
seperti hari-hari sebelumnya setelah bangun tidur dan membersihkan diri Via menyiapkan sarapan untuknya dan Jihan di dapur, walaupun di rumah ada pelayan yang membantu tetapi Via lebih suka membuat menu makanan untuk anaknya sendiri.
" selamat pagi Vi " sapa Bimo sambil menuang air putih
" pagi " jawab Via
" setelah sarapan apa aku boleh mengajak Jihan jalan-jalan ?" tanya Bimo
" iya " jawab Via singkat sambil menyelesaikan pekerjaanya
" kamu mau ikut ?" tanya Bimo
" enggak " jawab Via
" ikutlah Juga Jihan pasti akan senang jika kamu juga ikut " ucap Bimo
" nikmatilah waktu kalian berdua, atau ajak Juga bertemu Mita dia sangat merindukan Mita karna beberapa kali menanyakan Mita dan aku belum sempat mengantarnya " ucap Via dengan hembusan nafas kasarnya.
Bimo menatap Via yang masih sibuk membuat sarapan tanpa menjawab ucapan Via, dapat dirasakan Bimo jika Via kini tengah kecewa padanya, karna ketidak mampuanya menentukan pilihan hati, di satu sisi Bimo tidak ingin Jihan berpisah dengan ibunya, di sisi lain dia tidak bisa egois mengejar apalagi sampai memaksa Mita seperti dulu yang justru akan membuat Mita semakin menjauh darinya, entah sejak kapan namun di hati Bimo benar-benar tidak lagi merasakan adanya getaran-getaran seperti saat dirinya masih mencintai Via, entah saat ini hanya rasa jenuh, atau karna Bimo masih merasa bersalah pada Mita.
" kita pergi bersama " ucap Bimo
" tapi ---"
" tidak untuk di tolak " sahut Bimo memutus ucapan Via yang hanya menatap Bimo tanpa jawaban.
setelah selesai sarapan Bimo membantu Jihan berganti pakaian untuk pergi jalan-jalan bersama, dan menunggu Via yang masih bersiap-siap di kamarnya.
" Jihan tunggu sebentar ya papi, liat mamah dulu " ucap Bimo yang di angguki oleh Jihan
" kenapa kamu belum.bersiap Vi ?" tanya Bimo saat sudah berada di dalam kamar Via yang juga sudah sangat lama tidak di tempatinya.
" aku gak ikut Bim " jawab Via
" marahlah kepadaku Vi, tapi jangan membuat Jihan kecewa, aku sudah bilang sama dia kalo kita pergi bersama " ujar Bimo
" kenapa ? bisa kamu bilang jangan membuat Jihan kecewa, nyatanya kamu yang sering bikin dia kecewa Bim, kamu sering janji sama dia tapi kamu apa pernah nepatinnya ? alasan kamu selalu sibuk-sibuk kerja, padahal apa yang kamu lakukan ? baru sekali ini kan kamu ngerasain gak enaknya ngelihat anak kamu kecewa ? " ucap Via dengan sura tinggi
" jadi kamu nyalahin aku Vi ?" tanya Bimo
" pikir aja sendiri " sahut Via sinis
" Vi ingat Jihan baru saja sembuh dari sakit, jangan membuatnya menunggu lama, cepat bersiap dan kita pergi bersama " ucap Bimo tegas
__ADS_1
" maaf aku tidak mau pergi lebih baik kamu pergi berdua dengan Jihan " sahut Via masih dengan nada sinisnya
" VIA" bentak Bimo
" APA ?!" sahut Via
" jangan memancing emosi yang sejak tadi aku tahan " tegas Bimo
" kenapa ? kamu mau memarahi aku ? mau memukul ku ? mau menghukum ku ? lakukan saja apa yang kamu inginkan, aku tidak perduli, aku muak selalu menahan diri, aku bahkan selalu salah dalam keluarga ini, walaupun aku sudah sangat banyak berkorban tetapi apa yang aku dapat ? kalian tidak pernah sekalipun mengerti aku" ujar Via dengan nada suara meninggi dan berusaha sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak tumpah.
" CUKUP " bentak Bimo
" jika memang kamu lelah maka jangan lagi menahan dirimu, keluarga ku tidak pernah memperlakukan mu dengan buruk, tetapi dirimu sendirilah yang selalu membawa hal kecil menjadi sebuah bongkahan pemikiran yang tak karuan" ucap Bimo
" ya kamu benar, aku memang egois aku selalu memaksakan kehendaku, bahkan saat meminta Mita menikah dengan mu pun aku yang selalu mendesak papah dan mamah, dengan begitu aku bisa memiliki anak walau bukan terlahir dari rahim ku sendiri, tetapi ternyata Tuhan memberiku kesempatan aku sangat bersyukur dan benar-benar mulai mau menerima keberadaan Mita, tapi apa nyatanya kebahagian ku hanya sesaat, setelah kepergian Faiz kalian semua menghindari aku seakan akulah yang bersalah disini, kalian bahkan tidak mau memberiku kesempatan, sudah hampir dua tahun apa pernah kamu sekalipun memikirkan aku Bim ? yang kamu tau hanya Mita dan rasa penyesalan kamu, kamu melupakan aku dan Jihan " ucap Via dengan penuh emosi tanpa bisa mengontrol ucapannya lagi.
