tangan Arsen dengan erat.


"Aku tidak akan melepaskanmu, sayang. " sebuah kata yang membuat Mia merona setelah mendengarkannya.


"Ayo kita lakukan. "


"Apa?" tanya Mia tak mengerti.


"Membuat cucu untuk papa dan mama. "


"Mas.... "

__ADS_1


"Ayolah, aku sudah libur satu minggu ini. Karena kau sakit kemarin. "


Mendengar itu Mia jadi tersipu. Benar yang dikatakan Arsen selama satu minggu kemarin Arsen memang tidak menyentuh nya sama sekali karena kaki Mia yang cidera. Tapi sekarang kan sudah sembuh, sudah saatnya Mia melakukan kewajibannya untuk melayani suaminya itu. Suami beneran, bukan suami kontrak lagi.


Mia langsung mengangguk, setelah berfikir sejenak.


Mendapat persetujuan dari Mia, Arsen lalu membalikkan keadaan mereka. Saat ini Arsen sudah berada di atas istrinya. Dengan perlahan dia mencium Mia dengan lembut. seolah mengatakan kepada istrinya itu, kalau dia sangat merindukannya.


Ciuman itu, turun ke leher, ke dada dan terus ke bawah. Arsen melakukannya seperti saat pertama kali mereka melakukannya. Dan itu sukses membuat Mia terbang melayang berkali-kali. Dan akhirnya mereka melakukan penyatuan itu.


Malam panas itu terjadi tidak hanya sekali, karena Arsen baru bisa menikmatinya kali kini. Mungkin karena mereka sudah benar-benar menjadi suami istri betulan dan tidak ada kontrak diantara mereka. Jadi, mereka melakukannya dengan sepenuh hati. Tanpa mempedulikan waktu yang berlalu. Mereka benar-benar bermain gila malam ini. Tidak hanya Arsen yang menggila, tapi juga Mia yang juga memimpin permainan.


Hingga entah setelah melakukan pelepasan yang keberapa kalinya barulah kedua insan itu ambruk, karena merasa kelelahan.


"Apa ku menikmatinya? " Tanya Arsen sesaat setelah mereka berdua berhasil mengatur nafasnya.


"Aku sangat menikmatinya. Terima kasih mas. " jawab Mia dengan memberika senyuman hangat kepada suaminya itu.


Arsen lalu memeluk Mia dengan erat. "Bukan kau yang berterima kasih, tapi seharusnya akulah yang berterima kasih kepadamu, sayang. Karena telah memberikanku cinta sebesar ini, dan sudah menghidupkan hatiku yang sudah mati dengan ketulusanmu. "


"Mas... " Mia membalas pelukan Arsen setelah mendengarkan ucapan pria di hadapannya ini yang sekarang bergelar suami.


"Mas... " panggil Mia saat ia mengingat sesuatu.


"Hmmm... " jawab Arsen dengan bergumam, sebelum dia terbang ke alam Mimpi.


Arsen lalu merenggangkan pelukannya dari Mia dan menatapnya dalam.


"Jangan khawatirkan Ben, sayang. Dia sebenarnya adalah sahabatku. Akan kukatakan sebuah rahasia padamu. "


"Apa? " tanya Mia penasaran.


"Besok saja ya? sekarang aku ngantuk banget, karena sudah mengeluarkan banyak tenaga untuk memuaskanmu malam ini. "


"Masss.... iihhhhh.... " Mia langsung mencubit perut Arsen yang berotot itu.


"Aduh, sakit sayang. Sudah ya, besok lagi bicaranya. Aku ngantuk banget ini."


"Iya... iya... tapi janji besok cerita. "


"Iya, janji. "


Setelah itu mereka berdua pun akhirnya mengarungi alam mimpi, dengan saling berpelukan seolah enggan melepaskan satu sama lain.

__ADS_1


*************


Pagi yang cerah hari ini tidak bisa membangunkan dua insan yang masih bergelung di balik selimut. Mereka enggan membuka matanya walau matahari sudah meninggi. Entah kelelahan karena aktifitas semalam atau karena kenyamanan yang mereka rasakan saat ini.


Di bawah bi Mar sudah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, namun kedua majikannya belum turun juga. Sedangkan Harry sudah menjemput dari tadi. Ini sudah setengah jam dari waktu biasanya mereka berangkat, namun bosnya itu belum juga turun.


Harry masuk ke dalam rumah untuk menemui mereka berdua, tapi apa yang dia lihat. Rumah tampak sepi, hanya terlihat bi Mar yang sedang membersihkan ruang tengah.


"Bi, tuan Arsen dimana? " tanya Harry kepada bi Mar.


"Emmm tuan Arsen dan nona Mia belum turun dari tadi, mas Harry. " jawab bi Mar apa adanya.


Mendengar jawaban Bi Mar, Harry langsung keluar dan duduk di kursi teras. Dia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Arsen. Panggilan terhubung tapi tidak segera diangkat oleh Arsen. Hingga pada panggilan ke tiga Arsen baru mengangkatnya.


"Hallo... " sapa Arsen dengan suara serak khas bangun tidur.


"Hallo tuan, Saya Harry. Saya hanya mengingatkan satu jam lagi kita ada pertemuan dengan klien. " kata Harry langsung pada intinya.


"Kau mengganggu saja Harry, tidak bisakah kau datang sendiri ke pertemuan itu? " kata Arsen yang sangat kesal kesal mendengar ucapan Harry barusan.


"Sayangnya tidak tuan. Maaf. "


Dari seberang sana, terdengar Arsen yang mendengus kesal. Lalu mematikan panggilan. Harry hanya mendesah kasar setelah mengetahui apa yang terjadi. Ternyata bosnya itu masih tidur.


Di kamar. Arsen segera bangun, dan masuk ke kamar mandi dengan keadaan polos. Mia yang melihat itupun hanya melongo. Suaminya itu tidak tahu malu rupanya. Tanpa pikir panjang Mia langsung mencari pakaiannya dan segera memakainya. Karena dia harus menyiapkan pakaian untuk suaminya. Setelah semuanya siap, Mia segera turun ke bawah dan menyiapkan roti dan susu untuk Arsen. Makanan yang mudah untuk di Cerna bagi orang yang terburu-buru, asalkan pertu terisi.


Saat dia kembali bersamaan dengan Arsen yang keluar dari kamar mandi. Mia segera membantu mengeringkan rambut suaminya dan membantu memakaikan bajunya.


"Sarapan dulu mas, sudah aku siapkan roti dan susu. "


"Maaf ya, tidak bisa menemanimu sarapan. "


"Nggak apa-apa, nanti sarapannya aku habiskan sama bi Mar. " kata Mia sambil terkekeh.


Arsen segera menghabiskan sarapan yang disiapkan istrinya. Setelah itu dia segera bersiap berangkat.


"Hari ini kamu kuliah?" tanya Arsen pada Mia saat mereka menuruni anak tangga.


"Tidak, hari ini aku libur. "


"Ya sudah kalau begitu, hati-hati di rumah. Dan kabari aku jika mau keluar. "


"Iya mas, pasti. "

__ADS_1


Mia segera menyalami tangan Arsen sebelum masuk ke dalam mobil, dan Arsen membalasnya dengan kecupan dikening.


"Bau Asem, buruan mandi sana. " kata Arsen menggoda istrinya itu, lalu dia masuk ke dalam mobil, sambil tertawa saat melihat wajah Mia yang ditekuk.


__ADS_2