Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
merindukan kamu


__ADS_3

mita mengemudikan mobil nya menuju taman dengan hati yang sedikit berdebar, entah karna dia merindukan tempat itu atau kenangan yang ada disana, setelah memarkirkan mobilnya mita turun dengan hati yang semakin berdebar, dia memejamkan sebentar matanya lalu melangkah dengan yakin.


mita berdiri tidak jauh dari tempat yang biasa di gunakan faiz bermain, mita tersenyum tipis saat melihat kenangan indah di sana, sesaat kemudian air mata menetes dan segera di hapus nya.


" aku kesini bukan untuk bersedih, aku kesini hanya untuk mengenang kebahagian saat bersama faiz " gumam mita


" Tuhan terimakasih karna kau memberiku kesempatan untuk bertahan, maaf kan aku yang sempat bertindak bodoh, aku mohon jagalah faiz bersama mu dengan baik, dan semoga saja setelah ini kau tidak mengujiku dengan ujian yang berat " ucap mita


" jika kamu ikhlas menjalani setiap ujian dari Tuhan aku yakin Tuhan akan segera memberi kebahagian untuk mu " ucap seseorang yang berada di sebelah mita.


mita menolehkan kepalanya kesamping melihat seorang pria yang tersenyum hangat padanya, " hai " sapa pria itu " kita bertemu lagi " sambung nya


" permisi " ucap mita dan memutar tubuhnya untuk meninggalkan orang yang tidak di kenalanya, tetapi pria itu mengikutinya.


" hai, apa kita bisa berteman ?" tanya pria di sebelah mita dengan terus mengikuti langkah mita namun tak ada jawaban dari mita


" kenapa mengacuhkan ku ?" tanya pria itu lagi


" maaf tapi aku tidak mengenal mu " jawab mita


pria itu meraih tangan mita dan membuat sebuah tautan seperti bersalaman " perkenalkan aku --- " ucapan pria itu terputus karna tangan yang langsung di tepis oleh mita.


" kamu tidak sopan " ujar mita sinis


" aku hanya mengajak mu berkenalan, jadi siapa nama mu ?" tanya nya


" pergilah sebelum aku meneriaki mu sebagai pencuri " ancam mita


" kamu yakin akan ada orang yang percaya ? pria tampan seperti ku pasti tidak akan ada yang percaya jika seorang pencuri " ujar pria yang belum sempat menyebutkan namanya


" terserah " ucap mita sambil membuka pintu mobilnya, ya pria itu terus mengikuti mita hingga mita sampai pada mobil nya yang terparkir.


" kamu belum memberi tau siapa nama mu " teriak pria itu lagi

__ADS_1


" tidak penting " sahut mita dan langsung menutup pintu mobilnya dan meninggalkan arga yang masih tersenyum sendiri.


" kamu menggemaskan mit " gumam nya dengan terus tersenyum


.


.


bimo menggebrak meja kerjanya setelah mendapat laporan dari orang yang di perintahkanya agar terus mengawasi mita, dan mengamati foto mita dengan pria yang di kenalnya juga merupakan seorang pengusaha muda yang tidak berbeda jauh dengan dirinya, hanya saja pria itu lebih terkenal dengan sifat playboy nya.


" kenapa kamu harus bertemu dengan pria itu mit " ucap bimo kesal


" aku harus menemui mu, karna urusan kita belum selesai " ucap bimo lagi lalu pergi meninggalkan kantornya, membuat andi lagi-lagi harus menerima nasip nya mengurus segala pekerjaan yang ada.


setelah perjalanan selama empat puluh menit bimo sampai di depan toko roti milik mita, namun dia ragu untuk masuk dan menemui mita, bimo takut akan kembali tersulut emosi karna rasa cemburu yang penuh di hatinya, bimo menggelengkan kepalanya mencoba menepis pikiran-pikiran yang tidak baik agar hatinya dapat kembali tenang.


bimo masih di dalam mobil dengan terus menatap toko roti yang cukup ramai pengunjung, apakah mita akan menerima kedatangan nya ? apa bimo masih memiliki hak nya untuk cemburu dan marah pada mita ? tapi bimo masih sangat mencintai mita bahkan tidak sedikitpun perasaan itu berkurang ? bagaimana bimo harus mengatakan nya pada mita ?


hingga siang hari bimo memutuskan untuk kembali ke kantornya meninggalkan toko roti yang sama sekali tak di dapatinya mita di sana, di tengah perjalanan nya justru bimo melihat seorang wanita yang di rindukannya tengah menikmati es krim dengan sesekali tersenyum tipis di salah satu cafe, dengan terburu-buru bimo membelokkan mobilnya dan memarkir di depan cafe itu, dengan yakin bimo melangkahkan kakinya menuju tempat di mana mita sedang menikmati es krim nya.


