
setelah selesai dengan segala aktifitas paginya, mita keluar dari kamarnya dan menuju dapur, mita membuat sarapan nya sendiri karna bi Tini sedang meminta izin untuk menjenguk keluarganya di kampung.
saat sarapan sudah siap, mita membawanya kemeja makan, dan bersiap untuk menyantapnya.
ting tong.....
suara bel pintu rumah berbunyi, membatalkan niat mita yang akan memasukkan sesuap makanan kedalam mulutnya, dan beranjak dari duduk untuk melihat si tamu yang datang.
" hai mit " sapa seorang pria dengan senyum lebar yang menampilkan deretan gigi putihnya
" masuk yu " ajak mita
" kamu lagi apa ?" tanya wahyu
" mau sarapan tapi kamu ganggu " ucap mita sambil duduk di kursi
" kamu sendirian ?" tanya wahyu
" enggak, aku sama kamu " jawab mita sambil menikmati sarapanya
" bagi dong, aku juga belum sarapan " ujar wahyu
" ngapain kesini pagi-pagi, belum sarapan ?" tanya mita sambil menyuapkan sesendok makan kepada wahyu
" enak, aku ada yang mau di omongin sama kamu " ujar wahyu
" ya udah ngomong aja " sahut mita
" selesaikan sarapan aja dulu " jawab wahyu sambil beranjak menuju dapur membuat susu hangat.
setelah selesai sarapan wahyu mengajak mita untuk ke ruang keluarga yang ad di rumah mita " kamu kerja hari ini ?" tanya wahyu
" besok deh kayanya, soalnya masih ada beberapa hal yang mesti aku siapin buat kerja di perusahaan om ryan " jawab mita
" mit, aku mau ngomong serius nih " ucap wahyu yang di angguki oleh mita
" maaf tapi kamu jangan tersinggung, jangan marah,dan apapun jawaban kamu nanti aku bakal terima " ujar wahyu
" apaan sih? kok sampai begitu nya kamu yu ?" tanya mita
" mit, Nikah sama aku ya ?" tanya wahyu dengan gugup
" coba ulangin ?" pinta mita
" Nikah sama aku ya ?" ulang wahyu dengan perasaan semakin gugup, mita terdiam menatap wahyu, semakin membuat wahyu gelisahenanti jawaban.
" kamu, lagi becandain aku ya yu ?" tanya mita dengan terus menatap wahyu
" enggak, aku serius, aku mau kamu nikah sama aku, aku gak harus bilang tentang perasaan aku yang jelas udah kamu tau sejak dulu kan mit ? mau ya nikah sama aku ?" tanya wahyu
" aku harus jawab apa yu ?" tanya mita dengan polos nya, sekita wahyu mendelik dan tersenyum melihat wajah mita yang menurut nya menampilkan ekspresi lucu.
" jawab iya aja ya, jawab kalo kamu mau nikah sama aku aja " ujar wahyu setengah mengulum tawa nya.
__ADS_1
" tapi aku belum berani yu, aku masih takut, baru satu setengah tahun yang lalu aku mengalami hal buruk yu " jawab mita
" apa yang paling membuat kamu takut mit ?" tanya wahyu
" aku ... aku takut kehilangan yu, aku takut di perlakukan kasar, aku takut saat aku di bentak yu, dan aku takut perhatian yang berlebihan sampai kearah posesif dan membuat cemburu yu, semua itu tidak membuat ku nyaman yu " ucap mita dengan tatapan kosong lurus kedepan.
wahyu diam menatap lekat pada mita, hal yang ditakutkan mita membuatnya teringat masa lalu, jika saja orang itu bisa mengontrol emosi mungkin tidak akan meninggalkan bekas yang begitu menyakitkan bagi wanita di hadapanya saat ini.
" aku ngerti walau gak semua nya aku ngerti mit, aku juga gak akan maksa kamu kok, tapi kalo boleh aku minta kamu pikirin mit, karna kita juga udah kenal lama kan ?" ucap wahyu
" yu, kamu serius mau nikahin aku ? kamu tau masa lalu aku kan ? aku bukan orang yang pantas buat kamu yu, banyak hal yang tidak akan kamu dapat dari aku yu " ucap mita
" aku gak perlu alasan apapun untuk mencintai kamu mit, aku ingin kita bisa terus bersama, sejak dulu kamu itu sama berharga nya seperti hidup aku mit" jawab wahyu
" jangan berlebihan yu, aku pikirin deh, tapi aku gak bisa ngasih jawaban cepet, aku mesti bener-benar ngeyakinin hati aku dulu, aku masih bener-bener takut yu " jawab mita
" serius kamu mau pikirin aku sama permintaan aku mit ?, kenapa gak jawab sekarang langsung sih?" tanya wahyu
" kalo aku jawab sekarang, kamu yakin yu ?" tanya mita
" enggak, enggak kamu pikirin aja dulu, tapi jangan terlalu di paksa ya, aku gak mau sampe kamu sakit kepala kalo kecapean mikirin aku " ujar wahyu dengan senyum cerah di wajah nya
" aku bukan abg ya yang bisa kamu gombalin " sahut mita yang membuat wahyu terkekeh
" ya udah, aku pergi dulu ya, mau ke resto " pamit wahyu
" iya hati-hati " jawab mita.
.
.
