Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
Extra part Mita dan bimo


__ADS_3

Mita sedang menikmati waktunya dengan bersantai di salah satu cafe favoritnya, karna harini merupakan hari libur pengunjung cafe lumayan banyak dan ramai, Mita memilih duduk di meja paling ujung dekat jendela agar dapat melihat kearah luar cafe.


" hai " sapa seseorang


" eehhh iya " jawab Mita


" boleh aku bergabung ?" tanyanya lagi


" boleh " jawab Mita dengan senyum manisnya


" kamu apa kabar ? "


" aku baik, kak Bimo bagaimana ?" tanya Mita


" aku sama sekali tidak baik, tetapi aku harus baik-baik saja " jawab Bimo, sebenarnya sudah sejak satujam yang lalu Bimo memperhatikan Mita yang duduk sendiri di dalam cafe, sampai akhirnya Bimo memutuskan untuk menghampiri Mita.


Mita terdiam mendengar jawaban Bimo, ada rasa bingung di pikirannya untuk menjawab apa !. " apa kak Bimo sudah pesan makanan ?" tanya Mita akhirnya


Bimo menggeleng sebagai jawaban " mau aku pesankan ?" tanya Mita


" boleh " jawab Bimo,


Mita kemudian memesan makanan dan minuman untuk Bimo tanpa bertanya menu apa yang diinginkan oleh Bimo, sampai pelayan cafe menghidangkan pesanan Mita membuat senyum Bimo mengembang di wajahnya.


" terimakasih Mita " ucap Bimo yang masih tersenyum


" kenapa kok bilang makasih kak ?" tanya Mita


" gak apapa " jawab Bimo yang mulai menyantap makanan dihadapanya.


kamu masih inget menu favorit aku disini aja aku sebahagia ini Mit, terimakasih Tuhan hadiah kecil ini, jangan hapus rasa cintaku padanya. gumam Bimo di hati


" bagaimana kabar Jihan kak ?" tanya Mita


" Jihan baik Mit, dia juga sering menanyakan kamu, dan sekarang dia tinggal sama mamah dan papah " jawab Bimo, Mita mengangguk-anggukan kepalanya.


" setelah ini kamu ada acara Mit ?" tanya Bimo, Mita menggeleng sebagai jawaban


" bisa temani aku ke mall, untuk membeli beberapa keperluan Jihan ?" tanya Bimo


" enggak kak, kenapa gak sama kak Via aja, lagi pula aku gak nyaman kalo terlalu lama sama kakak " jawab Mita

__ADS_1


" hanya kali ini saja, aku mohon, setelah ini aku janji tidak akan menemui kamu lagi, atau anggap saja ini pertemuan terakhir kita " pinta Bimo


" tapi aku.... "


" Mit ku mohon, untuk kesan terakhir kita, atau kamu masih membenciku, setidaknya anggap aku sebagai papi Faiz " mohon Bimo


" heemm, baiklah, lekas habiskan makanan kakak, dan kita pergi setelah ini " jawab Mita yang di sambut antusias oleh Bimo.


.


.


Bimo dan Mita sudah berada di dalam mobil Bimo menuju salah satu mall besar yang ada di kota, ada rasa canggung pada diri Mita begitupun Bimo sebenarnya namun mereka berdua sama-sama mencoba untuk tetap tenang.


" kak apa aku boleh tanya ?" tanya Mita


" kamu mau tanya apa ?" jawab Bimo dengan pertanyaan


" eemmm ... maksud kakak apa bilang mungkin ini pertemuan kiya yang terakhir ?" tanya Mita


" aku belum bilang sama kamu, kalo aku mau pindah dari kota ini ?" tanya Bimo dan Mita menggeleng


" sebentar lagi aku sama Jihan akan pindah dari kota ini Mit, terlalu banyak kenangan disini dan aku gak akan pernah bisa melupakan atau menenangkan diri kalo terus disini, aku takut jika aku akan kembali memaksa kamu kembali padaku Mit " jawab Bimo dengan sesekali menatap Mita


" iya, mereka bilang ingin tetap disini " jawab Bimo


setelah mendapat jawaban dari Bimo, Mita tidak lagi membuka suaranya dan mengalihkan pandanganya pada jalanan yang mereka lalui, entah mengapa hatinya merasa tidak rela saat mengetahui jika Bimo akan pergi, terlebih lagi saat Bimo mengucapkan akan melupakanya, hatinya terasa nyeri tanpa di sadarinya Mita terus berpikir agar Bimo tidak pergi, namun jika mengingat drama hidupnya dengan Bimo membuat Mita sangat ingin mendorong Bimo pergi.


walaupun sudah berjanji dengan hatinya untuk memaafkan dengan ikhlas, namun manusia mana yang bisa dengan mudah melupakan kejadian buruk dalam hidupnya, entahlah Mita bingung sampai tanpa sadar dia menggelengkan kepalanya, mengubur rasa cinta dan kenangan buruk sekaligus ternyata tak semudah menatap tajam orang yang kita benci.


