
pagi hari setelah membersihkan diri Bimo tengah bersiap untuk pergi bekerja yang di bantu oleh Via.
" gimana dengan keadaan kamu dan kehamilan kamu sayang ?" tanya Bimo
" baik kok, eeh iya minggu depan jadwal kontrol, kamu mau ikut nemenin apa enggak ?" tanya Via
" kamu kasih tau aku hari apa dan jam berapa ? aku akan luangkan waktu untuk menemani kamu dan calon anak kita " jawab Bimo
" selasa jam dua siang " jawab Via
" aku usahakan ya " sahut Bimo
" Bim, kamu gak pengen ajak Mita kerja di tempat kamu, misal jadi sekretaris kamu gitu agar kalian bisa lebih dekat " ucap Via
" kenapa kamu selalu mendorong aku lebih dekat sama Mita ?" tanya Bimo
" kok kenapa sih !? wajar istri sama suami deket, anggap aja buat menebus kesalahan kamu selama enam tahun lalu saat Mita merawat Faiz seorang diri tanpa kamu " ujar Via
" kamu juga istriku Vi " sahut Bimo
" Bim ayolah jangan bikin aku yang sudah rela membagi cinta kamu sama Mita jadi ragu lagi, aku gak mau kamu buat Mita kecewa lagi, bahkan mungkin rasa sayang aku ke Mita lebih besar dari pada kekamu, karna aku gak bisa bayangkan apa yang terjadi pada Mita terjadi ke aku Bim, aku mau kita bisa saling menerima dan menjaga bersama apalagi sebentar lagi aku bakal punya seorang anak lagi " ucap Via
" terimakasih Vi, kamu mau menerima segala kekurangan ku, masih mau terus bersama ku, semoga saja keluarga kita akan selalu bahagia " ucap Bimo
" Bim tunggu sebentar " ucap Via sambil meraih hpnya
" nih coba kamu liat " ucap Via lagi dengan memberikan hpnya pada Bimo
Bimo menerima hp Via dan melihat kearah layar hp dengan senyum yang mengembang begitu juga Via, Bimo masih memperhatikan foto saat dirinya, Mita dan Faiz tertidur bersama dengan tangan Bimo yang memeluk Faiz dan Mita secara bersamaan, hanya dengan sebuah foto itu sudah sangat membuat Bimo bahagia, apalagi saat mengingat Mita yang membantunya melepas sepatu dan kaos kakinya saat dia belum benar-benar terlelap semakin membuatnya tersenyum.
" udah jangan senyum-senyum sendiri udah aku kirim kok ke kamu " ujar Via
" terimakasih, kamu selalu pengertian " ujar Bimo memeluk dna menghujani ciuman di puncak kepala Via
" aku berangkat kerja dulu " pamit Bimo
.
.
" Mit aku aja yang antar Faiz kamu di rumah aja, nanti aku juga yang jemput Faiz sekalian pulang kerja karna aku hanya menghadiri rapat " ucap Bimo pada Mita yang masih membantu Faiz bersiap untuk berangkat sekolah.
" tadi bang Alif telfon minta aku temani dia ketemu rekan bisnisnya " jawab Mita .
" benar alif bukan Wahyu ?" tanya Bimo, Mita hanya menatap Bimo tanpa menjawab
" ya udah aku yang antar sekalian setelah antar Faiz " ujar Bimo
" aku jam sepuluh kak, biar bang Alif aja yang jemput " jawab Mita
" kalo gitu kasih tau Alif suruh jemput ke kantor ku aja, kamu tunggu di kantor ku " ucap Bimo tegas
" ya udah Faiz yu berangkat " ajak Mita
" kamu gak ganti baju dulu ?" tanya Bimo dan Mita menggeleng
.
.
setelah mengantar Faiz kesekolah dengan terpaksa Mita ikut Bimo ke kantornya, dan lagi-lagi mereka menjadi perhatian para karyawan yang ada.