" saya gak suka ya pak dipaksa-paksa buat nemenin bapak makan siang lagi kalo bapak jadiin saya tameng buat perempuan-perempuan yang bapak kadalin di luar sana" kesal ita
"beruntung dong kamu saya pilih buat nemenin makan siang, gak usah sok marah " sahut alif
" beruntung bapak bilang, kalo saya dapat runtuhan berlian baru saya beruntung, lah ini musibah, bapak tau gak nanti bakal terjadi apa sama saya ?" tanya ita dengan kesal
" apa yang terjadi sama kamu bukan urusan saya " sahut alif santai
" nih ya saya kasih tau, pertama kali bapak jadikan saya tameng besok ya saya di labrak sama mantan bapak yang dandananya kaya ondel-ondel, kedua kalinya bapak jadikan saya tameng lagi saya hampir kena tampar sama perempuan yang kalo pake baju kekurangan bahan, dan ini yang ketiga kalinya bisa-bisa saya di penggal sama mak lampir tadi " ujar ita penuh emosi
" ya itu derita kamu lah, anggap aja latihan mental " sahut alif, " tapi kamu kalo lagi marah lucu juga ya, saya jadi gemes " ucap alif sambil mencubit pipi ita
" ooh, jadi sekarang mita udah ada saingan " ucap mita dari belakang tubuh alif
" mbak / mita " ucap ita dan alif bersamaan
mita mengangguk-anggukkan kepalanya,, dengan wajah yang di buat cemberut, " kenapa kalian gak suka liat aku disini ?" tanya mita
" ah.. eh enggak kok mba, saya permisi kedalam duluan mba " ucap ita tanpa menunggu persetujuan alif dan mita langsung melangkah dengan cepat.
" jadiiiii .....?" tanya mita dengan tatapan mata menyelidik
__ADS_1
" apaan?, tetap kamu kok kesayangan abang yang paling bikin gemes " ucap alif dengan merangkulkan sebelah tangan nya kepundak mita.
" mita gak yakin, sepertinya posisi mita bakal tergeser sebentar lagi " sahut mita
" gak bakalan, apapun itu kamu tetap paling kuat di hati abang " ucap alif
" udah lah mita mau masuk, abang pergi sana " usir mita
" lah kenapa abang yang diusir sih mit ?" tanya alif
" abang kan mesti balik kerja, jangan kelamaan disini, yang ada ntar ita gak konsen kerjanya abang gangguin " ujar mita
" iya, ya udah abang balik kekantor dulu " ucap alif sambil memberikan ciuman sayang nya pada kedua pipi mita dan kening adiknya
" hati-hati bang " ucap mita saat alif sudah berada di dalam mobilnya sedangkan mita kembali keniat awalnya untuk masuk kedalam toko rotinya.
setelah selesai dengan segala pekerjaan nya di toko roti mita memutuskan untuk kembali pulang, saat melangkah kaluar dari ruangan nya mita melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya menunjuk angka lima sore.
" masih sempat " gumam mita
" ta, ras, titip toko ya mba pulang duluan " ucap mita saat berada di dekat meja kasir
" iya mba pasti " jawab ita dan laras bersamaan
" titip abang aku juga ya" ucap mita menggoda ita
" hah " jawab ita yang di tinggalkan mita berjalan keluar toko.
" hayoo loh, ada yang bakal jadi sodara nih bentar lagi " goda laras yang berada di samping ita
" apaan sih kamu kok ikut-ikutan mba " ucap ita kesal namun pipinya bersemu merah karna malu
" bhhahahaa pipi mu udah kaya tomat, di godain sama mba mita, aku doa in deh semoga lancar sampai jodoh " ujar laras menambah kesal ita
" gak mau ya mba " jawab ita dengan wajah kesalnya.
.
.
" selamat sore anak mami " sapa mita saat sampai di depan makan faiz
" maaf mami baru datang, karna mami cukup sibuk, mami jadi jarang perhatikan faiz, sebentar lagi ulang tahun kamu yang ke delapan sayang, kamu baik-baik di surga sana ya, jangan lupa kamu sudah janji selalu jagain mami, jadi kamu harus selalu awasin mami dari atas sana sama nenek kamu " ucap mita
" mami kangen peluk kamu, hiks...hiks..."
" maaf bukan maksud mami mau nangis, tapi mami bener-bener kangen kamu, kamu gak ada disini, mami kesepian gak ada kamu, kenapa kamu tega sama mami ? kamu tau kan mami sayang banget sama kamu " ucap mita dengan terus terisak.
kehilangan seseorang yang kita cintai tidak akan pernah benar-benar hilang dari ingatan, walau terkadang di memori kenangan bisa pudar namun di hati akan tetap terasa sama sakit dan perih nya, bukan karna tidak bisa mengikhlaskan, namun kenyataan tidak dapat di pungkiri rasa sedih akan selalu menghampiri si pemilik hati, sama hal nya dengan yang sedang di rasakan mita, saat dia harus kehilangan satu-satunya harapan untuk hidupnya mungkin dia terlihat baik-baik saja namun siapa yang akan tau bagaimana kondisi hatinya selain dia dan Tuhan.
" mita " sapa seseorang
mita menghapus air mata nya dengan cepat dan mendongakkan kepalanya kesamping menatap seorang yang juga sedang menatap nya dengan ekspresi yang sama sedih nya.
__ADS_1
" kak, bimo "