
Harumi menatap langit-langit kamarnya dengan pikiran menerawang jauh ke negara A.
Disanalah awal pertemuan dia dan Akeno. Sejak pertama bertemu Harumi sudah jatuh hati pada Akeno. Lelaki tampan dan berkarisma itu telah mencuri hatinya pada pandangan pertama.
Kenyataan bahwa Akeno sepupu jauhnya tak merubah perasaannya pada Akeno. Lelaki yang selalu memperlihatkan sikap dinginnya itu tetap menjadi raja di hatinya. Hatinya berbunga saat Akeno memboyongnya pulang kenegara tempat Akeno tinggal, untuk mengobati traumanya.
Tapi kebahagiaan dan harapannya untuk Akeno sirnah. Saat tau Akeno telah menikah dengan wanita bernama Gresia. Wanita yang mampu membuat Akeno bersikap lemah lembut. Wanita yang mampu membuat Akeno kalut sepanjang hari hanya karena dia merajuk. Sikap yang tak pernah di perlihatkan padanya selama sebulan kebersamaannya. Dia patah hati...
Dia akui Akeno perhatian padanya, tapi sikap lemah lembut itu, Harumi tak pernah mendapatkannya. Saat bicara padanya Akeno selalu memasang wajah kakunya, sorot matanya juga sangat dingin. Tapi saat menatap Gresia lelaki pujaannya itu memasang wajah lembut dengan sorot mata mendamba. Sungguh kenyataan yang menyakiti hatinya.
Dan saat ini Akeno tengah bersama kekasihnya tercinta, entah apa yang mereka lakukan yang pasti hatinya terbakar cemburu, panas sekali.
***
Gresia tengah berdiri di sudut taman, di tangannya dia menggengam setangkai mawar merah yang masih segar.
"Aku ulang tahun hari ini," suara rendah Haris memecah kesunyian.
"Selamat, kau ingin hadiah apa dariku?" tanya Gresia, walau akhirnya dia menyesali ucapannya. Sebenarnya dia tak ingin terlibat dengan Haris, tapi dia butuh pelampiasan rasa kesalnya semalam.
Lelaki tampan itu tersenyum tipis, netranya menatap lekat wajah ayu Gresia.
"Aku ingin kamu jadi kado special ku." ucapnya dengan mengedipkan sudut matanya. Gresia tertegun, ucapan Harisah membuatnya gugup. Itu karena dia tau perasaan Haris padanya masih seperti dulu.
"Ngaco! Pulang kuliah aku traktir kamu nonton bareng Ayana. Gak ada penawaran dan terimakasih mawarnya aku suka." ujar Gresia sembari beranjak pergi meninggalkan Harisah yang masih terpaku menatap kepergiannya.
Entah mengapa rasa sukanya tak mau hilang, padahal dia tau Gresia sudah menjadi milik Akeno.
Seperti janjinya pada Haris, pulang kuliah mereka pergi nonton di mall dekat kampus mereka. Mereka tidak jadi pergi bertiga. Ayana membawa teman cowoknya yang baru dia kenal di kampus. Dia berpikir tak ingin jadi obat nyamuk saat nonton nanti, jadi dia membawa Ical pria lucu yang baru di kenalnya.
Dengan berbekal seambrek cemilan dan minuman kaleng dingin, mereka berempat mulai menikmati film bergenre action yang di pilih oleh Ayana.
Sebenarnya Gresia tak dapat izin dari Adrian. Sebab Adrian belum bisa melapor pada Akeno, saat ini Akeno sedang menghadiri rapat penting jadi Adrian tak bisa menghubunginya.
Sedang Adrian harus di sibukkan oleh urusan Harumi. Hari ini, hari pertamanya konseling ke psikiater untuk mengobati traumanya.
Gresia duduk bersebelahan dengan Haris, sementara Ical dan Ayana duduk di depan mereka.
Film sudah di putar hampir setengah jam lamanya. Dalam gelap berulang kali Haris mencuri pandang ke wajah ayu Gresia. Berada dekat dengan Gresia seperti ini membuatnya ingin melakukan hal-hal romatis.
__ADS_1
Dengan memupuk keberaniannya Haris mengarahkan tangannya menyentuh Jemari Gresia. Gresia refleks menarik tangannya dari sentuhan Haris, dia berpaling menatap Haris memastikan sentuhan Haris bukan di sengaja. Haris terlihat menatap kedepan focus pada film yang dia tonton. Hal itu membuat Gresia lega.
Saat Gresia kembali menatap ke depan, Haris mencuri pandang ke arahnya.
Sikap Gresia jadi tanda tanya olehnya. Dia hanya menyentuh jemarinya, reaksi Gresia se kaget itu. Bukankah sentuhan sentuhan seperti itu biasa di lakukan Akeno padanya. Lagi pula dia hanya seorang simpanan kenapa memiliki tingkat kewaspadaan yang begitu tinggi.
Tepat jam enam sore Gresia dan yang lainnya keluar dari bioskop. Mereka tak langsung pulang, Haris memaksa ingin makan malam bersama. Ayana dan Ical langsung setuju, Gresia yang awalnya ragu pada akhirnya setuju juga.
