
Gresia berdiri di balik jendela besar didalam kamar yang terletak di Villa milik Akeno di negara A. Netra kelabunya menatap kebawah pada hamparan tanaman hias di halaman samping.
Ingatannya masih berkutat pada kejadian kemarin. Pada pertemuan keluarga Akeno, karena ulah suaminya kakek harus di larikan kerumah sakit karena serangan jantung mendadak.
Lelaki tua itu sebenarnya sudah merasa kalau Akeno akan mengambil alih klan Kenzo, tapi yang dia tidak menduga adalah pernikahan Akeno dengan Gresia dan demi membawa Gresia masuk ke keluarga Kenzo Akeno sanggup melakukan perlawanan padanya. Itu semua diluar prediksinya mengingat Akeno selama ini patuh padanya.
Gresia menarik nafas dalam. Dalam hidup dia tak pernah sekalipun bermimpi akan melibatkan diri dalam pertempuran berdarah keluarga Kenzo. Selama ini dalam keluarga dia hanya paham berebut baju dan jatah makan. Tapi di keluarga Kenzo mereka berebut kekuasaan hingga menumpahkan darah saudaranya sendiri.
Jujur dia merasa takut dan bimbang pada Akeno. Lelaki yang selalu mengalah dan memperlakukannya dengan lembut ternyata mampu melakukan hal-hal yang sangat kejam.
Akeno di hati Gresia seperti dua sisi mata uang. Dua sisi yang saling bertolak belakang.
"Apa yang kau lamunkan?Aku sudah memanggilmu tiga kali kau tidak dengar, " suara berat Akeno terdengar di belakang Gresia. Lengan kokohnya meyusup melingkari pinggang ramping Gresia.
Gresia menarik nafas dalam. "Aku rindu rumah," ucapnya berbohong. Akeno memutar tubuhnya menghadap padanya, manik hitamnya menatap lekat bola mata kelabu yang berkilau seperti kucing itu dengan teliti.
"Jangan berbohong padaku sayang. Aku hapal bahasa tubuhmu walau sehalus benang." ujar Akeno. Jemarinya membelai lembut wajah kemerahan milik Gresia.
"Aku tidak berdusta, aku memang rindu rumah." rajuk Gresia sembari membuag pandangannya ke samping. Menatap bola mata kelam Akeno membuat ingatannya kembali tertuju pada pristiwa kemarin.
Akeno manarik nafas berat. "Aku masih ada urusan di sini yang harus aku selesaikan. Bersabarlah untuk beberapa hari, setelah itu kita pulang." ujar Akeno sembari men cium tengkuk Gresia. Gresia menggeliat pelan rasa geli menjalari tubuhnya saat bibir Akeno yang basah dan hangat menyusuri ceruk lehernya yang jenjang.
Akeno melepas cumbuannya meletakkan kepalanya diatas bahu Gresia. "Aku baru saja mengambil alih kekuasaan kakek. Ada banyak aset yang harus di alihkan atas namaku. Melakukan semua itu tidak cukup waktu sehari. Sayang bisakan bersabar sedikit."
Gresia menarik napas berat. "Sayang, apa tidak terlalu kejam melakukan itu pada kakek. Bagaimanapun dia adalah kakekmu. Bukankah tanpa merebut milik kakek dia juga akan memberikannya padamu?"
__ADS_1
Akeno menarik kepalanya dari bahu Gresia, lalu memutar tubuh Gresia ke arahnya. "Itu benar. Tapi dia memberi beberapa syarat yang memberatkan posisiku. Pertama aku harus menikahi wanita dari keluarga Kenzo. Kedua aku harus menetap di negara ini, melupakan segala yang aku punya di negaraB. Kedua pilihan itu mengharuskan aku melupakan istriku yang cantik ini. Itu mustahil. Dia harus membunuhku dulu sebelum memintaku melupakanmu. Jadi ingatlah, yang aku lakukan ini semata-mata demi dirimu agar bisa hidup tenang di sisiku. Dengan mengusai klan Kenzo, kakek tidak akan mampu mengusikmu. Percayalah."
Gresia menatap tak paham. "Apa tidak bisa di bicarakan baik-baik. Bukankah kalian keluarga?"
Akeno terbahak. "Hahaha, musyawarah maksudmu? Dengar sayang. Itu hanya ada di pelajaran anak sekolah dasar. Tapi di keluarga Kenzo tidak mengenal yang namanya bicara baik-baik. Kalau aku tidak mampu melepasmu, maka mereka akan menyingkirkanmu dengan cara mereka. Seperti membunuhmu, atau membuangmu di pulau tak berpenghuni. Itu adalah cara-cara yang di lakukan keluarga Kenzo dan kau suka cara yang mana?" tanya Akeno sembari mengerutkan keningnya menatap Gresia dengan mimik wajah serius.
"Cara yang pertama aku rasa lebih ringan. Dari pada di buang di pulau tak berpenghuni. Aku tidak tau kesengsaraan apa yang menungguku di pulau terpencil itu." sahut Gresia dengan wajah polosnya.
