Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
jaga jarak


__ADS_3

setelah mengantar Faiz ke sekolah Mita memilih untuk pergi ke toko rotinya dan mengerjakan pekerjaan disana, tak berselang lama seseorang masuk kedalam ruangannya tanpa mengetuk pintu.


" hai cantik " sapa seorang pria dengan mengedipkan sebelah matanya dan senyum khasnya yang manis.


suara yang tidak asing bagi Mita membuat Mita mlihat ke arah pria itu, " itu mata keseleo Yu, atau belum di cuci ?" tanya Mita dengan nada mengejeknya


" iya keseleo liat cantiknya kamu, hahaha " sahut Wahyu


" ngapain ke sini ?" tanya Mita


" kangen kamu, ke cafe yu ada yang mau aku obrolin " ajak Wahyu


" tapi gak bisa lama dua jam lagi jemput Faiz " ujar Mita


" oke " jawab Wahyu.


.


.


.


" mau ngomong apa ?" tanya Mita saat mereka sudah berada di cafe A


" aku mau kasih tau kamu, besok aku balik ke Jepang dan gak tau balik kesini nya kapan " ujar Wahyu


" terus ?" sahut Mita


" kamu gak sedih gitu bakal di tinggal jauh sama pria tampan ini ?" tanya Wahyu


" biasa aja tuh, karna punya ku lebih tampan " jawab Mita


" Bimo ?" tanya Wahyu dan Mita menggeleng


" siapa ?" tanya Wahyu lagi


" kepo " jawab Mita dengan senyum jahilnya


" kamu gak lagi menjalin hubungan dengan pria lain kan Mit ?" tanya Wahyu


" sembarang kamu Yu, siapa lagi sih selain Faiz " ucap Mita


" hahaha aku kira ada yang lain, belum siap patah hati lagi aku Mit " ucap Wahyu


" serius kamu gak tau balik ke sini kapan Yu ? " tanya Mita


" iya " jawab Wahyu, Mita mengehela napasnya berat saat mendengar jawaban Wahyu.


" kenapa dulu gak tetap kerja di sini aja sih Yu ?" tanya Mita


" habis kamu kabur, ya udah aku pergi juga " jawab Wahyu


" iya " jawab Mita


" aku ikut jemput Faiz ya ?" tanya Wahyu yang di angguki oleh Mita


" Mit kenapa kok jadi diem sih ?" tanya Wahyu lagi


" gak tau Yu, akhir-akhir ini perasaan aku gelisah, sama sekali gak nyaman, aku hanya bisa berharap semoga bukan hal buruk " ucap Mita


" kamu belum berkunjung ke rumah orang tua mu Mit ?" tanya Wahyu dan Mita menggelengkan kepalanya.


" aku tau kamu kecewa Mit, tapi bagaimanapun mereka orang tua kamu, gak boleh kamu terus diem gini, coba bayangin kalo Faiz ngediemkan kamu juga " ujar Wahyu


" aku masih berhubungan kok Yu, lewat telfon dan chat, tapi untuk ketemu langsung aku masih takut, aku takut gak bisa nahan diri Yu, aku belum tau alasan jelas mereka memutuskan pernikahan tanpa pendapat ku, yang aku tau hanya mereka berharap yang terbaik buat aku" jelas Mita


" Mit aku tau kamu juga kangenkan sama mereka, kamu wanita sabar dan selalu tenang, aku yakin mereka akan menjelaskan sama kamu Mit, atau setidaknya mengalah demi orang tua kamu, anggap ini sebagai bakti kamu untuk mereka, minta maaflah dan kembali seperti dulu, atau aku akan menemani kamu " ucap Wahyu

__ADS_1


" iya aku memang harus meminta maaf sama mereka, mungkin besok aku akan pulang kerumah ibu sekaligus mengajak Faiz karna besok sabtu dia libur sekolah " ujar Mita


" gitu dong, ya udah habisin minum dan makanan kamu kita jemput Faiz " ujar Wahyu.


.


.


" Faiz " panggil Mita saat melihat Faiz berjalan hendak memasuki mobil yang tidak asing untuknya.