Haris membawa mereka ke sebuah restouran bintang lima yang cukup ternama di kota A ini. Sepertinya Haris sudah mempersiapkan makan malam ini sedari awal. Itu terbukti dari Haris yang sudah me reservasi tempat di restauran ini.
Bukan privat room memang, tapi tempat di lantai tiga ini sangat sangat mewah, sepertinya hanya orang-orang tertentu yang bisa memesan tempat ini.
Jujur, Gresia jarang pergi ketempat-tempat seperti ini bersama Akeno. Tempat terbuka yang bisa berbaur dengan banyak orang dengan suasana romantis. Akeno lebih suka membawanya makan di tempat yang lebih privasi, walau sangat mewah tapi terasa sepi.
Harisah memang pandai memilih tempat, dari tempat mereka duduk sekarang, keindahan kota A terlihat dengan jelas. Meriahnya lampu gedung-gedung bertingkat, juga lampu kenderaan yang lalu lalang memenuhi jalan menambah pemandangan ini bertambah esterik di malam hari.
Gelak tawa ceria menghiasi meja mereka. Ical yang slalu saja punya banyak bahan untuk di jadikan bahan guyonan membuat suasana jadi pecah.
Mungkin bagi Haris, ini adalah ulang tahun terindah dalam hidupnya. Di ulang tahunnya kali ini dia mampu membawa serta orang yang dia sukai berahun-tahun ikut merayakan hari jadinya.
Selesai makan, seorang pelayan datang membawakan kue tart berukuran mini. Kue tart berbahan coklat di potong Haris menjadi potongan potongan kecil, lalu di berikan pada Ayana dan Ical. Sementara untuk Gresia Haris sendiri yang akan menyuapi Gresia.
Awalnya Gresia menolak, tapi dia terus di desak Ayana dan Ical agar nenerima potongan kue dari Haris.
Pukul sembilan malam Haris mengantar Gresia pulang, hingga kehalaman mansion Akeno yang sangat megah itu.
Sebelum turun, Haris memberi Gresia kotak beludru berbentuk hati.
"Apa ini?"
"Hadiah dariku."
"Kamu yang ulang tahun, kenapa malah aku yang di beri hadiah."
"Sah-sah aja kan?"
"Iya sih."
"Ya udah buka dong."
__ADS_1
Gresia menatap Harisah sebelum membuka kotak beludru di tangannya. Harisah mengangguk memberi isyarat agar Gresia segara membuka hadiahnya.
Perlahan Gresia membuka kotak di tangannya. Gelang berbahan tali prusik berwarna biru, berhias mutiara. Bertengger cantik di dalam kotak. Keindahan simpulnya Gresia mengaguminya.
"Ini indah," puji Gresia sembari mengambil gelang dari kotak lalu berusaha memakannya.
"Biar ku bantu." Haris meraih tangan Gresia lalu mengaitkan gelang pemberiannya dengan cantik.
"Ini lambang pesahabatan kita, aku harap kau mau memakainya." ujar Haris sembari menarik tangannya.
"Terimakasih, aku turun dulu."
"Oke, good night." ucap Harisah, lalu melajukan mobilnya begitu Gresia turun dari mobilnya.
Begitu Harisah pergi, Gresia masuk kedalam mansion. Sebelum masuk Gresia sempat melihat mobil Akeno sudah terparkir di garasi. Dia menghentikan langkahnya sejenak, menarik napas dalam-dalam. Mengumpul kan energi untuk mendengar omelan Akeno.
Di ruang tengah Akeno terlihat sudah menunggunya, dia bahkan masih memakai baju kerjanya.
"Malam sayang," sapa Gresia dengan mimik manja. Tubuh indahnya berdiri di sebrang sofa tempat Akeno duduk. Akeno tak menyahut, netranya menatap tajam wajah yang memperlihatkan rasa tak bersalah itu dengan hati geram.
"Aku keatas dulu ya sayang, gerah." pamitnya di barengi senyum termanis yang dia punya.
Akeno memejamkan matanya erat di barengi tarikan nafas berat. "Gresia duduk. Aku ingin bicara." titahnya dengan suara berat dan dalam.
"Aku belum mandi sedari siang, sayang." rengeknya manja. Sikap yang tak penah di perlihatkan Gresia semenjak mereka menikah.
"Kau bisa mandi setelah kita bicara." Gresia mencebik, tapi dia menuruti titah Akeno. Duduk cantik di depannya.
Akeno duduk bersilang kaki sembari menatap tajam mahluk penuh pesona di depannya.
"Dari jam satu ponselmu tidak aktif, apa yang terjadi?" tanya Akeno.
"Batrainya low."
"Oh ya, lalu siapa yang mengijinkan mu pergi bersenang-senang dengan Harisah?!"
"Aku sudah meminta Adrian memberitahukan pada mu bukan." sahut Gresia masih dengan mimik manjanya.
"Aku belum memberi izin dan kau memaksa pergi!" suara Akeno mulai neninggi. Membuat Gresia menciut, keberanian yang sedari tadi dia perlihatkan mendadak hilang.
__ADS_1
"Bagaimana, apa sudah puas seharian bersenang-senang dengan Haris?!" imbuhnya dengan sorot mata tajam.
Bersambung