Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
jangan membuat ku takut


__ADS_3

setelah selesai menyiapkan segala kebutuhan Faiz, kini giliran Mita yang bersiap-siap mengganti pakaian untuk mengantar Faiz, dan setelah selesai Mita mengajak Faiz yang sudah menunggunya duduk manis di sofa.


" Faiz ayo, kita sarapan habis itu berangkat ke sekolah " ajak Mita dengan semangat


" yeeyyy, ayo mi " semangat Faiz, saat hendak membuka pintu ternyata pintu kamar Mita lebih dulu terbuka, memperlihatkan Bimo yang berdiri di ambang pintu.


" kalian sudah siap ?" tanya Bimo


" iya pi " jawab Faiz


" Faiz boleh turun duluan sarapan sama oma dan opa, papi mau bicara sebentar sama mami " ucap Bimo


" baiklah " jawab Faiz dan kemudian keluar dari kamar Mita, Bimo menutup pintu kamar dan menguncinya, lalu berjalan mendekati Mita yang secara reflek berjalan mundur kebelakang, sampai Bimo menghentikan langkahnya saat Mita sudah terhenti oleh dinding kamar.


" kamu mau kemana ?" tanya Bimo


" antar Faiz " jawab Mita


" kamu di rumah aja, mulai sekarang kamu boleh keluar kalo sama aku " ujar Bimo


" tapi kak ak-----"


" Mita jangan bantah aku " sahut Bimo menyela ucapan Mita dengan mata yang saling menatap, Mita menundukkan kepalanya yang kemudian berjalan kearah lemari lagi untuk mengambil baju santainya untuk berganti pakaian, yang sebenarnya sangat enggan dia lakukan, tapi karna Mita tidak ingin berdebat dengan Bimo, Mita memilih menurut.


" kamu mau ngapain ?" tanya Bimo yang memperhatikan istrinya.


"................"


" Hah, ya udah ikut aku antar Faiz, ayo sarapan " ajak Bimo sambil meraih tangan Mita yang sudah memegang pakaian ganti, mengambilnya dan menaruh baju yang di bawa Miita kesembarang tempat.


Bimo memeluk Mita dengan erat, tanpa ada balasan dari Mita, " maafkan aku, semalam aku terlalu emosi " ucap Bimo dengan lembut dan mencium kening istrinya, tetapi Mita memalingkan wajahnya saat Bimo akan mendaratkan ciuman ke bibir seksi miliknya, membuat Bimo mendengus kesal dan mengajak Mita untuk sarapan.


.


.


" mami " panggil Faiz


" Faiz udah selesai sarapan ?" tanya Mita


" sudah mi " jawab Faiz


" ya udah ayo berangkat, kesekolah " ajak Mita


" sarapan dulu Mit " ucap Bimo, Mita menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


" duduk dan sarapan atau sama sekali tidak mengantar Faiz " ujar Bimo tegas sedang Mita hanya menatapnya datar.


" Bimo " tegur Ryan dan Maya bersamaan, saat Bimo kembali menarik Mita agar duduk di sebelahnya.


" sayang tunggu sebentar ya mami sarapan " ucap Mita pada Faiz tanpa jawaban, hanya tatapan tak suka yang Faiz berikan pada papinya.


.


.


setelah mengantar Faiz kesekolah tinggal Mita dan Bimo di dalam mobil, sejak tadi Mita lebih memilih diam dan hanya menatap ke arah jalanan yang mereka lalui.


" mau langsung pulang atau mau kemana ?" tanya Bimo


" boleh antar aku ke toko ?" tanya Mita


" kamu ada kerjaan ?" tanya Bimo yang di angguki Mita


sesampainya di toko roti miliknya, Mita turun dari mobil dan di ikuti oleh Bimo, lalu menggandeng tangan Mita, sempat di tepis oleh Mita tetapi Bimo tetap meraih kembali tangan Mita dan menggenggam dengan erat hingga mereka masuk kedalam toko dan menjadi perhatian beberapa karyawan Mita.


" mba Mita selamat pagi " sapa salah seorang karyawatinya yang sedang bertugas sebagai seorang kasir yang bernama Laras


" iya Ras, yang lain udah pada kerja ?" tanya Mita


" iya mba lagi pada buat adonan di dalam " yang di annguki Mita


" ya udah mba ke dalam dulu " ujar Mita, hingga Mita dan Bimo masuk kedalam ruangannya mata Laras bahkan belum berkedip menatap pria tampan yang bersama Mita.


" yang satu cantik banget, yang satu tampan banget, serasinya gak ketolongan, semoga aja Tuhan sisain satu buat aku " oceh Laras seorang diri


.


.


