
sesuai yang di janjikan Bimo pada hari minggu Mita, Faiz dan Bimo berkunjung kerumah ayah Mita, dan akan menginap untuk beberapa hari kedepan, kedatangan mereka di sambut oleh ayah Hendra.
" kakek " teriak Faiz saat turun dari mobil dan langsung berada dalam gendongan Hendra
" ayo kita masuk " saat Mita dan Bimo juga sudah bergabung
" Mit gimana keadaan kamu ?" tanya Hendra saat mereka sudah berkumpul di ruang keluarga
" Mita baik yah, ayah bagaimana ?" tanya Mita
" ayah juga baik, apalagi saat bertemu dengan cucu ayah " jawab Hendra
" kamu dan Via bagaimana Bim ?" tanya Hendra
" baik yah, sama hal nya dengan Via " jawab Bimo
" selamat atas kehamilan Via, Bim " ujar Hendra
" Terimakasih yah " jawab Bimo, mereka melanjutkan acara berbincang-bincang dan sesekali membahas tentang bisnis mereka.
" Faiz " panggil seseorang yang baru saja datang entah dari mana.
" om Alif " ujar Faiz
" akhirnya kesini juga om kan kangen banget tau, kamu kangen gak sama om ?" tanya Alif
" kangen apalagi kalo jalan-jalan sama om Alif " jawab Faiz
" abang dari mana ?" tanya Mita
" biasa lah cari hiburan, mumpung waktu luang " jawab Alif
" gak cari jodoh ?" tanya Mita
" ntar aja kalo kamu sudah bahagia, gak mungkin abang bahagia tapi kesayangan abang menderita terus " jawab Alif sambil melirik tajam pada Bimo
" abang kok gitu sih, Mita itu kalo Faiz bahagia pasti bahagia kok " jawab Mita dan Alif hanya mengedikkan bahunya
" Faiz gak lupa jagain mami kan ?" tanya Alif
" enggak dong om, Faiz selalu jaga mami tapi... " ucap Faiz menggantung dan menundukkan kepalanya.
" kenapa ?" tanya Alif
" Faiz kalo sedang sekolah gak bisa jaga mami " jawab nya
" papi juga gak bisa terus jaga mami karna harus jaga mamah Via dan kerja, kenapa papa Wahyu gak di bagi tugas jaga mami juga om ?" tanya polos Faiz
" papa Wahyu sedang kerja di Jepang, ada om Alif yang bantu jaga mami kalo Faiz sekolah kok, jadi Faiz harus jaga mami kalo Faiz sedang bersama mami , oke " ujar Alif
" siap om " jawab Faiz
" abang, Faiz masih kecil ya, jangan berlebihan " ujar Mita mengingatkan
" ya sudah kakek mau istirahat siang, Faiz mau ikut sama kakek ?" tanya Hendra yang di angguki oleh Faiz mereka berdua lalu pergi bersama.
__ADS_1
.
.
" abang dari mana sih tadi ?" tanya Mita lagi
" ada sedikit kerjaan sayang, eeh kamu nginep kan ?" tanya Alif yang kemudian duduk di sebelah Mita.
" iya Mita nginep kok, kerjaan apa ?" tanya Mita
" bisnis sama Arga, abang lupa mau kasih tau kamu, ruko yang waktu itu kamu minta abang urus, semuanya sudah selesai, udah abang renovasi juga, jadi terserah kamu deh tinggal bikin konsep gimana untuk toko kamu, ntar abang bantuin lagi " jelas Alif
dengan mata yang berbinar Mita langsung memeluk kakaknya, dan memberikan satu ciuman di pipi kakaknya " Terimakasih ya bang, abang memang selalu yang terbaik, Mita makin sayang sama abang " ucap Mita yang masih dalam pelukan Alif
" kamu masih aja manja gini tapi abang suka,gak cukup nih bayarannya hanya satu ciuman, di sini dan di sini belum dapat jatah nya " ujar Alif sambil menunjuk pipi sebelah nya dan juga keningnya, Mita tertawa geli namun tetap memberikan ciuman sayang nya pada sebelah pipi dan kening kakaknya.
" ini baru adik abang " ujar Alif juga memberikan kecupan pada pipi Mita.
" eekkhhheemm " Bimo berdehem mengingatkan Alif dan Mita jika dia juga ada di ruangan itu, Bimo merasa tidak suka dengan sikap manja Mita pada kakaknya, dia juga ingin istrinya itu bermanja padanya seperti itu.
