Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
bahagia dan kesedihan


__ADS_3

setalah di rawat selama seminggu akhirnya Mita bisa kembali pulang kerumah orang tuanya dan mempersiapkan beberapa kebutuhan untuknya saat berada jauh dari orang tuanya.


selama seminggu itu pula Hendra menjelaskan hal yang dialami anak perempuannya kepada istrinya yang sempat membuat sang istri syok hingga sakit selama beberapa hari, Hendra terus berusaha untuk meyakinkan istrinya agar tidak memarahi anaknya hingga Dini akhirnya mengalah menerima keadaan yang sedang terjadi di keluarganya, ibu mana yang hatinya tidak terluka membayangkan bagaimana anak gadisnya bisa mengahadapi semua masalahnya sendiri, dan menahanya tanpa membagi kepada ibunya sebagai orang terdekatnya.


sebelum keberangkatanya ke kalimantan Mita meminta maaf kepada ayah dan ibunya serta kakaknya juga wahyu sahabat yang selalu ada menemaninya.


" ayah, ibu maafkan Mita ya, Mita salah,karna mengecewakan kalian " ucap Mita yang berusaha tetap tetap tegar di hadapan orang tuanya.


" ayah dan ibu sudah maafkan kamu, kamu ingat disana nanti harus jaga diri dengan baik, dan sering-sering beri kami kabar, dan jangan membuat paman dan bibi mu disana kerepotan " pesan ayah dan memeluk Mita


" maafkan ibu, tidak bisa menjaga kamu dan menemani kamu, jaga kesehatan kamu ya jaga cucu ibu, nanti ayah dan ibu akan sering mengunjungi kamu " ucap ibu dan memberi pelukan hangatnya dengan menahan mata yang sudah berkaca-kaca.


" abang maafkan Mita ya, Mita selalu merepotkan abang " ucap Mita yang langsung di tarik kedalam pelukan kakaknya


" abang Mita gak bisa napas " ucap Mita dengan manja


" ini yang bikin abang bakal kangen sama kamu, inget ada apa-apa harus segera hubungi abang " ucap Alif di angguki oleh Mita


" Wahyu maaf ya aku ngerepotin kamu, kamu selalu yang terbaik " ucap Mita pada Wahyu yang sudah menatapnya dengan sendu


" boleh aku peluk kamu" ucap Wahyu yang langsung diangguki oleh Mita


" hati-hati disana nanti, aku pasti kangen banget sama kamu " ucap Wahyu


" ya udah kalo gitu Mita pergi dulu, Mita pasti kangen kalian " ucap Mita yang kemudian berjalan meninggalkan kedua orang tuanya, kakak dan sahabatnya.


.


.


.


" apa hasilnya ?" tanya Bimo yang sudah semakin marah karna Andi yang tidak dapat menemukan informasi apapun tentang Mita


" masih sama pak, saya dan yang lainya belum menemukan dimana Mita berada pak " ucap Andi


" kamu bodoh atau bagaimana " maki Bimo


" terus cari sampai ada hasilnya " perintah Bimo


" baik pak " sahut Andi


" kemanasih kamu Mit, kenapa ngilang gitu aja, seharusnya kamu bilang kalo kamu hamil, jangan diem aja, Mita kamu gadis bodoh " gumam Bimo


.


.


.


kini usia kandungan Mita sudah memasuki bulan ke tujuh dan dua bulan lagi dia akan melahirkan, saat ini Mita memiliki usahanya sendiri yang di bantu oleh paman dan bibinya untuk mengelola toko roti dan rumah makan khas Kalimantan.


kesibukan yang dilakukannya cukup mengalihkan pikirannya dari kenangan-kenangan menyakitkan yang terjadi, selama tinggal di Kalimantan tepatnya di kota banjar baru, Mita memiliki beberapa teman yang cukup baik padanya, bahkan paman dan bibinya selalu menyempatkan waktu untuk mengunjunginya kerumah Mita, yang belum lama dia beli dari hasil bisnisnya.


hari-hari berlalu tanpa terasa hingga usia kandungan memasuki bulan ke sembilan, Mita mengisi waktunya dengan berbagai macam kesibukan, seperti saat ini dia yang masih fokus meneliti setiap laporan penjualan dari toko roti miliknya hingga suara dering telfon menyadarkanya.


" iya " ucap Mita langsung tanpa melihat siapa si penelfon


" kamu sedang apa sayang ?" tanya ibu


" Mita lagi di toko roti bu cek laporan bulanan" jawab Mita


" ibu cuma mau kasih tau besok ayah, ibu dan abang kamu bakal ke sana nyusulin kamu " ujar ibu

__ADS_1


" bener bu, wah senangnya , ssstttt ....bu, ibu... kenapa perut Mita mules tapi sakit ya bu" ucap Mita dengan suara tertahan


" Mita kamu kenapa nak " tanya ibu yang khawatir mendengar suara anaknya merintih


" ibu perut Mita sakit tapi sebentar hilang sebentar datang, aaakhhhh......ibuuuuu" teriak Mita saat sakit mulai datang


" nak ibu akan langsung kesana, panggil seseorang yang akan menemani kamu " perintah ibu yang sudah panik


" Ana..... Ana......" teriak Mita sambil berjalan tertatih menahan rasa sakit keluar dari ruangan nya.


