Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
rasa bersalah


__ADS_3

setalah seminggu lalu Mita, Faiz dan Bimo bertemu, membuat Mita lebih ketat dalam menjaga anaknya, walaupun Bimo mengatakan tidak akan mengambil Faiz tetapi tetap saja dia merasa perlu lebih dekat lagi dengan anaknya.


hari ini Mita menyempatkan untuk menjemput Faiz di sekolahnya, saat sudah sampai dan Mita keluar dari mobilnya dia juga melihat seseorang yang tengah berdiri menunggu Faiz, tak lama berselang Faiz keluar dari gerbang sekolahnya dan berlari kearah orang itu.


" Papiiii...." teriak Faiz sambil berlari, membuat Mitapun spontan berlari ke arah Faiz dan Bimo


" Faiz " ucap Mita menatap Bimo dan Faiz bersamaan.


" mami " ucap Faiz


" yu kita pulang " ajak Mita


" tapi Faiz baru ketemu papi, mi, Faiz mau makan bareng papi boleh ?" tanya Faiz, Mita menatap Faiz dan Bimo secara berganti, Bimopun menatap Mita seakan meminta izin.


" kamu ikut kita aja makan siang sekalian yu " ajak Bimo


" yuk mi kita makan Faiz lapar " ujar Faiz, yang di angguki oleh Mita, karna bagaimanapun Mita tidak berhak terlalu mengekang anaknya untuk bertemu dengan ayahnya.


setelah makan siang bersama Bimo mengajak Faiz dan Mita pergi kesalah satu mall yang ada di kota besar ini untuk berbelanja.


" Faiz kamu coba yang ini sayang " suruh Bimo setelah memilih beberapa pakaian.


" iya pi " jawab Faiz


" kalo kamu ada yang disukai kamu pilih aja Mit " ucap Bimo pada Mita yang sejak tadi duduk memperhatikan interaksi keduanya, di dalam hatinya Mita cukup lega akhirnya Faiz mau mengerti dan menerima ayahnya walaupun di hatinya terselimuti rasa takut.


" terimakasih" jawab singkat Mita


" Mita apa bisa lusa kita bertemu tanpa Faiz ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu " tanya Bimo


" aku gak bisa, dan kayanya di antar kita gak ada yang perlu di bicarakan kak, sudah jelas semuanya " jawab Mita


" aku ada yang mau di bicarakan sama Via juga, jadi tolong luangkan waktu ya " pinta Bimo, Mita menatap Bimo bingung, apa yang akan mereka bicarakan ? kenapa dengan kak Via juga ? apa mereka ingin mengambil Faiz darinya ? pikiran-pikiran seperti itu yang saat ini ada di kepalanya.


" apa kamu berencana mengambil Faiz dari ku ?" tanya Mita dengan terus menatap Bimo


Bimo diam dan menatap Mita " enggak aku hanya ada hal yang mau di bicarakan dan Via juga ingin bertemu dengan mu, kamu jangan khawatir Mit " jelas Bimo


" mami , papi " panggil Faiz yang sudah siap dengan baju yang di cobanya


" wah anak papi tampan " puji Bimo


" mami kenapa diem ? apa papi bikin mami sedih ?" tanya Faiz pada Mita tanpa menghiraukan Bimo yang memujinya


" mami gak papa sayang, mami hanya lelah " jawab Mita

__ADS_1


" mami tunggu sebentar, Faiz ganti baju habis itu kita pulang " ucap Faiz yang langsung berlalu keruang ganti menukar pakaianya.


" Faiz sangat menyayangi mu ya, dan sebagai seorang laki-laki dia sangat pengertian " puji Bimo dan Mita hanya diam mendengarkan tanpa minat menjawab.


" ayo mi, kita pulang, papi Faiz pulang sama mami " ujar Faiz yang kemudian menarik tangan Mita untuk berjalan,


.


.


.


setelah makan malam dan menidurkan Faiz, Mita kembali ke halaman belakang rumah orang tuanya, cukup lama dia melamun hingga tak mendengar panggilan Alif.


" Mitaaaa " teriak Alif yang membuat Mita terkejut


" aaiiisshh abang kenapa sih " sewot Mita


" dari tadi juga udah di panggil gak jawab-jawab, kamu kenapa ?" tanya Alif


Mita menatap kakaknya dan menghembuskan napas kasar " Mita ketemu sama Bimo bang, dan dia juga ketemu sama Faiz " ucap Mita lesu


" lalu ?" tanya Alif


" Faiz memang harus tau siapa ayahnya, tapi kalo Bimo mau rebut Faiz dia harus melawan abang dulu, dan kamu baik-baik ajakan Mit ?" tanya Alif


" Mita baik-baik aja bang, Mita hanya takut tentang Faiz bang " ucap Mita dengan mata yang sudah berkaca-kaca


" udah kamu jangan terlalu khawatir ada abang yang jaga kalian berdua " ucap Alif


" udah ayo istirahat " ajak Alif yang di angguki oleh Mita.


.


.


.


Mita telah duduk bersama dengan Bimo dan Via di salah satu cafe di dekat tempat tinggal Mita, perasaan cemas dan khawatir Mita simpan rapat di dalam hatinya mencoba menampilkan ketenangan sebisa mungkin.


" jadi ada apa kalian berdua meminta untuk bertemu ?" tanya Mita setelah sempat bertukar kabar dengan Via setelah sekian lama tidak bertemu.


