Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
harus tetap tenang


__ADS_3

jam sudah menunjukkan angka enam yang berarti sudah lewat dari subuh, Mita dan Faiz masih sama-sama terlelap dalam alam mimpi mereka, Mita tidak mendengar suara ketukan dari pintu kamarnya, Bimo akhirnya memutuskan untuk langsung masuk kedalam kamar Mita, dan melihat dua orang yang masih tertidur.


Bimo berjalan mendekat ke arah ranjang, memperhatikan Mita dan Faiz yang masih asik di dunia mimpi mereka.


" kalian berdua sangat menggemaskan " gumam Bimo dengan senyum tipis di wajahnya.


cup, cup , cup , cup ......, Bimo terus menciumi wajah Mita hingga Mita terbangun, dan mendorong Bimo agar menjauh.


" ayo bangun, dan ikut aku " ujar Bimo yang mendapat tatapan tajam dari Mita


" apa kamu nunggu aku gendong ke kamar mandi ?" tanya Bimo, Mita semakin memicingkan matanya dan bergegas bangun dari kasur empuknya menuju kamar mandi, sedangkan Bimo malah membaringkan tubuhnya di sebelah Faiz yang masih terlelap.


" maafkan papi sayang, papi selalu menyakiti mami kamu, maafkan papi yang tidak bersama kalian sejak awal, papi berharap kamu bisa membantu papi meluluhkan hati mami kamu agar mau memaafkan dan menerima papi " ucap Bimo lirih sambil memgusap puncak kepala Faiz yang masih tidur.


tidak lama kemudian Mita telah selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi, tidak butuh waktu lama bagi Mita untuk bersiap dengan penampilan santainya yang cukup membuat Bimo terpesona.


" Faiz jangan di bangunkan, nanti mamah yang kasih tau dia, sekarang ikut aku ya " ajak Bimo yang kemudian mengambil jaket dari dalam lemari yang ada di dalam kamar Mita.


" kemana ?" tanya Mita


" ikut aja nanti aku kasih tau " jawab Bimo yang sudah siap memakai jaketnya


" gak mau, aku udah janji sama Faiz mau ajak ketempat ayah" jawab Mita


" Mita ini juga lebih penting, jangan selalu nunggu aku paksa " ucap Bimo dengan nada tegas


" tapi Faiz ?" tanya Mita


" sudah ku bilangkan nanti mamah yang jagain Faiz, udah ya ayo " ajak Bimo sambil menarik tangan Mita


" sebentar " ucap Mita yang melepaskan tangan dari cekalan Bimo dan berjalan ke arah ranjang meninggalkan ciuman di kening Faiz.


.


.


" ngapain kesini sih ?" tanya Mita saat Bimo mengajaknya singgah di salah satu rumah makan yang menjual aneka makanan untuk sarapan pagi


" kita sarapan dulu " jawab Bimo dan mengajak Mita untuk duduk di salah satu meja makan yang tersedia.


" kamu mau sarapan apa ?" tanya Bimo


Mita melihat buku menu di hadapnya " bubur ayam " jawab Mita


setelah Bimo memesan makanan untuk sarapan mereka, Bimo mencoba mengajak Mita untuk ngobrol tetapi Mita lebih fokus dengan pandangannya ke arah luar menatap ke susunan beberapa tanaman hias yang ada di luar rumah makan.


" Mit, apa kamu sudah memikirkan permintaan ku ?" tanya Bimo


" apa ?" tanya Mita


" soal anak, aku ingin kita memiliki anak lagi " ujar Bimo


kali ini Mita menatap Bimo dengan menyatukan alisnya " anak ? " tanya Mita yang di angguki oleh Bimo, Mita yang melihat Bimo menganggukan kepalanya juga ikut menggelengkan cepat kepalanya.