" jadi apa yang kamu katakan selama ini hanya bualan ? bukankah aku sudah menjelaskan padamu apa alasanku? tidak perlu lagi aku mengulangi penjelasan padamu, terserah apa yang ingin kamu lakukan " ucap Bimo dan berjalan meninggalkan kamar Via untuk kembali menghampiri Jihan di kamarnya.
saat Bimo kembali masuk kekamar Jihan, dilihatnya Jihan yang sedang asik memainkan bonekanya sambil menungunya, dan saat Jihan menatapnya dengan senyum yang mengembang Bimo segera meraih tubuh kecil Jihan dan membawanya kedalam gendonganya.
" mamah " ucap Jihan melihat Via yang berdiri di depan pintu kamarnya
" mamah hanya ingin mengingatkan Jihan, saat bermain nanti jangan terlalu lelah dan terlalu lama berlarian, jangan terlalu banyak makan es krim, dan jangan pula ketempat yang terlalu panas " ucap Via
" mamah di rumah saja sayang, ajak lah papi bermain dengan mami, karna mami Mita pasti mau menemani Jihan bermain " ucap Via yang membuat Bimo geram
" Jihan memang kangen sama mami, tapi Jihan ingin bersama mamah dan papi " ucap Jihan
" mamah tidak mau, dan pergilah " ucap Via, yang membuat wajah ceria Jihan menjadi murung
" Jihan ingin mamah ikut " ucap Jihan lagi
" lebih baik lekas pergi semakin lama hari semakin siang, mamah sedang tidak ingin keluar " jawab Via
" gak mau, Jihan mau mamah ikut " ucap Jihan
" JIHAN " bentak Via
" menurut lah " sambung Via yang membuat Jihan langsung menangis dan mengeratkan pelukanya pada Bimo
Bimo menatap Via dengan tajam dan melangkah untuk keluar dari kamar Jihan dengan terus menggendong Jihan
" kamu benar-benar egois Via, teruskanlah " ucap Bimo saat melewati Via yang terdiam melihat Jihan menangis setelah di bentaknya,sedangkan Bimo kembali melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
maafkan mamah Jihan, mamah benar-benar lelah dengan keadaan yang tidak bisa segera kembali seperti awal, mamah mu sangat egois dan tidak tau malu. gumam Via dalam hatinya.
.
.
di tempat lain Mita sedang di buat kesal oleh seorang pria yang tak lain adalah Arga, pria yang sejak tadi pagi selalu mengekorinya kemanapun dia pergi bahkan rela menunggu Mita bekerja hingga berjam-jam lamanya.
" kamu suka makan siang disini ?" tanya Arga yang sudah berhasil membujuk Mita untuk makan siang bersama
" iya " jawab Mita singkat
" aku udah tau banyak tentang kamu dari Alif, dan aku sudah memutuskan untuk mengajak kamu menikah " Ujar Arga
uhuuuk...uhhuuukk, Mita tersedak saat sedang asik menikmati jus alpukat favoritnya, dia terkejut mendengar ucapan Arga.
" tolong ya jangan bercanda yang berlebihan saat sedang makan " ucap Mita
" aku serius " jawab Arga, mendengar jawaban dari Arga membuat Mita menatapnya dan merangkai sebuah ide di kepalanya.
" aku janda, dan aku cukup trauma berumah tangga dengan palyboy " ucap Mita
" aku sudah lama tidak bermain wanita sejak mengenal mu, janda tidak masalah bagiku " jawab Arga serius
" tapi aku bermasalah dengan playboy " jawab Mita
" aku bukan lagi playboy, lagi pula aku tampan, kaya dan aku mampu memenuhi segala kebutuhan mu " ucap Arga dengan yakin
" aku sudah cukup kaya, dan aku tidak berminat menikah dengan mu " sahut Mita
" aku tidak meminta pendapat mu untuk berminat atau tidak, aku hanya mengatakan jika aku akan menikahi kamu, tanpa ada penolakan " ujar Arga
" dalam mimpi mu tuan Arga " ucap Mita sambil berdiri dari duduknya dan meninggalkan Arga
" itu kenyataan " teriak Arga sambil terkekeh, beranjak dari duduknya dan membayar makan siang mereka, lalu kembali kekantornya untuk bekerja.
*******************
terimakasih buat teman-teman pembaca, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, coment dan vote dengan poin yang kalian punya 😘
jika berkenan klik bintang yang ada di depan dan berikan rate kalian untuk cerita ini, satu lagi hati kalian harus ❤ seperti ini ya agar selalu tau ketika cerita ini sudah di up.
salam sayang dari aku untuk kalian 😘😘, semaksimal mungkin aku mengusahakan untuk menghadirkan cerita ini, jadi ikuti terus alur ceritanya.
__ADS_1