Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
harus lebih berusaha


__ADS_3

Bimo dan Via sedang duduk di sofa kamar mereka, Via terus menatap Bimo sejak tadi, menunggu Bimo untuk memulai pembicaraan, tetapi Bimo tidak juga membuka suaranya hingga Via yang memulainya.


" apa yang kamu lakukan ke Mita, Bim ?" tanya Via


" aku mengurungnya di kamar " jawab Bimo tanpa berniat melihat ke arah Via


" kenapa ? apa tidak bisa di bicarakan dengan baik ? " tanya Via, yang tidak suka dengan tindakan Bimo


" entahlah, aku tidak bisa mengontrol emosi ku jika berada di dekatnya, tetapi aku juga takut terus menyakitinya" ucap Bimo sambil menyugar rambutnya kebelakang


" Bim, coba kamu belajar untuk ngertiin Mita, kamu tidak perlu terburu-buru lakukan perlahan pendekatan pada Mita, secara tidak sadar kamu hanya terus menyakitinya, dari awal kita yang salah sama dia Bim, dan aku rasa Mita sudah sangat sabar dan tenang dalam menghadapi kita " ujar Via dengan kesal


" aku tau aku sangat bersalah sama dia Vi, tapi maafkan aku, aku sama sekali tidak rela melihat dia yang selalu akrab dengan Wahyu, aku mengakui jika aku cemburu pada mereka " jelas Bimo membuang nafas frustasi


" apa kamu mencintai Mita, Bim ?" tanya Via dengan menatap tajam Bimo


" maafkan aku jika aku menyakiti mu dengan kejujuranku, aku sendiri tidak tau sejak kapan tapi aku sangat ingin dia menerima ku " jawab Bimo


" jawab aku Bim, apa kamu mencintai Mita ?" tanya Via lagi untuk mempertegas


" iya aku mencintainya Mita, tapi sepertinya hanya aku, karna dia sama sekali tidak bisa menerima ku " ujar Bimo dengan lirih


" kamu harus lebih berusaha Bim, aku akan membantumu, aku bahagia akhirnya kamu mengakui perasaan mu pada Mita, mulailah pahami Mita, jangan lagi membuatnya kecewa, dan cobalah untuk menahan emosi mu " ujar Via, yang kemudian memeluk Bimo, mencari ketenangan untuk hatinya sendiri.


aku tau kamu sejak dulu menyukainya, dan akhirnya kamu mengatakan jika kamu mencintainya, mendengarnya langsung dari mu membuatku cemburu Bim, tapi semua memang pantas Mita dapatkan, bagaimanapun aku akan menerima saat kamu membagi perasaan mu untuk kami, aku berharap memiliki hati ikhlas seperti Mita, dan semoga Mita bisa dengan cepat menerima mu juga blBim. batin Via


" maafkan aku " ucap Bimo yang merasa tak enak hati pada Via


" berhenti mengucapkan maaf, hal wajar jika seorang suami mencintai istrinya, ini sudah waktunya menjemput Faiz, jangan sampai terlambat dan membuat putra kita menunggu terlalu lama " ujar Via mengingatkan Bimo


" baiklah aku menjemput Faiz dulu " jawab Bimo sambil melangkah keluar kamar.


.


.


" Bimo kamu mau kemana nak ?" tanya Maya


" mau jemput Faiz mah " jawab Bimo


" sendiri ? Mita mana ?" tanya Maya


" Mita ada di kamarnya, Bimo pergi dulu mah " jawab Bimo


" Bim apa mamah boleh berbicara dengan Mita ?" tanya Maya


" nanti setelah Bimo menjemput Faiz mah " jawabnya lagi dan langsung keluar menuju mobilnya.

__ADS_1


.


.


" Faiz " panggil Bimo saat melihat anaknya sudah berdiri di depan gerbang sekolah


" papi " sahut Faiz


" papi kangen sama kamu " ucap Bimo sambil memberi ciuman ke pipi gembul Faiz


" Faiz juga kangen papi, tapi mana mami ?" tanya Faiz sambil melihat-lihat ke belakang Bimo


" mami ada di rumah sayang, mami sedang istirahat, ayo kita pulang " ajak Bimo yang di angguki oleh Faiz.


sesampainya di rumah, Faiz langsung turun dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah sambil berteriak memanggil-manggil Mita.


" mamii , mamii " teriak Faiz


" sayang kenapa kamu teriak-teriak ?" tanya Via yang datang dari dapur


" mamah, Faiz kangen sama mami " jawab Faiz


" mami ada di kamar sayang, ayo kita ganti baju dulu habis itu Faiz makan siang dan istirahat " ajak Via


" gak mau, Faiz mau sama mami, Faiz kangen sama mami " ujar Faiz yang menepis tangan Via, membuatnya terkejut.


" ada apa ?" tanya Bimo yang baru masuk kedalam rumah


" mami di kamar, ya sudah ayo kita kekamar mami " ajak Bimo dan menatap Via kilas.


Bimo menggendong Faiz kekamarnya, membantu Faiz mengganti pakaian dan setelah itu mengajak Faiz kekamar Mita, Bimo cukup mengerti dengan tatapan Faiz saat dia membuka kunci pintu kamar Mita padanya, tatapan yang penuh tanya dan kecurigaan terhadap dirinya.


" ayo masuk" ajak Bimo mengalihkan perhatian Faiz yang langsung melihat kedalam kamar.


" mami " panggil Faiz yang langsung menghambur dalam pelukan Mita, Mita membalas pelukan Faiz dan memberikan banyak ciuman di wajah mungil yang saat ini tengah tersenyum geli padanya.