" apa kabar ?" sapa bimo, mita mendongakkan kepalanya setelah menyuapkan es krim kedalam mulut nya yang hampir saja membuatnya tersedak.


mita menatap bimo sekilas dan mencoba menenangkan hati dan jantungnya yang berdetag sangat kencang, kenapa tiba-tiba bertemu dengan bimo ? kenapa harus sekarang ? semalam bertemu dengan istrinya kenapa hari ini harus bertemu bimo ? ya Tuhan kejutan apa lagi setelah ini ? semoga hati dan pikiran mita bisa tetap tenang ! inilah yang saat ini ada dalam benak nya.


" boleh aku duduk ?" tanya bimo dan mita masih tidak menjawab, mita dengan cepat meraih tas dan memasukan hp nya ke dalam tas dan mengambil kunci mobil untuk segera pergi meninggalkan bimo.


setelah membayar es krim nya, mita dengan cepat melangkahkan kakinya namun sesaat bimo lebih cepat meraih nya dan membawa mita ke mobilnya, membuat mita masuk dan mengunci pintu mobil selagi bimo berputar untuk kepintu sebelah dan masuk kedalam mobil, bimo langsung menyalakan dan mengemudikan mobil nya dengan cepat.


" aku gak ngerti tujuan kamu apa, tapi tolong berhenti kita sudah tidak memiliki urusan apapun " ucap mita


" kak bimo " teriak mita


" DIAM, jangan memaksaku berbuat lebih, aku ingin kita berbicara " ujar bimo dengan nada tinggi.

__ADS_1


setelah tiga jam perjalanan sampai lah bimo di sebuah pantai yang cukup sepi dan hari sudah mulai sore, bimo masih diam sama hal nya dengan mita yang terdiam, " aku merindukan kamu " ucap bimo memecah keheningan namun masih tak ada jawaban dari mita.


" Mita, aku merindukan kamu " ucap bimo lagi dengan tatapan sendu nya.


" jawab aku mit " ujar bimo


" apa aku perlu memaksa mu agar kamu mau menjawab ku mit ?" tanya bimo dengan terus menatap mita


" apa kamu rindu menyiksa ku kak ?" tanya mita saat bimo mendekatkan dirinya pada mita namun terhenti saat mita berbicara.


" katakan lah aku tidak memiliki malu atau katakan aku seorang yang kejam, tapi aku tidak bisa membohongi perasaan ku mit" ujar bimo


" sama hal nya dengan ku rasa benci ku tak berkurang padamu " jawab mita


" tidak bisa kah kamu melupakan masalalu mit ?" tanya bimo


mita tersenyum getir mendengar permintaan bimo, " mungkin jika Tuhan menghapus semua waktu yang ku lalui dalam ingatan ku pun, aku berharap Tuhan tidak melewatkan menghapus tentang mu " ucap mita


" aku sudah berjanji pada faiz akan menjaga mu " ucap bimo


" tidak ada hal yang perlu di bicara kan lagi " ucap mita sambil membuka pintu mobil namun masih terkunci, membuat mita mengurungkan niatnya.


tiba-tiba bimo memeluk mita dengan sangat erat, membuat mita terkejut dan meronta, " aku mohon sebentar saja " ucap bimo


" lepaskan aku " ujar mita


" sebentar " sahut bimo dan sesaat bimo melepaskan pelukan dengan air mata yang masih membekas di pipinya.


" waktu itu aku belum memiliki kesempatan untuk meminta maaf padamu mit, aku mohon maaf kan aku, aku tau kesalahan ku tidak lah kecil tapi apa tidak ada lagi kesempatan untuk ku meminta maaf padamu ?" tanya bimo


" aku memaafkan mu kak, dan bisakah setelah ini kita benar-benar berakhir ? aku tidak mau bertemu dengan mu lagi, aku tidak mau memiliki urusan apapun yang berhubungan dengan mu? kamu memiliki hidup mu dan aku dengan hidup ku " ucap mita


tak ada jawaban dari bimo, hati nya semakin perih saat mita memintanya untuk tak saling berhubungan lagi, apakah bimo akan kembali egois karna rasa cintanya ? atau bimo memilih melepaskan mita ? kebimbangan begitu banyak di hatinya, kenapa begitu banyak rintangan untuk cintanya pada mita? apa ini hukuman untuk bimo ? lalu kenapa Tuhan memberikan rasa cinta di hatinya? kenapa harus setelah ada via di hatinya ?

__ADS_1


" aku mencintai mu mita " ucap bimo


__ADS_2