
satu tahun berlalu kini usia mita sudah menginjak tiga puluh tiga tahun usia yang sudah tidak muda lagi, namun wajah cantik dan imut yang dimilikinya sama sekali tidak berubah, masih tetap membuat orang yang menatap nya terpesona.
hal pertama yang dilakukan mita setelah seminggu yang lalu kembali ke indonesia adalah mengunjungi makam ibu dan anak nya yang di temani oleh alif dan hendra.
" ibu dan faiz apa kabar ? mita kangen sama kalian berdua, mita sekarang sudah baik-baik saja, berkat ayah dan bang alif yang selalu menjaga mita jadi ibu jangan khawatir tentang keadaan mita, dan faiz kamu baik-baik ya di surga sama nenek jangan membuat nenek kerepotan disana, tunggu mami ya sayang " ucap mita
setelah dari makam mita, alif dan hendra kembali kerumah mereka, hendra dan alif dapat bernapas lega sekarang karna mita sudah kembali seperti dulu, dapat menerima kenyataan jika faiz memang sudah tiada, lebih baik dalam mengendalikan emosi dan perasaan, walau masih harus setidaknya dua atau tiga bulan sekali berkonsultasi pada dokternya.
" bang, mita mau kembali tinggal di rumah mita dulu " ucap mita menggutarakan keinginannya
" kenapa gak disini aja sih ?" tanya alif
" mita akan merasa lebih nyaman di sana bang, karna tidak ada kenangan tentang faiz " jawab mita
" ya udah terserah kamu, tapi izin ayah dulu " ujar alif
" heemm " jawab mita
" kamu kapan mau mulai kerja mit ?" tanya alif
" bulan depan aja kaya na, mita mesti harus belajar lagi, dan mengurus toko mita yang sempat mita tinggalkan " jawab mita
" iya abang setuju, selama kamu di jepang abang meminta anita yang membantu mengelola toko kamu untungnya pekerjaan nya bagus walau menyebalkan orang nya " ujar alif
" kenapa gak laras bang ?" tanya mita
" laras kasian dia waktu kamu tinggal ke jepang dia lagi patah hati, jadi abang pilih anita " jawab alif dan mita hanya mengangguk sebagai jawaban
.
.
kini mita sudah tinggal di rumah pribadi miliknya, kamar yang bernuansa biru dan boneka juga aneka pernak pernik doraemon favoritnya masih tertata rapi seperti dulu, mita masih di temani oleh bi tini yang selalu setia padanya dan membantu mita merawat rumahnya.
" akhirnya non mita tinggal di sini lagi, bibi seneng banget non " ucap bi tini
" mita juga bi, kita kembali tinggal berdua di sini" ucap mita lirih
__ADS_1
" bibi bakal selalu siap buat jaga non mita " ucap wanita paruh baya yang masih terlihat sehat dengan tawanya .
" untung lah mita hanya beberapa kali membawa faiz kesini, jadi tidak terlalu banyak kenangan nya di sini " ucap mita lagi
" sudah non ikhlas kan, bibi yakin Tuhan akan memberikan kebahagiaan lain untuk non mita nantinya " ujar bi tini
" iya bi, semoga saja, mita kekamar dulu ya bi, mau istirahat, besok mita sudah mulai kerja " ujar mita
" silahkan non " jawab bi tini.
.
.
mita masuk keruangan alif tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung melontarkan kata-kata kesal nya pada sang kakak tanpa melihat keadaan ruangan itu
" abang " panggil mita dan alif mendongakkan kepalanya melihat wajah kesal sang adik dengan senyum tipis dia sudah tau jika adiknya itu pasti akan mengomelinya, sambil terus berdiri di sisi lemari buku yang ada di ruangan kerja alif.
" abang, apa-apan sih baru pertama hari kerja abang sudah ngerjain mita harus ketemu sama rekan bisnis abang yang cerewet banget itu, emang nya bang yoga kemana ? kenapa gak dia aja sih, mita kesel tau permintaan banyak banget, mita gak mau pokok nya ketemu sama orang itu lagi " jelas mita dengan nada kesal, ya mita sekarang sudah benar-benar kembali pada dirinya seperti saat belum memiliki faiz menjadi sedikit cerewet dan manja jika dengan keluarganya, namun akan berbeda jika dengan orang lain.
" kamu kenapa melotot gitu " tegur alif dari arah samping mita
" kesel sama abang " sahut mita dan berbalik untuk keluar dari ruangan alif menahan malu dan kesal menjadi satu.