" Faiz baru pulang sekolah ?" tanya Mita dan Faiz mengangguk sebagai jawaban


" apa mami habis menangis karna papi ?" tanya Faiz saat melihat mata Mita yang sedikit bengkak dan memerah.


" Ehmm, bukan sayang mata mami begini karena saat mami membasuh wajah mami sabunya masuk kemata mami dan sangat perih " jawab Mita


" tapi kenapa papi mengunci pintu kamar mami ?" tanya Faiz lagi


" itu karna mami yang meminta, mami ingin istirhat tanpa di ganggu sayang " jawab Mita, Faiz hanya mengangguk-anggukan kepalanya sebagai tanda dia mengerti, tetapi matanya melirik pada Bimo, sedang Bimo yang merasa di intimidasi oleh anaknya hanya tersenyum geli.


kamu memang benar-benar anakku Faiz, sejak kecil saja sudah pandai membaca situasi. batin Bimo

__ADS_1


" apa papi hari ini tidak bekerja ?" tanya Faiz


" tidak sayang, papi hari ini khusus menemani Faiz dan mami di rumah, karna papi sangat rindu setelah kalian menginap di rumah kakek, dan papi tadi sudah meminta izin pada kakek jika Faiz dan mami akan kembali tinggal di sini " ujar Bimo


" yyeeeyyyy, jadi nanti malam Faiz boleh tidur sama mami dan papi lagi ?" tanya Faiz dengan penuh harap dan antusias


" tentu " jawab Bimo, sambil melirik kearah Mita yang mengacuhkannya sejak kedatanganya dengan Faiz


tok..tok...tok...


suara ketukan pintu menyadarkan Bimo yang terus memperhatikan interaksi Mita dan Faiz yang sangat akrab, Bimo beranjak dan menuju pintu untuk melihat orang yang mengetuknya.


" mamah, ada apa ?" tanya Bimo


" bisa kita bicara Bim ?" tanya Maya


" iya mah, kita ke ruang kerja Bimo aja ya " ajak Bimo dan keluar dari kamar Mita tak lupa menutup pintunya kembali.


.


.


" kenapa mah ?" tanya Bimo setelah duduk di sofa yang ada di dalam ruang kerjanya


" sampai kapan, sampai kapan kamu akan terus menahan Mita Bim ?" tanya Maya


" maksud mamah apa ?" tanya Bimo


" apa kamu tidak kasihan pada Mita, bim? lihatlah badannya yang semakin kurus, dan dia juga baru saja kehilangan ibunya karna kita, karna kesalahan awal kita yang menukar Mita dengan persyaratan donor itu Bim, mamah semakin merasa bersalah pada Mita, mamah tidak membayangkan jika semua terjadi pada mamah Bim, apa kamu tidak bisa melepaskan Mita, Bim ? biarkan dia menemukan kebahagiaanya, bukankah dia sudah berjanji tidak akan menghalangi ataupun melarang kita bertemu dengan Faiz, Bim ?" cerca Maya dengan pertanyaan


" maafkan Bimo mah, Bimo mencintai Mita, dan Bimo tidak bisa melepasnya, Bimo yakin Mita akan menerima Bimo secara perlahan " jawab Bimo


" kamu boleh mencintainya Bim, tapi biarkan dia juga bahagia, tidak akan ada yang tau jika di masa depan kalian masih berjodoh, mamah sangat tidak tega dengan Mita, seharusnya sejak awal mamah melarang rencana papah dan kamu yang menggunakan Dini sebagai kelemahan Hendra " ujar Maya yang kembali betapa serakahnya mereka ingin segala sesuatu menjadi keinginan.


" mah tolong biarkan Bimo yang menyelesaikan masalah Bimo, mamah tidak bersalah dari awal Bimo yang bersalah, Bimo akan berusaha mah " jawab Bimo


" mamah tidak mau kamu semakin lama semakin banyak menyakiti Mita, kamu lihat matanya yang selalu mengatakan kekecewaan pada kita, bahkan dalam setiap kali tatapanya selalu ada ketakutan dan kebencian di sana, hanya saja Mita sangat pandai memposisikan dirinya, menyimpan semua lukanya, hingga dia selalu terlihat tegar " jelas Maya


" mamah harap kamu memikirkannya lagi Bim, cukup akhiri semuanya, biarkan Mita memilih dan memiliki kebahagiaan sendiri " ucap Maya lagi


" Bimo tau apa yang harus Bimo lakukan mah, maafkan Bimo jika kembali egois " ujar Bimo


" mamah sudah mengingatkan mu Bim " ujar Maya dan keluar dari ruang kerja Bimo.


Bimo masih dalam posisi duduknya mencoba mencerna ucapan mamahnya, benarkah dia tidak bisa membuat Mita bahagia? tapi bagaimana dengan perasaannya ? apakah dia bisa melepaskan Mita?, apalagi dia tau bahwa Wahyu pasti akan langsung mendekati Mita ! membayangkannya saja sudah membuat Bimo merasa kesal apalagi menjadi kenyataan, egoisnya mengatakan jika hanya dia yang boleh memiliki Mita tidak ada pria lain.


**********

__ADS_1


terimakasih sudah membaca, selalu semangat tinggalkan like dan komen, rate dan vote ya 😘


mampir yu ke cerita ku lainya Lembaran cerita cinta, sama menguras air mata juga, mungkin memang authornya spesial penulis cerita sedih 😅


__ADS_2