
Bahagia kini sedang melanda di hati Cantika dan Ivan. Bahkan Ivan menginginkan untuk segera menikah dengan Cantika dalam waktu dekat. Hal ini tidak di tolak oleh, Cantika. Ia setuju saja dengan kemauan dari Ivan, karena bagi Cantika, Ivan sudah terlalu lama menunggu hingga ia tidak ingin membuatnya menunggu lagi terlalu lama.
Segera Ivan mengatur semuanya untuk acara pernikahan mereka. Dan keduanya juga telah sepakat untuk tidak mengadakan pesta mewah. Hanya ala kadarnya saja dengan mengundang sanak saudara dari pihak Ivan saja, karena dari pihak Cantika memang sudah tidak punya siapa-siapa lagi.
Acara pernikahan berjalan lancar dan tidak ada suatu halangan apa pun. Semua tamu undangan yang terlihat untuk hadir juga merasakan kebahagiaan yang saat ini sedang di rasakan oleh Cantika dan Ivan.
Satu Minggu kemudian....
Kini mereka telah resmi menjadi suami istri. Hal ini sangat membuat Ivan puas, karena penantiannya tidaklah sia-sia. Walaupun ia pada akhirnya mendapatkan Cantika dengan status jandanya, tetapi itu tidak merubah atau mengurangi rasa cintanya pada, Cantika.
Karena bagi Ivan status seseorang itu tidak penting. Mau dia itu gadis atau janda yang terpenting hatinya baik dan tidak pernah berubah dari waktu ke waktu kebaikannya selalu saja ada.
"Sayang, aku ucapkan terima kasih ya. Pada akhirnya kamu mau menikah denganku yang tak punya apa-apa ini. Hanya punya segenggam asa dan harapan saja," ucap Ivan merendah.
"Mas, tak usah merendah seperti itu. Selama ini siapa yang telah membantu segala kesusahanku hingga aku bisa melewati semuanya dan juga malah kini aku sukses seperti ini, jika bukan karena dirimu?" ucap Cantika.
__ADS_1
Ivan hanya nyengir kuda saja mendengar apa yang dikatakan oleh Cantika. Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih pada Siska yang dengan suka rela telah membantu dirinya melancarkan semua aksinya untuk bisa mendapatkan hati, Cantika.
Dan kini Siska juga sudah kembali menjadi seorang polwan lagi. Ia tak lagi menjadi baby sitter bagi Salsabila. Tugas menjadi seorang baby sister kini di limpahkan kepada saudara bibi yang ada di kampung. Bibi yang mempromosikannya pada Cantika untuk menjadi baby sitter, Salsabila.
Kebahagiaan kini sedang melanda Cantika dan Ivan. Kini mereka sedang begitu bahagianya tanpa mereka sadari ada beberapa orang yang tak suka dengan kebahagiaan mereka. Terutama kaum hawa yang selama ini ingin bisa mendapatkan cinta Ivan. Salah satunya ya rekan kerja Siska, di sebuah kepolisian wanita.
Ia sangat kesal pada saat mengetahui jika Ivan menikah dengan seorang janda muda. Menurutnya Cantika tidak pantas untuk menjadi istri Ivan yang seorang komandan kepolisian. Ivan lebih pantas menjadi suaminya, karena ia bertitel sama yakni seorang penegak hukum.
"Apa, jadi rumor yang aku dengar selama ini benar adanya? aku pikir itu bohong dan hanya sebuah isapan jempol semata," ucap Lika yang tak percaya mendengar cerita dari Siska.
Dia juga tak habis pikir, kenapa juga Siska mau saja membantu usaha Ivan untuk bisa mendapatkan cinta, Cantika.
Mendengar penuturan dari rekan kerjanya tersebut, membuat Siska menyunggingkan senyuman. Ia sama sekali tidak marah dengan perkataan temannya itu. Hingga membuat Lika semakin bertambah tak mengerti dengan sikap Siska, yang tak meresponnya dengan perkataan.
"Siska, aku sedang berbicara dengan dirimu. Tetapi kamu hanya merespon dengan senyuman saja. Apakah kamu sedang mencibir kegagalanku untuk bisa mendapatkan, Ivan? secara tidak langsung, kamu juga turut andil menggagalkan rencanaku ini," ucapnya ketus.
__ADS_1
"Sudahlah, Lika. Anggap saja kamu itu tidak berjodoh dengan, Komandan Ivan. Aku minta maaf bukan aku tak mau membantumu untuk bisa mendapatkan hati, Komandan Ivan. Hanya saja aku tak enak jika merekomendasikan dirimu padanya. Apa lagi pada saat itu, ia yang telah terlebih dahulu memintaku membantunya. Dan aku jelas saja tak bisa menolaknya karena ia sudah banyak sekali membantu diriku selama ini," ucap Siska dengan santainya.
"Apa lagi aku tahu, kamu dekat denganku di saat kamu butuh saja. Sedangkan di saat aku butuh, kamu malah menghindariku," batin Siska yang sudah paham dengan tabiat Lika.
Rasa iri dengki kini telah menggerogoti diri, Lika. Bahkan setiap ia membayangkan masa indah antara Cantika dan Ivan, ia semakin benci pada Cantika. Walaupun ia sama sekali tidak kenal dan tidak tahu siapa itu Cantika. Ia hanya mendengar kabar burung dan kabar dari telinga ke telinga tentang pernikahan Ivan dengan Cantika.
Apa lagi setelah ia tahu pasti dari cuitan Siska padanya. Ia semakin ingin menyingkirkan Cantika, tetapi dengan cara halus karena ia tidak ingin reputasinya sebagai polisi wanita hancur begitu saja.
Entah aksi apa yang saat ini akan di lancarkan oleh Lika untuk bisa membuat rumah tangga Ivan dan Cantima hancur. Karena ia sama sekali tidak mengatakan apapun tentang rencana buruknya ini pada Siska. Ia tahu benar, jika Siska tidak akan pernah mendukung dirinya. Ia tak ingin rencananya hancur begitu saja.
"Lika, kamu ini masih muda. Bahkan usiamu terpaut tiga tahun lebih muda dariku. Kamu juga cantik, pasti kamu bisa mendapatkan pria yang terbaik pula. Jadi untuk apa kamu terus merisaukan hatimu hanya karena, Komandan Ivan telah menikah dengan wanita lain?" tegur Siska di sela lamunan Lika.
"Kamu bisa mengatakan hal itu, karena kamu belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Jika kita sudah cinta pada seseorang, pasti tidak akan bisa move on begitu saja," ucap Lika.
Apa yang Lika katakan pada Siska salah besar, karena Siska juga pernah merasakan cinta bertepuk sebelah tangan dan memang itu rasanya sakit. Tetapi ia bisa bersikap bijaksana, karena ia tidak seperti Lika yang terus saja tak ikhlas dengan pernikahan Ivan dengan Cantika. Siska bisa mematahkan rasa kecewanya dengan menghibur dirinya sendiri pada saat ia tahu pria yang di cintainya tidak pernah cinta padanya.
__ADS_1
Siska selalu menguatkan diri sendiri dengan mengatakan bahwa pria itu bukan jodohnya. Dan ia selalu percaya jika kelak akan mendapatkan pria yang lebih baik darinya. Walaupun hingga kini Siska belum juga menemukan pria itu, tetapi ia tak pernah dendam dengan wanita yang telah menjadi pendamping hidup pria yang selama ini ia cintai.
Baginya sudah cukup bahagia, melihat seseorang yang ia cintai saat ini bahagia walaupun tidak bersama dengan dirinya.