Istri Kontrak Tuan Gay

Istri Kontrak Tuan Gay
Ben


__ADS_3

Siapa yang tidak tahu pria tampan berusia dua puluh delapan tahun bernama Ben Adams. Ben seorang pengusaha di bidang properti warisan sang papa dan bidang otomotif yang merupakan hobbynya yang dia kembang kan menjadi usaha keduanya yang menjadi besar di kancah internasional.


Namun dibalik wajah tampan dan kesuksesannya, Ben adalah sosok pria rapuh yang memiliki kelainan menyukai sesama jenis karena masa lalu nya yang kelam. Ben pernah mencintai seorang wanita sejak dia kuliah, namun sayangnya wanita yang dicintai Ben menghianatinya dengan tidur bersama pria lain. Itu semua diketahui Ben saat ia akan berkunjung ke apartemen kekasihnya.


Waktu itu, Ben hendak memberikan kejutan hadiah ulang tahunnya kepada Sarah kekasihnya. Dengan datang ke apartemennya tanpa memberikan kabar apapun. Yang namanya kejutan, tentu saja tidak memberikan kabar apapun. Namun sampai di pintu apartemennya Ben melihat pintu apartemennya tidak di kunci dan dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu maupun menekan bel.


Ben terus mencari dimana Sarah berada, namun tidak ditemukan baik di ruang tengah ataupun dapur. Akhirnya Ben mencarinya di kamar. Sayup-sayup terdengar suara laknat sepasang pria dan wanita dari kamar itu. Dengan tangan bergetar Ben membuka sedikit pintu kamar itu, da melihat sepasang pria dan wanita sedang bermain kuda-kudaan diatas tempat tidur.


Sakit hari dan hancur itulah yang dirasakan Ben saat itu, saat melihat wanita yang dicintainya bermain dengan pria lain. Padahal dirinya sendiri tidak pernah menyentuh kekasihnya itu, karena dia ingin menjaga sang pujaan hati dengan baik. Namun, apa ini?


Belum lagi kalimat yang dia dengar dari kedua orang laknat itu sangat menyakiti hati nya.


"Kau melakukan ini dengan ku, lalu bagaimana sengan Ben, kekasihmu itu? " tanya si pria.


"Jangan pikirkan dia. Dia hanya pria cupu yang aku manfaatkan karena uangnya banyak. Belum lagi dia nanti yang akan menjadi pemimpin perusahaan papanya. Jika aku bisa terus bersamanya, maka aku akan bisa ikut merasakan limpahan kekayaan yang dimiliki pria cupu itu. "


Sudah cukup... semua sudah Ben ketahui, apa maksud Sarah mau menjadi kekasihnya. Ternyata hanya ingin memanfaatkannya saja. Dan Ben tak sebodoh itu.


Ben segera pergi meninggalkan apartemen Sarah, dengan meninggalkan hadiah yang dia tinggalkan di ruang tamu. Dan sebuah catatan.


"Hubungan kita sampai di sini Sarah. Aku tau semua rencanamu. Terima kasih dan selamat tinggal. Jangan hubungi aku lagi. "


Ben pergi dari apartemen dengan penampilan yang sangat kacau. Wajahnya memang tampan, tapi penampilannya sangat kurang menarik. Karena itu Ben tidak telalu memiliki banyak teman, kalaupun ada mereka hanya memanfaatkan uang sakunya saja yang membuat rakyat jelata menjerit.


Dengan langkah gontai Ben masuk ke dalam sebuah klub malam, tempat yang baru pertama kali dia tapaki seumur hidupnya. Dia lalu duduk di depan meja bar dan memesan segelas minuman haram yang juga baru pertama kali dia minum. Tanpa pikir panjang lagi Ben langsung meneguk minuman beralkohol itu, dan itu langsung membuat kepalanya pusing. Dan serasa berputar-putar.


Tak disangka tiba-tiba ada seorang pria yang duduk disampingnya. Dan memperhatikan wajah tampan Ben, dengan seksama.


"Hallo, perkenalkan namaku Juan. " sapa orang itu kepada Ben.


Ben hanya mengangguk tanpa membalas uluran tangan pria bernama Juan itu. Karena kepalanya terasa sangat sakit.


"Kenapa kau ada di sini? Aku rasa kau baru pertama kali datang ya? " tanya Juan lagi.

__ADS_1


Dan diangguki Ben.


"Pantas saja. " gumam Juan.


Ben berniat memesan satu gelas lagi namun Juan melarangnya.