" gimana usaha kamu lancar ?" tanya Bimo, pada Mita yang sibuk dengan tumpukan kertas di hadapanya.


" ehmm " jawab Mita


Bimo berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke meja di mana Mita mengerjakan pekerjaan nya " perlu aku bantu ?" tanya Bimo, dan Mita hanya menggeleng sebagai jawabannya.


" masih lama gak kamu ?" tanya Bimo lagi


" kakak kalo mau kerja, pergi aja, nanti aku bisa jemput Faiz pakai taksi " ujar Mita


" aku bisa bekerja dimanapun, masih ada Andi yang bantu aku, mungkin aku kekantor kalo ada rapat penting " jawab Bimo tanpa ada reaksi dari Mita.


tiga jam berlalu Mita dengan kesibukannya dan Bimo yang juga sibuk dengan ponselnya, membuat suasana ruangan menjadi hening, sampai Bimo menyadarkan Mita jika sudah waktunya untuk menjemput Faiz.

__ADS_1


setelah menjemput Faiz, Bimo mengajak Mita dan Faiz ke kantornya untuk menandatangani berkas penting yang di informasikan Andi melalui pesan, berhubung Bimo sedang berada di luar jadi dia yang datang ke kantor.


Bimo menggendong Faiz dan menggandeng tangan Mita erat seakan takut jika istrinya akan hilang saat berjalan memasuki perusahaan, banyak mata yang menatap mereka, ada tatapan kagum, ada yang mulai bisik-bisik, ada yang mulai mencemoh dan bergosip, tapi hal itu tak di hiraukan oleh Bimo dan Mita.


" wih pak Bimo bawa istri muda sama anaknya cakep banget "


" hasil ngerebut aja bangga "


" dulukan dia kerja disini, sekarang jadi istri "


" serasi banget sih, Mita masih aja imut dan pak Bimo tampan banget, pantes hasil kloningnya tampannya gak bisa di ragukan lagi "


begitulah kira-kira komentar para karyawan yang ada di perusahaan Bimo dan masih banyak lagi, hingga Bimo sampai pada ruangannya yang di sambut oleh Andi.


" Faiz mau gak kita makan di sini aja, papi ada sedikit pekerjaan ?" tanya Bimo


" Faiz boleh main ?" tanya Faiz


" boleh tapi jangan lari-lari dan ganggu om dan tante yang kerja, dan mainya setelah makan siang " ujar Bimo


" Andi pesenin makan buat kita " perintah Bimo


" siap pak " jawab Andi


.


.


setelah makan siang bersama, Bimo kembali di sibukkan dengan beberapa pekerjaannya, Faiz yang asik dengan mainanya dan Mita yang hanya diam memperhatikan faiz, hingga Bimo sudah duduk di sebelah Mita, dengan tangan yang melingkar oada pinggang Mita.


" kamu capek ?" tanya Bimo, yang menaruh wajahnya di bahu Mita sambil menghirup dalam-dalam aroma tubuh Mita, Mita menggelengkan kepalanya dan berusaha menjauhkan Bimo karna merasa risih.


" kita ke mall ya, beli hp buat ganti yang rusak, kamu belum belikan ?" tanya Bimo lagi-lagi jawaban Mita hanya gelengan kepala.


" Faiz ayoo, kita ke mall sebentar trus kita pulang, ayo sayang " ajak Bimo menarik tangan Mita agar berdiri dan kembali menggendong Faiz, bahkan saat mereka bertiga berjalan keluar dari ruangan hingga luar kantorpun tak lepas dari perhatian para karyawan Bimo, apalgi dengan posesifnya Bimo yang terus menaruh tanganya di pinggang Mita.


.


.


setelah sampai di rumah, Bimo melihat Faiz yang tertidur pulas " biar aku gendong Faiz " ujar Bimo, Bimo tidak membawa Faiz ke kamarnya melainkan kekamar Mita dan membaringkanya di kasur, tidak berapa lama Mita juga ikut masuk kedalam kamarnya, menatap pada dua pria yang berbaring di atas ranjanganya.


" Mita bisa bikinin aku teh ?" pinta Bimo


" iya " jawab Mita dan kembali keluar dari kamar membuatkan teh untuk Bimo, setelah selesai membuat teh Mita hendak membawa kembali ke kamarnya, dan berselisih dengan Via yang juga hendak kedapur.


" Mita " panggil Via


" iya " jawab Mita


" sudah kak " jawab Mita


" ntar sorean jalan yu ke mall, lama gak keluar rumah aku bosen Mit " ajak Via dengan semangat.


