
" aku mencintai mu mit " ucap bimo
" aku egois, aku bahkan tak tau malu, aku masih mengharap kamu kembali di sisiku, setelah semuanya" ucap bimo lalu terdiam menatap mita yang masih setia dengan diam nya.
" apa yang harus ku lakukan agar kamu mau memaafkan aku mit ?" tanya bimo
" apa bisa kakak dengarkan aku berbicara sebentar ? " tanya mita
" katakan lah " jawab bimo
" dulu sewaktu pertama kali aku mengenal kakak dari wahyu aku sempat mengagumi mu kak, kita bahkan berteman dan terkadang berkumpul bersama, aku sangat bersyukur waktu itu karna memiliki teman yang baik, aku sangat heran dengan kak via yang bisa bertahan dengan pria palyboy seperti mu yang suka bermain perempuan tidak berbeda jauh dengan wahyu yang sudah lebih lama menjadi sahabat ku, hingga aku sedikit memahami sifat dari kamu, kak via dan wahyu, sampai pada perjodohan dari orang tua, yang sama sekali tidak terpikirkan oleh ku jika pria yang di jodohkan dengan ku itu kamu, aku lebih kecewa saat kamu menyalahkan aku memanfaat kan keadaan, tetapi aku mencoba memahami situasi mu, mungkin saja saat itu kamu benar-benar takut kehilangan kak via, atau terjadi salah paham, karna itu aku sangat berusaha agar perjodohan itu batal " mita berhenti sejenak menarik napas nya dengan hembusan kecil.
" setelah ayah memberi tau aku jika om ryan tidak setuju dan bersikeras meneruskan perjodohan, aku masih berusaha meyakinkan ayah dan ayah pun setuju untuk meyakinkan kan om ryan, tapi.... tapi malam itu kamu datang membawa kemarahan mu kepadaku, melampiaskan kesalahan pada ku, dan aku tidak tau sejak malam itu lah kehancuran hidup ku di mulai, aku sangat takut saat aku mengetahui bahawa aku sedang hamil, bodoh bukan aku justru melarikan diri seharusnya aku menerima saja perjodohan itu toh anak yang ku kandung anak pria yang akan menikah dengan ku, tapi aku tidak melakukan itu karna aku takut, aku takut kembali menjadi pelampiasan kemarahan mu, aku takut saat kamu mendekati ku, dan aku sangat takut hal itu terulang lagi "
" setalah aku melahirkan faiz, aku merasa jika Tuhan sedang memberiku sebuah hadiah, aku bahagia bisa merawat dan membesarkan anak ku, satu hal yang membuat ku sedih ketika dia pernah bertanya apakah faiz memilik seorang papi ?, aku memberi tau faiz jika dia memilik seorang papi yang sangat baik dan akan segera bertemu, hingga akhirnya kalian benar-benar bertemu, aku bahkan mengulang rasa sakit hati ku saat menerima pernikahan itu, mungkin bagi orang lain alasanku tidak lah benar hanya demi kebahagian anak aku menikahi pria beristri, tapi mereka tidak tau bagaimana hidup ku, dan aku hanya mengabaikan segala komentar itu, yang aku nikmati saat itu hanyalah bagaimana faiz tersenyum bahagia, dan dia bisa melakukan apapun yang dinginkanya selama ini bersama papi nya, dan hal paling membuat ku hancur lebih hancur dan menyakitkan kamu yang menjadi sumber bahagia faiz tapi kamu juga yang mengakhiri kebahagianya, kamu sangat banyak meninggalkan luka di hati ku kak, lalu sekarang kamu berharap kita bersama ?" ujar mita
" ayo akhiri ini semua dengan baik-baik, seperti awal kita kenal " ucap mita
" beri aku waktu, aku tidak bisa melepasmu bersama orang lain, hati ku tidak menerima semua itu, aku menyadari segala kesalahan ku, aku sungguh menyesal karna rasa cemburu yang berlebihan aku menghancurkan semuanya, aku masih sangat mencintai mu, satu tahun ini aku sangat tersiksa, aku menunggu mu mit, aku menunggu mu" ujar bimo
" kak, damai lah dengan hati mu, kamu memiliki keluarga mu yang harus kamu bahagiakan, ingat lah istri dan anak mu, jangan kecewakan mereka jika kamu juga tidak ingin kehilangan mereka " ucap mita
" aku mohon izin kan aku bahagia, biarkan aku dengan hidup ku dan memiliki cerita ku sendiri, lebih baik kita berjalan di jalan kita masing-masing " ucap mita lagi dengan helaan napas.