" kamu udah kasih tau Alif ?" tanya Bimo
" udah " jawab Mita
" Mit mulai minggu depan kamu mau kerja di sini jadi sekretaris aku bantu Andi ?" tanya Bimo
" enggak " jawab Mita
" kenapa ?" tanya Bimo
" gak apapa " jawab Mita lagi
" Mit kalo gak apapa kenapa nolak ? kamu ada alasan ?" tanya Bimo
Mita menatap Bimo dan menghela napasnya, apakah Bimo sama sekali tidak paham dengan penolakanya ? apakah harus di jelaskan secara rinci ?, " Aku gak mau terlalu banyak waktu sama kakak, cukup di rumah dan saat bersama Faiz " jawab Mita
" kenapa gak suka berdekatan dengan suami ? tapi dengan orang lain kamu santai aja ?" tanya Bimo
" kak aku gak mau berdebat ya, lagi pula bukanya kakak mau ada rapat penting aku bisa tunggu bang Alif di sini sendiri " ujar Mita
" masih ada waktu setengah jam lagi, apa kalo Wahyu yang minta kamu jadi sekretarisnya kamu bakal mau ?" tanya Bimo
" KAK " bentak Mita
" mulai minggu depan kamu kerja di sini sama aku " ujar Bimo tegas
" kak, aku nolak bukan karna Wahyu atau hal lain tapi karna aku masih merasa takut jika harus terus bersama kakak sepanjang waktu, selama ini aku bertahan hanya karna Faiz, Faiz yang begitu bahagia setiap kali bisa bersama kakak, bermain, tidur dan melakukan banyak hal yang dia inginkan" jelas Mita
" Mit aku melakukan ini semua agar kita bisa saling mengerti dan menjadi dekat, aku berusaha agar kamu mau menerima aku, sama seperti Faiz " sahut Bimo
" kak aku sudah pernah bilangkan, hati ku belum bisa menerima, mungkin menurut kakak aku berlebihan, tapi selama ini hanya ada rasa takut, kecewa dan marah di hati ku, karna kenangan buruk itu masih benar-benar melekat di pikiran Mita kak, maaf jika aku selalu menjaga jarak dengan kakak, aku mohon beri aku pengertian kakak " ujar Mita sambil menundukkan kepalanya.
" baiklah aku tidak akan memaksa mu, tapi cobalah untuk melupakan dan menerima ku, tunggulah disini aku harus bekerja, jika selesai hubungi aku biar aku yang menjemput mu " ujar Bimo yang di angguki oleh Mita, saat melangkah keluar dari ruangnya Bimo berjalan dengan pikirannya, kenangan buruk ? apa mungkin kejadian enam tahun lalu itu ? dia pasti sangat ketakutan sampai menjadi trauma untuknya, apa yang harus kulakukan jika berhubungan dengan kejadian itu ? lalu kenapa dia bisa bersikap setegar itu ? mungkin benar alsanya satu-satunya hanyalah Faiz.
.
.
__ADS_1
satu jam menunggu akhirnya Alif datang menjemputnya, dan mereka langsung menuju tempat dimana Alif berjanji dengan rekan bisnisnya.
" sayang kamu mau minum apa ?" tanya Alif saat mereka sudah berada di salah satu private room sebuah restoran yang di pilih menjadi tempat bertemu untuk urusan bisnis.
" Mita mau jus alpukat aja kak " jawab Mita
" cemilanya mau apa ?" tanya Alif
" nanti aja " jawab Mita
" selamat pagi " sapa seseorang membuat Alif dan Mita melihat ke arah suara.
" pagi menjelang siang pak " jawab Alif dengan senyum
" maaf saya terlambat " ucap pria yang baru saja datang bergabung dengan Mita dan Alif
" tak apa, silahkan duduk pak " ucap Alif
" sudah lah Lif jangan terlalu formal, kita di luar kantor hanya ada aku, kamu, asisten ku dan .... " ucap pria di hadapan Alif dengan mata yang melirik Mita
" ah iya gue lupa kenalkan dia adik gue, dan hari ini menjadi sekretarisku " ujar Alif
" Arga " ucap nya memperkenalkan diri
" Mita " jawab Mita sambil menerima uluran tangan Arga
" apa kita seumuran ?" tanya Arga
" ya enggak lah, dan adik gw sudah bersuami jadi gak bisa lama-lama salamannya " ujar Alif sambil menarik tangan Mita.
" ck, baru juga kenalan " ujar Arga
mereka berempat mulai membahas bisnis yang akan menjadi proyek untuk kerja sama kedua perusahaan, Alif dengan penuh konsentrasi menjelaskan segala keuntungan, perkiraan dan strategi untuk bisnisnya tetapi Arga seperti lebih tertarik memperhatikan wajah Mita, yang terlihat imut baginya saat Mita sedang fokus, Alif menyadari jika temanya sama sekali tidak memperhatikan dan dia lebih memilih membahas dengan asisten Arga, hingga selesai.
