Istri Tujuhbelas Tahun

Istri Tujuhbelas Tahun
Part 59


__ADS_3

Kenzo menatap bayangan dirinya di cermin. De sah kasar terdengar keluar dari mulutnya.


Tubuhnya terlihat sudah sangat renta, bukan saja warna kulitnya yang memudar. Sebagian keahliannya juga ikut memudar seiring bertambahnya usia.


Sementara di belakangnya berdiri asisten pribadinya. Menatapnya dengan perasaan iba. Dia menyaksikan sendiri darah dagingnya dengan berdarah dingin melengserkan tampuk kekuasaannya.


"Katakan padaku, apa yang terjadi pada Micel?"


Lelaki di belakang Kenzo itu terlihat tegang, dia menatap sekilas tuannya sebelum melaporkan penyelidikannya.


"Tuan Micel menderita kerugian sangat besar dalam waktu semalam tuan. Semua bisnisnya runtuh tak tersisa." terang lelaki itu penuh kehati-hatian.


"Apa Akeno yang melakukannya?" tanya Kenzo dengan ekspresi dingin.


"Begitulah menurut penyelidikan saya."


"Apa yang dilakukan Micel, sampai menyulut emosi Akeno sebesar ini?"


"Tuan, Micel terlibat dalam kematian neneknya tuan Akeno."


Kenzo mendengus kesal sembari memejamkan matanya erat. Dia benar-benar sudah sangat tua hingga tak mampu membaca kekuatan cucu dan anaknya sendiri.


"Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Kita tidak perlu ikut campur. Aku benar-benar sudah tua dan benar-benar harus pensiun." Lirih Kenzo sembari menatap asistennya.


"Baiklah tuan." sahut lelaki itu patuh. Dia tak menyangka akan melihat sendiri runtuhnya masa kejayaan tuannya itu.


Sementara di tempat lain, di kediaman Micel suasana terlihat gaduh. Adu mulut antara Micel dan anak-anaknya terdengar memekakkan telinga.


Anak Micel tak terima dan menyalahkan Micel atas hilangnya semua aset mereka dalam semalam. Mereka tau bahwa Akenolah dalang dari kehancuran mereka. Mereka juga tau apa penyebab tindakan brutal Akeno pada keluarga mereka.


Mau melawan Akeno mereka juga sudah tak bernyali. Akeno sudah memperlihatkan taringnya pada semua lawannya. Siapa yang berani mengusiknya?


Lelaki tua itu benar-benar hancur saat ini, ditambah Kenzo lepas tangan dengan perseteruan mereka dia benar benar tak punya kekuatan lagi.

__ADS_1


****


Sudah hampir satu minggu Akeno pergi ke negara A. Menghubungi Gresia hanya melalui ponsel, itupun tidak tiap hari.


Semenjak mengambil alih klan Kenzo, Akeno benar-benar tak punya waktu untuk bersantai. Dalam sebulan kadang hanya sekali dia mengunjungi Gresia Sementara Gresia -sendiri di sibukkan dengan ujian kelulusan.


Lagi pulla menjadi istri Akeno dia di tempah untuk kuat dan sabar. Akeno memang tidak memperlihatkan sifat play boy, tapi wanita yang mengejarnya tidak punya malu. Jadi tetap saja membuat Gresia harus ekstra sabar menghadapi kenekatan mereka.


Seperti siang ini saat Akeno meminta Gresia membawakan makan siang ke kantornya.


Saat Gresia sampai, Akeno sedang ada rapat bersama rekan bisnisnya di ruang kerjanya.


Grasia masuk sembari menenteng bekal yang di masak oleh bibik. Melihat Gresia masuk, Akeno menjeda ucapannya sejenak. Menatap wajah cantik istrinya sekilas lalu kembali focus pada diskusinya bersama kliennya.Tapi hatinya tak setenang tadi, penampilan Gresia yang menawan membuat hatinya bergetar.


Andai saja rapat ini bukanlah hal yang sangat penting, sudah sedari tadi dia meminta kliennya undur diri. Tapi sayang, rapat ini tak bisa di cancel.


Dengan tenang Gresia menunggu Akeno yang tengah rapat. Sembari bermain gawai Gresia sesekali mencuri pandang, kearah suaminya yang terlihat sangat focus dengan materi rapat.


