Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
demi ibu


__ADS_3

Mita masih terdiam dengan posisi duduknya di samping ranjang rumah sakit yang di tempati ibunya, sambil sesekali menghapus air matanya.


" ibu Mita kangen, hari ini Mita berencana membawa Faiz ke rumah ibu, Mita mau minta maaf sama ibu, tapi kenapa ibu disini ? kenapa Mita begitu jahat sampai tidak tau kabar ibu yang sebenarnya? kenapa Mita selalu menjadi yang paling bodoh ? hiks ....hiks .... ibu " ucap Mita


" bu, Mita mohon ibu bangun ya, Mita kangen " ucapnya lagi, Mita menelungkupkan kepalanya di pinggiran ranjang sambil terus menggemgam tangan ibunya.


" sayang " ucap lirih Dini yang melihat Mita di sampingnya, Mita mendongakkan kepalanya dan langsung reflek memeluk ibunya.


" ibu maafkan Mita, maafkan Mita, Mita juga kangen sama ibu, hiks...hiks...." ucap Mita


" sayang, duduk dulu " ucap Dini, Mita melepas pelukannya dan duduk di tempat semula.


" maafkan Mita bu, Mita terlalu egois sampai Mita terus menghindari ibu dan ayah " ucap Mita dengan menundukkan kepalanya


" kenapa harus minta maaf, kamu gak salah apa-apa sayang, seharusnya kami sebagai orang tua yang meminta maaf sama kamu, terutama ibu yang belum bisa menjadi ibu terbaik untuk kamu " ucap Dini, membuat Mita menggeleng cepat.


" kenapa ibu bisa sampai sakit ?" tanya Mita


" ibu hanya kelelahan sayang, dan ibu juga merindukan kamu sama Faiz, kamu jangan terlalu pikirkan ibu akan segera baik-baik saja " ucap Dini


" maaf " ucap Mita


" sudah jangan bilang maaf terus, katanya kangen sama ibu?" tanya Dini


" Mit apa kamu bahagia dengan pernikahan kamu ? apa Bimo dan keluarganya memperlakukan kamu dengan baik ? bagaimana apa Faiz juga bahagia ? " tanya Dini dengan beruntun


" Mita baik-baik aja kok bu, kak Bimo dan keluarganya juga sangat baik memperlakukan Mita dan Faiz, bahkan mereka juga sangat sayang sama Faiz bu, ibu jangan khawatirin Mita, Mita akan selalu bahagia jika Faiz juga bahagia bu " ucap Mita dengan senyumnya, tapi Dini yang sudah sangat paham dengan sifat anaknya tetap dapat menangkap kesedihan dan kekecewaan yang ada di wajah Mita.


" Mit memberikan kebahagian untuk anak itu penting, tapi kamu juga harus bahagia, jika memang kamu berat untuk bertahan ibu yakin Faiz akan mengerti saat dia dewasa nanti" ucap Dini


" bu, sama halnya dengan ibu yang ingin anak ibu bahagia, Mita sudah sangat cukup dengan melihat Faiz bisa tertawa dan bahagian bersama dengan orang-orang yang sayang sama dia dan memberikan banyak perhatian sama dia" ucap Mita dengan senyum tulusnya.


" ibu sayang banget sama kamu Mit, ingat jangan pernah memarahi cucu ibu, beri dia pengertian dan bilang sama dia kalo neneknya ini sangat sayang sama dia dan kamu harus ingat juga ibu akan selalu mengawasi kamu, jika ada apa-apa kamu harus beritahu ayah dan abang kamu " ucap Dini


" iya Mita bakal ingat bu, ibu istirahat lagi ya biar cepat sembuh dan main sama Faiz, Mita sayang sama ibu, bu... ibu.... bu....." panggil Mita yang melihat dini tiba-tiba terlelap dan tidak lama dokter dan perawat masuk kedalam ruangan yang membuat Mita bingung, serta salah satu dari seorang perawat membimbingnya untuk keluar dari ruangan.


di luar ruang rawat Dini, Hendra dan Bimo dengan cepat menghampiri Mita yang sudah menyandarkan tubuhnya pada dinding rumah sakit " kasih tau Mita yah " pinta Mita dengan air mata yang sudah jatuh dan menetes dengan lancar.


Hendra membawa Mita kedalam pelukan nya " maafkan ke egoisan ayah nak, ini semua salah ayah yang mengorban kamu" ucap Hendra


" jelaskan sama Mita yah " pinta Mita, Hendra mengajak Mita untuk duduk dan akan menceritakan semua kebenarannya pada Mita.

__ADS_1


flashback


tiga bulan setelah pernikahan Mita dan Bimo, membuat Hendra dan Dini sangat merindukan anak mereka tetapi Mita selalu menghindari jika ayah dan ibunya mengajak atau menjumpainya untuk bertemu, bukan tanpa alasan Hendra dan Dini mengerti kenapa Mita menghindari mereka, rasa kecewa yang di terimanya dari orang tuanya sendiri sangat cukup untuk menambah luka di hatinya.


" mas, kamu bilang kamu punya alasan kenapa sampai sekarang kamu belum menceritakan sama aku ?" tanya Dini


" maafkan aku Din, aku akan jujur sama kamu, kamu ingat aku sudah mendapat pendonor yang tepat dan cocok untuk kamu ?" tanya Hendra yang di angguki oleh Dini


" dia Ryan, dia akan membantu kita, tetapi dia ingin melanjutkan perjodohan yang tertunda menikahkan Mita dengan Bimo, apalagi mereka mengetahui tentang Faiz dan di pernikahan Bimo dengan istrinya yang sudah lebih dua tahun belum mendapat anak" jelas Hendra yang membuat Dini terkejut


" jadi karna itu kamu menukar kebahagian anak ku, dengan derita mas ? apa kamu sanggup menghadapi Mita nanti jika dia tau alasan ayahnya yang sangat egois ini, jika sejak awal kamu mengatakan itu sama aku, akupun akan menetang pernikahan itu, kamu selalu beralasan demi kebaikan Faiz, kita bisa merawatnya tanpa kekurangan kasih sayang" ujar Dini.