Mita dan Alif beralih menatap Bimo yang sudah menatap Mita dengan tatapan tajam, " kak Bimo mau istirahat ?" tanya Mita
" kenapa mata mu? jereng ? " ejek Alif ke Bimo
"kalo mau istirahat kan dia bisa jalan sendiri kekamar sayang " ujar Alif
" iya, tapi aku mau di temani sama kamu " jawab Bimo pada Mita, dan menghiraukan Alif yang nampak kesal dengan keberadaan Bimo
" manja banget kamu, aku masih ada yang mau di obrolin sama Mita " ujar Alif
"tidak tau malu" ujar Alif, " lebih baik pikirkan secepatnya kamu ceraikan Mita" sambung Alif
" ABANG" sahut Mita dengan tatapan tajam pada kakaknya
" tidak akan pernah, dan itu urusan ku dengan Mita, kamu tidak berhak ikut campur " jawab santai Bimo lalu menarik Mita kedalam pelukannya.
" cukup percaya diri, tapi siapa yang tau, aku berhak ikut campur karna aku abangnya" sahut Alif dengan seringaian tipis
" udah, udah kak Bimo mau istirahat ayo Mita temani, abang istirahat juga nanti Mita buatin cumi kesukaan abang " ujar Mita melerai perdebatan dua orang pria yang sudah saling melempar kata-kata pedas, tidak ingin keadaanenjadi semakin panas, Mita segera menarik Bimo menuju kamarnya
" ayo sayang, aku juga sangat merindukan kamu " ujar Bimo memeluk pinggang Mita dengan posesif.
" ck, gak tau malu " kesal Alif yang sudah di tinggalkan Bimo dan Mita.
.
.
" kak Bimo istirahat di kasur aja, aku mau kebawah lagi " ucap Mita
" temani aku Mit " pinta Bimo yang tak rela jika di tinggak istribya kembali bertemu kakak iparnya, mita mengangguk dan duduk di sofa, bukanya merebahkan dirinya Bimo justru ikut Mita duduk di sofa kemudian merebahkan dirinya dan menjadikan paha Mita sebagai bantalan kepalanya.
" kak tidur di kasur sana " ucap Mita
"begini lebih nyaman sayang, atau di kasur tapi kamu harus memeluk ku" pinta Bimo sambil memegangi sebelah tangan Mita yang berada di atas dada bidangnya.
__ADS_1
" kak, saat ini aku mohon mengertilah" jawab Mita dengan lembut menatap suaminya.
" Mit, apa hati mu benar-benar tidak bisa menerima aku sebagai suami kamu atau seenggak nya sebagai papi nya Faiz ?" tanya Bimo
" Mita gak tau kak, terlalu banyak hal buruk yang Mita alami, Mita hanya berharap semoga Tuhan tidak bosan memberikan kesabaran sama Mita, bagi Mita sudah cukup dengan kebahagian Faiz, karna dia satu-satunya harapan Mita " jawab Mita
" dulu aku memang brengsek Mit, aku mengakuinya tapi sekarang aku benar sudah berubah, hanya aku tidak bisa mengendalikan emosi jika melihat wanita yang ku cintai lebih nyaman dengan pria lain " ujar Bimo
" lalu apa hubungannya dengan ku ?" tanya Mita
" aku gak suka kamu dekat-dekat dengan Wahyu, kaerna aku cinta sama kamu, dan perasaan ku ke kamu itu tulus Mit, aku sudah sering ngomong ke kamu Mit, aku harap kamu mau berhenti menjaga jarak mu dengan ku " ucap Bimo
" tolong jangan libatkan cinta dalam hubungan kita kak, Mita akan berusaha untuk bersikap lebih baik, tapi apa kakak bisa berjanji satu hal sama Mita ?" tanya Mita
" berjanji ? apa ?" tanya Bimo
" apa kakak bisa tidak memikirkan hal lain selain fokus membesarkan Faiz bersama, karna Mita juga lelah kalo terus berdebat dan merasa takut, apalagi harus terus bersama kakak ?" tanya Mita
" maksud mu memikirkan hal lain apa ?" tanya Bimo
" Mita tidak mau ada kontak fisik di antara kita kak " ucap Mita
" bukankah itu kewajiban seorang istri, dan apa kamu lupa tiga hari yang lalu kamu kan sampai kelelahan " goda Bimo yang sebenarnya tidak terjadi apapun di antara mereka.
