
Waktu berlalu begitu cepatnya, kini Rani dan Mamah Bella sedang menjalani masa tahanan untuk jangka waktu yang cukup lama yakni lima tahun.
Karena naik banding dari pengacara yang di sewakan oleh Tian hanya berhasil mengurangi masa hukuman mereka beberapa tahun saja.
Keputusan dari suatu persidangan masa hukuman Rani dan Mamah Bella sudah tidak dapat di ganggu gugat lagi. Akhirnya meringkuklsh keduanya di dalam penjara.
"Pah, masa iya tak mengusahakan masa tahanan kita supaya jangan terlalu lama seperti sekarang ini?" protes Bella oaa saat di besuk oleh Willy.
"Aku sudah mengusahakan, sampai Tian menyewakan pengacara segala untuk kasusmu dan Rani. Sudah naik banding tapi ya pihak pengadilan hanya bisa memberikan potongan keringanan masa hukuman tiga tahun itu sudah lumayan loh," ucap Willy.
"Pah, kita itu harus jalani hukuman lima tahun lamanya. Itu bukan waktu sebentar, pah. Beberapa hari saja di dalam penjara itu bagiku sungguh menyiksa apa lagi hingga lima tahun lamanya," protes Rani.
"Sudahlah, kalian itu jangan terlalu memojokkan diriku! makanya sebelum bertindak itu harusnya berpikir secara logika. Pikir ada sebab ada akibat, jangan asal melakukan semuanya semaunya sendiri. Giliran terbongkar seperti ini kan, kalian mati kutu dan tak bisa berkutik! kalian pikir itu setiap perbuatan jahat tidak akan terbongkar?" ucap Willy lama-lama kesal mendengar ocehan istri dan anaknya.
"Ini sebagai pelajaran buat kalian, jangan sampai mengulang perbuatan ini lagi. Atau kalau akan alami masa hukuman yang lebih lama lagi," pesan Willy.
"Makanya kalau ada orang mengingatkan itu di dengarkan hingga tak terjadi h yang seperti sekarang ini," ucap Willy kembali.
Mendengar segala apa yang dikatakan oleh Willy malah membuat Rani dan Bella jengah.
"Pah, bisa nggak ya kalau besuk itu nggak usah ceramah dan sok menasehati. Kaya dirinya itu sudah baik banget sampai menasehati panjang lebar seperti ini. Kami tuh jadi males lama-lama mendengarkannya," protes Bella.
"Inilah yang membuat Rani sifatnya seperti dirimu. Karena cara mendidikmu yang salah," ucap Willy.
Kerap kali mereka selalu saja berdebat tat kala Willy besuk mereka. Ntkum pernah satu kata atau satu pesan dan nasehat dari Willy yang di iyakamln atau di jalani oleh ibu dan anak ini, tetapi selalu saja mereka bertindak semaunya sendiri.
__ADS_1
Berbeda situasi di rumah Tian, kini kondisi mereka sudah mulai membaik. Dan juga kehamilan Cantika sudah mulai terlihat. Ia kini sudah bukan istri siri lagi karena Tian telah menikahinya secara resmi, pada saat Tian sudah bercerai resmi dari Rani beberapa hari kemudian ia langsung menikahi resmi Cantika karena pada waktu itu usia kehamilan Cantika masih di bawah empat bulan, hingga masih bisa melakukan pernikahan resmi.
"Sayang, Alhamdulillah ya. Perlahan tapi pasti segala permasalahan di kehidupan rumah tangga kita bisa di atasi. Semoga saja tidak ada lagi masalah pelik seperti ini lagi," ucap Tian kini bisa tersenyum lega.
"Iya mas, terima kasih ya. Ternyata kamu tidak bohong padaku, dengan menikahi resmi diriku ini."
Tersungging senyuman manis di bibir Cantika.
"Sebenarnya ini juga tak lepas dari bantuan temanku hingga masalah mudah dan cepat teratasi. Tetapi setelah ia berhasil menyelesaikan permasalah diriku, ia malah kembali ke Luar Negeri lagi."
