Istri Tujuhbelas Tahun

Istri Tujuhbelas Tahun
Part 67


__ADS_3

Gresia mematut dirinya di cermin. Gaun abu bertabur batu swarovski membalut tubuh indahnya dengan sempurna.


Malam ini adalah malam istimewa Akeno. Malam dimana dia di lahirkan dari rahim seorang wanita sempurna yaitu ibu Akeno.


Biasanya Akeno tak begitu peduli dengan hal-hal seperti ini. Tapi malam ini Akeno ingin merayakan hari kelahirannya bersama Gresia.


Siang tadi Adrian membawakannya baju indah ini, untuk di pakai Gresia di acara perjamuan makan malam.


Adrian duduk di sofa, mengutak atik gawainya sembari menunggu Gresia bersiap.


Dia menengadah menatap kearah tangga saat terdengar ketukan langkah Gresia menuruni anak tangga.


Sial...!


Dia benar-benar cantik malam ini. Akeno benar-benar milliki selera tinggi terhadap wanita.


Hanya sepersekian detik, Adrian segera memalingkan wajahnya ketempat lain, atau jantungnya akan meledak.


Apa yang dia pikirkan, Gresia adaalah wanita Akeno. Sahabatnya sendiri.


"Masih ada yang kita tunggu Adrian?"


Adrian menggeleng, lalu beranjak bangkit menuju garasi. Di sepanjang jalan mereka hanya diam. Gresia asik dengan gawai nya, sementara Adrian focus pada jalan di depannya.


Sesekali dia melirik Gresia melalui kaca spion tengah. Menatap penuh kagum nyonya mudanya. Gaun panjang berwarna abu, yang transparan di bagian pundak itu begitu indah membungkus tubuh molek Grasia.


Rambutnya di tata menyamping memperlihatkan leher jenjang milik Grasia. Benar-benar maha karya yang sempurna.


Satu jam kemudian, mobil mereka tiba di sebuah hotel yang sangat mewah milik Akeno.


Begitu turun dari mobil, Akeno menyambutnya dengan uluran tangan. Lalu menggandengnya menyusuri karpet merah menuju kedalam gedung.


Gresia harus mengejab berulang kali saat beberapa wartawan media online mengambil foto mereka.


Dengan detak jantung yang bergemuruh, Gresia melirik Akeno. Dia memakai tuxedo abu, senada dengan gaun yang di pakai Gresia.

__ADS_1


Dengan wajah arogannya dia mengandeng lengan istrinya erat.


Begitu masuk kedalam gedung, Gresia terpana. Bukan hanya karena dekorasi yang begitu mewah, tapi karena banyak orang yang dia kenal berada di sana sebagai tamu.


Termasuk Aayana, begitu melihat Gresia dia langsung melambaikan tangannya. Gresia balas melambai.


"Sayang, acara apa ini?" bisik Gresia sembari tersenyum membalas sapaan tamu.


"Jamuan makan malam sayang," balas Akeno sembari menatap istrinya dengan tatapan lembut.


"Untuk merayakan hari jadimu sayang?"


Akeno tersenyum. "Tentu saja bukan itu yang utama. Ada yang lebih istimewa dari itu." sahut Akeno dengan senyum penuh misteri. Greesia mendongak menarap Akeno dengan mata menyipit, curiga.


"Pergilah sapa teman mu dulu. Sepertinya mereka sudah tidak sabaran." ucap Akeno sembari melihat kearah Ayana dan teman-teman.


Gresia mengangguk lalu menghampiri Ayana dan yang lainnya.


"Gres lo cantik banget tau gak." puji Ayana sembari menatap kagum ke sahabat nya itu. Bukan hanya Ayana, kini hampir semua mata tertuju padanya.


Gresia hanya tersenyum mendengar pujian Ayana. Dia sendiri masih linglung, melihat banyak orang yang dia kenal datang sebagai tamu.