" Mita, sebelumnya aku minta maaf sama kamu, atas perbuatan ku dulu, dalam segala hal, mungkin aku tidak tau malu untuk mengaharap maaf dari kamu Mit, tapi aku tulus minta maaf sama kamu " ucap Bimo tulus


" dan aku juga minta maaf sama kamu Mita, seharusnya aku mendorong Bimo agar lebih giat mencari kamu, dan seharusnya kamu gak pergi waktu itu agar kalian bisa menikah, dan Faiz akan bersama keluarga yang utuh " ucap Via yang membuat Mita menatapnya tidak mengerti

__ADS_1


" oke aku jawab, kak Bimo aku udah melupakan kejadian masa lalu, jadi lupakan rasa bersalah kakak, yang terpenting sekarang dalam hidup ku adalah Faiz, aku harap kakak menepati ucapan kakak, dan kak Via aku gak ngerti maksud omongan kakak, kenapa kakak seperti tahu dan menerima keadaan begitu saja " ucap Mita dengan metapa dua orang di depannya.


" aku gak bisa melupakan ya Mit, selama enam tahun ini aku menanggung rasa bersalah yang besar terhadap kamu, apa lagi kamu pergi gitu aja tanpa kasih tau aku kebenaranya, aku benar-benar merasa pria pengecut Mit, aku menyalah kamu, menghancurkan mu dan membuatmu menjalani hidup yang begitu berat " ujar Bimo mengungkapkan isi hatinya


" ya kamu memang jahat kak, kamu hanya menyalahkan aku, hidup ku memang menjadi lebih berat saat aku menerima kenyataan aku hamil, tapi anak itu tidak bersalah dan setelah dia lahir dia juga yang menjadi semangat ku, dia yang menjadi obat rasa sakit hati ku, aku menjalani hidup ku dengan ikhlas dan aku tidak ingin terus terpuruk " jelas Mita


" Mita aku tau semua tentang kamu dan Bimo bahkan saat kalian di jodohkan, aku memang marah sama Bimo, tapi akupun cukup menyadari akan posisi ku Mit, kami memang menikah tapi tak ada restu dalam pernikahan kami dari orang tua Bimo, dan akupun merasa bersalah padamu Mit karna memilih tetap menikah dengan Bimo." ungkap Via


" kak Via kenapa ? aku gak ppa lagi pula ini sudah takdir yang harus aku jalani, aku memang menahan semuanya di dalam hati ku kak, justru akulah yang seharusnya meminta maaf sama kakak karna aku hadir menjadi masalah di antara hubungan kalian," jawab Mita


" kamu terlalu baik dan mudah memaafkan Mit, Mit apa kamu masih menyayangi aku sebagai kakak mu ?" tanya Via


" ya aku masih sayang sama kakak " jawab Mita


" maukah kamu melupakan segala hal yang menyakitkan di antara kita bertiga ?" tanya Via


" aku sudah berusaha melupakan semua kak, maka dari itu berhentilah merasa bersalah terhadap ku, kalian bisa menjalani rumah tangga kalian dengan tenang dan untuk Faiz aku sudah berjanji tidak akan melarang kak Bimo dan kak Via untuk bertemu tetapi kalian juga janji tidak akan merebutnya dari ku " ucap Mita


Via menatap Mita dan bergantian menatap Bimo yang ada di sebelahnya " terimakasih Mita " ucap Bimo dan Via bersamaan yang di angguki oleh Mita


" satu lagi Mit " ucap Via yang kemudian menarik napasnya dalam sebelum melanjutkan ucapannya " mau kah kamu menikah dengan Bimo ?" tanya Via dengan sekali tarikan napas. .


Mita yang terkejut dengan pertanyaan Via membulatkan sempurna matanya menatap Via, sama halnya dengan Bimo yang terkejut dengan ucapa Via.


" maksud kakak apa ? kakak mau menghinaku? atau ini cara kalian untuk merebut anak ku? atau apa lagi yang kalian rencanakan ?" bentak Mita


" Mita dengar dulu, aku ... aku ingin mengembalikan keadaan seperti semula, Faiz, Faiz berhak bersama dengan keluarganya yang utuh, ada mami dan papinya yang menjadi satu, aku rela jika berbagi suami dengan mu " ucap Via


" Bodoh, gak, aku gak mau, Faiz sudah cukup dengan dia mengetahui siapa papinya, tanpa perlu harus berkumpul seperti kata kakak " sahut Mita


" aku setuju jika kita menikah, kita bisa menjaga dan merawat Faiz bersama, agar dia tidak kekurangan kasih sayang Mit " ujar Bimo


" kalian berdua keterlaluan, seharusnya kamu bersyukur kak, aku membiarkan kamu bertemu dengan Faiz karna bagaimanapun cepat atau lambat kalian pasti akan bertemu, tapi tidak seperti ini, permisi " jelas Mita yang kemudian beranjak dari duduknya untuk pergi, namun Bimo lebih dulu menahanya.


" jangan pergi kita selesaikan dulu semuanya, aku hanya ingin yang terbaik untuk kalian dan bisa menebus segala kesalahan ku Mit " ucap Bimo


" gak ada lagi yang perlu di bahas, semua sudah jelas " sahut Nita dengan berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Bimo tetapi genggaman Bimo lebih kuat, dia menarik Mita keluar dari cafe dan memaksa Mita masuk kedalam mobilnya meninggalkan Via yang masih ada di cafe.


*M*it aku harap kamu setuju menikah dengan Bimo, demi kamu dan anak kamu Mit, jangan buat aku semakin merasa bersalah karna membiarkan kamu pergi dan hidup dengan berat seorang diri. batin Via.


******************


Gimana perasaan kalian kalo tiba-tiba di minta nikah sama suami orang ?


terimakasih sudah mampir membaca dan jangan lupa like coment dan vote, karna dukungan kalian adalah semangatku untuk terus menulis.❤

__ADS_1


__ADS_2