
Bimo mengemudikan mobilnya dengan cepat hingga dia berhenti pada lapangan parkir dan menarik Mita kembali.
Mita merasa tidak asing dengan kondisinya sekarang yang sedang di tarik Bimo, hingga masuk kedalam apartemen yang menjadi saksi bisu kejadian enam tahun lalu, berontakpun Mita kalah tenaga dengan Bimo yang lebih kuat.
" kamu masih ingat tempat ini ? " tanya Bimo pada Mita yang masih terdiam di tempatnya
" Mita tolong kasih aku kesempatan untuk menebus kesalahan aku, aku mengatakan semuanya pada Via, dia bahkan ikut merasa bersalah atas perbuatan ku, tolong izinkan aku memperbaiki semuanya, izinkan aku menjaga kalian berdua, dan aku ingin Faiz mendapat kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya " jelas Bimo
" aku sudah bilangkan kak, aku tidak akan melarang kalian bertemu, hanya saja jangan merebutnya dari ku, aku tidak mau masuk terlalu jauh di antara kehidupan kamu dan kak Via, cukup dengan apa yang sudah kurasakan selama ini, dan untuk kasih sayang yang di terima Faiz aku yakin dia tidak akan kekurangan sedikit pun " jawab Mita
" maka lupakan rencana bodoh itu, aku sudah melupakan segala sesuatunya jadi kalian tidak perlu merasa bersalah " sambung Mita lagi.
" aku akan maksamu jika kamu menolak, jadi menikah dengan ku atau aku akan merebut Faiz !?" ujar Bimo yang mendapat tatapan tajam dari Mita dan Bimo juga menatap Mita tajam.
" aku tidak terkejut jika kamu memaksa karna memang kamu selalu seperti itu kak, kamu tidak berhak atas Faiz, dia anak ku segala sesuatunya adalah milikku " sahut Mita
" jangan lupa Faiz juga anak ku, akupun berhak atas dirinya, kamu tahukan dua tahun lebih aku menikah dengan Via kami belum memiliki anak, jadi apa salahnya jika Faiz masuk kedalam keluarga ku, aku tidak akan memisahkan kamu dan Faiz tetapi menikahlah dengan ku " ujar Bimo, Mita menggeleng cepat sebagai jawaban penolakannya.
" jangan memaksa ku, dan kamu jangan terlalu egois, jangan membuatku semakin membenci mu kak " ujar Mita
" maka menikah dengan ku dan kita bisa menjaga Faiz bersama " ucap Bimo
" tidak mau dan tidak akan " sahut Mita kemudian berjalan keluar apartemen Bimo dengan mata berkaca-kaca yang sudah di tahan sejak tadi.
.
.
.
Mita pergi untuk menjemput anaknya pulang sekolah sesampainya di sana Mita tidak menemukan Faiz dan salah satu guru berkata jika Faiz sudah di jemput oleh papinya. dengan kepanikanyan Mita menghubungi Bimo hingga berulang kali tetapi tidak mendapat jawaban.
" keterlaluan, kamu keterlaluan kak, jangan mempermainkan aku seperti ini " gumam Mita dengan suara serak menahan tangisnya, Mita takut, ya dia saat ini benar-benar sedang merasa takut jika Bimo benar-benar akan merebut Faiz darinya, Mita tidak akan mampu menjalani hidupnya jika itu terjadi, Mita menjalankan mobilnya menyusuri jalan hingga dia berhenti di salah satu taman kota karna dia melihat mobil milik Bimo terparkir di sana, dengan cepat Mita menghampiri mobil itu dan mencari si pemilik mobil.
" Mita " sapa seseorang yang tak lain adalah Via yang sedang membawa air mineral di tangannya.
" di mana Faiz ?" tanya Mita dengan tatapan tajamnya
__ADS_1
" itu dia lagi main sama Bimo di sana " ucap Via sambil menunjuk ke arah Bimo dan Faiz, Mita hendak melangkah mendatangi dua orang pria beda usia itu tetapi Via mencegahnya.
