Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
apa yang bisa kuharapkan


__ADS_3

ryan dan maya sedang berada di rumah hendra, mereka bertiga duduk bersama di ruang tamu, suasana cukup hening sebelum ryan memulai pembicaraan.


" bagaimana keadaan mita hendra ?" tanya ryan


" dia baik, sangat baik " jawab hendra


" apa kami boleh menjenguknya ?" tanya maya


" aku rasa lebih baik tidak " jawab hendra


" apa yang harus kami lakukan agar kamu mau memaafkan kami ?" tanya maya


" sejak aku menerima tawaran mu ryan, aku sangat meminta tolong pada kalian agar menjaga putri ku, karna aku tau keputusanku menyerah kan putriku pada kalian sudah salah apalagi dengan kesepakatan itu, kalian tau apa yang aku rasakan, aku sangat kecewa, marah dan aku sangat malu untuk menghadapi mendiang istriku nanti, aku sudah benar-benar menghancurkan hidup anak kesayangan ku, hingga aku tidak sanggup untuk berkata apapun padanya " ucap hendra


ryan dan maya sama-sama terdiam mendengar ucapan hendra, mereka berdua pun sudah merasa bersalah dengan memanfaatkan keadaan, karna saking inginya memiliki mita menjadi menantu mereka dan faiz cucu mereka.


" yan bisakah kalian mengembalikan putri ku kepadaku ? agar kami bisa menjaganya dan dia bisa memulai hidupnya untuk menemukan kebahagiaan ya sendiri " ujar hendra


" kami akan melakukan apapun untuk membantu mita hingga dia menemukan kebahagian nya, walaupun harus memisahkan mita dengan bimo, tapi tolong izin kami menemuinya ?" jawab maya


" lebih cepat lebih baik untuk mengurus perpisahan mereka, dan aku sendiri yang akan menjadi wakil mita, kalian akan bertemu dengan mita jika sudah waktunya " jawab hendra


" tapi hendra kami ---"


" tolong mengerti posisi kami " sahut hendra menyela ucapan maya


" baiklah, kami akan mengabari mu secepatnya, dan kami permisi " ujar ryan


.


.


seminggu berlalu setelah kedatangan ryan kerumah hendra, saat ini ryan tengah duduk berhadapan dengan bimo yang berpenampilan sangat kacau, tidak seperti biasanya yang akan terlihat rapi dan tampan, dengan wajah pucat dan lesu bimo terus memandangi selembar kertas yang ada di hadapan nya.


" bimo gak bisa " ucap nya


" suka tidak suka, mau tidak mau, kamu harus menandatangani surat itu " ucap tegas ryan


" pah, kenapa di saat bimo masih dalam penyesalan dan kehilangan papah justru melakukan ini ?" tanya bimo

__ADS_1


" ini yang terbaik, walau terlambat " jawab ryan


" bimo akan memperbaiki semuanya pah " ujar bimo


" tidak ada lagi kesempatan untuk mu " sahut ryan sambil berdiri dari duduk nya dan memberikan pulpen pada bimo


" tolong bimo pah, jangan paksa bimo " mohon bimo


" cepat agar urusan perceraian kamu dengan mita lekas selesai " ujar ryan


" pah---"


" berhenti merengek seperti anak kecil, kamu tanggung semua buah dari perbuatan kamu, jangan menunda nya lagi, kecuali kamu memang berniat membunuhnya secara perlahan" ucap sarkas ryan


" perlu papah yang melakukannya untuk mu ?" tanya ryan dan bimo menggelengkan kepalanya pelan.


dengan tangan gemetar bimo menerima pulpen dari ryan, dan menatap sedih pada selembar kertas di hadapanya, dan tanpa di sadarinya air mata nya mulai menetes hingga akhirnya bimo melepaskan tangisan yang di tahannya di hadapan ryan.


ryan menatap iba pada anak satu-satunya yang sedang menangis, namun ryan juga tidak mau mengulangi memaksakan kehendak lagi, bagaimana pun bimo harus bisa menerima semua keadaan yang terjadi sekarang.


" tanda tangani lah nak, setelah nya papah yang akan mengurus semuanya " ucap ryan sambil menepuk pelan bahu bimo


" maafkan papah, dan bukankah ini juga janji mu untuk melepaskan mita jika mita tidak bisa menerima mu" ucap ryan


tangan gemetar bimo perlahan mendekat pada kertas yang berisi keterangan mengenai perceraian nya dengan mita, hingga akhirnya bimo menandatangani surat cerai nya dengan mita, dan kembali menangis, tangisan yang penuh rasa kecewa, sesal dan hancur menjadi satu bimo luapkan.


.


.


