Istri Simpanan Tuan CEO

Istri Simpanan Tuan CEO
Kebahagiaan Yang Tak Terhingga


__ADS_3

Esok harinya, sidang untuk penentuan masa hukuman Alika. Ia sempat meminta maaf pada Ivan dan bahkan memohon supaya dirinya di beri kesempatan untuk yang kedua kalinya.


Alika meminta supsya maaf hukuman bagi dirinya di kurangi, karena ia tak pernah berpikir jika akan mendapatkan kurungan. dalam waktu yang cukup lama yakni lima belas tahun penjara.


"Komandan Ivan, aku minta maaf atas apa yang telah aku lakukan pada istri anda. Ini semua aku lakukan karena rasa cinta, dan ingin sekali aku menjadi istrimu. Aku mohon mintalah pada hakim untuk mengurangi masa tahanan bagi diriku."


Tapi Ivan sama sekali tak mengindahkan permohonan dari Alika, ia hanya melirik sinis padanya. Tetapi Alika tak tinggal diam, ia pun menghampiri Cantika dan meminta padanya untuk membujuk Ivan.


"Nona Cantika, aku benar-benar telah menyesal dengan apa yang aku lakukan padamu. Aku sungguh minta maaf, tolong bujuk Komandan Ivan supaya mau mengatakan pada pihak pengadilan untuk mengurangi masa hukuman bagiku."


Sebenarnya Cantika juga Iba dan merasa kasihan pada Alika, tetapi jerat hukum harus tetap di jalani olehnya.


"Maaf, aku tidak bisa. Seharusnya sebelum bertindak pikir dahulu apa sebab akibat dari perbuatan yang kamu lakukan. Apa lagi kamu ini bekerja menjadi penegak hukum. Tetapi tingkah lakumu seperti ini. Hakim itu sudah benar, ia memutuskan suatu masa hukumannya pada para narapidana sesuai dengan tingkat kesalahan yang di, lakukan. Jadi terima saja konsekuensinya, atau buah dari apa yang kamu tanam selama ini," ucap Cantika tegas.


Saat itu juga Cantika melanjutkan langkahnya keluar dari ruang persidangan dengan bergelayut di lengan Ivan. Kini Alika sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Tetapi pada saat ia melihat, Siska melintas di depannya. Ia pun meminta pada kedua petugas yang mengawal dirinya untuk sejenak membiarkannya berbicara dengan Siska.


"Siska, tunggu jangan pergi dulu. Aku ingin bicara padamu sebentar saja," pintanya memelas.


"Bicara apa lagi, Alika?" tanya Siska memicingkan alisnya.


"Siska, kita ini kan teman. Mau kan bantu aku untuk membujuk Komandan Ivan supaya ia naik banding meminta pada pihak pengadilan untuk mengurangi masa tahananku?" rengeknya.


"Maaf, Alika. Aku tidak bisa melakukan hal itu. Sudah berulang kali aku selalu menasehati dirimu bukan, waktu itu? supaya kamu itu move on dari Komandan Ivan, dan jangan berbuat nekad."


"Tapi kamu tak pernah anggap aku ini teman. Kamu sama sekali tak pernah mendengar apa yang aku katakan. Bahkan apa kamu tidak sadar juga?"


"Jika selama kita kenal, kamu mendekati aku jika ada maunya saja. Tetapi jika aku butuh bantuanmu, kamu kemana? selalu menghilang bukan?"

__ADS_1


Setelah mengatakan banyak hal, Siska pun tak menghiraukan Alika lagi. Ia berlalu pergi begitu saja. Kini Alika hanya bisa menangs meratapu nasib. Ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bahkan ia telah mencoreng nama baik keluarganya.


Hingga ia di coret dari daftar keluarga atas apa yang telah ia perbuat. Memang cinta itu buta, hingga bisa melakukan apa pun demi orang yang di cintai. Seperti apa yang Alika lakukan. Ia rela melakukan segala cara termasuk cara kotor demi mendapatkan cintanya itu.


Tetapi naas, ia tak mendapatkan cintanya, melainkan mendapatkan masa hukumannya di dalam penjara. Hanya penyesakan dan air mata yang kini di rasakan oleh Alika.


********


Beberapa hari setelah alami ketegangan karena ulah, Alika. Kini Cantika dan Ivan sudah bisa bernapas dengan lega. Karena sudah tidak ada lagi orang yang ingin berniat jahat pada mereka.


