Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
rindu


__ADS_3

setelah menyelesaikan sarapan pagi nya mita lebih memilih menyibukkan diri dengan membantu bitini membersihkan rumah, berhubung ini hari minggu jadi mita ingin benar-benar melupakan pekerjaan kantornya.


" non istirahat aja biar bibi aja, non nanti kecapean " ucap bitini


" kecapean gimana sih bi, mita ntar jadi tambah pemalas kalo cuma diem aja di kamar " jawab mita


" tapi kan ini kerjaan bibi non " sahut bitini


" ya udah kalo gitu mita mau mandi aja " jawab mita dan meninggalkan bi tini


" non, non dari dulu gak pernah berubah baik nya " gumam bi tini.


bi tini yang asik dengan kegiatan bersih-bersihnya tersadarkan dengan suara bel rumah yang berbunyi beberapa kali dan dengan cepat melangkah menuju pintu untuk mengetahui tamu yang datang.


" maaf mba cari siapa ?" tanya bi tini


" mita nya ada bu ?" jawab si tamu dengan pertanyaan.


" siapa bi yang datang ?" tanya mita yang baru saja keluar dari kamarnya


" anu non ini ada pe----"


" mamiiiiiii " teriak seorang anak kecil perempuan dan berlari kearah mita


Deg......


jantung mita berdetak semakin kencang saat mendengar seorang anak kecil memanggilnya mami, panggilan yang sangat di rindukanya, panggilan yang membuatnya merasa bahagia dan panggilan yang membuat hatinya miris perih sekaligus.


mita menatap anak perempuan yang sudah memeluk kakinya dan wanita yang berdiri di hadapan ya yang tak lain adalah via yang tersenyum lembut pada mita.


mita mencoba mengendalikan hati nya untuk tetap tenang menghilangkan rasa gugup yang sejak tadi terus di rasanya.


" jihan " panggil mita dengan sedikit berjongkok agar memiliki posisi yang sama tinggi dengan jihan


" mami, jihan kangen mami " ucap jihan


" sini mami peluk " jawab mita sambil merentangkan kedua tangan nya dan mereka saling mengeratkan pelukan nya, tidak dapat di pungkiri ada rasa rindu yang sangat teramat di hati mita, mendapat pelukan hangat dari seorang anak kecil sangat mengingatkan nya pada faiz yang selalu suka menempel padanya, membuat mita tidak dapat menahan air matanya.


kenangan hanya pecahan kenangan yang bisa di simpan nya dengan hati-hati agar tidak hilang di memori kepalanya, " faiz mami sangat menyayangi kamu, dan lihatlah mami sekarang sedang memeluk adik mu, adik yang kamu tunggu dan akan kamu jaga jika kamu dewasa nanti, terus awasi kami dari surga sayang " gumam mita dalam hati nya.


" eeheemmm " via berdehem saat melihat mita menangis tertahan, rasa bersalah itu masih utuh di hatinya, entah keputusan benar atau salah via membawa jihan pada mita sekarang.


" ayo masuk kak, jihan ayo masuk kedalam " ajak mita setelah melepas pelukan nya dengan jihan dan meminta bi tini untuk membawakan minuman dan cemilan.

__ADS_1


" kenapa tiba-tiba kesini kak ?" tanya mita


" maaf kan aku jika aku mengganggu kamu mit, aku kangen sama kamu, dan karna kamu selalu menghindari ku jadi aku memilih kesini tanpa memberi kamu kabar " jawab via


" aku harap kaka sedikit mengerti kenapa aku melakukan itu " jawab mita


" mami kenapa tidak menemui jihan ?" tanya jihan


" maaf kan mami, mami sibuk bekerja, lain kali mami akan menyempatkan waktu untuk bermain dengan jihan " jawab mita


" mami sama seperti papi selalu kerja, gak pernah pulang " ucap jihan dengan wajah cemberutnya


" hai, anak mami tidak boleh cemberut seperti ini, papi bekerja karna papi ingin mempersiapkan masa depan yang terbaik untuk jihan, jadi lah anak baik yang penurut " ucap mita


" seperti abang faiz yang selalu menurut apa kata mami dan papi ?" tanya jihan dengan polos


" eemm, dan jika jihan menjadi anak baik dan penurut mami yakin abang faiz akan sangat sayang pada jihan " ucap mita dengan rasa sesak di hatinya


" kenapa mami menangis, apa jihan melakukan kesalahan " tanya jihan yang mulai ikut merembeskan air mata karna takut melihat mita yang menangis


" enggak sayang, mami hanya rindu dengan abang faiz dan jihan, mami sangat bahagia jihan menjadi anak yang baik " jawab mita sambil menghapus air matanya


" jihan main di temani bi tini dulu ya, mamah mau berbicara sama mami " ucap via


setelah bi tini membawa jihan taman belakang rumah mita, via langsung memeluk mita dan menangis " maafkan aku, mit aku minta maaf karna belum sempat meminta maaf dengan benar sama kamu, aku mohon jangan membenci ku " ucap via dan mita melepaskan pelukan via


" aku tidak tau harus berbuat apa, aku hanya bisa mengucapkan kata maaf " ujar via