" bim ada apa ?" tanya via saat memasuki kamar jihan melihat bimo yang terus menciumi anak perempuanya dengan sesekali mengusap air mata di wajah nya.


" vi, pada akhirnya aku harus mengalah melepaskan mita, tapi hati ku sangat sakit dan perih vi, kesalahan ku tidak pantas untuk di maafkan " ucap bimo sedangkan via sudah bergerak memeluk bimo.


" kamu tenang dulu, kita masih bisa memperbaiki semuanya, kita tunggu mita dan kita bicarakan lagi, kamu sabar, kamu harus kuat, jangan sampai faiz melihat papinya yang seperti ini " ujar via


" aku sudah menandatangani surat cerai itu vi, papah yang mengurus semuanya, apa lagi yang bisa kuharap kan, aku sangat mencintai nya vi, aku sangat ingin dia selalu menemaniku " ucap bimo


" maaf kan aku, seharusnya setelah melahirkan jihan aku pergi menepati ucapan ku, maaf " ucap via yang mulai menahan air mata yang sudah siap meluncur di wajahnya.

__ADS_1


" aku lah yang seharusnya meminta maaf padamu, dan terimakasih karna kamu memberiku peluang mencintai kalian berdua, aku harap kamu jangan berpikir untuk pergi lagi, jihan membutuhkan kita " ujar bimo yang mempererat pelukannya.


mita ya hanya nama itu lah yang saat ini memenuhi otak dan hati bimo, mita benar-benar menempati singgasana nya di hati bimo, hingga membuat bimo sangat hancur dan tanpa memikirkan rasa malunya lagi bimo menangis, bahkan selama hubungannya dengan via bimo sama sekali tidak pernah meneteskan air matanya. dan tanpa bimo sadari membuat via merasa iba padanya, bahkan via bisa merasakan betapa bimo mencintai mita dengan jelas terlihat dari sorot mata bimo saat bimo menatap mita, tidak seperti saat bimo menatap nya.


" aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan bim " jawab via dengan tangan yang mengusap air mata pada pipi bimo.


.


.


" ayah, boleh kita berbicara sebentar ?" tanya bimo saat dia sudah diperbolehkan masuk ke dalam rumah hendra dan duduk di ruang tamu.


" ada apa nak ?" tanya hendra


" bimo tau jika ayah pasti kecewa dengan bimo, tapi apa boleh bimo menemui mita? bimo sudah setuju untuk bercerai dengan mita " ucap bimo


" terimakasih karna kamu sudah mau melepas mita, tapi untuk bertemu lebih baik tidak " ucap hendra


" tapi yah, bimo mohon untuk yang terakhir kalinya " pinta bimo


" kalian pasti akan bertemu nak tapi tidak sekarang, lebih baik sekarang kamu pulang, anak mu menanti mu di rumah " usir hendra secara halus


" baiklah, kalo begitu bimo pamit yah " ucap bimo


.


.


bimo menghentikan laju mobil nya pada sebuah taman kecil yang biasa di datanginya bersama mita dan faiz, hanya untuk sekedar menghabiskan waktu luang mereka menemani faiz bermain.


kenangan-kenangan tentang kebersamaan mereka membuat bimo kembali meneteskan air matanya, seperti ini kah rasanya kecewa pada diri sendiri ? seperti ini kah pahitnya kehidupan yang hancur ? kenapa mita bisa menahan nya selama ini ? kenapa mita tidak pernah mengatakan apapun pada dirinya selain hanya mengatakan jika dia merasa kecewa dan takut ? kenapa harus sangat perih hingga benar-benar sesak ? harus berpisah dengan orang yang sangat dicintaianya benar-benar menghancurkan dunia nya tanpa sisa.


apakah Tuhan sedang memberikan hukuman nya pada bimo ? atau Tuhan sedang menguji cintanya pada mita ? rasa cinta yang bimo miliki pada mita adalah tulus kenapa seakan takdir sengaja melakukanya ? apakah sama sekali orang seperti bimo atau orang yang memiliki kesalahan di masa lalu tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ? kenapa seakan selalu kesalahan lah yang terus di lakukan nya ? bahkan orang tuanya memaksanya berpisah dengan mita, bimo mengusap air matanya yang menetes dan kembali menjalan kan mobilnya untuk kembali kerumahnya.


.


.


Cinta terkadang lebih sering menyakiti namun tetap tertanam dalam di hati, namun jika hati tanpa cinta maka hampa akan menguasai mu. perjuangkanlah selagi kamu memilikinya, jangan membuatnya terluka karna mengobati akan terasa perih sebelum luka mengering.

__ADS_1


Terimakasih telah menyempatkan membaca cerita ini, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like n coment ❤ untuk ku dan jika kalian berkenan memberikan ku vote dengan poin yang kalian punya😊


__ADS_2