Ivan pun bahagia, dirinya kini sudah bisa berjalan lagi walaupun belum bisa berjalan dengan sempurna. Karena masih saja pincang, tapi setidaknya ia sudah tidak memakai kursi roda lagi.


"Alhamdulillah ya mas, kini kamu sudah bisa berjalan lagi."


Cantika memeluk suaminya erat.


Ivan pun membalas pelukan dari istrinya tersebut," iya sayang. Hal yang paling indah bagiku yakni bisa menjadi suami yang berguna bagimu dan Bila."


"Astaga, mas. Kenapa kamu berkata seperti itu? selama ini kamu itu berguna bagi kami. Sejak kehadiran dirimu, hidupku menjadi lebih berwarna dan lebih indah. Jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi, aku tak suka."


Cantika mengerucutkan bibirnya mendengar apa yang barusan di katakan oleh Ivan.


"Hem, apa kamu nggak sadar juga. Jika beberapa bulan terakhir aku hanya....


"Hust.... nggak usah mengatakan hal itu lagi ya? berapa kalu aku bilang."


Cantika memotong perkataan Ivan dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir Ivan.


Hingga kini ia pun tak berkata lagi, hanya sesekali terkekeh dengan candaan dari Cantika. Hidupnya kini benar-benar indah terlepas dari beberapa permasalahan pelik.

__ADS_1


Kini Ivan sudah bisa menjadi suami siaga. Tetapi ia belum menginginkan bekerja di kepolisian. Apa lagi Cantika memintanya untuk selalu mendampingi dirinya mengurus beberapa cabang garmennya.


Bahkan Cantika tidak mempermasalahkan jika Ivan tidak lagi bekerja di kepolisian. Ia lebih suka Ivan ada di sampingnya terus.


Hingga tak terasa waktu berjalan cepat sekali, kini Cantika sudah melahirkan anaknya yang ternyata kembar dua laki-laki.


"Sayang, kenapa kamu tak mengatakan jika kamu hamil anak kembar pada waktu itu? pantas saja aku melihat perutmu besar sekali dan porsi makanmu luar biasa banyaknya," ucap Ivan.


"Hem, aku sengaja meminta dokter kandunganku untuk merahasiakannya darimu. Karena aku ingin membuat surprise ini," ucap Cantika bahagia.


"Wah, aku harus tegur dokternya ini. Dan komplen padanya yang telah menyembunyikan hal besar ini dariku. Hemmm tetapi nggak apa-apa sayang. Yang terpenting saat ini dua jagoanku lahir dengan selamat dan sehat, begitu juga dengan dirimu. terima kasih ya sayang, karena kamu telah memberikan sejuta kebahagiaan bagi diriku."


Cantika justru mengucapkan terima kasih kembali pada Ivan. Karena selama ini selalu ada di sampingnya. Dari ia susah waktu itu, Ivan selalu ada untuk membantunya. Hingga saat mereka menikah, Ivan selalu menjadi suami yang setia badan tanggung jawab.


Selama di dalam pernikahan mereka, tidak pernah terjadi cekcok atau keributan yang kerap kali dulu terjadi pada saat Cantika masih menjadi istri almarhum Tian.


Kini baik Cantika maupun Ivan benar-benar telah menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Apa lagi kehidupan mereka sudah lengkap dengan adanya sari andk perempuan dan dua anak laki-laki.


Usaha garmen yang Cantika rintis dari nol juga sudah berkembang pesat dan sangat maju. Kerap kali Cantika merasa heran sendiri dan terkadang tak percaya dengan dirinya sendiri. Yang bisa mandiri dan bisa sukses memiliki beberapa cabang garmen.


********** T A M A T*************


Terima kasih untuk para readers yang sudah dengan setia baca hingga akhir karya remahan dari author ini. Tanpa kalian semua, author bukan apa-apa.


Salam sayang dari Author Nonny. Doa yang terbaik untuk semua readers yang sudah berbaik hati menyimak karya receh ini.


Sekali lagi TERIMA KASIH BANYAK.


Semoga berkenan menyimak karya rengginang author yang lain. Mohon maaf pabila dalam penulisan belum sempurna, masih banyak typo, penempatan puebi juga kurang tepat setw banyak kekurangan lainnya

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2