Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
di cuekin


__ADS_3

Mita mulai mengerjapkan matanya saat dia akan bangun karena merasa haus, Mita merasakan sesuatu yang berat melingkar di pinggangnya, saat melihat tangan kekar yang mendekap erat tubuhnya dan Mita menyadari jika dia tidur tidak di dalam kamar yang di tempati bersama Faiz, Mita memelototkan matanya dan menepis kasar tangan Bimo, hingga membuat Bimo terbangun.


" sebentar lagi jangan bangun dulu " pinta Bimo yang kembali melingkarkan tangan ke pinggang Mita yang sudah hampir bangun


" lepas, jauhin tangan kakak" tepis Mita lagi


" Mit aku hanya minta memeluk mu sebentar aja, kenapa kamu gak mau ?" tanya Bimo yang sudah dalam posisi duduk.


" dan aku juga gak suka ya dengan apa yang kakak lakukan" ucap Mita yang beranjak dari kasur


" tetap disini " ujar Bimo, tetapi Mita tetap melangkahkan kakinya menuju pintu


" kkyaaaaaa" teriak Mita saat tubuhnya melayang di udara


Mita menatap tajam Bimo yang sudah melemparnya kembali kekasur dan berada di atasnya dengan kedua tangan sebagai tumpuan dan memperhatikan wajah Mita


" cantik " gumamnya


" minggir, aku mau liat Faiz " ujar Mita


" ini masih subuh temani aku tidur sebentar lagi " pinta Bimo


" gak mau, aku mau tidur sama Fa hhmmmppppp" ucapan Mita terpotong saat bimo membungkam bibir Mita dengan bibirnya.


Huh ...huuh... Mita mencari oksigen karna dia hampir kehabisan napas, Bimo bangun dan duduk dengan senyum di wajahnya menatap Mita, " rasanya tetap manis " ujar Bimo, berbeda dengan Mita yang menahan marahnya.


" bisakah sikap kurang ajar yang sama sekali tidak berubah itu di hilangkan ? " ketus Mita


" apa ? aku hanya mencium istriku " sahut Bimo


" memalukan " sinis Mita berjalan keluar kamar tanpa di sadari Mita, Bimo juga mengikutinya.


Mita masuk kedalam kamar yang ada Faiz dan menutup pintu dengan cepat serta menguncinya saat melihat Bimo berjalan ke arahnya, dari luar pintu terdengar Bimo mengetuk-ketuk pintu dan memanggil-panggil Mita, tetapi Mita seolah menutup telinganya dan memutuskan kembali tidur bersama Faiz.


.


.


pagi-pagi sekali Mita sudah mengajak Faiz pergi ke toko roti miliknya dan menawarkan Faiz untuk sarapan di toko,yang sangat di setujui oleh Faiz, tanpa memperdulikan Bimo entah sudah bangun atau belum dari tidurnya, karna Mita memang sengaja meningalkan Bimo sebab dia masih kesal dengan perbuatan Bimo.


hingga jam delapan tiga puluh menit beberapa karyawannya mulai datang dan mereka sedikit terkejut melihat Mita yang menyambut mereka di depan pintu dengan senyum manisnya.


" selamat pagi " sapa Mita


" pagi mba Mita " jawab karyawan Mita


" ayoo masuk " ajak Mita yang di ikuti karyawannya


" Wulan shift pagi ya ? " tanya Mita pada Wulan yang merupakan salah satu karyawan nya


" iya mba, mba Mita apa kabar ?" tanya Wulan


" seperti kamu lihat " jawab Mita dengan senyumnya


" kalian berempat bagaimana di bagian produksi ?" tanya Mita


" lancar mba, apalagi kalo mba di sini setiap hari seperti dulu, makin semangat kita " jawab salah satu karyawan laki-laki Mita


" kamu tetap si mulut manis ya Rizki " ujar Mita


" kalian udah pada sarapan belum ? " tanya Mita


" sudah dong mba " jawab Rizki


" ya udah kalo sudah pada sarapan makan siang nanti aja aku yang traktir ya, dan Wulan kabarin Vini ya ajak makan siang bareng, sekarang semangat ya kerjanya, aku ada di ruangan sama Faiz " ucap Mita yang di angguki karyawannya dan memulai aktifitas kerja.