" nyesel gw ngajak Mita ke sini, jelasin panjang-panjang yang di perhatikan istri orang " ucap Alif dengan menyindir Arga.
" abang udah selesai ?" tanya Mita
" udah, kalo mau pulang ayo " ajak Alif
" kenapa gak makan siang sekalian Lif ?" tanya Arga
" gak nafsu gw, mending makan berdua aja sama adik gw " ujar Alif
" gw traktir ya, kita makan siang bareng " bujuk Arga
" gak deh, oh iya kabarin gw kalo lo udah punya keputusan soal bisnis nya, pamit gw " ujar Alif
" ayo sayang, kita tinggalin om-om itu " ajak Alif menarik tangan Mita
" saya duluan pak, permisi " pamit Mita
Arga terus tersenyum hingga mita dan alif tak terlihat di balik pintu, " Zi wajah tampan gini masa iya kaya om-om ?" tanya Arga pada asitenya
Alif, Arga dan Zidan merupakan teman satu angkatan sejak sekolah menengah mereka tetap akrab hingga sekarang dan berhubungan baik.
.
.
" bang anterin Mita ke toko roti ya, hari ini Mita ada karyawan baru, gantiin lala yang berhenti " ucap Mita
" oke, gimana usaha kamu lancar ?" tanya Alif
" begitulah bang, lumayan buat di tabung untuk masa depan Faiz " jawab Mita
" ayah kangen tuh sama kamu, kenapa gak ada jengukin ayah ?" tanya Alif
" mungkin hari minggu nanti ke tempat ayah " jawab Mita
" kamu baik-baik aja kan Mit ?" tanya Mita
" iya " jawab Mita
setelah tiga puluh menit perjalanan akhirnya Mita dan Alif sampai di toko rotinya, mereka berdua turun dan langsung masuk kedalam.
" Ras mana orang yang mau kerja di sini " tanya Mita
" suruh keruangan mba aja ya " ujar Mita
" iya mba " jawab Laras
" selamat siang, saya anita mba yang ngelamar kerja di sini " ucap nya setelah di perbolehkan masuk ke dalam ruangan Mita.
" duduk aja, kenalkan saya mita " ujar Mita
" saya boleh tau umur kamu berapa ? " tanya Mita
" saya dua puluh satu mba " jawab Anita
Mita menjelaskan peraturan kerja di tempatnya, yang di dengarkan oleh Anita dengan penuh konsentrasi.
" jadi mulai besok kamu udah boleh kerja ya, dan semangat ya Nit " ujar Mita
" terimakasih banyak ya mba " ucap Anita
.
.
__ADS_1
" kak, hari minggu boleh aku sama Faiz kerumah ayah ?" tanya Mita yang sudah berada dalam satu mobil dengan Bimo setelah Bimo menjemputnya di toko roti miliknya.
" boleh aku ikut, kita nginep juga gak apapa, nanti bawa aja perlengkapan Faiz " jawab Bimo
" kenapa kakak ikut ? " tanya Mita
" aku juga mau ketemu sama mertua ku Mit " jawab Bimo
" Ehmm " jawab Mita
sesampainya di rumah Bimo, Mita sudah langsung bermain dengan Faiz, dan Maya, sedangkan Bimo menemani Via yang sedang makan di dapur dan tak berselang lama Via dan Bimo bergabung menemani Faiz bermain.
" eh ada apa ?" tanya Mita saat Via dan Bimo duduk di sebelah kiri dan kanannya
" Mita malam ini Faiz boleh tidur sama aku ?" tanya Via
" kakak tanya sama Faiz aja " jawab Mita
" Faiz malam ini mau ya tidur sama mamah ?" tanya Via, Faiz menghentikan permainan dan melihat kearah Mita yang tersenyum padanya.
" boleh gak mi ?" tanya Faiz
" mami gak ngelarang kalo Faiz mau " jawab Mita
" ya udah deh Faiz mau tidur sama mamah Via " jawab Faiz
" yeeyyy, ayoo mandi sore sama mamah juga " ajak Via yang di turuti Faiz
" Bimo juga mau bersih-bersih " yang di angguki dua wanita beda usia.
.
.
