
setelah beberapa hari dari pertemuan dengan mita, bimo memutuskan untuk pulang kerumahnya untuk menemui via dan jihan.
" jihan " panggil bimo saat melangkah masuk kedalam kamar jihan
" papi " jawab jihan yang sedang bermain bersama via
" kenapa belum tidur ?" tanya bimo setelah membawa jihan pada pangkuan nya, tak ada jawaban dari jihan hanya pelukan gadis kecil itu semakin erat memeluknya yang di rasakan bimo, ada rasa bersalah di hati nya karna mengabaikan anak nya, bimo menemani jihan hingga tertidur dalam pelukan nya.
" vi bisa kita bicara ? " tanya bimo
" kita kekamar ku aja bim " jawab via
.
.
" aku bertemu mita beberapa hari yang lalu vi " ucap bimo memecah keheningan
" aku juga bertemu dengan nya di mall, tapi dia menghindari ku " sahut via yang membuat bimo menatapnya.
" mita mengatakan jika dia memaafkan aku tapi dia ingin hubungan kami benar-benar berakhir dan tidak saling bertemu lagi " ucap bimo
" lalu apa keputusan mu ?" tanya via
" aku meminta waktu padanya, agar aku bisa melepasnya dengan ikhlas, tapi hati ku tidak menerimanya " jawab bimo
" apa masih ada rasa cinta di hati mu untuk ku bim ?" tanya via
bimo diam tidak menjawab, satu menit berlalu, tiga menit berlalu hingga sepuluh menit berlalu masih tak ada jawaban dari bimo, via menatap bimo dengan sendu dan mencoba menenangkan hati nya yang mulai terasa seperti di iris-iris menunggu jawaban dari bimo.
" aku sayang sama kamu vi " jawab bimo
__ADS_1
" bim kamu sangat mencintai mita, kamu bisa memperjuangkan cinta kamu, tapi aku harap kamu tidak menggunakan emosi, lihatlah hasil dari setiap emosi yang kamu turuti, kamu kehilangan semuanya tanpa sisa, bukan hanya menyakiti orang yang kamu cintai tapi kamu juga menyakiti dirimu sendiri, suatu hal yang berlebihan sangat tidak baik bim " ucap via
" aku minta maaf pada mu vi, aku tidak bisa mengontrol perasaan ini, aku masih ingin berjuang namun mita sudah lebih dulu menolak ku, aku tidak pantas " ucap bimo
" bim berusahalah sekali lagi, jika memang kalian berjodoh Tuhan pasti akan membuka hati mita untuk mu, dan bila saat itu tiba aku akan mengalah untuk kalian bim, namun jika mita kembali menolak mu maka berusahalah untuk menenangkan hati mu dan terimalah aku dan jihan sebagai keluarga mu, aku tidak akan menuntut mu untuk kembali mencintai ku bim, aku hanya ingin waktu mu untuk jihan, tak apa jika kamu mengabaikan ku " ucap via
" aku tulus mengatakan ini bim, berusahalah " sambung via
" bagaiman bisa kamu berpikir seperti itu vi ? bagaiman dengan mu jika aku benar-benar melepasmu ?" tanya bimo
" aku sangat menyadari dengan posisi ku bim, aku tidak ingin papah dan mamah terus kecewa padamu dan aku, dan pula aku rasa aku pantas menerima semuanya jika memang kalian bersama bim, aku sangat mengenal mu bim, aku sangat tau apa yang ada di dalam pikiran dan hatimu" ucap via dengan air mata yang siap meluncur
" maafkan aku via, aku mengakui jika aku sangat mencintai mita, tapi aku sudah sangat menyakiti kamu, tolong beri aku waktu sebentar untuk ku mengambil keputusan vi " pinta bimo sambil mememluk via
" bersabar dan coba lah untuk memahami keadaan bersama " ucap via di sela isakan tangisnya yang masih dalam pelukan bimo.
.
.
" bagaimana kabar mu nak ?" tanya maya yang sudah tidak dapat menahan perasaan rindunya pada mita
" mita baik tante, om dan tante bagaimana ?" tanya mita namun bukan jawaban yang di dapat mita, maya langsung beranjak dari duduk nya dan memeluk mita sangat erat, hati mita bergetar saat maya memeluk nya dia pun sebenarnya rindu akan pelukan seorang ibu, ibu yang selalu menjadi tempat pertamanya mengadukan segala hal dan tempatnya bermanja, yang tanpa di sadari mita membalas pelukan maya, membuat maya menangis haru karna untuk pertama kalinya mita mau membalas pelukanya.