" lalu kenapa jihan bisa mengenal aku dan faiz, bukanya kami tidak saling bertemu saat jihan berusia enam atau tujuh bulan kak ?" tanya mita memcoba mengalihkan pembicaraan


" sekali lagi maaf jika kamu tidak suka, aku memang harus mengenalkan siapa mami dan kakaknya, tapi kamu tau mit jihan justru sangat antusias setiap kali aku bercerita tentang kamu atau faiz, bahkan aku tidak menyangka anak kecil itu bisa menerima setiap cerita ku, sampai dia memaksaku untuk bertemu dengan kamu " jawab via


" ya jihan terlihat sangat pintar, lalu bagaimana kabar mu kak ?" tanya mita


" aku seperti yang kamu lihat, mit apa kamu sudah bertemu bimo ?" tanya via


" iya aku sudah bertemu dengan kak bimo " jawab singkat mita


" bagaimana ? apa kalian akan baik-baik saja ?" tanya via


" maksud kakak apa ?" tanya mita


" Eehhh ... itu, maaf jika aku lancang, tapi kapan kalian akan kembali bersama ?" tanya via

__ADS_1


mita menatap via tidak suka, kenapa bisa-bisanya pertanyaan seperti itu terlontar dari mulut via ? apa via sedang memastikan jika mita tidak akan kembali pada bimo ? kenapa dengan mudah dia berharap agar mita kembali dengan bimo ? apa via lupa bagaimana kehidupan mita di dalam keluarga rahardian dulu ?


mita menyeringai tipis " apa kakak ingin aku kembali dengan kak bimo ?" tanya mita


" kenapa tidak, bimo sangat mencintai kamu mita " sahut via dengan yakin


" lalu bagaimana jika aku mau kembali dengan kak bimo tapi aku tidak mau berbagi, aku mau kaka berpisah dengan kak bimo dan meninggalkan jihan dengan kami, apa kakak bisa ?" tanya mita dengan tatapan mata yang tertuju jelas pada via


via menelan salivanya dengan susah dan menatap mita " aku akan melakukan itu jika memang itu mau kamu,dan kalian bisa bersama, hanya saja izin kan aku untuk menemui jihan " jawab via


Konyol


itulah saat ini yang ada di dalam pikiran mita, kenapa ada istri bodoh seperti via yang mau merelakan suaminya untuk wanita lain, " apa kak via sedang mengajak ku bernegosiasi atau sedang berusaha melamar ku demi pria seperti kak bimo?" tanya mita


" iya, katakan lah aku sedang membujuk mu " jawab via


" kenapa dari dulu kakak sangat ingin menyatukan aku dengan kak bimo ?" tanya mita


" aku memiliki alasan ku sendiri mit, yang jelas aku tau adalah bimo yang sangat mencintai kamu dari dulu, aku sudah pernah bilang sama kamu aku bisa mengalah" ucap via dengan terus menatap mita


" cukup kak, aku tidak mau mengulang hal yang sama untuk kedua kalinya, lebih baik kakak pikirkan bagaimana kakak bisa membawa rumah tangga kakak sampai akhir dan mengurus jihan dengan baik " sahut mita


" aku mengatakan pada bimo agar dia berusaha sekali lagi, dan aku berharap kalian tetap berjodoh " ucap via


" aku tulus mengucapkan ini mit " sambung via


" kak jangan mempersulit diri mu sendiri, kamu tau yang kamu lakukan ini hanya akan membuat semuanya berbelit, aku tidak suka seperti ini, aku ingin hidup ku, aku bisa memutuskan apa yang terbaik untuk ku, jadi berhentilah bersikap seolah kamu baik-baik saja dan melakukan hal konyol yang tidak seharusnya, dan jangan datang ke padaku lagi jika hanya ingin membicarakan hal tidak penting seperti sekarang " jawab mita


" berusahalah perbaiki hubungan kamu dengan kak bimo, aku yakin kalian bisa bersama seperti dulu sebelum ada aku di kehidupan rumah tangga kalian, dan kak bimo dia orang yang baik dan pasti sangat menyayangi kamu dan jihan kak, jadi berhentilah mendorong kak bimo padaku dan lakukan sesuai keinginan hati mu untuk keluarga mu kak " sambung mita


" pikirkan lah lagi mit, aku --- "


" kenapa sifat tidak tau malu kakak itu masih terus kakak gunakan, cukup jangan membuatku kembali membenci kalian " sahut mita menyela ucapan via


" mita memiliki hak nya sendiri untuk memilih tanpa harus kamu paksa, dia akan kembali dengan bimo atau dengan pria lain itu keputusan mita, berhenti membujuknya dengan perkataan mu yang terkesan tidak memiliki hati " ucap seorang pria di belakang mita dan via


ucapan pria yang tiba-tiba mengejutkan mita dan via menarik mita dan via untuk melihat ke arah belakang yang sama - sama membuat mereka bedua terkejut.


********


hayooo menurut kalian siapa yang tiba-tiba datang dan ngomong ????


terimakasih buat teman-teman pembaca, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, coment dan vote ya 😘

__ADS_1


jika berkenan klik bintang yang ada di depan dan berikan rate kalian untuk cerita ini, satu lagi hati kalian harus ❤ seperti ini ya agar selalu tau ketika cerita ini sudah di up.


salam sayang dari aku untuk kalian 😘😘


__ADS_2