
keesokan harinya, hari pernikahan salah satu karyawan Mita tiba, Mita tengah bersiap-siap dengan gaunnya dan memoles wajah dengan make up, sedangkan Faiz dan Bimo mereka bersiap-siap bersama dan setelah selesai mereka menunggu Mita di ruang tamu sambil sesekali bercanda dan berceloteh di sertai tawa riang dari Faiz.
tiga puluh menit kemudian Mita keluar dari kamar dan menghampiri Bimo dan Faiz yang masih asik bercanda.
" Faiz, ayo kita berangkat ke pernikahan tante Ana " ajak Mita pada Faiz
" siap mi, papi ayoo" ajak Faiz pada Bimo yang masih terdiam dengan mata yang tak lepas menatap Mita.
" cantik " gumam Bimo dengan pandangan penuh kekaguman
( kira-kira begini penampilan Mita yang bikin Bimo terpesona)
" papi " panggil Faiz dengan menarik-narik tangan Bimo
" eh iya, kenapa sayang ?" tanya Bimo
" ayo berangkat mami sudah siap " ajak Faiz
" tunggu sebentar lagi sayang, mami harus berganti gaun " ujar Bimo yang membuat Faiz cemberut
" kenapa mami harus ganti lagi ?" tanya Faiz
" mami mu terlalu cantik, papi tidak mau nanti ada pria lain di sana yang melihat mami kamu sayang " ujar Bimo
" Faiz ayo berangkat sama mami " ajak Mita yang tak perduli dengan Bimo yang menatapnya tajam
" Mit, aku bilang ganti dulu gaun kamu, aku gak suka kamu pakai gaun ini " ucap Bimo dengan suara lirih
" gak ada waktu, aku mau cepet sampai di nikahan Ana, kalo mau ribet kakak gak usah ikut " sahut Mita
Bimo menarik tangan Mita hingga Mita menabrak dada bidang Bimo, " apaan sih kak ?" kesal Mita
" Faiz tunggu di mobil sama kai dan ninik dulu ya " pinta Bimo pada Faiz yang sudah di tunggu paman dan bibi Mita.
" iya pi " Faiz masuk kedalam mobil kai dan niniknya
" Bim, kami berangkat duluan ya nanti ketemu di sana " teriak Feri yang melihat Bimo dan Mita sedang berdebat.
" baik paman/ jangan " jawab Bimo dan Mita bersamaan
" paman duluan aja hehe " ujar Feri
Mita menatap marah pada Bimo dengan lengannya yang masih di cengkram oleh Bimo. " lepas, sakit kak" ujar Mita
" ikut aku" Bimo kembali menarik Mita masuk kedalam rumah, Mita memberontak menahan tubuhnya, Bimo melepaskan cekalanyan dan berganti mengendong Mita seperti karung beras.
" turunin aku kak " teriak Mita
" DIAM " bentak Bimo, hingga sampai ke dalam kamar Bimo menurunkan Mita di kasur.
" ganti gaun mu sekarang atau aku yang menggantikan !" perintah Bimo
" kamu berlebihan kak, lagi pula aku hanya membawa satu gaun ini " ucap Mita sambil memposisikan dirinya untuk berdiri
" kamu gak suka dekat sama aku, tapi kamu nyaman dengan gaun seperti ini, apa kamu sengaja untuk menggoda pria-pria yang ada di pesta pernikahan nanti Hah ?" ujar Bimo dengan suara yang meninggi.
" ucapkan semua yang ada di dalam pikiran mu kak, karna aku hanya akan selalu terlihat buruk di matamu, bukan kah sejak dulu kamu mengatakan aku wanita rendahan dan murahan ?! " ucap Mita sinis dan berjalan keluar dari kamar.
" sudah ku katakan aku tidak mengijinkan kamu keluar dengan gaun ini " bentak Bimo yang menarik tangan Mita
__ADS_1
Mita menatap Bimo dengan tatapan sendu, " aku lelah jika terus berdebat " ucap Mita lirih
" maka dengarkan aku" ujar Bimo
" aku tidak mau orang lain melihat mu dengan penampilan yang sangat menarik dan cantik ini, aku cemburu Mit, kamu itu hanya milik ku, hanya aku yang boleh melihat mu seperti ini, semua ini " ucap jujur Bimo dengan tangan yang menunjuk kepala hingga kaki Mita.
