
" Mita " sapa seseorang
Mita menghapus air mata nya dengan cepat dan mendongakkan kepalanya kesamping menatap seorang yang juga sedang menatap nya dengan ekspresi yang sama sedih nya.
" kak, Bimo " ucap Mita
" apa aku menggangu mu ?" tanya Bimo, Mita menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
" kamu sudah lama Mit ?" tanya Bimo
" belum kak " jawab Mita
" maaf, kita harus berada dalam situasi seperti ini karna keegoisan ku " ucap Bimo
" Heemm, kamu memang harus lebih bisa mengendalikan emosi mu kak " sahut Mita
" aku sangat merindukan faiz, aku sering kesini, tapi baru kali ini bertemu dengan kamu Mit " ucap Bimo
" tentu, aku juga kangen dia, dan mana ada orang tua yang tidak merindukan anak nya, hiks...hiks...., " ucap mita
" aku tidak lagi bersama faiz kak, apa yang harus kulakukan saat aku kangen sama dia? hati ku benar-benar kosong kak, kenapa takdir begitu jahat padaku kak? kenapa kak ? sebentar lagi seharusnya faiz berulang tahun yang ke delapan, sehadusnya dia sudah mengenakan seragam sekolah dasar, tapi semua hanya menjadi angan ku kak? "
" apa salah jika aku mengeluh kak ? apa aku salah jika aku sulit untuk menerima keadaan ini ? dan kenapa Tuhan membiarkan ingatan pahit itu terus tersusun rapi ke kepala ku ? kenapa hati ku tidak bisa terbuka dengan mudah ? hiks...hiksss..."
" aku lelah dengan keadaan ini kak, aku benar-benar tidak sanggup, aku bahkan tidak mengerti kenapa Tuhan masih memberiku kesempatan untuk bertahan, seharusnya Tuhan menghapus segala ingatan ku kak " racau Mita dengan terus menangis, dengan sesekali memberi pukulan pada dada bidang Bimo yang memeluknya erat, bahkan Bimo ikut menangis dengan menahan isakan nya.
" tenanglah,jangan menambah beban di hati mu dengan memikirkan yang sudah tidak dapat kita jangkau, aku mohon tenanglah " ucap Bimo sambil mengusap kepala bagian belakang Mita
" Mit, jangan menangis lagi, kasian Faiz jika melihat kamu begini, lebih baik kita pulang sekarang, lain waktu kita kesini lagi " bujuk Bimo
" maaf aku menyusahkan mu kak, pulang lah aku masih ingin di sini sebentar lagi " ucap Mita sambil melepas pelukan Bimo dan kembali berjongkok di samping makam Faiz.
" baiklah, aku akan menunggu mu di mobil " ujar Bimo, Mita menganggukan kepala nya sebagai jawaban.
di mobilnya Bimo kembali meneteskan air mata, mengingat ucapan -ucapan Mita tadi, rasa penyesalan semakin besar di hatinya, bahkan rasa sakit itu sama sekali tidak pernah pudar dari tempat nya, jika saja Bimo dapat kembali kemasa lalu, dia tidak akan mensia-siakan kesempatan yang di milikinya.
.
.
tiga puluh menit berlalu Mita dan Bimo sedang berada di salah satu cafe, mereka saling diam tanpa bicara, hingga Mita akhirnya memutuskan untuk berbicara lebih dulu.
" kak, bagaimana kabar Jihan ?" tanya Mita
" dia baik, aku dengar kalian baru bertemu dan sangat dekat " ucap Bimo
" iya dia sedikit mirip Faiz, mudah untuk menerima kedatangan orang baru " ucap Mita
" kalian sempat bersama, tidak mungkin kalian akan sulit untuk akrab " ujar Bimo
" kak, Wahyu hari ini mengatakan keinginannya agar aku mau menikah dengan nya, tapi-----"
" apa kamu menerimanya ?" tanya Bimo memutus ucapan Mita dengan tatapan mata tajam
" aku belum memberi jawaban, tapi aku tidak bisa membuat nya kecewa " jawab Mita
" kenapa apa kamu juga memiliki perasaan pada Wahyu ?" tanya Bimo
" aku menyayangi nya karna dia sahabat ku, perasaan itu tidak pernah lebih sejak dulu" jawab Mita
" kenapa harus Wahyu, kenapa tidak pria lain saja ?" tanya Bimo yang tanpa di sadari Mita sedang mengepalkan kedua tangannya menahan sesak saat wanita yang di cintainya di lamar pria lain.
__ADS_1
" entahlah kak, aku masih tidak memikirkan apapun " jawab Mita
" maaf tapi aku belum bisa membiarkan kamu menikah lagi jika aku belum menerima akta perpisahan kita " ujar Bimo dengan nada tegas
apa yang di katakan Bimo benar setelah dia kembali dari Jepang ayah dan Alif tidak pernah mengatakan apapun tentang perceraian nya dengan Bimo hanya mengatakan jika mereka sudah berpisah, tanpa ada pembahasan yang secara menyeluruh, Mita harus mencari tau semua nya, dia hrus benar-benar yakin jika dia sudah berpisah dari Bimo, Mita tidak mau masih ada ikatan antara dia dan Bimo yang membuatnya sulit untuk bergerak.
