Istri Tujuhbelas Tahun

Istri Tujuhbelas Tahun
Part 84


__ADS_3

Mata elang Akeno berbinar, saat memperhatikan kecerdasan putra satu satunya. Ya putra satu satunya, sebab Akeno memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi.


Ada banyak faktor kenapa dia menginginkan hal itu. Salah satunya adalah karena konflik keluarganya. Perebutan hak waris untuk harta yang di miliki kakeknya menyebabkan pertumpahan darah sesama saudara. Saudara sedarah tak sungkan saling bunuh dan menjatuhkan demi harta dan kedudukan. Dia takut anaknya melakukan itu, dia menyadari sifat kejamnya pasti menurun ke anaknya.


Walau keinginannya tentu saja di tentang oleh Gresia. Gresia menginginkan anak perempuan yang cantik seperti diri nya.


Tapi masalah ini sepertinya Akeno tak mau berkompromi.


Seperti titah Akeno, Adrian pindah ke negara A, mengikuti Baskoro.Semenjak kepindahannya tidak sekalipun Adrian pulang ke tanah air.


Sedang Samy masih melajang sampai saat ini, dia punya banyak wanita tapi tidak berniat menikahinya.


Dia tidak mau hidup terkekang seperti Akeno, ingin melakukan apa pun mesti persetujuan istri. Samy tidak ingin menjalani hidup seperti itu.


Tidak ada yang berbeda dari kehidupan Akeno, dia tetaplah pemimpin klan.Juga seorang pengusaha yang memiliki ratusan perusahaan di seluruh negara di bumi ini.


Walau begitu kehidupannya tidak Sesibuk dulu, Dia memberikan wewenang pada orang kepercayaannya. Masing-masing dari mereka di beri kekuasaan untuk mengurusi bisnisnya.


Dia sendiri memilih menghabiskan banyak waktu dengan keluarganya terutama Gresia istri yang begitu dia cintai dan sayang.


Jae Hwa putra Akeno sudah berusia lima tahun saat ini. Tumbuh menjadi anak yang pendiam dan selalu bersikap dingin.


Tentu saja sikap ini membuat Akeno bangga pada putranya. Sikap elegan yang sudah terlihat sejak kecil.


Tapi tidak dengan Gresia, dia merasa keseppian. Dia ingin bayi yang imut dan lucu. Tidak seperti putranya yang tidak pernah bermanja manja padanya, layaknya balita seusianya. Setiap hari hanya memperlihatkan sikap dingin dan kaku. Putranya bahkan hampir tidak pernah melakukan kesalahan.


"Kau lihat sayang, betapa sempurnanya putra kita. Kecerdasanku benar-benar turun padanya." ucap Akeno bangga.


Mendengar itu Gresia memutar bola matanya, sembari memasang wajah cemberut. "Iya, dia bahkan mewarisi sifat dinginmu." gerutu Gresia.


"Bukan kah itu bagus?"


"Bagus apanya, aku kesepian."


"Kan ada aku."


"Sayang jarang di rumah."


"Mau bagaimana lagi urusanku terlalu banyak di kantor. Padahal aku sudah berusaha membagi waktu. "


"Makanya kasih izin aku hamil lagi." sungut Gresia.


Akeno terdiam, lalu meraih jemari Gresia. "Kau benar-benar ingin anak perempuan?"


Dengan mata penuh binar, Gresia mengangguk.


"Tapi bagaimana bila bayi kita laki-laki."


"Tidak, kita akan melakukan program bayi perempuan. Banyak pasangan melakukan itu dan berhasil." ucapnya, berusaha meyakinkan Akeno.


Percakapan seperti ini bukan kali ini terjadi. Tapi entah mengapa baru kali ini Akeno menyetujui ide Gresia.

__ADS_1


"Baiklah, tapi hanya satu putri. Tidak boleh lebih."


Gresia menutup mulutnya tak percaya, kemudian berhambur memeluk Akeno di sebelahnya. "Sayang, terimakasih."


Sembari tersenyum, Akeno membalas pelukan Gresia. "Kau senang?" tanyanya sembari mengusap punggung hangat Gresia.


"Hmmm."


"Kalau begitu, apa boleh sekarang kita lakukan programnya?"


"A-apa? Bukankah harus konsultasi dulu dengan Dokter kandungan."


Akeno meraih dagu Gresia, menengadahkan wajahnya. "Tidak perlu, itu terlalu lama."


"Iya, tapi kita tidak tau harus melakukan apa agar bayi kita perempuan."


"Jangan khawatir aku akan mengajarimu."


"Sayang kau bercanda?!"


"Tidak." sahut Akeno, dengan penuh tenaga dia meraih tubuh Gresia lalu mengendongnya. Sebelum pergi dia berpaling ke putranya.