" iya mba" sahut Ana


" ya Tuhan mba mita kenapa " Ana terkejut melihat Mita yang meringis kesakitan.


" perutku sakit An, temani aku kerumah sakit An" pinta Mita


" iya mba ayo" Ana membantu Mita berjalan menuju mobilnya dan membantu Mita untuk duduk kedalam mobil


beruntung jarak rumah sakit tidak terlalu jauh dari tokonya sehingga Mita bisa sampai dengan cepat, Ana memanggil beberapa perawat untuk membantu membawa Mita masuk kedalam rumah sakit.


setelah melakukan pemeriksaan dokter mengatakan pada Ana jika Mita akan melahirkan dan segera menghubungi keluarganya, belum sempat Ana menghubungi paman dan bibi Mita sudah lebih dulu sampai di rumah sakit.


" gimana Ana keadaan mita ?" tanya bibi Mita


" mba Mita mau lahiran kata dokter sekarang di dalam mba Mita nya" jawab Ana


" ya udah kamu temani Mita biar aku yang nunggu Hendra dan keluarganya " perintah paman Mita


paman dan bibi Mita mendapat kabar dari ibu Mita yang khawatir setelah melakukan panggilan telfon dan bergegas untuk ke Kalimantan, setelah itu mereka bergegas ketoko roti dan karyawan Mita mengatakan jika Mita di bawa Ana kerumah sakit, dan mereka langsung menyusul Mita.


di dalam ruang bersalin Mita yang sedang menahan sakit akibat kontraksi yang dirasakanya, Mita lebih banyak menggumamkan doa-doa untuk keselematanya dan bayinya, keringat dan air mata pun menemaninya, tetapi tak membuat Mita mengeluh ataupun berteriak.


" sabar ya nak, banyak-banyak berdoa, semoga persalinanya lancar" ucap bibi Mita


" iya bi, Mita menikmatinya bi " jawab Mita dengan tangan yang mencengkrang kuat pada seprai.


pada jam dua subuh seorang bidan melakukan pemerikasaan pada Mita dan mengatakan jika sudah masuk pada pembukaan tiga hingga pada jam enam pagi mita merasa seperti sesuatu meletus di area bawahnya, ibu memanggil bidan yang bertugas menjaga Mita dan proses melahirkanpun akan segera dimulai.


" kamu harus kuat ibu yakin kamu bisa " ucap ibu memberikan semangat.


Mita memang cukup tangguh saat melahirkan, dia lebih banyak menahan rasa sakit hanya dengan merintih kecil dan memejamkan matanya menikmati setiap proses yang harus dilaluinya, hingga tepat jam delapan tiga puluh menit terdengar suara tangisan bayi dari dalam membuat para orang tua yang berkumpul di luar ruangan bernapas lega.


" selamat bu bayinya laki-laki sangat tampan " ucap salah seorang perawat yang membantu proses melahirkan dan susterpun membawa bayi untuk di bersihkan dan dipakaikan baju bayi seperti bayi lainya yang baru lahir


Mita tersenyum puas saat suster mendekatkan anaknya padanya dia merasa benar-benar bahagia dapat melahirkan seorang malaikat kecil yang lucu, tetapi terlitas sekilas bayangan wajah Bimo pada anaknya membuatnya dengan cepat menepisnya, suster pun membawa bayinya keruang khusus anak yang diikuti keluarga Mita, terkecuali Alif yang masih khawatir dengan adiknya.


beberapa saat kemudian Alif melihat ibunya keluar dari ruang bersalin yang di bantu oleh seorang suster dengan cepat Alif menghampiri ibunya.


" bu ... ibu kenapa, kenapa ibu nangis ? apa yang terjadi ?" tanya Alif yang kebingungan melihat ibunya menangis yang seharusnya bahagia karna Mita sudah melahirkan


" adik mu, adik mu Lif " sahut ibu terbata-bata


" kenapa bu sama Mita? ada apa ?" tanya Alif lagi


" adik mu mengalami pendarahan setelah melahirkan Lif, ibu sempat melihatnya tidak sadarkan diri Lif, hiks...hiks...ibu takut Lif ibu takut, kenapa harus Mita yang menderita hiks... hiks..." ucap ibu dengan tubuh yang luruh kelantai, Alif segera membantu ibunya untuk berdiri dan membimbing untuk duduk di kursi.


" Mita kamu harus baik-baik saja, jika tidak abang tidak akan memaafkan mu dan abang berjanji akan menghancurkan Bimo" gumam Alif dengan perasaan yang bercampur menjadi satu.


Alif menarik ibunya kedalam pelukan mencoba memberi ketenangan pada ibunya, yang saat ini sedang dalam kondisi hati yang hancur.


