Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
restu


__ADS_3

alif, mita, wahyu dan arga masih berkumpul di rumah mita sedangkan hendra memilih untuk beristirahat siang, mereka berbincang dengan sesekali bercanda dan terkadang berdebat kecil tentang hal yang tidak penting.


" jadi kak arga client yang waktu itu mita datengin sendirian dan pas aku mau protes ke bang alif ternyata yang di kursi justru kak arga " tanya mita


" iya, abang sengaja aja biar kamu dapat hiburan " sahut alif


" loh kamu udah sering ketemu dia mit ?" tanya wahyu


" enggak / sering " jawab mita dan arga bersamaan


" yang di tanya siapa yang jawab siapa " ujar wahyu


" lagian bukan urusan kamu kan mita mau ketemu dan jalan sama siapa " ucap arga


" bodo amat, mita cuma punya aku " sahut wahyu


" gak usah terlalu yakin " sahut arga


" kalian berdua apaan sih, udah pada tua juga debat kaya ABG puber " ucap mita


" wajar sih, aku kan gak mau sampe kamu ketempelan makhluk kaya dia mit, aku tu sayang sama kamu jadi mesti jagain kamu " sahut wahyu


" sialan, kamu kira aku makhluk astral, denger ya alif aja gak ribet kaya kamu buat aku ngedeketin mita" jawab arga


" kalian masih debat, aku tinggal tidur sama ayah ya " ancam mita


" jangan dong, aku kan lagi berjuang " ucap arga dengan tangan yang berusaha meraih tangan mita namun di tepis kasar oleh wahyu yang siaga nya melebihi pak satpam komplek perumahan.


" jaga ya tu tangan kalo masih mau di tempat nya " cetus wahyu dan mita hanya menggelengkan kepalanya.


" kalian berdua gak bakal bisa deketin mita kalo gak ada restu daru GUE " ucap alif dengan senyum menyeringai penuh


" abang juga apaan sih, mending pikirin masa depan abang, dari pada ribet ngurusin restu " sahut mita dengan kesal

__ADS_1


suara dering panggilan telfon mengalihkan perhatian mereka pada alif yang dengan cepat merespon panggilan dan mengambil jarak dari tiga orang yang alif yakini akan menggangunya saat menerima telfon.


setelah selesai menerima telfon alif kembali bergabung dan mereka kembali berbincang-bincang.


.


.


berbeda dengan bimo yang saat ini sedang menunggu kepastian jawaban dari ryan mengenai perceraian nya dulu dengan mita.


" pah, kenapa sampai sekarang bimo belum menerima, akta cerai resmi ?" tanya bimo


" apa perlu, kalian sudah jelas berpisah " jawab ryan


" tapi bimo belum mengatakan talak, dan bimo sebenarnya tidak pernah setuju " sahut bimo


" sudah lah lupakan mita,semua nya sudah beres dengan papah yang mengurusnya, kamu pikirkan saja keluarga mu " ujar ryan


bimo meninggalkan rumah yang di tempati oleh kedua orang tua nya dan mengemudikan mobilnya menuju rumah yang di tempati oleh via.


" vi apa kamu sibuk ?" tanya bimo saat melihat via sedang memainkan hpnya


" kamu pulang ? aku gak sibuk " jawab via


" dimana jihan ?" tanya bimo lagi


" bersama susternya " jawab via


" apa yang kamu lakukan di rumah vi ?" tanya bimo


" aku dari rumah mita bim, aku mengajak jihan, seperti yang kubayangkan mereka cepat akrab, bahkan jihan sangat manja dengan mita " ucap via


" benarkah?, itu bagus jika saja dapat mengobati sedikit rindu mita pada faiz " jawab bimo " mita sangat baik jadi dia bisa dengan mudah menerima jihan " sambung bimo

__ADS_1


" aku juga mengatakan pada mita agar kembali dengan mu bim " ucap via sedikit ragu


" apa yang kamu lakukan vi, kenapa kamu mengatakan itu pada mita, apa kamu mau membuatnya semakin rumit lagi ?" tanya bimo


" bukan, aku hanya ingin membantu mu agar kalian bisa bersama, aku lelah dengan keadaan dan posisi ku bim, maaf kan aku jika aku mengeluh, tidak ada yang menginginkan aku dalam keluarga ini " ucap via


" apa jawaban mita ?" tanya bimo dan via pun menceritakan semua percakapan nya dengan mita tanpa kecuali


" lalu apa kamu puas setelah mendapat jawaban dari mita vi ?, apa jawaban mita sesuai dengan keinginan mu ?, sudah ku katakan jangan ikut campur dalam masalah ku dengan mita, aku yang akan memutuskan, kenapa kamu sulit sekali untuk diam sebentar, atau kamu memang ingin benar-benar berpisah dengan ku via ?" cerca bimo pada via


" aku... aku... tidak tau bim, aku bingung dengan perasaan ku, aku merasa bersalah, tapi aku juga masih memiliki cinta padamu, akupun menyayangi mita bim, jika saja dulu aku tidak menyarankan pada papah dan mamah untuk memaksa kalian menikah dan memanfaatkan keadaan tante dini, mungkin faiz masih bersama kita bim, aku yang bersalah disini" ucap via dengan rasa takut


" lebih baik mulai sekarang kamu pikirkan saja bagaimana merawat jihan dengan baik " ucap bimo tegas dan tanpa kata lagi meninggalkan via yang masih terdiam.


" aku pantas untuk di benci bim, aku pantas " ucap via di sela tangisnya.


***********



hai teman-teman aku mau memperkenalkan cerita baru aku, karna cerita izinkan aku bahagia hanya tinggal beberapa eps saja, maaf jika dalam cerita ini masih banyak kesalahan bahkan ada yang bilang jika tidak nyambung, tapi aku menerima kritik dari kalian.


" lembaran cerita cinta " akan menceritakan perjuangan seorang gadis yang sempat menjadi pengganggu dalam hubungan orang lain dan karna suatu kejadian dia memutuskan untuk merubah hidupnya, namun kepercayaan dari orang yang sangat di cintainya sulit untuk di dapatkanya.


mau kah kalian juga menemani aku membantu gadis itu berjuang ?


*****


terimakasih buat teman-teman pembaca, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, coment dan vote ya 😘


jika berkenan klik bintang yang ada di depan dan berikan rate kalian untuk cerita ini, satu lagi hati kalian harus ❤ seperti ini ya agar selalu tau ketika cerita ini sudah di up.


salam sayang dari aku untuk kalian 😘😘

__ADS_1


__ADS_2