" mami " ucap Faiz


" sudah pulang semua ya temanya kok sepi ?" tanya Mita


" iya bu guru bilang ada rapat sekolah mangkanya pulangnya cepet " jelas Faiz


" kok mami gak dapat pemberitahuan dari bu guru Faiz ?" tanya Mita


" bu guru bilang sudah telfon mami, tapi gak bisa " jawab Faiz


" lebih asik berduaan, mana tau hp nya bunyi " ucap Bimo sambil keluar dari mobil


" ya udah Faiz pulang sama mami yu, ada papa juga " ajak Mita, saat Wahyu juga keluar dari mobil


" Faiz masuk mobil papi dulu ya, papi mau ngobrol sebentar sama mami dan papa " ucap Bimo dengan tatapan tajam pada Wahyu.


" iya pi " jawab Faiz


" kamu lanjutin aja acara berduanya, Faiz pulang sama aku " ucap Bimo


Mita menatap Bimo tajam dia tidak suka dengan ucapan Bimo " terserah " sahut Mita


" Yu anterin aku ke toko aja " pinta Mita yang di setujui oleh Wahyu, sedangkan Bimo semakin kesal di buatnya.


Mita masuk kedalam mobil Wahyu dengan menahan marah, tanpa perduli dengan Bimo yang juga menatapnya dengan emosi.


.


.


tumben kak Bimo jam segini sudah di rumah. batin Mita


Mita melewati pasangan suami istri itu tanpa menyapa dan melihat kearah mereka, dia langsung berjalan ke arah kamar Faiz, dan di lihatnya Faiz hang masih tertidur pulas, setelah itu Mita menuju kamarnya.


" ya Tuhan " ucap Mita terkejut saat melihat


Bimo berdiri di balik pintu kamar dengan melipat kedua tanganya didada, pada saat mita membukanya pintu, Bimo menarik Mita masuk menutup pintu dan menguncinya.


" kak lepas, tangan ku sakit " ucap Mita dan Bimo melepas cekalanya dengan mata yang menatap Mita tajam


" apa saja yang kamu lakukan sampai terlambat menjemput anak begitu lama ?" tanya Bimo


" aku hanya mengobrol dengan Wahyu " jawab Mita


" apa kamu tau Faiz sudah menunggu jemputan mu selama satu jam lebih, hingga guru Faiz menelfon ku " ujar Bimo


" lalu apa masalahnya jika kakak yang menjemput Faiz ?, bukanya kakak papinya Faiz ?" jawab Mita dengan pertanyaan


" Mit, apa begitu menyenangkan bersama Wahyu, sampai kamu mengabaikan telfon yang masuk di ponsel mu ?" bentak Bimo


Mita tidak menjawab Bimo dia lebih memilih melihat hp nya yang ada di dalam tas dan ternyata hp nya mati karna kehabisan daya. " hp ku mati " jawab Mita


Bimo semakin emosi saat Mita menjawabnya dengan ketus, di rebutnya hp yang masih di genggam Mita kemudian di lemparkanya ke lantai hingga pecah " ya hp ini harus mati " teriak Bimo saat melempar hp Mita, membuat Mita terkejut dan memejamkan matanya dengan jantung yang berdetak cepat.


perlahan Mita membuka matanya melirik Bimo yang masih menatapnya tajam " apa puas jika sudah hancur ?" tanya Mita


" aku sudah bilang sama kamu, jaga jarak mu dengan pria lain, selain aku, jangan menunjukkankan sikap rendah mu itu" ucap Bimo masih dengan suara tingginya.

__ADS_1


Mita diam tidak menjawab dia menatap Bimo dengan mata bulatnya, tatapan yang penuh dengan rasa kecewa terhadap ucapan Bimo kepadanya.


kamu tidak pernah berubah sama sekali kak, masih saja menilai orang lain sesuai kehendak mu. batin Mita dan mulai menundukkan kepalanya tanpa berniat menjawab Bimo.