" ibu tenang ya, kita berdoa Tuhan pasti menolong Mita, dokter sedang berusaha, dan ibu tau kan Mita adalah perempuan hebat yang kuat " ucap Alif menenangkan ibunya.


setelah puas melihat keadaan cucunya Hendra serta paman dan bibi Mita kembali ketempat persalinan, untuk mengetahui keadaan Mita, tetapi betapa terkejutnya Hendra saat melihat istrinya menangis di dalam pelukan anak laki-lakinya, dengan cepat Hendra pun menghampirinya.

__ADS_1


" ada apa ?" tanya Hendra


" Mita yah" sahut Alif dengan raut wajah sedih


" kenapa sama Mita ?" tanya Hendra lagi


" Mita mengalami pendarahan hebat dan sekarang dokter sedang menanganinya " jelas Alif


" ya Tuhan " ucap Hendra dengan tubuh yang luruh kelantai, paman dan bibi Mita pun ikut terkejut saat mendengar ucapan Alif, mereka berusaha membantu menenangkan Hendra dan Dini yang walaupun perasaan mereka juga tidak karuan.


" ya Tuhan aku mohon kuatkan anakku, tolonglah dia, jangan hukum dia lagi, akulah ayah yang tidak bisa menjaganya, selamatkan anak ku Tuhan, selamatkan dia." ucap Hendra dengan hati yang bergetar merasakan denyutan seperti teriris benda tajam dan mata yang sudah berkaca-kaca.


sedangkan didalam sana Mita dan dokter yang berusaha untuk bertahan dan mempertahankan berjuang bersama-sama,


hingga akhirnya dokter keluar dari ruang oprasi.


" dokter, bagaimana keadaan adik ku ?" tanya Alif


" kami sudah berusaha melakukan yang terbaik, dan saat ini kondisinya masih kritis dan kami akan memindahkan pasien ke ruang ICU untuk mendapat perawatan yang lebih intensif lagi " jelas dokter


" tolong lakukan yang terbaik untuk anak ku dok " ucap Hendra


" itu sudah tugas kami pak " jawab dokter


.


.


setelah di pindahkan ke ruang ICU keluarga Mita bergantian untuk menjaganya dengan harapan jika Mita akan segera terbangun.


" sayang ayo bangun, kamu gak pengen lihat jagoan kecil kamu, dia ganteng banget " ucap ibu yang duduk di sebelah ranjang tempat Mita berbaring.


ibu yang tidak dapat menahan kesedihannya memilih untuk keluar dari ruang ICU, yang kemudian di gantikan oleh Alif untuk menjaga dan menemani adiknya.


" Mita, kamu bangun dong, abang kangen berantem sama kamu, abang bakal marah sama kamu kalo kamu masih betah tidur, Mit emang kamu gak mau ngasih nama anak kamu apa ? dia nungguin mamah nya Mit" ucap Alif dengan mengusap lembut kepala adiknya.


Hendra, Dini dan Alif selalu bergantian untuk menjaga Mita dan merawat anaknya, karna Mita yang masih tertidur selama tiga hari dan belum kembali sadar.


.


.


.


beberapa hari ini Bimo merasa gelisah tak karuan hingga membuatnya tidak merasakan nyaman saat melakukan aktifitas apapun, entah perasaan dan pikiran apa yang mengusiknya.


" semua pekerjaan beres gak ada masalah, tapi kenapa perasaan ku gak enak terus dari kemarin" gumam Bimo


tok...tok...tok....


suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Bimo, yang kemudian mempersilahkan si pengetuk pintu untuk masuk kedalam ruangannya, terlihat Wahyu yang sudah berjalan ke arah Bimo dengan membawa dokumen untuk di serahkan pada Bimo.


" ini dokumen yang perlu bapak tanda tangani dan yang ini dokumen yang bapak minta " ucap Wahyu dengan menyerahkan dokumen pada Bimo, sejak perkelahian antara Bimo dan Wahyu, mereka saling menjaga jarak terutama Wahyu yang sangat tidak ingin terlalu berurusan dengan Bimo selain tentang pekerjaan.


" dan saya akan cuti selama seminggu kedepan pak, kalau begitu saya permisi " ucap Wahyu


" Wahyu kamu cuti mau kemana ?" tanya Bimo


" ini urusan pribadi saya pak, permisi " sahut Wahyu dengan dingin dan bergegas meninggalkan Bimo.


" kamu pasti mau menemui Mitakan Wahyu " ucap Bimo saat Wahyu sudah tak terlihat.


Mita bahkan sampai sekarang kamu masih tetap nyaman bersembunyi, apa kamu tau bagaimana marahnya papah ku dan kecewanya mamah, saat ayah mu mengatakan tak akan melanjutkan perjodohan, hingga sekarang mereka masih marah padaku, aku memang bersalah, tapi seharusnya kamu tidak kabur. Bimo

__ADS_1


************************


Jangan lupa untu mendukung dengan memberikan like, komen dan vote pada cerita ini ya, dukungan kalian semangatku untuk terus menulis.❤


__ADS_2