" Din sudah selama satu tahun lebih aku mencari pendonor yang cocok untuk kamu, dan akhirnya aku menerima tawaran Ryan, aku ingin kamu tetap bersama kami Din, aku memang terlalu egois Din,aku sendiri yang mengantar anak ku kedalam derita, tapi aku tidak tau lagi harus bagaimana " ucap Hendra


" lalu sekarang apa kita bersama dengan anak kita mas? bukankah kamu justru membuatnya semakin jauh dengan Mita, kenapa harus anak ku yang selalu mengalah? " ujar Dini


" maafkan aku Din, ini semua kulakukan demi kamu dan keluarga kita, setelah kamu oprasi dan sehat lagi kita bisa memperbaiki semua nya dari awal Din" ujar Hendra


sejak hari itu Dini lebih banyak diam dan mengacuhkan Hendra, kesehatannya perlahan semakin memburuk, hingga akhirnya di tidak sadarkan diri dan di bawa kerumah sakit, sudah hampir tiga tahun Dini menderita leukimia yang mengharuskan dirinya menjalani pengobatan hingga harus melakukan transplantasi sumsum tulang belakang.


flashback off


" kenapa ayah rahasiakan dari Mita ? apa ayah ingin Mita merasa bersalah ? apa ayah ingin melihat Mita semakin menderita ?" cerca Mita


"bagaimanapun seharusnya ayah kasih tau Mita dari awal, Mita akan berusaha menerima semua keputusan ayah, apapun itu demi ibu" ucap Mita


" lalu bagaimana, bukankah ayah bilang ibu akan melakukan oprasi, apa semua sudah siap ? apa om Ryan sudah ada di sini ?" tanya Mita


" dua jam lagi oprasi akan di lakukan, semoga saja kondisi ibu mu stabil, papah mertua mu sudah berada dalam ruangan, kita harus berdoa semoga semuanya berjalan lancar " ujar Hendra


" syukurlah, semoga semua berjalan lancar " ucap Mita, Mita mengalihkan pandanganya pada Bimo yang juga menatapnya.


" apa aku harus berterimakasih atau meminta maaf sama kakak ?" tanya Mita


" maafkan aku, maafkan keluarga ku yang memanfaatkan situasi ini untuk membawa kamu dan Faiz menjadi keluarga kami Mit " ucap Bimo


" tolong bilang sama om Ryan, terimakasih sudah mau membantu ibu, jika semuanya berjalan lancar dan ibu bisa sehat kembali, aku akan menerima apapun keinginan kalian, tapi satu hal jangan pisahkan aku dengan Faiz " ucap Mita


Bimo membawa Mita kedalam pelukannya " maafkan kami yang selalu memberimu rasa sakit Mit " ujar Bimo dengan suara lirih.


.

__ADS_1


.


.


Mita dan semua orang sedang menunggu di depan ruang oprasi, dengan perasaan cemas dan khawatir, Mita yang lebih memilih berdiri bersandarkan dinding dengan tatapan mata ke arah lantai.


" Mit " panggil seseorang


" Wahyu " ucap Mita dan langsung masuk kedalam pelukan Wahyu


" yu...hiks...hiks..., ibu sakit " ucap Mita


" tenang kamu harus tenang, ada aku dan yang lainya disini, kita semua mendoakan kelancaran oprasi tante " ucap Wahyu


" kenapa kamu masih disini ?" tanya Mita


" aku gak bisa pergi, setelah dapat kabar dari bang Alif, Mit " ujar Wahyu


" ini kamu minum dulu aku bawain susu hangat, kamu belum makan siang kan ?" tanya Wahyu, Mita memggeleng


" minum ya " ujar Wahyu, lalu Mita meminum susu yang di berikan Wahyu.


" ayo kita duduk dulu di sini, nanti kamu kecapean berdiri terus " ajak Wahyu yang di setujui Mita


begitu nyamannya kah kamu sama Wahyu, Mit? tanpa perduli aku disini, yang sejak tadi juga berusaha menenangkan mu. batin Bimo, yang sejak tadi memperhatikan Wahyu dan Mita, salahkah Bimo jika dalam situasi inipun dia merasa cemburu ? bukankah seharunya Bimo yang memberikan pelukan hangatnya di saat Mita sedih seperti saat ini ? kenapa harus orang lain? apakah sama sekali tidak ada namanya di hati Mita ?, Bimo berusaha menepis pikiran-pikiran yang terus membuatnya merasa cemburu dan kesal melihat Wahyu yang begitu memperhatikan Mita.


Hingga suara pintu ruang oprasi terbuka yang menyadarkan semua orang untuk bergerak ke arah dokter yang keluar dari ruangan itu, dengan cepat pula Mita melangkahkan kakinya dan bertanya pada dokter.


" bagaimana dok dengan ibu ?" tanya Mita, terlihat wajah lelah dari sang dokter saat menghembuskan napasnya. mereka semua menunggu jawaban dari sang dokter dengan rasa penasaran yang sangat besar.


***********


Hai terimakasih sudah membaca jangan lupa Like, Komen dan Vote juga Rate


baca juga karyaku yang lain


~ Lembaran cerita cinta


~ Kembali bernostalgia


~ Alasanku Cinta ( season 2 izinkan aku bahagia )

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2