" ini peringatan terakhir ku, sekali lagi aku melihat mu bersama dengan dia tanpa sepengetahuan ku, kamu akan menerima akibatnya " ucap Bimo penuh penekanan, Mita masih diam tidak menjawab hingga Bimo berjalan keluar dari kamarnya dan membanting pintu.


tubuh Mita terasa lemah tak bertulang hingga membuatnya terduduk di lantai bersandarkan pinggiran kasur, air mata yang di tahanya meluncur di wajahnya, apa ini arti kegelisahan ku selama ini ? Tuhan kapan kau akan memberiku kesempatan untuk terlepas dari semua ini ? apa yang harus kulakukan, apa begitu besar setiap kesalahan yang ku lakukan hingga hukuman ku harus kuterima setiap saat ?


sedangkan di luar sana di balik pintu kamar Mita, Bimo masih berdiri di sana mendengarkan Mita yang menangis lagi karna perbuatanya, rasa cemburu dan emosi yang menguasai pikirannya membuat Bimo tidak dapat mengontrol dirinya, bahkan rasa cemburu yang dimilikinya seakan lebih besar kepada Mita di bandingan kepada Via yang saat ini sedang mengandung anaknya.


.


.


" mami " panggil Faiz


" Faiz, sayang " ucap Mita mendongakkan kepalanya menatap Faiz yang berdiri di hadapanya


" kenapa mami duduk di lantai, kenapa mata mami bengkak ?" tanya Faiz


" mami hanya lelah sayang, dan mami sangat mengantuk jadi mata mami bengkak " jawab Mita dengan senyumnya


" mami baik-baik saja ?" tanya Faiz


" mami baik-baik saja sayang, Faiz sudah mandi ?" tanya Mita


" sudah mi, mandi sama oma " jawab Faiz


" apa Faiz bisa menunggu mami di sini ?" tanya Mita dan mengangkat tubuh Faiz ke atas kasur


" mami mau kemana ?" tanya Faiz


" mami mau mandi sebentar sayang " ucap Mita


" oke " jawab Faiz, Mita beranjak untuk membersihkan dirinya dan tidak terlalu lama dia sudah selesai dengan kegiatannya dan kembali menemani Faiz setelah semua siap.


hingga waktu makan malam, salah satu pelayan yang ada di rumah Rahardian memberitahukan pada Mita dan Faiz untuk makan malam, setelah makan malam bersama seperti biasa mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


" Bim bagaimana jika kita mengadakan acara syukuran atas kehamilan Via ?" tanya Maya


" sepertinya tidak perlu mah, karna dokter bilang Via tidak boleh terlalu lelah, dan kami tidak menginginkan itu " jawab Bimo


" wah sayang sekali, tapi ya sudah jika itu sudah keputusan kalian " ujar Maya


" Faiz, apa Faiz tau kalau Faiz akan mempunyai adik ?" tanya Maya


" iya oma, Faiz sangat senang " jawab Faiz


" oma juga senang, apalagi mami juga mau memberikan Faiz adik " ucap Maya


" mah " tegur Ryan yang menatap Mita sejak awal berkumpul hanya diam melamun.


" Mit, kamu kenapa sayang " tanya Maya pada Mita


" Mita gak apapa tante, ehm... Mita boleh istirahat lebih dulu ya tante?" tanya Mita


" boleh sayang, istirahatlah kamu terlihat sangat lelah" ujar Maya yang di balas dengan senyuman dari Mita


" Faiz tidur sama mami ya ?" pinta Mita dan di setujui oleh Faiz, mereka berdua lebih dulu meninggalkan ruang keluarga untuk beristirahat.


di dalam kamarnya setelah Faiz tertidur Mita masih belum juga bisa memejamkan matanya, perasaan dan pikirannya kembali gelisah, Mita mencoba menerawang segala perkiraan yang akan terjadi mulai dari hal baik hingga sesuatu hal yang membuatmu bergidik ngeri.


" semoga saja ini pertanda baik dari Tuhan " gumam Mita sebelum akhirnya matanya ikut terpejam.


*************


Trimakasih sudah mampir dan membaca, jangan lupa dukung dengan like, komen dan Vote ya ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2