__ADS_1


" kenapa ?" tanya Bimo


" kakak, sudah punya satu anak laki-laki, dan sekarang istri kakak sedang hamil, kenapa masih berharap punya anak dari orang lain ?" tanya Nita


" orang lain ?" tanya Bimo dan di angguki oleh Mita


" kamu juga istriku Mit, bukan orang lain, jadi wajar jika aku memgaharapkanya " ucap Bimo tegas


" jadi tujuan kakak ngajak aku keluar cuma mau membahas tentang anak, lebih baik aku pulang " ujar Mita sambil bergerak untuk berdiri.


" duduk " ucap Bimo


" selamat pagi " sapa seseorang, membuat Mita yang akan membuka mulutnya tidak jadi dan mengarahkan pandangan ke orang yang menyapa mereka bersamaan dengan Bimo.


" Wahyu " ucap Mita, Wahyu tersenyum manis ke pada Mita sama halnya dengan Mita yang juga menampilkan senyum manisnya melupakan perdebatanya dengan Bimo, berbeda dengan Bimo yang mulai kesal, baru semalam Bimo menegur istrinya tetapi sekarang istrinya justru tersenyum sangat manis kepada orang lain.


" kamu udah lama Mit ?" tanya Wahyu yang sudah duduk di sebelah Mita tanpa di persilahkan


" belum, kok kamu bisa di sini, bukanya kamu bilang mau balik ke Jepang ?" tanya Mita yang sudah siap menyantap bubur ayam miliknya


" aku suka sarapan disini,jdi sebelum berangkat sempatin kesini, gak tau nya ketemu kamu " jawab Wahyu


" siapa yang menyuruh mu duduk di sini, masih banyak tempat kosong lainya " ujar Bimo menatap tajam Wahyu


" eh kamu Bim,sory lupa asik ngobrol sama Mita " jawab Wahyu


" enak Mit ?" tanya Wahyu saat melihat Mita makan dengan lahap dan di angguki oleh Mita


" mau dong " ujar Wahyu dengan sengaja ujung matanya melirik ke Bimo yang berhenti menyuapkan sarapan kedalam mulutnya dengan wajah merah menahan kesal.


" ayo, sarapanya sudah selesai " ujar Bimo menarik tangan Mita, dengan tergesa-gesa, Mita melangkahkan kakinya, mencoba mengikuti Bimo.


" yu kabarin nanti sebelum ke bandara ya " ucap Mita di sela-sela langkahnya, dan di balas Wahyu dengan senyum.


Mit, apa Tuhan akan memberi kesempatan untuk ku, ya Tuhan bagaimana menghilangkan perasaan ini yang justru semakin kuat tertanam di dalam hati ku, semoga Tuhan selalu menjaga mu Mit. batin Wahyu


.


.


setelah berada di luar rumah makan, Bimo mendorong Mita ke pinggir tembok rumah makan dan mencekal kedua tangan Mita. " kamu sudah lupa yang aku bilang semalam ?" tanya Bimo


" tadi juga ada kakakkan ? apalagi yang salah ?" tanya Mita


" Mit, aku ngajak kamu ngobrol reaksi kamu ke aku cuek banget, kenapa sama Wahyu kamu bisa sesantai itu ?" tanya Bimo


" kak, aku mau pulang, aku malu kalo harus debat sama kamu di pinggir jalan kaya gini, lapasin tangan ku ya " pinta Mita dengan suara pelan


Bimo melihat ke kanan dan kirinya yang baru di sadarinya jika mereka berada tidak jauh dari jalan dan ada beberapa orang yang sedang lewat sambil memperhatikan dia dan Mita.



( aku suka banget sama couple ini, kalian gimana ?)

__ADS_1


" kita ke mobil " ucap Bimo, setelah mereka di dalam mobil, Bimo melajukan mobilnya tanpa ada yang berbicara, Mitapun enggan bertanya kemana Bimo akan membawanya.


mobil Bimo berhenti tepat di parkiran sebuah rumah sakit, yang membuat Mita bingung dan berpikir tidak karuan.