"Jangan, kau sudah mabuk. Ayo aku antar kau pulang. " Tanpa banyak bicara lagi Juan langsung memapah tubuh Ben ke dalam mobilnya.


"Rumahmu dimana? "


"Aku tidak ingin pulang ke rumah. "


Juan yang bingung pun akhirnya membawa Ben ke sebuah hotel. Awalnya Juan hanya ingin membantu Ben, tapi siapa sangka wajah tampan Ben membuatnya tertarik.


Juan lalu menidurkan Ben diatas ranjang, dan membuka sepatu nya dan membuka kancing kemeja atasnya.


"Sudah ku duga. Kau memang tampan dan berotot. "


Dan malam itu adalah malam kelam bagi Ben, karena dia harus dilecehkan oleh seorang pria penyuka sesama jenis. Sungguh malang nasib Ben malam itu, sudah dihianati kekasihnya sekarang dia harus jadi korban pelecehan.


"Siapa kau. " teriak Ben saat menyadari ada yang tidak beres dengan dirinya.


Juan langsung membuka matanya dan tersenyum kearah Ben yang kebingungan.


"Tenanglah... aku tidak melakukan apapun padamu. Kita hanya bersenang-senang semalam. Aku tau kau sedang kecewa kepada seorang wanita. Karena itu, aku menghiburmu semalam. " Kata Juan dengan suara seraknya.


"Apa yang kau lakukan padaku? " teriak Ben lagi sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Sudah ku katakan aku tidak melakukan apapun. Kau bisa merasakannya, memangnya ada yang sakit. " ketus Juan.


Ben langsung berdiri dan berjalan merasakan apakah ada yang salah dengannya. Dan ternyata benar, tidak ada rasa apapun semua masih normal.


"Sudah ku katakan aku tidak melakukan apapun. " ketus Juan lagi.

__ADS_1


Ben tidak ambil pusing dia lalu masuk ke dalam kamar mandi dilihatnya tubuhnya di cermin. Ternyata ada beberapa bekas kemerahan didadanya.


"Apa-apaan ini. " gumam Ben dengan wajah yang memerah.


"Aku tau kau sedang sakit hati dengan seorang gadis, jadi sebaiknya jauhi saja para wanita. Dan jadilah kekasihku, Ben. " Ucap Juan saat mereka berdua bersiap akan keluar dari kamar.


Ben tidak menjawab.


Namun sejak saat itulah Ben berubah, Dia merubah semua penampilannya dibantu oleh Juan, yang menjadi dekat dengannya. Usia Juan dua tahun lebih tua darinya sama sepeti Arsen. Dan karena bantuan Juan lah, Ben berubah. Mulai dari sikap, penampilan dan kepribadian yang lebih condong ke arah menyimpang.


Banyak wanita yang mengejar-ngejar Ben saat dia sudah berubah, karena dia tidak perlu menyembunyikan ketampanannya lagi. Bahkan Sarah, sampai sekarang masih mengejarnya dan mengemis ingin kembali kepadanya. Tapi siapa yang mau barang bekas?


Hingga suatu hari dia bertemu dengan Arsen di Bali. Pria tampan yang dilihatnya usai bertengkar, dengan seorang wanita karena ingin kembali menjalin kasih dengannya. Setelah melihat Arsen sukses dan bersinar.


Ben menawarkan sebuah kesepakatan kerja sama dibidang bisnis properti yang sama-sama mereka jalani, dan sebuah hubungan menyimpang agar tidak diganggu oleh para ulat bulu yang tidak tahu diri. Tanpa mengedepankan sebuah perasaan. Karena Ben saat itu juga ditinggalkan Juan yang harus kembali ke negara asalnya.


Ben bertekad akan hidup seperti ini, sampai ada seorang gadis yang bisa menggetarkan hatinya dan menerima keadaannya yang pernah menyimpang sampai saat ini.


Hingga akhir-akhir ini dia mendapatkan teror pesan dari nomor tidak dikenal yang membuatnya sangat terganggu.


"Hallo, Tuan Ben Selamat Malam? "


"Apakah kau sudah makan? "


"Selamat bekerja, semangat. "


"Selamat Malam tuan, Ben, "


"Selamat pagi tuan, Ben. "


Itulah pesan yang dia dapatkan setiap hari. Dan sangat mengganggunya beberapa hari ini.


"Coba saja kau tanggapi wanita ini, Ben. Mungkin saja kalian cocok. " Kata Arsen dengan tertawa lebar.

__ADS_1


"Kau ini. "


__ADS_2