" kakak taukan, kak Bimo membatasi gerak Mita, jadi kakak pergi sama kak Bimo aja " jawab Mita


" kita pergi bareng-bareng gimana ?" tanya Via


" Mita di rumah aja kak, mau istirahat, Mita ke atas dulu antar teh kak Bimo " ucap Mita


" ya udah kalo gitu aku juga mau istirahat deh" ujar Via yang kemudian ikut berjalan menaiki anak tangga di belakang Mita dan mereka masuk kedalam kamar masing-masing.


Bimo semakin jarang menemani ku, tenang Via bukankah ini yang kamu harapkan. gumam Via di hatinya


.


.


setelah Mita masuk kedalam kamarnya dan meletakkan teh di atas nakas, Mita melihat kearah Bimo dan Faiz yang ternyata juga terlelap sambil saling memeluk, Mita menghela napasnya, membantu melepas sepatu dan kaos kaki Bimo dan juga sepatu dan kaos kaki Faiz, kemudian memberikan selimut pada Bimo dan Faiz, serta mengatur suhu ruangan agar tidur Bimo dan Faiz nyenyak.


Mita duduk di sofa kamarnya, memperhatikan Faiz yang sangat nyaman dalam dekapan Bimo, sungguh pemandangan yang sangat langka, dan menyentil hatinya, apalagi saat teringat ketika pertama kali Faiz bisa merasakan tidur bersama dengan kedua orang tuanya " ternyata senyaman ini saat tidur sama mami dan papi " ucap Faiz saat itu, membuat Mita menghela napasnya.


Mita ikut tertidur di sofa entah sudah berapa lama mereka tertidur siang itu, Bimo lebih dulu bangun dari pada Mita dan Faiz, melirik ke arah jam dinding yang mengantung menunjuk angka empat dan mengalihkan pandangannya pada Mita yang terlelap di sofa, dengan inisiatifnya Mimo memindahkan istrinya kekasur pelan-pelan agar tidak mengganggu tidur Mita, Bimo menatap wajah Mita yang terlelap memberikan kecupan pada kening dan bibir Mita yang kemudian kembali berbaring dengan posisi Faiz yang berada di tengah mereka.


.


.


" makan malam sudah siap tapi Bimo dan istri juga anaknya belum turun ?" tanya Ryan


" Via masih di dapur ngambil jusnya, kalo mereka bertiga belum ada keluar kamar sejak tadi " jawab Maya


" panggil saja " perintah Ryan


" Vi, ayo kita panggil Bimo, Mita dan Faiz " ajak Maya


" iya mah " jawab Via dan mereka berdua berjalan menuju kamar Mita.


" Vi kamu gak apapa ?" tanya Maya


" maksud mamah apa ?" tanya Via


" terus terang saja, apa kamu tidak cemburu jika Bimo menghabiskan waktunya seharian seperti hari ini dengan Mita ?" tanya Maya

__ADS_1


" enggak mah, Via rela jika Bimo bersama Mita asalkan bukan wanita lain, Bimo juga selalu meluangkan waktu untuk Via mah, lagi pula Mita berhak mendapatkan itu semua" jawab Via


" syukurlah jika memang begitu, kamu harus bisa sabar dan ikhlas seperti Mita " ujar Maya


" iya mah, Mita memang sangat sabar, ikhlas dan tegar, maka dari itu Via sangat menyayanginya " jawab Via


setelah beberapa kali mengetuk pintu kamar Mita, sama sekali belum mendapat respon dari sang pemilik kamar, hingga Maya memutuskan untuk membuka pintu dan masuk kedalam kamar Mita bersama Via, di sana mereka di suguhkan pemandangan yang membuat hati Maya dan Via yang menghangat, benar-benar moment yang hampir tidak pernah mereka lihat, dengan cepat Via mengabadikan moment itu menggunakan ponselnya.


" mah jangan di bangunin ya, kayanya mereka kecapean banget, sampai-sampai masih terlelap sampai jam segini " ujar Via yang di setujui oleh Maya, mereka keluar dari kamar Mita dengan pelan agar tidak meninggalkan suara.


.


.


" malam pah mah " sapa Bimo yang baru bergabung dengan wajah khas bangun tidur dan rambut berantakan


" kamu mau makan malam Bim ?" tawar Via


" aku nanti aja ya bareng Mita sama Faiz " jawab Bimo sambil meminum air putih yang di berikan Via.


" terimakasih " ucap Bimo dan memberikan ciuman pada kening Via


" aku mau mandi dulu " ujar Bimo


" ya udah aku siapin baju kamu " jawab Via


" gak usah, kamu makan aja di selesaikan, makan yang banyak biar anak kita sehat dan kuat, nanti aku sekalian bangunin Mita sama Faiz " ujar Bimo


" iya papi, aku pasti sehat dan kuat seperti kakak Faiz " jawab Via menirukan suara anak kecil sambil tertawa bersama Bimo.


