Istri Kontrak Tuan Gay

Istri Kontrak Tuan Gay
Rencana Mia


__ADS_3

Di kantor,


Arsen yang sudah ada janji temu dengan Ben. Mereka sedang melakukan pembicaraan serius tentang proyek mereka yang ada di Bali. Arsen juga sudah mengatakan kepada Mia tadi kalau hari ini dia ada pertemuan dengan Ben.


"Jadi, apa kau jadi keluar negeri? " tanya Arsen kepada sahabatnya itu setelah mereka selesai melakukan pembicaraan serius. Kini mereka berdua, dalam posisi santai.


"Iya, keberangkatan ku, ternyata di tunda dua minggu. Jadi, mungkin Minggu depan aku akan berangkat. " Jawab Ben sambil meminum air mineral di depannya.


"Berapa lama kau akan berada di sana? " tanya Arsen lagi.


"Kurang lebih satu sampai dua bulanan. Tapi aku sendiri tidak bisa memastikannya. Semua tergantung masalah yang akan aku hadapi di sana. " ujar Ben.


Mereka kembali terdiam karena sepertinya tidak ada yang akan di bahas lagi.


"Oh iya. Ben. Apa kau sudah tau siapa penggemar rahasia yang sudah menerormu? " tanya Arsen seolah pura-pura tidak tau siapa tersangka yang sudah membuat mereka penasaran.


"Itu... " belum sempat Ben bicara ponsel Arsen berdering cukup keras.


"Tunggu sebentar. Aku akan mengangkat telpon dari istriku. Aku takut dia sedang menginginkan sesuatu. "


Ben mengangguk. Dia memang sudah tau kalau istri Arsen itu sudah hamil melalui postingan storynya beberapa waktu lalu.


'Iya sayang ada apa? "


"Mas kamu cukup bilang, iya, tidak,dan oke. selama aku bicara padamu. " cerocos Mia saat suaminya mengangkat ponselnya.


Arsn mengernyit tapi dia meng-iyakan permintaam istrinya.


"Oke."


"Apa kau sekarang bersama Ben. "


"Iya.'


"Baguslah. Sebentar lagi aku akan mengirim foto padamu. Ini adalah foto Sisie saat ulang tahun yang mendapatkan ciuman dari Aldo. "


"Oke, terus. "


"Nanti tunjukkan foto itu kepada Ben. Dan katakan padanya, kalau Sisie menerima cinta pria lain setelah cintanya bertepuk sebelah tangan. "


"Oke."


"Nanti kau lihat Ekspresi Ben seperti apa. Apakah dia biasa saja, terkejut atau marah. atau jangan matikan ponsel ini, aku dan Sisie ingin mendengarkan percakapan kalian. Nanti akan aku jelaskan dirumah kenapa aku melakukan ini. Atau nanti kamu bisa langsung mendapatkan penjelasan dari Ben."


"Oke baiklah, apa hanya itu? "

__ADS_1


"Iya, hanya itu. Terimakasih Mas Arsen sayang. Muach. "


Sebuah kecupan jarak jauh Mia berikan kepada suaminya agar dia mau melakukan apa yang dia minta. Benar saja Arsen merasa bahagia walau hanya mendapatkan ciuman jarak jauh dari istrinya itu.


Dia lalu mematikan panggilan dan memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku kemeja yang dia pakai. Karena dia akan menerima pesan dari Istrinya. Arsen mengambil ponselnya yang satunya lagi, dan segera menghubunginya diam diam


"Nyonya kenapa? " tanya Ben saat melihat Arsen sudah selesai bertelponan.


"Ah, biasa ibu hamil. permintaannya aneh-aneh." kata Arsen cuek. "Dia sedang menceritakan sahabatnya Sisie juga barusan. Katanya dia lagi patah hati karena cintanya tak terbalas. " kata Arsen cuek.


Mendengar itu, sontak membuat Ben tiba-tiba tersedak dan batuk tak henti-hentinya.


"Kamu kenapa? " tanya Arsen pura-pura khawatir.


"Tidak apa-apa. " jawab Bem singkat sambil meminum air lagi.


"Terus? " tanya Ben penasaran.


"Hei, kenapa jadi kau yang penasaran. " ejek Arsen.


Ben jadi salah tingkah setelah mendapat tatapan curiga dari Arsen.


"Bukan begitu, kayaknya kehidupan wanita sangat menarik. " ujar Ben mencari alasan.


"Yah, memang. Wanita itu sangat menarik, karena mereka memiliki seribu satu emosi. Cobalah membuka hatimu untuk wanita. Aku yakin kau akan sembuh, Ben. " nasehat Arsen.


Arsen menghembuskan nafasnya saat mendengar ucapan sahabatnya itu.


Ting...


Sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Arsen. Dengan segera Arsen membuka pesan dari istirnya itu. Dia juga penasaran foto seperti apa yang dikirim Mia kepadanya.


Setelah membuka foto itu, Arsen jadi tersenyum penuh arti.


Ben yang melihatnya pun ikut penasaran dengan apa yang Arsen lihat.