" di dalam sana nanti, kamu harus tetap tenang ya, jangan gegabah, dan jika memang kamu tidak bisa menahannya, aku ada di samping kamu " ucap Bimo sebelum mengajak Mita keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah sakit.


Mita masih belum mengerti dengan perkataan Bimo, apakah Bimo mengajaknya kesini untuk benar-benar melakukan program memiliki anak ? atau Bimo ingin melakukan sesuatu kepada Mita ?, berbagai macam pikiran menari-nari di dalam kepalanya, ingin rasanya tidak ikut masuk kedalam rumah sakit tetapi kakinya seperti terus bergerak dengan sendirinya.


sesampainya di salah satu ruang perawatan Bimo membuka pintu dan mengajak Mita untuk masuk kedalam dengan tangan yang menggenggam erat tangan Mita.


" ayah " ucap Mita


" sayang, kamu sudah datang " sahut Hendra saat melihat Mita berdiri di belakang nya


" ehm... kenapa ayah ada disini ?" tanya Mita


" kamu apa kabar nak ? apa kamu gak kangen sama ayah, kenapa belum peluk ayah ?" tanya Hendra


Mita pun bergerak ke arah ayahnya dan masuk dalam pelukan hangat sang ayah yang sangat di rindukanya, ada perasaan tenang di hatinya namun juga ada rasa kecewa di sana, tapi Mita berusaha agar melupakan semuanya.


" maaf kan Mita yah, Mita beberapa bulan ini menghindari kalian karna Mita yang terlalu egois " ucap Mita yang masih dalam pelukan Hendra


" kamu tidak boleh meminta maaf, semua terjadi karna ayah, karna kesalahan ayah, disini ayah lah yang egois, ayah yang harus meminta maaf sama kamu nak " ucap Hendra


" ibu dimana ? dan ayah kenapa ada di rumah sakit ?" tanya Mita setelah melepas pelukan ayahnya.


" ayah di sini untuk menjaga ibu mu nak, ibu mu sekarang sedang tidur, dia juga sangat rindu sama anak perempuan nya ini " jelas Hendra yang menuntun Mita berjalan ke sudut ruangan yang terdapat ranjang dengan seseorang yang tengah terbaring lemah dengan wajah pucat, Hendra membuka tirai sebagai pembatas ruangan.


" Ibu " ucap Mita yang langsung duduk di samping ranjang Dini berbaring.


" ibu kenapa ?" tanya Mita dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" ayah ibu kenapa ? kenapa ibu bisa ada di sini ?" tanya Mita


" ibu sedang sakit, temani ibu mu dulu, ayah akan menjelaskan nanti " jawab Hendra dan keluar dari ruangan yang di ikuti Bimo.


.


.


" yah, apa semua sudah siap ?" tanya Bimo pada Hendra


" dokter bilang semua sudah siap, hanya saja hasil nya tetap bergantung dengan bagaimana tubuh ibu mu bisa menerimanya atau tidak " jawab Hendra


" apa kamu sudah cerita sama Mita ?" tanya Hendra, dengan gelengan kepala dari Bimo, Hendra mengerti jika Bimo belum mengatakan apapun pada Mita.


" biar ayah yang menceritakan semuanya pada Mita, karna ini semua keputusan ayah " ucap Hendra tegas


" maafkan Bimo yah " ucap Bimo, Hendra hanya menghela napasnya dengan berat.


mereka berdua hanya saling diam dan duduk tanpa ada yang memulai bersuara, Hendra dengan raut wajah yang terlihat sangat lelah, sedangkan Bimo memikirkan apa yang akan terjadi dengan dengan Mita jika dia tau kebenaranya nanti.


*****************

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca dan terimakasih untuk kalian yang memberikan dukungan like, komen dan vote ❤❤❤


__ADS_2