" cih, aku sama sekali tidak membawa gaun lain, terserah kakak mau ikut apa enggak " ujar Mita yang kembali berjalan keluar yang di ikuti Bimo yang akhirnya mengalah.
Bimo dan Mita sudah dalam perjalanan menuju gedung pernikahan Ana, Mita hanya diam di sepanjang perjalanan, sedangkan Bimo mengatur napasnya karna emosi, sebab Mita sama sekali tidak mau menurutinya untuk berganti gaun, walaupun dia sudah membawa Mita ke salah satu butik yang ada di tengah kota.
sesampainya di acara pernikahan Bimo dan Mita masuk bersamaan dengan tangan Bimo yang melingkar di pinggang Mita walaupun sudah beberapa kali di tepis oleh Mita, Bimo tetap kembali memposisikan tangannya di pinggang Mita secara posesif.
seperti dugaannya Mita justru menjadi pusat perhatian oleh para tamu yang membuat Bimo semakin berdecak kesal, apalagi melihat para pria yang menatap Mita dengan berbagai jenis tatapan saat mereka berjalan ke arah pelaminan.
" Ana " panggil Mita
" mba Mita " sahut Ana
" selamat ya Ana sayang, semoga pernikahannya langgeng sampai kakek nenek, mba ikut bahagia banget akhirnya Ana nikah juga " ucap Mita
" terimakasih banyak mba, Ana juga bahagia banget mba sudah mau datang kesini, ini kenalin suami Ana, namanya Reza mba " ujar Ana
" selamat ya Reza, kamu harus jagain Ana dengan baik, walaupun dia sedikit cerewet " ucap Mita dengan senyum manisnya
" mba gak tau dia itu galak banget " ujar Reza dengan senyum jahilnya
" apaan sih, kok jadi ledekin Ana " ucap Ana
" mba dia ?" tanya Ana pada Mita yang sejak tadi belum mengenalkan Bimo
" kenalin dia Bimo, papinya Faiz An " ujar Mita dengan raut wajah datarnya.
" eem jadi dia papinya Faiz, banteng banget mba, pantesan Faiz masih kecil udah luar biasa tampan " jawab Ana
" terimakasih " jawab Ana dan Reza bersamaan
" ya udah mba mau susulin Faiz dulu, dia tadi sama paman dan bibi mba, sekali lagi selamat ya cantik " ucap Mita
" iya mba, mba juga cantik banget, Ana aja sampai terpesona lihat mba " puji Ana
" kamu memang si mulut manis ya " ujar Mita yang kemudian berjalan turun dari pelaminan yang di ikuti oleh Bimo.
.
.
" Faiz udah ucapin selamat belum sama tante Ana ?" tanya Mita
" udah mi " jawab Faiz
" paman sama bibi pulang duluan Mit " pamit bibi
" iya bi, hati-hati " jawab Mita
" jangan lupa ajak Bimo sama Faiz kerumah bibi dan paman " ucap bibi lagi
" iya bi, nanti Mita ajak mereka kesana " jawab Mita, paman dan bibi Mita lebih dulu untuk kembali pulang dari acara pernikahan Ana.
" kita pulang juga yu Mit " ajak Bimo
" sebentar lagi " jawab Mita
__ADS_1
" pulang sekarang, ayo kita pamit sama Ana " ujar Bimo menarik tangan Mita dan membawa Faiz dalam gendonganya.
setelah berpamitan mereka pulang kerumah Mita, Mita terlebih dulu membersihkan diri, sedangkan Faiz lebih memilih bersama papinya, setelah selesai Mita keluar dari kamarnya dan berjalan ke dapur untuk mengambil minum.
" loh mba Desi kenapa ?" tanya Mita saat melihat art nya menangis
" anak saya mba, anak saya sakit dan harus di rawat, tapi biaya saya tidak cukup " ucap lirih Desi
" ya ampun mba, kenapa gak bilang sama Mita sih, kalo mba diem aja gimana Mita bisa tau, ya udah mba fokus rawat anak mba aja, Mita bisa kok urus rumah selama Mita disini, mba jaga anak mba sampai bener-bener sehat baru nanti mba balik lagi kerja kesini, dan untuk biaya rumah sakit, mba gak usah pikirin nanti biar Mita yang transferin " ucap Mita
" tapi mba saya udah sering repotin mba Mita, saya gak bisa repotin mba lagi, saya malu " ujar Desi
" udah aah mba, sekarang mba bawa anak mba ke rumah sakit, gak usah pikirin yang lain-lain, seharusnya Mita yang berterimakasih sama mba, udah mau bantuin Mita" ujar Mita
" maafkan saya ya mba, saya ngerepotin mba Mita, kalo begitu saya pulang dulu " ucap Desi dengan tangan yang menghapus air matanya
" iya hati-hati ya mba " jawab Mita.