"Kamu lihat apa sih kok sampai senyum-senyum gitu. " tanya Ben penasaran.


"Ini aku dikirimi istriku foto sahabatnya yang baru jadian sama cowoknya. Mereka sangat menggemaskan bukan. "


Arsen langsung menunjukkan foto Sisie yang dicium Aldo kepada Ben.


Ben yang penasaran pun langsung mendekat dan melihat foto apa itu. Namun baru melihat sosok Sisie yang tersenyum bahagia difoto itu sontak membuat Ben terdiam beberapa saat. Namun reaksinya langsung berubah dingin.


Arsen yang melihat perubahan pada sahabatnya itupun langsung bertanya sebenarnya apa yang. terjadi.

__ADS_1


"Kau kenapa? " tanya Arsen penasaran.


"Wanita itu, sahabat istrimu kan? Dia lah orang yang menerorku selama ini. "


"Apa? benarkah?" tanya Arsen pura-pura terkejut


"iya, kami bertemu beberapa hari yang lalu. "


"Terus apa yang terjadi? "


Ben menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Arsen.


"Dia bilang padaku, kalau dia menyukaiku pada pandangan pertama. Dia akan menerima keadaanku, apa adanya. Dan tak peduli kalau aku seorang Gay. " ujar Ben ada akhirnya mengatakan apa yang Sisie katakan di pertemuan mereka.


"Lalu? "


"Aku meninggalkannya begitu saja. Tapi dia tetap mengirimiku pesan, namun sudah tak kutanggapi. Sampai dua hari yang lalu dia sudah berhenti menerorku, dan tidak mengirimi ku pesan lagi. Sekarang lihatlah, aku tau kenapa dia tidak mengirimi ku pesan. Ternyata dia sudah jadian sama pria lain. " ketus Ben menjelaskan.


"Apa kau cemburu, melihat Sisie dengan pria lain seperti itu? "


"Cemburu? mana mungkin. " ucap Ben sambil memalingkan wajahnya.


Arsen tersenyum geli melihat respon sahabatnya itu. Sepertinya Ben memerlukan sedikit dorongam untuk menyadari perasaannya.


"Ben, aku beritahu padamu. Kata istriku, Sisie itu sama dengannya. Dia adalah gadis yang belum pernah jatuh cinta kepada pria manapun, dan sekalinya dia jatuh cinta. Dia ternyata jatuh cinta pada pandangan pertamayang sialnha pada pria menyimpang sepertimu, malang sekali nasib Sisie. Dan aku yakin Sisie menerima pria itu, hanya sebagai pelampiasan untuk melupakanmu. Kau tau sendiri kan cinta pertama itu sulit untuk dilupakan. " Arsen mencoba memberikan penjelasan kepada Ben.


"Dan untuk apa dia terus mengejarmu, jika kau saja diam tak bergeming menanggapinya. Kalau aku jadi Sisie, mungkin aku juga sudah menyerah. Ingatlah, dia menerormu dan mencoba dekat dengamu kurang lebih dua sampai tiga bulan. Seseorang juga akan lelah, jika usahanya tidak dihargai. " ucap Arsen lagi.


Mendengar semua ucapan Arsen, Ben hanya terdiam. Dalam hatinya dia membenarkan apa yang sahabatnya itu katakan.


"Sisie itu, wanita langka seperti istriku, dia bisa menerimamu apa adanya walau sudah tau kalau kau adalah seorang gay. Cobalah buka hatimu untuknya. Mungkin saja dia bisa mengembalikan mu seperti dulu. Dan mungkin saja dia adalah colokan yang tepat untuk senjatamu. kau akan ketagihan jika sudah merasakannya, seperti aku. Lihatlah, bahkan colokanku sekarang sudah menghasilkan bayi. " kata Arsen tanpa filter, lalu dia tertawa lebar.


"Kau meledekku? " ketus Ben tak suka.


"Tidak, aku hanya ingin mengatakan kepadamu kalau yang halal itu lebih menyenangkan dari pada yang haram. " Ucap Arsen sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Ben.


"Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan? Mendekatinya? Dia kan sudah punya kekasih." tanya Ben.


"Sebelum janur kuning melengkung, Sisie masih milik umum. Dia pasti lebih memilih cinta pertamanya dari pada pelampiasannya. " Lagi-lagi ucapan Arsen yang tanpa filter.


"Gila, omonganmu itu ya, Sen. sangat mengejutkan. " kata Ben sambil menggelengkan kepalanya.


"Nggak apa-apa, yang penting omonganku bener semua. Nggak ada yang salah. Coba aja sekarang kamu membuka hati untuk Sisie. Mungkin saja dia jodohmu yang baru ketemu. sebelum dia menjadi milik orang lain, dan hanya akan menyisakan penyesalan dalam hatimu nanti. "


"Thanks Bro... Akan aku coba nanti. "

__ADS_1


"Nah itu baru sahabatku. "


Mereka tidak tahu saja bagaimana reaksi kedua wanita yang mendengarkan perbincangan mereka berdua. Mereka langsung bersorak kegirangan diseberang telepon, setelah mematikan panggilan.


__ADS_2