" aku tidak ingin menjawab permintaan mu mit, sangat sulit mengabaikan perasaan ku " ucap bimo
" apa kamu pernah memiliki sedikit saja perasaan pada ku mit? apa kamu pernah mencintai ku mit ? " tanya bimo
" maaf sejak awal aku tidak pernah memiliki perasaan apapun padamu kak " jawab mita tegas
" tapi kita menikah dan memiliki anak mit " sahut bimo
__ADS_1
" aku tidak mau membahasnya lagi kak, semua sudah ku katakan padamu, terserah padamu jika kamu masih ingin bermain dengan perasaan mu tapi aku tidak ingin bergabung " jawab mita
" tolong buka kunci nya dan biarkan aku pergi " pinta mita
" aku akan mengantarmu, jangan menolak " ucap bimo tegas dan kembali mengemudikan mobilnya, dan di sepanjang jalan mereka berdua hanya terdiam hingga sampai di depan rumah mita, tanpa kata mita keluar dari mobil bimo dan menghilang di balik pintu rumahnya.
.
.
" abang, mau makan siang bareng mita gak ?" ajak mita saat alif dan dirinya baru saja keluar dari ruang rapat.
" boleh, di mana ?" tanya alif
" nasi padang ?" tanya mita
" setuju " jawab alif
mereka pun berjalan keluar kantor bersama namun saat di loby seseorang berteriak memanggil nama alif, yang membuat mereka berdua mengarahkan pandangan pada si pemanggil
" apa " jawab alif
" mau kemana ?" tanya wahyu
" makan siang " jawab alif
" ikut boleh mit ?" tanya wahyu pada mita
" boleh/enggak " jawab mita dan alif bersamaan
" yukk " ajak wahyu mengandeng tangan mita tanpa perduli alif yang kesal di sebelahnya.
__ADS_1
" hai " sapa seorang pria yang menghentikan langkah mita dan wahyu
" kamu kenal ?" tanya wahyu pada mita dan mita menggelengkan kepalanya
lagi-lagi pria itu meraih tangan mita dan membuat tautan bersalaman, " perkenalkan aku Arga Dafir alhanan " ucap nya dengan menggemgam erat tangan mita.
" hai... hai... bro, lepasin tangan adik ku " ucap alif yang langsung menarik tangan mita
" jangan menggoda adikku, dan kamu mit jangan mau di deketin sama playboy kaya dia " peringat alif
" kau kakak yang posesif " keluh arga
" mana tangan kamu " ujar wahyu dan mita pun mengulurkan tangan nya, wahyu mengusap -usap tangan mita seakan tangan mita sedang kotor
" nah sekarang udah bersih, ayo " ajak wahyu sambil menggemgam erat tangan mita dan mita hanya mengikuti wahyu.
beberapa langkah wahyu melirik kebelakang melihat alif dan arga yang juga menatapnya " bang ayo kita udah lapar " teriak wahyu yang kemudian di susul oleh alif dan arga bersama.
suasana di meja makan cukup aneh menurut mita, tidak ada obrolan seperti biasanya saat mita bersama alif dan wahyu, karna hari ini bertambah seorang yang bernama arga yang tak lain adalah teman dan rekan bisnis alif.
setelah makanan terhidang mereka semua menyantap makanan tanpa ada suara selain dentingan sendok dan garpu, alif sesekali tersenyum tipis melihat wahyu dan arga saling melempar tatapan tajam tanpa di sadari oleh mita yang lebih memilih memainkan hp nya.
" bang balik yu, mita ada kerjaan " ucap mita memecah keheningan di antara mereka.
" iya sayang " jawab alif yang mendapat tatapan dari arga
" bukanya kamu bilang dia adik mu ? kenapa kamu memanggilnya sayang ?" tanya arga
" sayang ayo, aku juga mesti balik ke kantor " kini wahyu yang berbicara dan di angguki mita tanpa menghiraukan alif dan arga yang berdebat.
" aku aja yang anter kamu ya mit " ucap wahyu
__ADS_1
" kamu kan gak bawa mobil yu, tadi kita nebeng abang " jawab mita
" aku udah pesen taksi, aku gak mau satu mobil sama temen abang kamu " sahut wahyu dan tak berselang lama taksi yang di pesan wahyu pun datang, mereka berdua pergi lebih dulu meninggalkan alif dan arga yang masih asik entah apa yang mereka bicarakan.