.
.
Mita masih berada di dapur membuatkan susu untuk Faiz, tetapi tiba-tiba lingkaran tangan kekar di perutnya membuat Mita terkejut.
" bikin apa / lepas " ucap Bimo dan Mita bersamaan
" Mit aku suami kamu ya, masa peluk istri aja gak boleh " ujar Bimo
" aku gak suka, jadi lepasin kak, atau aku siram tangan kakak pakai air panas " ancam Mita dengan spontan Bimo melepaskan tangannya, Mita meninggalkan Bimo yang masih di dapur dengan membawa segelas susu untuk Faiz yang sedang menonton tv.
" sayang minum susunya dulu, habis itu tidur ya " ucap Mita
" terimakasih mami " jawab Faiz sambil meminum susunya dan melanjutkan melihat acara tv, dengan Mita yang menemani Faiz dan sesekali menggangu Faiz.
Bimo datang dari arah dapur membawa beberapa cemilan dan buah potong, lalu di letakkan di atas meja kecil.
" Faiz ayo makan buah ya, aaaa " Bimo menyuapi Faiz
" nah buka mulut mu juga " ujar Bimo mencoba memberi suapan buah untuk Mita
" aku kenyang " ujar Mita menolak suapan Bimo dan mengalihkan tatapannya ke Faiz.
" cuma satu potong buah, gak bakal bikin kamu gendut " ujar Bimo mencoba menggoda Mita
" apa sekarang suka banget debat karna hal kecil juga ?" tanya Mita, Bimo menarik kembali tangannya yang terulur dan memakan buahnya sendiri.
" Faiz sudah waktunya tidur, yuk tidur sama mami " ajak Mita
" iya mi, Faiz juga sudah mengantuk, papi ayoo " ajak Faiz pada Bimo, yang di angguki semangat oleh Bimo.
Mita dan Bimo menidurkan Faiz dengan membacakan dongeng hingga terdengar suara dengkuran halus dari Faiz.
" kakak bisa tidur di kamar sebelah " ucap Mita, yang kemudian mencari posisi nyamannya untuk istirahat.
" iya " jawab Bimo yang mulai beranjak dari kasur dan keluar kamar, Mita pun mulai memejamkan matanya.
Bimo mendudukan dirinya di atas kasur kamar yang bersebelahan dengan kamar yang saat ini di tempati Mita dan Faiz, ada perasaan gelisah dan tidak suka di hatinya saat Mita menjadi perhatian banyak pria, bahkan Bimo lebih dulu mengutarakan perasaannya jika dia cemburu melihat Mita berpenampilan sangat cantik selain untuknya, apakah perasaan cinta untuk Mita sudah benar-benar menduduki posisinya di dalam hati Bimo ? tapi bagaimana dengan Mita yang selalu menghindarinya, menjaga jarak dengannya ? semakin lama di rasakan perasaan itu semakin kuat di hatinya, bahkan Bimo semakin merasa harus memiliki Mita dan hatinya.
Bimo mencoba membaringkan tubuhnya dan sudah beberapa kali dia membolak-balikan posisi tidurnya tetapi sama sekali tidak mendapat posisi yang nyaman, hingga dia memutuskan kembali menuju kamar yang di tempati Mita dan Faiz, di lihatnya Mita dan Faiz yang tertidur dengan sangat nyenyak, tanpa berpikir panjang setelah Bimo mencium kening Faiz, Bimo menggendong Mita ala bridal style dengan pelan-pelan takut membangunkan wanita yang saat ini menjadi kesayanganya, Mita sempat melenguh karna merasa tidurnya terusik tetapi sama sekali tidak membangunkanya, dan Bimo membawanya ke kamar sebelah, setelah merebahkan kembali Mita di kasur Bimo ikut berbaring di sebelah Mita, memperhatikan wajah Mita yang terlihat damai dan lembut hingga akhirnya Bimo terlelap.
**********
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir dan membaca, jangan lupa dukunganya dengan like, komen dan Vote ya temen-temen ❤❤❤