
setiap hari-hari nya di lalaui mita dengan terus menyibukkan diri dengan pekerjaan-pekerjaan nya, hingga di hari sabtu itu ayah nya memintanya untuk pulang kerumah mereka.
" mita nanti malam makan malam di rumah ya, ayah kangen sama kamu " ucap hendra saat melakukan panggilan telfon dengan anaknya
" iya ayah " jawab mita dan mengakhiri panggilan telfon mereka.
sebelum menuju rumah ayah nya mita memutuskan untuk mampir ke toko roti nya, setelah berpamitan dengan bi tini, mita melangkahkan kakinya menuju pintu dan saat mita membuka pintu di lihatnya seseorang yang tengah tersenyum lebar padanya.
" kok tau kalo aku disini ?" tanya mita pada pria di depannya
" karna sinyal ku kuat " jawaban konyol dari pria di depannya membuat mita tertawa
" tapi aku mau pergi " ucap mita
" aku tau kok, mangkanya aku jemput kamu " jawab pria yang masih tersenyum di depan mita
" kamu gak cape ? trus kamu kapan datang ? kenapa gak ngabarin aku ? aku jadi kesel sama kamu wahyu " cerca mita dengan pertanyaan
" mit aku seneng banget akhirnya kamu kembali cerewet kaya gini, aku kangen banget sama kamu yang kaya gini " ucap wahyu sambil memeluk mita " aku sampai tadi malam, udah tengah malam jadi aku gak mau kabarin kamu nanti ganggu kamu istirahat " sambung wahyu lagi.
" ya udah yu ikut kerumah ayah aja,sekalian makan makam di sana,tapi aku mau ke mall dulu " ujar mita
" oke kemanapun aku ikut " jawab wahyu yang langsung mengandengan tangan mita menuju mobilnya.
sesampainya di mall, mita dan wahyu berjalan bersama mencari beberapa barang yang di butuhkan mita, di salah satu toko yang menjual aneka aksesoris mita sedang asik memilih benda-benda lucu yang membuat nya sesekali tersenyum. namun senyum itu pudar saat sebuah suara memanggil namanya.
" mita " panggilnya dan panggilan itu mengalihkan perhatian mita pada si pemanggil yang langsung memeluknya, mita masih diam dan tidak membalas pelukan itu dan tidak juga berusaha melepaskannya.
" mita, kamu baik-baik saja kan ? kamu apa kabar ? aku kangen sama kamu mit aku kangen banget ? " tanya nya
mita masih tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan via di mall, bukan tidak mungkin walau dirinya sudah mempersiapkan jika dia pasti bertemu dengan via dan bimo berharap akan baik-baik saja namun ternyata tidak, hatinya masih saja menolak dengan rasa sakit yang masih terasa sangat perih di dadanya.
" permisi " ucap mita yang mencoba menghindari via namun via kembali mencegahnya
" aku mohon, kita sudah lama tidak bertemu " pinta via
" maaf tapi semua nya sudah berakhir " jawab mita dan melepaskan tangan via dari lengan mita.
" mit aku da-pat ini " ucap wahyu tiba-tiba yang baru masuk ketoko aksesoris
" kita pulang aja yuk " ajak mita langsung dan menarik tangan Wahyu sedangkan via terdiam melihat mita dan wahyu pergi bersama.
__ADS_1
.
.
tepat jam lima sore mita sudah sampai di rumah ayahnya bersama wahyu, setelah masuk dan berbincang sebentar dengan ayahnya mita memilih masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri dan beristirahat sebentar sebelum jam makan malam.
" aku sudah sangat yakin akan baik-baik saja bila bertemu mereka tapi kenyataan nya hati ku masih perih, Tuhan aku tidak ingin memiliki dendam dan aku mohon jangan buat aku memiliki urusan apapun dengan mereka, cukup dengan segala cerita di masa lalu ku, aku mohon berikan aku ketenangan " gumam mita dengan terus menatap langit-langit kamarnya.
setelah makan malam bersama, hendra, alif dan mita juga wahyu berkumpul di ruang keluarga hanya untuk sekedar berbincang bersama.