.


.


Bimo berjalan meninggalkan meja makan dan kembali naik keatas bukan menuju kamarnya dengan Via tetapi kakinya justru membawanya melangkah kembali ke kamar Mita dan masuk kedalam, di sana di lihatnya Mita yang sudah duduk di tepi ranjang bersama Faiz, Mita yang terlihat imut dengan rambut acak-acakanya sedangkan Faiz yang terlihat lucu dengan wajah khas bangun tidurnya.


" Faiz mau mandi sama papi ?" tanya Bimo dan Faiz menggeleng


" mau mandi sama mami " jawab Faiz


" ya sudah kalo gitu papi mandi duluan, bersama mami " ujar Bimo menarik tangan Mita menggoda anak laki-lakinya yang langsung saja memberengut kesal dan menghalangi Bimo membawa maminya kekamar mandi.


Bimo dan Mita tertawa bersama melihat reaksi anak mereka yang sedang cemburu, " jadi mami mandi sama siapa ?" tanya Mita menambah kekesalan Faiz.


" mami mandi sama Faiz/papi " sahut dua pria beda usia bersamaan, yang lagi-lagi membuat Mita terkekeh, hingga Bimo tak bisa memalingkan tatapanya pada Mita, senyum dan tawa yang sangat jarang di temuinya.


" mami mandi lebih dulu, kami akan mandi setelah mami selesai " jawab Faiz


" baiklah " jawab Mita sambil memberikan ciuman pada pipi gembul Faiz.


setelah selesai membersihkan diri mereka bertiga turun bersama dan menuju dapur, karna Faiz sudah merengek meminta makan dengan ayam goreng favoritnya.


Mita sedang fokus menyuapi Faiz tidak sadar jika Bimo beralih tempat duduk di sebelahnya dengan membawa makanan di piringnya.


" nah kamu juga sambil makan " ucap Bimo sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan ke mulut Mita.


" nanti kak aku suapi Faiz dulu " tolak Mita yang merasa canggung dengan perlakuan suaminya.


" udah kita makan sama-sama, lagian kenapa suami sendiri yang suapin kamu bukan orang lain " ujar Bimo yang akhirnya di terima oleh istrinya.


setelah makan malam, Faiz ikut bersama opa Ryan dan oma Maya, sedangkan Via sudah lebih dulu istirahat, tinggalah Mita dan Bimo di ruang keluarga.


" hp yang tadi di beli belum kamu coba Mit ?" tanya Bimo


" belum " jawab Mita


" kamu ambil gih kita coba " perintah Bimo


" Mita mau istirahat aja kak " jawab Mita


" Mit,..... emang kamu bisa tidur lagi, tadi siang kita tidur udah lama, gimana kalo kita... " ucap Bimo menggantung kata-katanya, dan Mita mengalihkan tatapanya dari tv ke pada Bimo.


" kita olahraga malam, agar Faiz bisa mendapatkan seorang adik lagi " ucap Bimo dengan senyum yang mengembang


" enggak !! " jawab Mita dengan medelikkan matanya.


" enggak nolakkan kamu " ujar Bimo masih dengan senyumnya


" kak cukup, tolong milikilah sedikit rasa malu " ucap Mita dengan tatapan tajam.


" kenapa aku ini suami kamu " ucap Bimo sambil mendekat pada Mita yang membuatnya bersingut mundur hingga pada ujung sofa dan kedua tangannya berada pada dada Bimo.


" aku harus menemani Faiz tidur " ujar Mita sambil berusaha mendorong dada Bimo.


" Faiz tidur dengan opa dan omanya " jawab Bimo yang semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Mita hingga Mita dapat merasakan hembusan napas Bimo.


" kak tolong minggir " ucap Mita sambil mengalihkan pandangannya, tetapi Bimo mencengkram lembut wajah Mita dan ******* bibir Mita dengan rakus, bibir yang menjadi candu dan membuatnya terus ingin menikmatinya, Bimo melepaskan ciumannya memberikan ruang bagi mita untuk bernapas.


" kak, aku mohon jangan membuatku takut " ucap Mita lirih dengan tatapan mata sayunya, menyadarkan Bimo yang sudah dilanda hasrat nafsunya, menatap Mita dengan wajah yang mulai memucat.


" ya sudah ayo kita istirahat " ajak Bimo yang menarik tangan Mita.


" kamu tidur di kasur, aku yang di sofa " ujar Bimo yang sudah berada di dalam kamar, mereka mengambil posisi masing-masing dan mencoba untuk tidur.

__ADS_1


**************


selamat membaca dan Terimakasih sudah mampir, jangan lupa untuk dukunganya like, komen, vote dan Rate ya 😘


__ADS_2