" nak, maaf kan kami yang selalu memberikan luka di hati mu, kamipun samahalnya dengan mu kami hancur tanpa kamu nak, maaf kan mamah nak, maafkan mamah" ucap maya
" sebenarnya rasa sakit itu masih jelas di hati mita, tapi mita bisa apa jika takdir tidak berpihak pada mita, mita selalu mencoba untuk memaafkan, dan kesalahan bukan hanya dari kalian tapi mita juga terlalu egois membentengi hati hanya karna rasa takut yang mita pendam " jawab mita
" maksud kamu apa nak ? mamah dan papah tidak mengerti, jelaskan lah pada kami " pinta maya
" entahlah tante, mita terkadang berpikir kepergian faiz juga merupakan kesalahan mita yang tidak mau menerima keadaan, seharusnya mita menerima pernikahan itu dengan membuka hati dan membuang rasa takut mita pada kak bimo, kalian semua bahkan memperlakukan mita dengan baik, kak via juga rela membagi suaminya, tapi mita yang terlalu takut untuk membuka hati dan menjaga jarak sampai membuat kak bimo harus begitu keras pada mita dan kehilangan yang sangat berharga, mita yakin kak bimo sama seperti mita yang kehilangan, tapi mita benar-benar ingin untuk mengakhiri semua secara baik-baik" jelas mita
__ADS_1
" mamah yakin bimo menyesal dengan peerbuatanya, semua terlihat jelas dengan perubahan sikap nya selama setahun ini, walaupun kamu mengakhiri hubungan mu dengan bimo, bolehkan mamah dan papah tetap menganggap mu anak kami nak ?" tanya maya dengan penuh harap
mita menatap lekat pada maya dan ryan yang juga menatap nya, mita ingin menjawab iya namun dia tidak ingin memiliki alasan apapun untuk berhubungan dengan bimo, jika dia menjawab tidak, mita tidak tega melihat raut kecewa dua orang tua dihadapanya, karna bagaimana pun ryan dan maya merupakan oma dan opa faiz, kemudian mita menatap ayah nya di sana hendra mengangguk kecil sebagai isyarat jika dia setuju.
" boleh, kalian boleh menganggap mita sebagai anak kalian, tapi tolong jangan paksa mita kembali sepertu dulu " ucap mita
" terimakasih nak, mamah sangat bahagia mendengarnya " ucap maya
" terimakasih kamu masih mau menerima kami, kami berjanji tidak akan menyulitkan kamu lagi nak, maafkan kami " ucap ryan dan mita tersenyum manis sebagai jawaban.
" hendra kami juga sangat berhutang maaf padamu, maaf kan kami yang tidak tau malu ini ndra " ucap ryan
" kita sudah tua,tidak baik jika saling menyimpan rasa tidak nyaman di hati, itu akan berpengaruh dengan kesehatan kita, terutama aku,aku harus selalu sehat hingga anak-anak ku memiliki kebahagiaan, baru lah aku menyusul dini, maka aku pun memaafkan mu dan mamafkan lah juga aku " jawab hendra yang saling berpelukan dengan ryan.
" nak kami ---"
" aku akan memaafkan kalian, tapi jangan membuat adikku kembali di sakiti anak kalian, jika tidak aku yang akan memberinya pelajaran " sahut alif memutus ucapan maya.
maya dan ryan mengagguk bersama dan mengucapkan terimakasih pada alif, hendra dan mita, akhirnya sedikit beban terselesaikan hari ini, dengan ketulusan dan ke ikhlasan hati.
" besok temui papah di kantor, ada yang ingin papah beritahukan padamu mita " ucap ryan
" apa bisa tidak di kantor om ?" tanya mita
" datang lah kekantor papah, kamu tidak lupa kan jika papah masih memiliki bisnis sendiri, berbeda dengan pl grup ?" tanya ryan
" iya, mita mengingat nya,baiklah jam istirahat siang mita akan datang kekantor om ryan " jawab mita.
" papah tunggu dan alif bisa ikut, karna sudah larut kami permisi untuk pulang " ucap ryan
setelah kepulangan maya dan ryan, mita, hendra dan alif kembali kekamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
__ADS_1