" mba Faiz juga ikut kesini ?" tanya Wulan


" iya Lan, dia lagi sarapan di dalam " jawab Mita


" kangen banget sama bawelnya Faiz, gak sabar pengen main sama dia " ujar Wulan semangat

__ADS_1


" ya udah nanti juga aku mau minta tolong kamu jagain dia, soalnya ada beberapa pekerjaan yang harus ku selesaikan " sahut Mita


" siap mba, dengan senang hati " jawab Wulan


" ya udah aku ke dalam dulu " ujar Mita


" iya mba " jawab Wulan


.


.


sudah beberapa kali suara Hp Mita berdering menandakan adanya panggilan masuk dan pesan chat, tetapi selalu di abaikan oleh Mita yang lebih memilih fokus dengan pekerjaannya, sedangkan Faiz sedang asik bermain di sofa yang ada di dalam ruang kerja Mita.


hingga satu jam kemudian terdengar suara pintu di ketuk, dan setelah Mita mempersilahkan teryata Wulan yang memberitahu jika ada seseorang yang mencarinya, Mita keluar dari ruangannya untuk menemui orang tersebut, setelah melihat orang yang tidak asing baginya, Mita merubah raut wajahnya datar yang sebelumnya di penuhi dengan senyuman manisnya.


" kak Bimo " panggil Mita


Bimo yang merasa namanya di sebutkan membalikkan tubuhnya dan di lihatnya Mita yang sedang menatapnya dengan tatapan dingin " kenapa gak jawab telfon ku ? kenapa tinggalin aku sendiri di rumah ? aku khawatir Mit bangun tidur kalian sudah gak ada di rumah " ujar Bimo.


Mita menatap Bimo kilas dan berjalan menuju ruangan tanpa mengajak Bimo, dan tanpa perduli tatapan dari beberapa karyawan Mita, Bimo mengikuti Mita yang berjalan dan masuk ke dalam ruangan Mita.


" papiii " teriak girang Faiz saat melihat Bmo masuk kedalam ruangan kerja Mita.


" sayang, papi kangen banget sama kamu " ucap Bimo dan memberikan banyak ciuman di wajah Faiz.


" Faizkan ikut mami, papi masih tidur " jawab Faiz, Bimo membawa Faiz agar berada dalam pangkuannya.


" Mit seengaknya kabarin aku atau jawab telfon ku jangan di abaikan, untung semalam aku sempat meminta no paman, jadi aku bisa tanya " ujar Bimo


" aku sibuk kak " jawab Mita


" hanya sebentar menjawab telfon ku Mit ? " ulang Bimo lagi


" iya, maaf " jawab Mita


"Hhhmmm " jawab Bimo


" apa Faiz boleh bikin roti juga ?" tanya Faiz


" tentu " jawab Mita


" yeeeyyy, ayooo papi ikut Faiz bikin roti buat mami " ajak Faiz pada Bimo.


" baiklah, tapi papi yakin roti buatan papi yang terenak nantinya " ujar Bimo


" no, roti buatan Faiz yang pasti enak untuk mami " jawab Faiz


" ya sudah ayo " ajak Mita, yang masih tersenyum melihat perdebatan antara ayah dan anak.


.


.


" Ki, Faiz mau buat roti juga tuh katanya " ucap Mita tiba-tiba yang membuat Rizki terkejut saat sedang berkonsentrasi membuat roti.


" eeh mba Mita ngagetin " ucap Rizki, kini Rizki, dan 3 teman lainya tengah menatap Bimo yang ada di samping Mita dengan Faiz yang berada dalam gendonganya.


" kenalin dia papinya Faiz, namanya Bimo " ucap Mita dan mereka berkenalan


" ganteng banget sih mba suaminya " goda Rizki


" kamu naksir, sana deketin " sahut Mita yang di ikuti tawa dari karyawan lainya, sedangkan Bimo dan Faiz sedang asik bersaing membuat roti.


" yah kalo aku cewek sih naksir mba, hahaha " jawab Rizki


" udah cepet kerjanya biar cepet selesai habis itu kita makan siang sama-sama, temen-temen dari rumah makan juga sudah mba kabarin semua, nanti kita bareng-bareng berangkatnya " ucap Mita.


.


.

__ADS_1


Faiz dan Bimo bersaing membawa roti yang telah matang menuju ruang Mita.