" jadi dia adik mu yang baru datang dari jepang ?" tanya teman alif
" iya " jawab faiz
" aku tidak tau teryata kamu seorang yang cerewet dan banyak mau nya " ujar alif mengejek temanya
" sialan, itu hanya alasan adikmu " jawab teman alif dan di ikuti oleh tawa mereka berdua mengingat eksperi mita yang terkejut dan menahan malu
" sudah lama rasanya aku tidak tertawa seperti ini, bahkan sangat lama aku tidak melihat wajah kesal adikku seperti tadi, aku sangat merindukan nya " ucap alif
" maka kamu harus berterimakasih padaku " ujar teman alif
" tentu " jawab alif
__ADS_1
" berapa usia adik mu lif ?" tanya teman alif
" dia tiga puluh tiga tahun, kami hanya berbeda dua tahun " jawab alif
" tapi dia seperti masih usia dua puluhan, sangat manis dan manja dengan mu " ujar teman alif
" ya karna dia kesayangan ku, aku tidak akan membiarkan ada orang yang menyakitinya lagi, cukup dengan masa lalunya " ujar alif
" ya semoga saja adikmu tidak salah pilih lagi " sahut teman alif.
.
.
" bim kamu hari ini pulang jam berapa ?" tanya via melalui panggilan telfon
" aku tidak pulang banyak pekerjaan " jawab bimo
" tapi kamu sudah tiga hari tidak pulang bim, jihan kangen sama kamu " ujar via
" jika pekerjaan ku selesai aku pulang, dan aku sedang sibuk nanti aku kabari lagi " ucap bimo dan mematikan panggilan sepihak
via menitik kan air matanya yang tertahan, sikap bimo yang berubah padanya dan jihan, semakin terasa sejak dia menadatangani surat cerai nya dengan mita, menjadi jarang pulang kerumah dan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja, walaupun bimo pulang kerumah waktunya pun lebih banyak dia gunakan berdiam di kamar faiz atau mita, bahkan mertuanya pun memilih untuk pindah ke rumah mereka yang lain, sehingga di rumah yang sangat besar dan mewah itu hanya di huni oleh via dan jihan yang di temani oleh beberapa pelayan dan bimo jika dia pulang.
sedangkan di kantornya bimo sedang uring-uringan dengan beberapa masalah pekerjaan nya, hingga membuatnya lebih sering melampiaskan kekesalan nya pada beberapa karyawan nya, bahkan tak luput andi pun sering menerima dampak dari kekesalan bimo. namun andi lebih dapat memaklumi bimo yang sejak kepergian faiz menjadi berubah sangat dingin, dan tegas juga lebih mudah marah.
" saya mau pulang lebih dulu " ucap bimo pada andi yang berdiri di balik meja kerjanya.
bimo mulai mengemudikan mobilnya menuju apartemen nya yang setahun ini menjadi tempat untuk nya melepas penat dan menyendiri dan merupakan salah satu alasan bimo jarang pulang kerumah nya, karna bimo merasa lebih nyaman berada di apartemen nya untuk saat ini, di perjalanan bimo mampir di salah satu mini market untuk membeli beberapa makanan dan minuman, di dalam mini market bimo melihat seseorang yang sangat di rindukannya dan di nantinya untuk dia temui, bimo memastikan dengan jelas jika matanya tidak sedang salah melihat, dan ternyata memang benar mita yang di lihatnya.
bimo sangat ingin berlari kearah mita dan memeluknya menyalurkan rasa rindu yang di pendam nya selama ini dan banyak permintaan maaf yang ingin di ucapkan nya pada mita, namun bimo mengurungkan niatnya, mengingat bagaimana mita menolaknya saat setahun lalu mereka bertemu.
bimo menghubungi seseorang untuk mencari tau kapan tepatnya mita kembali ke indonesia dan bagaimana keadaan nya sekarang ? apakah mita sudah benar-benar baik-baik saja ? bimo ingin memastikan semua itu, dan setelah mita pergi dari mini market itu bimo pun membayar belanjaanya dan mengemudikan mobil nya tidak menuju apartemen nya melainkan menuju makan faiz.
sesampainya di makam faiz bimo berjongkok dengan setetes air mata bahagia, sedih menjadi satu. " faiz apa kamu sudah tau jika mami kamu sudah kembali ? tadi papi melihat mami di mini market, tapi papi belum berani menyapa mami mu, papi sangat takut jika mami mu melihat papi akan kembali melukai hatinya, maaf kan papi sayang, tapi papi berjanji akan memperbaiki semuanya " ucap bimo
" papi sangat menyayangi mu nak, dan papi masih sangat mencintai mami mu, papi harap kamu mendoakan papi dari surga sana agar mami mau memaafkan papi " sambung bimo lagi dan tak lama setelah menyampaikan kabar pada faiz bimo pun kembali ke apartemen nya.
__ADS_1