" jangan ingatkan aku, aku katakan sekali lagi dan untuk yang terakhir kalinya, aku belum bisa melupakan perlakuan kasar kakak padaku waktu itu, hal yang sangat menakutkan dan menjijikan bagi ku jika teringat, aku minta maaf jika aku mengingkari kewajiban ku, tapi aku benar-benar masih tidak sanggup menenangkan hatiku, mungkin aku bisa berdekatan dengan kakak tapi untuk hal itu aku mohon " ucap Mita
bimo memgusap keningnya yang basah karna tetesan air mata Mita, dia beranjak bangun dan duduk, memutar tubuh Mita menghadap padanya dan menarik Mita dalam pelukanya tanpa adanya balasan dari Mita yang justru ingin mendorong Bimo agar menjauh.
" aku akan berusaha membuat mu bisa mempercayai aku, tapi aku pun berharap kamu jangan pernah sekalipun memintaku untuk melepas mu, karena kamu sudah menempati hati ku, dan aku tetap akan memperingati kamu jika kamu membuat ku cemburu maka kamu tau akibatnya, jangan marah aku akan selalu egois jika berhubungan dengan kemilikan ku " jelas Bimo
" kamu memang berlebihan kak, kamu jelas tau aku menginginkan kehidupan ku, hidup ku menjadi seperti ini karna kamu, seharusnya kamu jangan egois, aku ingin bahagia, aku ingin bisa melakukan apapun yang aku inginkan " ujar Mita
" kamu bisa melakukan apapun asal dengan ku, dan kamu akan bahagia hanya dengan ku, beri aku kesempatan untuk melakukan itu semua " ucap Bimo yakin.
" aku tidak tau sampai kapan harus bertahan, aku tidak bisa membuka hati untuk kakak, aku ingin kakak melepaskan aku " ucap Mita
" jangan menguji ku Mit, kamu sudah tau jawaban yang akan aku kasih kekamu, lebih baik kita mencoba bersama-sama agar hati mu terbuka untuk " jawab Bimo, namun Mita menggelengkan cepat kepalanya sebagai jawaban bahwa dia tidak setuju dengan perkataan Bimo.
" kak, bisakah jika dua atau tiga tahun lagi sampai Faiz mengerti, lalu ayo kita berpisah ?" tanya Mita dengan perasaan dan hati yang berdebar.
perih sangat perih yang di rasakan hati Bimo seolah ada yang sedang mengiris jantungnya saat mendengar pertanyaan Mita, sedangkan Mita menatap Bimo dengan tatapan sayunya, menunggu jawaban dari Bimo yang juga tengah menatap nya tanpa berbicara.
" kamu mau membalas ku Mit ? saat kamu tau aku sayang dan cinta sama kamu, kamu dengan yakin meminta berpisah ? " tanya Bimo
" enggak, Mita gak ada niatan gitu, Mita sudah bilang sama kakak alasan Mita " jawab Mita
Bimo menyeringai penuh dengan tatapan tajam nya, membuat Mita semakin gugup dan ngeri sekaligus melihat wajah Bimo.
" aku turuti kemauan kamu untuk berpisah, tapi tinggalkan Faiz dengan ku, dan dalam waktu dua tahun yang kamu tunggu berikan aku seorang anak lagi, bagaimana ?" tawar Bimo
Mita membulatkan matanya sempurna menatap Bimo yang masih menyeringai di hadapanya "kamu setuju ?" tanya Bimo lagi tepat di telinga Mita, Mita mendorong dada bidang Bimo hingga wajah mereka berdua saling berhadapan dan hanya berjarak beberapa centi, bahkan Bimo dan Mita bisa saling merasakan hembusan napas mereka masing- masing.
Mita mengangkat tangan sebelah kanannya dengan gemetar menyentuh dan mengusap pipi Bimo dengan lembut dan pelan, tatapan sayu dari matanya tak berkedip menatap Bimo yang juga tidak mengalihkan pandangan dari Mita.
" aku yang sangat keterlaluan dan egois dengan keinginan ku, atau kak Bimo yang memang sangat keterlaluan dan kejam !?" ucap mita dengan bibir bergetar dan di temani buliran air mata, mita memejamkan matanya dan menarik napasnya dengan pelan untuk memhembuskanya dan menarik kembali tangan nya yang menyentuh pipi Bimo, lalu beranjak dari duduk nya dan keluar dari kamar, sedangkan Bimo masih terdiam dengan posisinya yang duduk di sofa.
__ADS_1
Trimakasih untuk setiap dukungan yang kalian berikan, jika berkenan mampir juga yu ke karya aku yang lain