Istri Simpanan Tuan CEO

Istri Simpanan Tuan CEO
Hamil


__ADS_3

Satu bulan kemudian, Cantika di nyatakan hamil. Hal ini membuat senang hati Ivan, tetapi ia juga sedih melihat kondisi dirinya yang tak juga bisa berjalan.


"Mas, Alhamdulillah. Saat ini aku hamil, setelah beberapa bulan aku ingin bisa hamil dan sekarang aku benar-benar hamil."


Cantika begitu bahagianya dan ia memeluk suaminya itu. Ivan pun tersenyum penuh kebahagiaan. Tetapi senyuman itu tidak di sertai dengan suatu perkataan sebagai tanda jika dirinya bahagia juga. Hal ini membuat Cantika heran dengan sikap suaminya.


"Mas, apa kamu tak senang jika aku hamil?"


Pertanyaan konyol mulai keluar dari mulut Cantik hingga membuat Ivan pun berkata," siapa bilang aku tak senang kamu hamil? aku sangat bahagia, hanya saja aku sedih, karena aku tidak bisa menjadi suami siaga bagi dirimu. Aku saja selalu bertumpu dan menjadi beban bagi dirimu dengan kondisiku seperti ini."


Cantika merasa iba dengan kondisi suaminya yang memang sudah cukup lama tergolek tak berdaya di kursi rodanya. Tali ia juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena semua usaha juga telah ia jalani untuk bisa membuat suaminya lekas bisa berjalan lagi.

__ADS_1


Hingga beberapa kali, Cantika membawa Ivan berobat ke luar negeri. Tetapi hasilnya juga nihil. Hingga Ivan melarang Cantika untuk membawa dirinya ke luar negeri lagi, yang hanya menghamburkan uang saja.


"Mas, kami yang sabar ya. Ini adalah salah satu ujian untuk rumah tangga kita. Aku harap kamu selalu kuat dan tegar, dan jangan pernah berhenti berharap pada Allah. Untuk kesembuhan bagi dirimu ya. Yakinlah bahwa Allah akan menyembuhkan dirimu. Tapi waktu Allah bukan waktu kita, jadi sekuat apa pun kita memaksa ingin sembuh, jika Allah belum berkehendak maka belum di izinkan sembuh."


"Tapi bukan berarti Allah tak sayang padamu, mas. Saat ini Allah sedang menguji iman kita berdua, bukan hanya imanmu saja."


Ivan hanya diam mendengar apa yang dikatakan oleh Cantika. Ia memang tak pantas jika mengumpat atau merutuki kondisi dirinya tersebut. Hanya saja ia selalu khawatir dengan keselamatan Cantika. Karena ia yakin, mobil yang melaju sangat kencang itu adalah mobil yang sengaja ingin menabrak Cantika.


Hanya saja Ivan juga belum sempat melihat plat nomor mobil tersebut. Ia sudah tidak sadarkan diri karena rasa sakit di kaki dan punggung.


"Walaupun pada saat itu, Cantika bersedia membayar semuanya. Tetapi aku iba jika Cantika menghabiskan uangnya hanya untuk pengobatan diriku. Jika saat ini aku meminta uang pada Cantika, itu juga aku rasa tidak etis. Walaupun aku berniat menggunakan uang itu untuk kepentingan dirinya. Yakni untuk menyewa orang-orangku untuk selalu menjaganya."

__ADS_1


Terus saja Ivan berpikir dan berpikir dari mana ia bisa mendapatkan uang tanpa harus meminta pada Cantika. Uang untuk membayar beberapa anak buahnya guna menjaga Cantika. Karena sejak dirinya alami kelumpuhan, semua anak buahnya di berhentikan sementara.


Berbeda situasi di rumah Alika, dimana ia sampai detik ini masih saja merasa sangat bersalah dengan apa yang terjadi pada, Ivan.


Tetapi tidak lantas ia membiarkan Cantika hidup bebas dan bahagia bersama Ivan. Atau melepasnya begitu saja. Justru ia masih saja ingin mencelakai Cantika lagi. Dan ia ingin bisa menggantikam posisi Cantika dalam merawat Ivan.


"Sebenarnya dari kejadian yang telah menimpa pada, Komandan Ivan ada gunanya juga. Dengan begini aku lebih mudah untuk bisa menyingkirkan wanita kampung itu. Dan setelah wanita kampung itu mati, aku bisa merawat Komandan Ivan sebagai penebus rasa dosa dan salahku dimana anak buahku salah sasaran hingga membuatnya lumpuh sampai sekarang," batin Alika.


Walaupun kondisi Ivan lumpuh, tak lantas membuat Alika berhenti untuk cinta pada Komandan Ivan. Ia bahkan ingin lekas memiliki Ivan.


Saat ini ia sedang merencanakan sesuatu lagi untuk bisa mencelakai Cantika. Tetapi kali ini ia akan melakukan dengan tangannya sendiri, tidak memerintahkan pada anak buahnya.

__ADS_1


"Supaya aku tidak gagal, kali ini aku akan beraksi sendiri. Tetapi aku harus benar-benar menyiapkan segalanya secara matang terlebih dahulu. Supaya aku tidak gagal lagi untuk segera melenyapkan wanita kampung itu!" batin Alika seraya menggertakan giginya.


Alika terus saja memutar otaknya di sela istirahat dalam kerjanya. Ia ingin mencari cara yang tepat untuk menewaskan Cantika.


__ADS_2