" Mita kita bicara ya, sebentar aja " pinta Via
" gak kak, aku mau jemput Faiz " jawab Mita
" Mit sebentar aja tolong " mohon Via, Mita menghela napasnya dan mengangguk, mereka kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di taman.
" Mit apa kamu sudah pikirkan permintaan ku yang lalu ?" tanya Via
" Mita gak mau kak, Mita udah cukup bisa terus sama- sama Faiz kak, jadi jangan minta hal bodoh seperti itu !" sahut Mita
" apa kamu sama sekali gak punya perasaan sama Bimo Mit ? atau setidaknya demi Faiz, coba kamu liat dia kelihatan bahagia banget Mit sama papinya, memang Faiz tidak akan kekurangan kasih sayang dari keluarga mu Mit, tapi biar bagaimanapun Faiz pasti merindukan sosok seorang ayah Mit " ucap Via
" kak, kenapa kakak terus menyuruh aku nikah sama Bimo ? kakak gak takut setelah menikah perhatian kak Bimo teralihkan sama aku dan Faiz,? kakak rela berbagi suami sama aku ? apa kakak yakin gak bakal sakit hati dan cemburu ?, mungkin semua itu bisa kakak simpan di hati kakak, tapi Mita, Mita sama sekali tidak pernah berharap itu semua kak, Mita gak mau menjadi duri dalam pernikahan orang lain, Mita punya mimpi Mita sendiri dan Faiz, Mita bisa kasih pengertian dia pelan-pelan " jelas Mita
" aku mungkin akan cemburu Mit, dan akan sakit hati, tapi aku gak bisa melihat seorang anak tanpa ayahnya, kamu taukan aku hidup di panti asuhan tanpa orang tua, aku berharap anak dari pria yang ku cintai mendapat kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya, aku akan mengalah demi kebahagian mereka berdua, kamu jangan egois Mita, pikirkan lagi anak mu, aku mohon, menikahlah dengan Bimo " ucap Via. sedangkan Mita memperhatikan interaksi kedua pria di depan sana yang sedang asik bermain, senyum dan tawa bahagia jelas tergambar di raut wajah pria kecilnya, membuatnya ikut tersenyum merasakan kebahagian.
" tolong pikirkan lagi ya Mit, aku rela ini semua demi Faiz, jujur aku sayang sama Faiz sejak pertama bertemu dengan dia aku jatuh hati sama Faiz Mit, dia anak yang pintar dan juga penyayang, aku berharap kamu memberi Bimo kesempatan Mit, aku yakin papah dan mamah juga bakal bahagia banget Mit kalo tau mereka punya cucu yang sangat tampan seperti Faiz " ujar Via dan menghela napasnya menatap sendu pada Mita
" iya dia memang sangat pintar dan peka, aku gak tau kak, aku sama sekali tidak bisa memikirkan apapun selain kebahagian Faiz, tapi aku takut jika harus bersama kalian, jadi aku mohon hentikan pikiran kalian yang ingin aku menikah dengan kak Bimo, jika memang om Ryan dan tante Maya tau akupun tidak akan melarang," ucap Mita
mungkin aku sangat egois Mit, berharap kamu menerima permintaan ku, bukan maksudku memanfaatkan mu Mit, aku melakukan ini untuk kebahagian Bimo dan keluarganya yang sangat ingin memiliki keturunan yang gak bisa aku lakukan, aku sungguh berharap padamu Mit. batin Via dengan air mata yang menetes di pipi dengan cepat dia mengusapnya dan menghampiri Faiz mengajaknya bermain agar Bimo bisa berbicara dengan Mita.
" Faiz " panggil Mita dengan senyum manisnya
" mamiiii " teriak Faiz yang kemudian berlari kearah Mita dan di ikuti oleh Bimo, Mita merentangkan kedua tangannya agar Faiz bisa masuk kedalam pelukannya, Mitapun menghujani ciuman di wajah anaknya dan Faiz hanya tertawa menerima perlakuan maminya.