" kamu kenapa ?" tanya Bimo saat melihat Mita menggeleng-gelengkan kepalanya


" Hah " ucap Mita tanpa sadar


" kamu kenapa sayang " ucap Bimo sambil mendekat ke Mita


" enggak, enggak kenapa-napa " jawab Mita gugup, jantungnya benar-benar sedang maraton di dalam sana, membuat Mita sedikit salah tingkah


" udah sampai, ayo kita turun " ajak Bimo sambil melepas sabuk pengaman yang dipakai Mita, dengan cepat pula Mita menganggukan kepalanya.


" ya Tuhan kenapa aku segugup ini" gumam Mita sesaat berdiri di sebelah mobil Bimo.

__ADS_1


.


.


di dalam mall Mita dan Bimo sibuk memilih beberapa baju untuk Jihan dan sesekali berdebat tentang warna dan ukuran tanpa mereka sadari keakraban yang mereka lakukan mengundang pandangan orang sekitarnya. Ada yang melihat heran pada mereka, ada yang mencibir dan ada yang ikut tersenyum bahagia melihat kekompakan Mita dan Bimo.


setelah selesai berbelanja, Bimo menawarkan untuk mengantar Mita pulang kerumahnya walau sedikit berdebat akhirnya Mita mengalah dan untuk mobil Mita akan di antar oleh orang suruhan Bimo.


Bimo memberhentikan mobilnya di taman yang biasa mereka datangi bersama Faiz, " kita turun yu " ajak Bimo


" enggak kak, aku mau pulang aja " jawab Mita


" ya udah kita di sini sebentar " ucap Bimo


" Mit ini buat kamu, anggap saja ini hadiah perpisahan dari aku " ucap Bimo sambil memberikan kotak berukuran kecil berwarna hitam.


" Mita gak mau " jawab Mita langsung saat melihat isi dari kotak itu


" tolong terima Mit, ini sebagai bukti rasa sayang aku sama kamu orang yang sangat aku cintai, dan ini juga sebagai bukti jika kita berpisah dan menutup cerita kita dengan baik walau awalnya sangat buruk " ucap Bimo


Deg....deg.....


jantung Mita berpacu saat Bimo mengucapkan kata Cinta, kata yang di rindukan namun Mita tak memiliki hak untuk semua itu, keputusan sudah diambilnya dan dia tidak boleh menyesal, benar kata Bimo lebih baik mengakhirinya dengan hal baik, dan kemudian mereka akan mudah untuk saling melupakan.


" baiklah, terimakasih, aku terima kalung ini " jawab Mita


" terimakasih " ucap Bimo sambil menampilkan senyum di wajahnya.


" setelah ini hiduplah dengan baik, dan temukan pria yang akan membahagiakanmu, aku berjanji tidak akan lagi menggangumu, tetapi izinkan aku menepati janjiku pada Faiz untuk menjagamu, meski dari kejauhan, maafkan aku " ucap Bimo


" Terimakasih, maafkan aku untuk semua kesalahanku, kakak juga harus hidup dengan baik dan benar, aku juga selalu mendoakan agar kakak bahagia dengan keluarga kakak, sampaikan salam ku pada Jihan dan kak Via " ucap Mita


" baiklah aku akan mengantar mu pulang " ucap Bimo


Terimakasih Tuhan, untuk hari ini aku tidak akan berhenti berterimakasih padamu Tuhan, jaga Mita untuk ku, terimakasih atas kesempatan yang Kau berikan, aku berjanji akan menjaganya meski hanya dari jauh,asal dia bahagia. gumam Bimo di hati


semoga semuanya benar baik-baik saja, dan semoga Tuhan cepat membantuku menghilangkan perasaan cinta ini. gumam Mita di hati.


Bimo benar-benar menepati ucapannya dan hanya mengantarkan Mita sampai di depan rumahnya, yang kemudian dia kembali melajukan mobilnya.


" selamat tinggal cerita cinta yang telah menemani ku, tetaplah ditempat mu " ucap Bimo dan Mita bersamaan walau mereka sudah berbeda tempat.

__ADS_1


Mencintai mungkin harus memiliki, namun takdir terkadang harus sangat kejam dengan memisahkan, tetapi cinta sejati tidak akan pernah salah sampai pada alamatnya, berjuang untuk dia tidak salah, namun waktu yang menentukan kesempatan mu, maka berjuanglah semampu dan sebisa mu, jaga cinta milikmu tanpa ada keraguan yang menyebabkan lara dalam cerita cinta mu.


__ADS_2