Jantung Gresia berdetak kencang saat tatapannya tertangkap oleh bola mata kelam Akeno. Ada lautan rindu yang terpancar dengan nyata pada sinar matanya. Walau hanya sekilas tapi tatapan Akeno membuat tubuh Gresia bergetar halus. Sudah satu bulan mereka tidak bertemu, dan bersentuhan begitu pulang pagi tadi, dari bandara Akeno langsung pergi kantornya, membuat hati Gresia dirundung kesedihan .


Sementara Akeno terlihat sudah selesai rapat dengan kliennya. Setelah berbasa-basi sejenak Klien Akeno undur diri.


Ruang kerja Akeno mendadak sunyi. Akeno mengubah posisi duduknya menghadap Gresia yang tampak gugup. Manik hitamnya memindai setiap jengkal lekuk tubuh istrinya yang terlihat semakin sempurna. Rona merah pada pipi Gresia membuat Akeno gemas.


"Jangan hanya melihatku, makanlah nanti makanannya keburu dingin." ujar Gresia sembari menata bekal yang tadi dia bawa.


Akeno tak menyahut, dia beranjak mendekati Ggresia lalu duduk di sampingnya. Mengamati Setiap gerak istrinya dengan tatapan sejuta rindu. Rindu kehangat sentuhan istrinya yang sudah mulai dewasa. Banyak perubahan yang tak di sadari Akeno pada tubuh istrinya. Tapi hari ini dia bisa melihat perubahan itu dengan sangat jelas. Perubahan itu menggoda hasrat kelelakiannya tanpa ampun.


"Ada apa? Ada yang salah pada tubuhku?" tanya Gresia saat melihat suaminya tak lepas memandangnya.


Akeno menggeleng pelan, lalu menarik lembut tubuh Gresia membawanya jatuh kedalam pelukan tubuhnya yang hangat. Dengan mata terpejam Akeno mereguk dalam-dalalm aroma lembut tubuh Gresia yang meruar menggelitik indra penciumannya.


"Tubuhmu terlihat begitu indah, apa yang kau lakukan padanya?" bisik Akeno.

__ADS_1


Gresia membulatkan matanya menatap Akeno. Lalu mendorong tubuh kekar suaminya dengan kasar.


"Apa hanya tubuhku yang ada di pikiranmu? Hhhh sungguh mengecewakan." sungut Gresia.


"Kau ingin aku memikirkan apa? Kau istri ku tentu saja aku memikirkan tubuhmu. Atau kau ingin aku memikirkan tubuh wanita lain?" goda Akeno dengan mata menyipit menatap Gresia. Gresia mencebik...


"Bukankah itu yang kau lakukkan setiap hari?"


"Begitukah menurutmu?"


"Memangnya apa lagi." rajuk Gresia.


Akeno terkekeh, dengan lembut kembali di rengkuhnya tubuh Gresia mendekapnya erat. "Itu tidak benar sayang. Aku hanya memikirkan mu sepanjang hari, hati dan pikiranku hanya milik mu." bisik Akeno dengan suara berat dan dalam. Gresia tersipu, pipinya merah merona, ucapan Akeno membuat jantungnya berdebar kencang.


"Kita sudah menikah hampir dua tahun, tapi kau masih malu-malu padaku. Apa ini trik mu merayu ku?"


"Siapa yang malu?"


"Wajahmu memerah sayang, kalau kau tidak sedang malu apa kau sedang menggodaku?"


"Apaan sih?!" cebik Gresia dengan wajah semakin merona. Membuat Akeno semakin gemas.


Akeno membelai lembut pipi Gresia yang merona, hubungan mereka yang berjarak membuat sentuhan sentuhan kecil saja mampu membakar gairah keduanya.


Akeno beranjak bangkit, mengunci pintu ruang kerjanya lalu kembali menghampiri Istrinya dengan mata berkabut. Bukan hanya Akeno, Gresia yang juga rindu kehangatan sentuhan Akeno membalas pandangan Akeno dengan sorot mata yang sama.


Dengan sekali gerak, Akeno membopong tubuh molek Gresia masuk kedalam ruang pribadi miliknya.


Dengan sangat hati-hati meletakkan tubuh Gresia di atas tempat tidur layaknya barang berharga. Dia sendiri ikut naik dan berbaring di samping istrinya, menatap mata sayu itu dengan penuh cinta.


"Aku sangat merindukanmu sayang." bisik Akeno. Jemarinya mulai menyentuh inci demi inci tubuh istrinya. Menyesap lembut bibir ranum merah jambu yang mengoda hasratnya.


Gresia tak menyahut, dia lebih memilih diam menikmati sentuhan Akeno. Sentuhan yang membuat darahnya mendidih oleh gairah yang mendamba.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2