"Jae, ayah permisi dulu dengan ibu mu ya. Ada urusan yang harus kami kerjakan."


"Apa dia sakit?" tanya anak itu dengan polosnya, saat melihat ayahnya menggendong tubuh ibunya.


"Tidak, dia hanya sedang bersikap manja." sahut Akeno.


Akeno membawa Gresia ke ruang kerjanya. Dia tak ingin di ganggu siapapun, demi program bayi perempuan. Kalau mereka melakukannya dikamar, bisa saja tiba-tiba putranya datang. Sementara di ruang kerja, tidak ada yang berani masuk tanpa izin nya. Ini berlaku untuk Jae Hwa kecuali Gresia seorang.


****


Program bayi perempuan Akeno Gresia, benar-benar membuahkan hasil. Satu tahun kemudian, Gresia benar-benar melahirkan bayi perempuan. Bayi cantik itu di beri nama Aeri.


Kisah melahirkan Aeri di penuhi drama . Gresia yang saat masuk ruang operasi dalam keadaan sehat, tiba-tiba drop dan mengalami koma.


Keadaan Gresia membuat Akeno hampir gila, Dia bahkan sempat menyesali keputusannya.


segala cara dia lakukan. Termasuk memanggil Adrian yang telah dia asingkan ke negri orang. Mengabulkan keinginan Gresia, punya anak lagi.


Setelah melakukan banyak cara, akhirnya Gresia sadar juga dari komanya.


Berangsur angsur keadaan Gresia semakin membaik. Hal itu membuat Akeno lega.


Aeri, bayi perempuan mereka


tumbuh dengan paras cantik serta berkepribadian lembut keinginan Gresia.


Binar mata Gresia saat menatap putrinya, membuat hati Akeno berbunga. Hidupnya memanglah untuk kebahagiaan istrinya.


"Dia tumbuh sangat cantik sayang, seperti dirimu." puji Akeno.

__ADS_1


Gresia tersenyum senang, Akeno benar. Putrinya tumbuh sangat cantik dan menawan, dan yang paling penting dia kepribadian ceria tidak seperti Jae Hwa yang begitu dingin bak gunung es.


Mereka sedang duduk di Gazebo sembari menikmati indahnya langit senja.


"Adrian memberiku undangan pernikahan." ujar Akeno, jemari kokohnya membelai puncak kepala Gresia yang berada di pangkuannya.


"Hah, benarkah?"


"Hmm, aku juga kaget."


Gresia menggeser tubuhnya ke posisi telentang. "Apa sayang berniat mengusirnya lagi?" tanya Gresia hati hati.


Akeno menggeleng pelan. "Tidak, karena dia sudah menikah."


Gresia terkekeh." Adrian tak sebanding dengan sayang, jadi jangan cemburu."


"Aku tahu, tapi tetap saja aku tidak bisa tidak cemburu. Aku bahkan pernah berniat menghabisi nyawanya."


"Ya ampun sayang, kau bercanda kan?"


"Tidak! Aku serius."


"Tapi dia orang kepercayaanmu, sekaligus teman baiklah. Bagaimana bisa kau berpikir untuk menghabisinya."


"Aku tidak perduli, sekalipun dia saudara kandungku. Hanya aku yang boleh menatap mu penuh cinta, lelaki lain tidak boleh. Kalau ada yang berani melakukannya, berarti dia cari mati." sahut Akeno dengan ekspresi dingin.


Gresia begidik ngeri, untung saja sikap kejamnya tidak pernah di tujukan padanya.


"Aku mencintaimu sayang. Sungguh sangat mencintai mu." bisik Akeno. Jari jemarinya membelai lembut wajah ayu Gresia.


"Aku juga mencintai tuan Akeno." balas Gresia, lalu merengkuh tubuhAkeno di atasnya.


Mereka saling mengecap, bertukar rasa manis yang membakar aliran darah, memompa jantung hingga kehabisan oksigen.


"Mama cama papa cedang apa?" suara cadel Aeri mengagetkan mereka. Gresia tergesa gesa bangkit, sembari membetulkan bajunya yang sedikit berantakan.


"Mama kelilipan matanya sayang, jadi papa bantu meniupnya."


"Looh, bukannya papa lagi kic mama."


"Oh, itu. Mama hampir menangis jadi mama papa beri kiss."


"Wah papa pintel. Ya udah deh Aeri mau main lagi."


Akeno menatap Gresia. "Itu sebabnya aku lebih dulu suka anak laki laki." gerutunya.


"Hahaha. Maaf sayang."


Tamat


Terima kasih tak terhingga kepada readers tercinta atas dukungannya untuk karya ini 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2