" sayang, apa kamu lelah ?" tanya Maya
" enggak tante kenapa ?" tanya Mita
" maafkan mamah, jika mamah bertanya ini, apa kamu bisa memaafkan papah ?" tanya Maya
" apa yang harus Mita maafkan tante ? jika tante membahas tentang perjanjian donor untuk ibu, mita tidak marah, tetapi seandainya saja kalian mengatakan lebih awal sama Mita, mungkin Mita tidak akan merasa kecewa karna telah di bohongi, lagi pula jika Mita marah seperti tidak ada gunanya, tidak akan mengembalikan keadaan seperti semula " ucap Mita
" mamah berharap setelah ini kamu bisa menemukan kebahagian kamu sayang, sekali lagi maafkan kami " ujar Maya
" Mita akan bahagia jika Faiz bahagia tante, Terimakasih kalian semua mau menerima Faiz dan menyayanginya, Mita sangat bersyukur " ujar Mita dengan senyumnya
" seandainya saja sejak awal Bimo tidak bertingkah, mamah yakin saat ini kita semua hidup bahagia " ujar Maya, Mita hanya mampu tersenyum untuk memberikan jawaban pada Maya.
" Mita kekamar dulu ya tante, ada sedikit pekerjaan " pamit Mita
" iya dan istirahatlah " jawab Maya.
Mita berjalan meninggalkan Maya, setelah selesai membersihkan diri Mita memilih mengistirahatkan dirinya dengan duduk di sofa, tidak berselang lama dari duduknya terdengar nada dering dari hp nya.
" halo " ucap Mita setelah menerima panggilan telfon dan menaruh ponselnya di atas nakas dengan volume yang di besarkan.
" hai Mit, kamu apa kabar " tanya orang di seberang telfon nya
" seperti yang kamu tau, kamu dimana yu ?" tanya Mita pada Wahyu
" aku sudah di Jepang, seminggu setelah kepergian tante " jawab Wahyu
" trus kapan kamu balik ke sini ?" tanya Mita
" secepatnya, setelah kerjaan ku selesai, kenapa kamu kangen aku ?" tanya Wahyu
" iya, Faiz juga kadang nanyain kamu sih " jawab Mita
" aku gak percaya kamu aja gak bilang kangen sama aku " ujar Wahyu
" apaan sih yu, udah kamu mending fokus kerja sambil cari jodoh di sana, pulang-pulang bawa calon " ujar Mita
" aku belum bisa mikirin wanita lain selain kamu, dan aku belum bisa membagi cinta sama wanita lain selain kamu " ujar Wahyu
" gak boleh gitu yu, kamu itu tau kan aku sayang sama kamu karna kamu sahabat aku, jangan sampai kita jadi canggung karna kata-kata kamu ya wahyu " jawab Mita
" kamu jangan ngomong gitu mit, bikin aku jadi tambah nyesel tau gak, seharusnya aku dulu bukan dukung kamu nikah sama Bimo " ujar Wahyu
" kamu gak perlu nyesel karna Mita sudah menikah dengan orang yang tepat " sahut Bimo dari belakang Mita yang entah sejak kapan sudah ada di dalam kamarnya.
" kak Bimo " ucap mita terkejut
" hahhaha .... hai Bim apa kabar ? " sapa Wahyu
" sangat baik, apalagi sekarang di temani istri yang sangat manis " jawab Bimo dengan menatap Mita tajam, entah kenapa Mita merasa gugup dengan detak jantung yang semakin cepat saat Bimo menatapnya.
kkyyaaaaaaaa......
teriak mita yang terkejut saat bimo mengangkat tubuhnya dan memposisikan Mita duduk di atas pangkuan Bimo, Mita mencoba berontak tetapi lingkaran tangan Bimo sangat kuat melilitnya.
" Mit ada apa ?" tanya Wahyu di seberang sana
" aku hhmppphhmpppp " suara Mita tertahan karna Bimo membungkam bibir Mita dengan tangannya.
" sory brother kami hanya ingin menikmati waktu kami berdua " sahut Bimo dengan senyum devilnya
" oke baiklah, nikmati waktu kalian berdua selagi bisa " jawab Wahyu dan memutuskan panggilan telfon.
" maaf panggilan ya terputus sama halnya dengan acara kangen-kangenan kalian berdua " ujar Bimo dengan wajah yang terus memperlihatkan senyum devilnya.
__ADS_1
**********
terimakasih sudah mampir membaca jangan lupa untuk memberikan dukungan 😊