Akeno terdiam, dia berpikir Gresia tidak akan memilih satupun cara yang dia ucapkan. Siapa sangka malah memilih mati. Hanya mengucapkannya saja membuat hati Akeno berdenyut sakit. "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Lebih baik mereka membunuhku dari pada mereka mengusikmu. Gresia percayakah aku juga tak ingin melakukannya tapi hanya dengan cara itu aku bisa melindungimu. Maaf telah memaksamu masuk kedalam duniaku." bisik Akeno sembari merengkuh tubuh istri kecilnya kedalam pelukan hangatnya.
Akeno sungguh sangat mencintai Gresia sepenuh hati. Dia tak pernah mencintai wanita sedalam dia mencintai Gresia. Hati dan tubuhnya menjerat Akeno begitu erat, tanpa bisa di lepas lagi.
Tiba-tiba ponsel Akeno berdering. Akeno beranjak keluar kamar setelah mencium puncak kepala Gresia penuh cinta. Setelah bicara sebentar Akeno pun pergi setelah pamit pada Gresia.
Kolam ikan dengan air mancur di tengahnya terlihat menyejukkan mata. Warna warni ikan yang bergerak perlahan di dalamnya menambah keindahan kolam. Kini iris kelabunya beralih pada bunga di rumah kaca. Gresia sangat mengagumi keindahannya. Dalam hati Gresia berpikir enak menjadi orang kaya. Mereka bisa mewujudkan segala mimpinya dengan uang yang mereka miliki.
Gresia berkeliling sembari mengamati setiap tumpun tanaman hias itu. Gresia jadi ingat kalau di kediaman Akeno baik Villa atau Apartemen Gresia selalu mendapati taman bunga yang indah disana. Apa Akeno menyukai bunga?Tidak bukan Akeno, tapi ibunya. Ingatan Gresia kembali pada saat Akeno membawanya ke taman yang di buat oleh ayahnya untuk ibunya. Akeno pasti sengaja membuat taman-taman bunga untuk mengenang ibunya.
Tiba-tiba dia juga ingin di hadiahi sesuatu yang seperti itu oleh Akeno. Sesuatu yang bisa di kenang oleh anak cucunya nanti. Bukankah sangat romantis...
Gresia benar benar menikmat keindahan rumah kaca samapai lupa waktu. Barulah ketika seorang pelayan datang tergesa meghapiri Gresia dia baru sadar kalau perutnya terasa pedih karena lapar. "Nyonya tuan mencarimu sedari tadi. Sekarang dia menunggu nyonya di ruang tamu. "
"Akeno sudah pulang."
"Sudah dari tadi nyonya. Begitu pulang dia langsung mencari nyonya. Kami tidak melihat nyonya keluar kamar jadi kami tidak tau nyonya berada dimana saat tuan mencari nyonya." jelas pelayan itu dengan tubuh sedikit membungkuk.
__ADS_1
Dia memang tak menemukan seorang pelayan pun saat keluar kamar dan lagi paviliun ini terletak lumayan jauh dari bangunan utama.
Bersama pelayan Gresia kembali kebangunan utama. Di pintu samping Villa yang terbuka lebar tampak Akeno berdiri sembari menatapnya dengan perasaan cemas.
"Ada apa?" tanya Gresia saat melihat wajah Akeno yang tampak pucat pasih.
Akeno tak menyahut dengan jemari gemetar dia meraih tubuh Gresia melakukannya dalam pelukannya. Samar-samar Gresia bisa merasakan tubuh Akeno yang bergetar.
"Sayang ada apa?"
"Setelah makan siang kita akan pulang. Orang ku sudah menyiapkan tiketnya." Sahutnya dengan suara serak.
"Bukankah sayang bilang kita di sini untuk beberapa hari kedepan."
"Harusnya.Tapi sesuatu terjadi pada nenek kita harus segera pulang." sahut Akeno sembari melepas pelukannya.
"Apa nenek sakit?"
Akeno menarik nafas dalam sembari menatap lekat-lekat wajah Gresia. "Mobil yang di kenderai nenek mengalami rem blong. Mobilnya ringsek menabrak pembatas jalan. Supir nenek dan pengawal meninggal di tempat. Sementara nenek saat ini dalam keadaan kritis di rumah sakit." jelas Akeno. Dia berusaha terlihat tenang walau suaranya terdengar bergetar.
Gresia mematung di tempatnya. Kini tubuhnya terasa bergetar oleh penuturan Akeno. Dia tak mau sesuatu terjadi pada nenek. Saat ini selain Akeno nenek adalah orang yang paling berharga dalam hidupnya. Tanpa dia Gresia tak tau akan seperti apa nasibnya dulu.
Bulir bening sudah berjatuhan membasahi pipi Gresia. Melihat itu Akeno kembali memeluk tubuh istrinya dengan lembut. Dia juga terpukul oleh berita itu tapi sepertinya Gresia lebih terpukul lagi. Dia bahkan tak bisa memakan sesuappun makanan yang terhidang di depannya. Selera makannya mendadak hilang, hanya air mata yang terus saja mengalir di sudut matanya hingga matanya terlihat bengkak.
Bersambung 🥰
__ADS_1