" mi ini buatan Faiz, roti rasa coklat strawberry, ini pasti enak, mami cobain punya Faiz duluan ya " ujar Faiz


" no mi, yang lezat roti buatan papi, mami cobain yang di bikin papi duluan ya " ucap Bimo tak mau kalah dengan Faiz


" no, papi datang terlambat, jadi mami coba roti punya Faiz " sahut Faiz


" sini mami coba punya Faiz " ujar Mita


" yeeeyy, Faiz terpilih " ucap girang Faiz, saat Mita mulai mengigit roti buatan Faiz, di perhatikannya wajah Faiz yang menanti sebuah pujian dari Mita.


" wahh rotinya enak banget, Faiz hebat " puji Mita yang membuat Faiz melompat kegirangan.


" cobain juga punya papi " ujar Bimo


" tanpa di coba punya papi sudah kelihatan tidak menarik, mami mau buatan Faiz aja " jawab Mita


" cobain lah Mit, capek bikinya " pinta Bimo


" Faiz udah lompat-lompatnya, ayo siap-siap kita makan siang bareng sama om dan tante " ajak Mita


" yaah di cuekin " gerutu Bimo


setelah siap Mita, Bimo dan Faiz serta para karyawan yang sudah siap dan selesai dengan pekerjaan menuju rumah makan yang sudah di pesan Mita, sesampainya di sana mereka saling berbincang mengenai pekerjaan, dan bercanda, hingga hidangan makan telah siap, saat makan mereka semua diam tanpa ada yang berbicara dan setelah selesai makan siang bersama, para karyawan kembali untuk bekerja dan sebelumnya mereka juga mengucapkan terimakasih pada Mita untuk traktiran makan siang dan bonus yang di berikan Mita.


Mita mengajak Faiz dan Bimo untuk berkunjung kerumah paman dan bibi Mita, tiga puluh menit kemudian mereka sampai di rumah paman Feri.


" kok kesini gak kasih tau dulu sih Mit ?" tanya Ratna


" sekalian habis dari toko bi, emangnya kenapa bi ?" tanya Mita


" ya gak papa Mit, kan bibi bisa buatin apa gitu buat kalian, atau kalian makan malam di sini aja ya " tawar Ratna


" iya bi, ya udah Mita mau ambil minum dulu bi " ujar Mita


" iya " jawab Ratna.


Mita berjalan ke dapur, dan saat di dapur dia melihat seseorang yang tak lain adalah kakaknya. " abang " panggil Mita saat Alif sedang menuang air


" loh, kok kamu di sini Mit ?" tanya Alif yang terkejut


" iya, aku ada undangan pernikahan Ana kemarin, terus abang kok di sini ?" tanya Mita


" abang kesini karna ada kerjaan Mit, iya biasalah kerjaan tambahan " ucap Alif


" bener karna pekerjaan bang ? tapi kok Mita ngerasa abang bohong ya ?" ucap Mita


" kamu sama siapa ?" tanya Alif mengalihkan pembicaraan


" sama Faiz dan Bimo, mereka lagi ngobrol sama paman " jawab Mita


" kamu bawa juga dia kesini ? " tanya Alif lagi


" dia yang mau ikut, abang jawab Mita abang serius kesini karna pekerjaan ?, bukan karna ada hal lain ?" tanya Mita lagi


" apa yang bikin kamu curiga sih Mit, abang kapan pernah bohong sama kamu ?" ujar Alif


" gak tau, trus abang kapan balik ?" tanya Mita


" besok pagi, kamu kapan ?" tanya balik Alif


" Mita sih rencana seminggu di sini, tapi gak tau kenapa pikiran Mita dari sebelum berangkat ke Kalimantan gak enak dan gelisah gitu, mungkin satu atau dua hari lagi aja Mita disini, baru balik " jawab Mita sambil menyelesaikan membuat minum


" ya udah abang ke dalam duluan ya, sini biar abang bawain sekalian minumnya " tawar Alif yang di setujui Mita.


mereka semua berkumpul di rumah Feri dan Ratna saling berbagi cerita dan bercanda, mereka semua terlihat seperti keluarga yang bahagia, tapi siapa yang tau jika sebenarnya Mita dan Bimo sangatlah berbeda jika tidak ada orang lain di sekitar mereka, terutama Mita yang selalu menjaga jaraknya dari Bimo.


************


Terimakasih sudah mampir dan membaca, jangan lupa beri dukungan dengan like, komen dan vote ya ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2