" mita kamu gak pengen memperluas bisnis kamu ?" tanya hendra
" enggak yah, cukup dengan yang ada " jawab mita
" kenapa ? kamu bagus mengelola bisnis, dan juga untuk persiapan masa depan kamu nanti jika kamu menikah lagi " ujar hendra
" dulu mita semangat berbisnis karna mita ingin mempersiapkan segalanya untuk faiz, dan sekarang mita hanya perlu melakukan banyak hal untuk menghibur diri sendiri, dan pernikahan mita sama sekali tidak membayangkan atau memikirkannya, mita tidak tertarik " jawab mita
" ya ayah mengerti tapi jangan terlalu membuat diri mu lelah, ingat kamu harus menjaga kesehatan mu " ucap hendra yang di angguki mita
" lalu kamu alif dan wahyu,apa juga tidak terpikir untuk menikah ? tanya hendra pada alif yang asik di posisi tiduran dengan paha mita sebagai bantalannya, dan wahyu di sebelah mita.
" wahyu masih menunggu mita om " jawab wahyu dengan senyum.
" wah wah kamu cukup keras juga ya yu, tapi apa kamu sudah mencoba membicarakan nya dengan anak om itu " tanya hendra dengan menunjuk mita dengan dagu nya.
" Anita nama nya yah, gadis yang di taksir bang alif, dia kerja di toko mita " sahut mita yang mendapat delikan tajam dari alif.
" apaan sih kamu yu, aku udah jera ya kamu kasih harapan palsu, dulu bukanya kamu yang janji nikahin aku, nyatanya kamu yang ngedorong aku " sambung mita menjawab ucapan ayahnya.
" karna dulu aku bodoh, tapi sekarang aku bakal berusaha " jawab wahyu dan mita hanya diam menatap nya, suasana pun menjadi hening dan sedikit canggung.
" pantas abang mu rajin ke toko mu mit, ternyata ada yang membuatnya betah " ucap hendra memecah suasana
" itu gak bener, alif hanya suka menggoda nya dia cukup menyebalkan " sahut alif sambil merubah posisinya kembali duduk
" Anita itu cantik, masih muda usia nya juga masih dua puluh satu, terlalu muda untuk abang " ujar mita
" terserah abang mau istirahat " sahut alif dan beranjak menuju kamarnya meninggalkan mita dan hendra yang masih terkekeh.
" kalo gitu wahyu pamit pulang dulu ya om, mit " pamit wahyu
__ADS_1
" iya kamu hati-hati " jawab hendra dan mita bersamaan.
" mit, ayah mau menyampaikan pesan ryan dan maya jika mereka ingin bertemu dengan kamu, mereka bilang ada yang ingin di bicarakan dengan kamu, apa kamu mau ?" tanya hendra setelah wahyu pulang dari rumahnya.
" apa itu penting ?" tanya mita
" entah lah, mereka hanya meminta tolong pada ayah untuk menyampaikan itu, keputusan ada di kamu mau bertemu atau tidak " ujar hendra
" mita coba pikirkan dulu yah, mita masih sedikit ragu untuk bertemu mereka " jawab mita
" ya tak apa, ayah berharap kamu bisa tetap tenang " ucap hendra sambil mengusap puncak kepala mita
" ayo kita istirahat " ajak hendra yang di setujui oleh mita.
.
.
hari minggu dengan cuaca cerah yang biasanya di habiskan mita untuk mengajak faiz jalan-jalan untuk sekedar menghabiskan waktu, kini hanya lah sebuah kenangan namun mita memutuskan untuk tetap melakukan kegiatan itu walau tanpa faiz, setelah bersiap dengan pakaian santai nya, mita berjalan menuju dapur untuk sarapan bersama.
" yah mita mau jalan-jalan ketaman yang dulu sering mita datengin sama faiz setelah nya mita langsung pulang kerumah mita ya " pamit mita
" mau ayah temani ?" tanya hendra
" enggak, bukan nya ayah bilang ada janji sama paman hari ini ?" jawab mita
" iya, ya sudah kamu hati-hati " ucap hendra yang di angguki mita
" abang ikut ya ?" pinta alif
" mita mau sendiri bang " jawab mita
" yaaah padahal abang pengen ajak kamu sekalian ketemu temen abang " ujar alif
" enggak, ya udah mita berangkat dulu " pamit mita sambil menghabiskan susu hangat nya dan memberikan cuma sayang pada ayah dan abang nya.
*******
Terimakasih sudah membaca cerita ku, jangan lupa dukung aku dengan like, coment dan vote ya, dan pastikan ❤ agar selalu mendapat info saat update 😊.
hai teman-teman di depan juga ada bintang berwarna kuning boleh kan jika kalian juga memberi ku dukungan dengan bintang 🤗
__ADS_1