Cup / Cup
dua ciuman sekaligus Mita dapatkan di pipi kiri dan kanannya yang membuatnya membulatkan kedua matanya karna terkejut, bukan karna ciuman Faiz tetapi pria yang tak lain adalah Bimo yang ikut mengecup pipi Mita, dan melirik sinis pada Bimo yang hanya tersenyum.
" Faiz sudah makan ?" tanya Mita
" sudah mi, Faiz makan di suapin papi dan mamah " ucap Faiz
" mamah ?" tanya Mita dengan raut bingung
__ADS_1
" iya mi, mamah Via, dan tadi papi dan mamah Via bilang kita akan tinggal bersama menjadi keluarga, jadi Faiz akan punya satu papi, satu mami dan satu mamah" ucap polos Faiz
" eemmm sebentar lagi sore kita pulang yu ?" ajak Mita
" gak mau Faiz masih mau main sama papi, mami dan mamah, boleh ya mi sebentar saja ?" mohon Faiz
" baiklah, tapi jangan terlalu banyak berlari " ucap Mita dan mendapat ciuman dari Faiz di pipinya, sebagai ucapan terimakasih.
tinggallah Bimo dan Mita yang duduk di atas rumput, karna Via yang menggantikan untuk menemani Faiz bermain.
" jadi kapan kamu siap nikah sama aku ?" tanya Bimo tanpa basa-basi
" gak ada pernikahan, jika pun aku mau nikah tapi gak sama kamu kak " sahut sinis Mita
" dan lain kali jika ingin membawa Faiz tolong kabari aku, agar aku tidak panik juga jangan meracuni fikiran polos Faiz tentang keluarga yang mustahil" sambung Mita.
" baiklah, seminggu lagi kita menikah, jika tidak aku akan merebut Faiz dengan caraku, dan ya orang tua mupun setuju jika kita menikah " ucap Bimo yang lagi-lagi sukses membuat Mita terkejut, menatap Bimo bingung.
" apa maksud mu kak ? kenapa dengan orang tua ku ?" tanya Mita bingung dengan ucapan Bimo
" kamu bisa memperjelsanya nanti saat aku kerumah mu bersama orang tua ku " sahut santai Bimo
" kamu jangan semau mu kak, aku punya pilihan ku sendiri, dan kamu tidak berhak menentukannya " ucap Mita yang mulai kesal
" aku tidak perduli dengan pilihan mu, yang aku tau kamu jadi milikku dan Faiz " ujar Bimo
" egois, kalian terlalu memikirkan keinginan kalian sendiri, apa belum cukup luka yang kamu kasih sama aku kak, atau kamu sengaja mau menambahnya, untuk memastikan hidup ku benar-benar hancur ?" kesal Mita pada Bimo
Bimo tersenyum memperhatikan wajah Mita yang sedang marah padanya, baginya Mita saat ini terlihat lebih cantik, manis dan dewasa dari pada saat enam tahun yang lalu dia cantik dengan gayanya yang lebih manja.
" bukan begitu, mungkin menurut kamu aku terlalu egois, tapi aku akan melakukan apapun untuk menebus rasa bersalah ku sama kamu dan Faiz, dan kamu tau mit Faiz sangat senang saat mendengar kita akan tinggal bersama, jadi pikirkan baik-baik Mit " ujar bimo
" keputusan aku tetap sama kak, aku gak mau nikah sama kakak, apapun alasannya " ucap Mita tegas, kemudian menghampiri Faiz untuk mengajaknya pulang karna hari sudah semakin sore, setelah Faiz berpamitan dengan Bimo dan Via, Mita membawa Faiz untuk segera pulang kerumah orang tua Mita.
Mita merasa jika sekali lagi takdir mempermainkannya, apakah sungguh sangat sulit untuk terlepas dari Bimo, kenapa harus ada manusia seperti Bimo yang sana sekali tidak memiliki rasa malu, memaksa kehendak yang menurut Mita sangat konyol.
******************
__ADS_1
jangan lupa untuk terus memberikan dukungan kalian dengan like,komen dan vote ya, dukungan kalian adalah semangat untukku terus menulis ❤