" aku permisi pulang duluan kak " ucap Mita
" aku antar ?" tawar Bimo
" enggak usah, aku kan bawa mobil " jawab Mita
" apa kita masih bisa bertemu lagi ?" tanya Bimo
" entah lah, aku berharap kita tidak ada urusan lain lagi kak " jawab Mita
" tidak bisa kita masih harus bertemu Mit " ucap bimo
" aku permisi kak " ucap Mita enggan menjawab perkataan Bimo
" baiklah, berhati-hati lah " ucap Bimo dengan lembut dan penuh perasaan cinta nya.
.
.
sesampainya dirumah setelah membersihkan diri Mita merebahkan diri di kasur empuknya dan mencari posisi paling nyaman.
" aku harus memberi jawaban apa sama Wahyu? apa perlu aku tanya abang ? "
" Wahyu memang baik dan selalu mengerti, tapi aku akan sangat egois jika menerimanya, dia berhak mendapatkan seorang gadis yang sesuai dan pantas dengannya"
ddrrttt.....drrttt.....
suara hp Mita memberitahukan jika ada pesan yang masuk ke aplikasi chat nya.
Wahyu : sudah tidur ?
Mita : belum, kenapa ?
Wahyu : kangen aja
Mita : aku tadi dari makam faiz dan ketemu kak Bimo
setelah pesan Mita terkirim, Wahyu tidak lagi membalas pesan Mita tetapi justru melakukan panggilan suara
" kenapa?" tanya Mita
" kamu ketemu Bimo kenapa baru kasih tau aku sekarang ?" tanya Wahyu
" kami ketemu kebetulan Yu, trus kak Bimo ngajak ke cafe sebentar dan aku pulang " ujar Mita
" apa yang kalian obrolin ?" tanya Wahyu
" aku cerita sama dia kalo kamu ngajak aku nikah " ucap Mita
" trus apa jawaban Bimo apa ?" tanya Wahyu
" gak ada jawab apa-apa, dia cuma bilang kenapa harus Wahyu " jawab mita
" kamu jawab apa ?" tanya Wahyu
__ADS_1
" kamu kok nanya terus sih Yu ?, emang kenapa sih ?" tanya Mita
" ya aku penasaran aja " sahut Wahyu
" aku bilang kalo aku sayang sama kamu" ujar Mita
" Syukurlah " sahut Wahyu
" udah ya aku mau tidur ngantuk banget " ujar Mita
" aku temenin ya ? " tanya wahyu
" jangan kaya abg gitu deh Yu, kita itu sudah tua " ujar Mita sambil mematikan sepihak panggilan telfon nya.
" ya Tuhan bantu aku untuk berdamai dengan hati ku" gumam mita sebelum tertidur.
.
.
BIMO POV
setalah pulang dari makam Faiz dan cafe Bimo memilih ke apartemennya, membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.
Bimo termenung mengingat harapan yang Mita ucapkan tentang Faiz dan cerita tentang Wahyu yang memintanya untuk menikah dengan Wahyu.
Bimo tidak mampu lagi menahan rasa sesak di dalam hatinya, dia melampiaskan kekesalannya dengan memukul dinding kamar nya hingga tangannya terluka dan berdarah.
" Tuhan, apakah aku akan benar-benar kehilangan dia?, hiks..." teriak Bimo
" tolong beri aku kesempatan Tuhan " teriak Bimo lagi dengan menahan tangisnya.
suara dering dari hp Bimo berulang kali berbunyi namun Bimo selalu mengabaikannya, dia lebih sibuk dengan meratapi perasaanya yang saat ini sedang membuatnya semakin frustasi dan terpuruk, rasa sakit hati berpisah dengan wanita yang di cintai, rasa penyesalan karna kesalahannya.
Bimo mengusap air mata nya dengan kasar, dan meraih hpnya saat melihat layar hp bahwa Via sedang berulang kali menghubunginya membuat Bimo memilih menonaktifkan ponselnya.
sekali lagi Bimo melayangkan pukulanya pada dinding kamarnya yang mengakibatkan luka di tanganya semakin parah dan semakin banyak darah yang keluar.
Bimo kembali memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah lelah melampiaskan kekesalannya, tanpa mengobati luka di tangannya, dengan terus menggumamkan nama Mita dan Faiz hingga dia tertidur.
emosi lebih sering membawa hasil yang di luar nalar, namun besarnya rasa cinta terkadang menjadi sangat menyakitkan bagi sebelah pihak, hingga menyebabkan semua hal yang baik menjadi hal yang buruk bahkan tak di inginkan, penyesalan akan datang tepat pada waktunya setelah semua kesalahan terjadi tanpa jeda, memperbaiki tidak akan mudah namun jika tidak di coba maka akan menjadi kenangan pahit untuk selamanya, maka terimalah hasil dari usaha yang di lakukan.
*********
terimakasih buat teman-teman pembaca, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, coment dan vote ya 😘
jika berkenan klik bintang yang ada di depan dan berikan rate kalian untuk cerita ini, satu lagi hati kalian harus ❤ seperti ini ya agar selalu tau ketika cerita ini sudah di up.
salam sayang dari aku untuk kalian 😘😘
******
temen-temen yu baca juga cerita baru dari aku, karya ke 2 yang aku tulis.
lembaran cerita cinta, akan menceritakan perjuangan seorang gadis yang sempat menjadi pengganggu dalam hubungan orang lain dan karna suatu kejadian dia memutuskan untuk merubah hidupnya, namun semuanya tidak mudah untuk di dapatkan.
mau kah kalian juga menemani aku membantu gadis itu berjuang ?
Aku nulis cerita untuk hiburan kalian, dan kalian bantu aku dengan vote cerita yang aku tulis.
__ADS_1