Netranya melihat Haris di antara kerumunan tamu. Kemudian ayah, ibu dan saudara tirinya.


"Ayah," sapa Gresia menghampiri ayahnya.


"Kami juga dapat undangan dari suamimu." jelas ayah. Dia tau putrinya pasti heran kenapa mereka datang. Gresia mengangguk kecil sambil tersennyum lembut.


Sudah lima belas menit Grasia berbincang dengan Ayana, lalu terdengar pembawa acara mulai membuka acara jamuan makan malam yang di adakan oleh Akeno.


Setelah mengucapkan beberapa kata pembukaan dan ucapan ulang tahun untuk Akeno, wanita cantik dan seksi itu memanggil Akeno naik ke atas panggung.


Gresia tersenyum, menatap penuh binar pada sosok Akeno yang begitu di kagumi lawan jenisnya. Garis ketampananya begitu sempurna.


Akeno mulai bicara, mengucapkan rasa terimakasihnya pada tamu undangan yang sudah bersedia datang.

__ADS_1


"Malam ini adalah malam special untuk ku, bukan karena ini malam kelahiran ku. Tapi karena ada seseorang yang begitu special yang akan aku perkenalkan pada kalian semua." ucap Akeno tanpa senyum. Begitulah cara dia bicara pada orang lain. Dia banyak senyum hanya saat bicara pada Gresia.


Kasak kusuk langsung terdengar, bahkan netra mereka sibuk mencari sosok yang di maksud.


"Sayang naiklah." ucap Akeno lembut, sembari mengulur tangannya kearah Gresia.


Gresia terpaku di tempatnya. Dengan matanya dia berinteraksi dengan Akeno.


"Iya kamu sayang, naiklah." pinta Akeno dengan kelembutan sikapnya yang membuat semua orang tercengang. Lelaki arogan ini mampu bersikap lembut juga ternyata.


Melihat Gresia hanya diam saja. Akeno turun menjemputnya. Kerumunan tamu menyibak memberi ruang untuk mereka naik kepanggung.


Akeno menggenggam jemari Gresia yang terasa dingin sedingin es. Membawa istri cantiknya naik keatas panggung.


Di atas panggung Gresia terlihat gelisah dan gugup. Di sampingnya Akeno sedikit menunduk menatapnya Gresia di sampingnya. Memeluk bahunya, sesekali tangannya mengusap lembut punggung Gresia meredakan rasa gugupnya.


"Sudah lebih baik?" bisik Akeno. Gresia mengangguk, sembari mengukir senyum kaku di bibirnya.


Akeno kembali menatap kebawah panggung. "Maaf membuat kalian menunggu." ucapnya. Lalu kembali menatap Gresia.


"Seperti yang tadi aku bilang. Malam ini aku akan memperkenalkan orang yang paling special dalam hidup ku." Akeno menjeda ucapan nya.


"Wanita di sampingku ini adalah istri sahku. Dia aku nikahi Lima tahun yang lalu. Malam ini aku mengumumkan Gresia istri sah ku adalah satu satu nya nyonya Akeno di saat ini dan di masa mendatang." ucap Akeno dengan tegas.


Mendadak suasana menjadi heboh. Ayana membulatkkan matanya tak percaya. Jadi selama ini Gresia membohonginya. Gr


Sementara itu di atas panggung Gresia berdiri dengan lutut gemetar. Akeno benar-benar membuat Gresia mendapat serangan jantung mendadak.


"Baiklah kalian bisa lanjutkan menikmati jamuan ini." ujar Akeno. Lalu membawa Gresia turun dari atas panggung.


Di papahnya tubuh Gresia ke sudut ruangan lalu duduk di sofa yang ada di sana.


"Maaf sayang Aku membuatmu kaget."


Gresia mencebik kesal. Bagaiamana bisa dia tidak memberitahukan ini padanya. Membuatnya kena serangan jantung dadakan begini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2