Ada rasa kehilangan pada diri Tian pada saat tahu Ivan kembali di pindah tugaskan di LA lagi. Padahal mereka baru bertemu beberapa bulan lamanya. Bahkan pertemuan mereka ini sangat membantu Tian.
Kini usia kandungan Cantika sudah memasuki umur lima bulan, dan tinggal empat bulan lagi Ia akan melahirkan.
Selama kehamilan, Cantika juga selalu rutin memeriksakan kehamilannya. Ia juga rajin mengkonsumsi empat sehat lima sempurna supaya janin yang ada di dalam kandungan menjadi sehat.
Anak yang ia lahirkan seorang perempuan. Hal ini membuat Tian agak kecewa, karena ia mengharapkan seorang anak laki-laki untuk kelak menggantikan posisi dirinya di perusahaan besarnya.
"Sayang sekali ya."
Tiba-tiba Tian berucap.
"Sayang sekali apa mas?" tanya Cantika heran.
"Sayang sekali, anak pertama kita ini terlahir menjadi seorang wanita," ucap Tian kecewa.
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau anak kita perempuan? menurutku tidak ada masalah," ucap Cantika masih tak mengerti dengan apa yang barusan di katakan oleh suaminya
"Tidak masalah bagimu, tapi masalah bagiku. Bagaimana aku bisa mewariskan segala hartaku jika anakku adalah seorang perempuan. Aku heran, padahal pada saat USG laki-laki. Tapi kenapa yang lahir perempuan? apa mungkin anak kita tertukar dengan bayi orang lain ya?" ucap Tian mulai curiga dengan pihak rumah sakit.
"Mas, banyak yang mengatakan jika hasil USG itu tidak bisa memprediksi jenis kelamin anak secara akurat. Karena memang sudah sering hal ini terjadi, makanya aku tidak kaget pada saat anakku terlahir perempuan."
"Aku sudah sering melihatnya sendiri. Hal ini pernah terjadi pada tetangga di desaku dulu."
Mendengar apa yang dikatakan oleh Cantika tak lantas membuat Tian terhibur. Ia tetap saja kecewa pada kelahiran bayinya itu.
"Pokoknya nanti aku ingin kamu segera hamil lagi. Dan aku ingin kamu bisa punya anak laki-laki," pinta Tian seraya ia berlalu pergi begitu saja.
"Ya Allah, kenapa sikap Mas Tian berubah drastis setelah aku melahirkan anaknya ini? kasihan sekali anakku harus alami kepedihan seperti ini. Masa iya baru lahir sudah mendapatkan penolakan dari papahnya sendiri hanya karena ia terlshir sebagai perempuan," batin Cantika kecewa.
Namun apa yang telah terjadi tidak bisa di ulang lagi. Kekecewaan yang di alami oleh Cantika tetap bisa ia rasakan.
"Aku pikir hidupku akan menjadi bahagia setelah menikah resmi dan anakku lahir. Tetapi setelah kelahiran anakku malah ini membuat masalah baru seperti ini."
"Semoga saja waktu bisa merubah Mas Tian supaya ia bisa menyayangi anakmya yang baru terlahir ke dunia ini."
"Bukaksn pintu hatinya ya Allah supaya Mas Tian tidak mempermasalahkan lagi jika anak kami ini terlahir seorang perempuan."
Ada rasa khawatir yang tak bisa di uraikan dengan kata di dalam diri Cantika. Rasa khawatir untuk kehidupan rumah tangganya untuk kedepannya.
Rasa khawatir anak perempuannyatidak mendapatkan kasih sayang papahnya hanya karena terlahir sebagai seorang perempuan.
__ADS_1
Beberapa hari setelah Cantika melahirkan, tetap saja Tian acuh pada bayinya. Ia sama sekali tak ingin menggendong atau bermain barang sejenak dengan bayi perempuan yang diberi nama Salsabila oleh Cantika.