
Mita sudah siap dengan segala keperluannya untuk pergi kekantor, setelah sarapan Mita langsung menyambar tasnya dan berjalan menuju mobilnya.
" selamat pagi " sapa Bimo saat Mita sudah membuka pintu
" kenapa pagi-pagi sudah disini ?" tanya Mita
" aku mau mengajak mu menemui ayah " ujar Bimo
" tapi, aku harus bekerja " jawab Mita
" sehari libur tidak akan membuat perusahaan mu bangkrut Mit " ucap Bimo
" aku memang akan menemui ayah tapi nanti setelah aku pulang kerja, jadi maaf aku tidak bisa sekarang " ucap Mita
" dan aku tidak ingin kamu tolak " sahut Bimo sambil menarik tangan Mita
beberapa langkah mereka berjalan, seorang pria menatap tajam pada Mita dan Bimo, begitupun Bimo yang juga menatap nya tajam dengan seringaian tipis di wajahnya.
" kak tolong lepasin tangan ku " pinta Mita sambil melihat kearah tangan nya dan Bimo.
Mita membolakan matanya saat melihat luka di tangan Bimo yang sangat jelas belum di obati, Mita kemudian menatap Bimo yang masih terdiam dengan tatapan tajam nya pada pria di hadapanya.
" Mita ikut saya " ucap pria yang tak lain adalah Arga
" ada apa kak Arga ?" tanya Mita
" Alif memintaku untuk penyelesaian proyek yang terakhir kali kita bahas, jadi aku berinisiatif menjemputmu sekalian " jelas Arga
" bukanya urusan proyek itu sudah di alihkan pada bang Yoga? karna Mita mulai sekarang harus bekerja di perusahaan omRyan " ujar Mita
" tapi aku lebih suka membahasnya denganmu, jadi ayo ikut aku " ucap Arga sambil meraih satu tangan Mita.
Bimo semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Mita sebelah kanan sedangkan Argapun sama halnya dengan Bimo
" LEPAS " teriak Mita
" kalian bisa urus -urusan kalian sendiri, aku harus bekerja " ucap Mita sambil meneruskan langkahnya menuju mobilnya.
Mita kembali terkejut dengan tingkah dua orang pria dewasa yang juga ikut masuk kedalam mobilnya secara bersamaan.
" kalian bawa mobil masing-masing kan ?" tanya Mit
" tanganku masih sangat sakit " ucap Bimo sambil memperlihatkan tangannya yang terluka
" aku harus mengawasi kamu, karna Alif menitipkan kamu padaku " sahur Arga, membuat Bimo berdecak kesal mendengar ucapan Arga
" terserah " ucap Mita dan menjalankan mobilnya.
.
.
setelah memarkirkan mobilnya Mita berjalan masuk kedalam sebuah gedung yang menjulang tinggi sebagai tempat dia bekerja selanjutnya, tepat di hadapany berdiri beberapa orang dengan pakaian rapi dan membawa bunga.
__ADS_1
" om Ryan, Wahyu " panggil Mita
" selamat datang dan selamat bekerja " ucap Ryan sambil menyerahkan bunga yang di siapkanya.
" terimakasih om " ucap Mita dengan senyum manisnya
" kamu di sini juga Yu ?" tanya Mita
" iya dong, inikan hari pertama calon ISTRIKU kerja disini, jadi aku harus kasih semangat " ucap Wahyu dengan penekanan.
membuat Bimo dan Arga mendelik menatap Wahyu tidak suka.
" kamu terbaik Yu " puji Mita dan mulai asik berbincang dengan wahyu, membuat Bimo merasakan cemburu namun berusaha di tahannya
" pah " panggil Bimo untuk mengalihkan pikirannya dari Mita saat ini
" kamu kenapa ada disini ?" tanya Ryan yang melihat anaknya memanggilnya namun tatapan mata tak lepas dari Mita dan Wahyu yang asik mengobrol.
" Bimo nganterin Mita " jawab Bimo
" ayo Mit papah antar kamu keruangan kamu, ayo Wahyu" ajak Ryan menghiraukan Bimo, namun tak membuat Bimo gentar untuk mengikuti ketiganya, sedangkan Arga tertahan tak bisa mengikuti karna di hadang oleh orang suruhan Bimo agar melarang Arga ikut masuk kedalam kantor dengan senyum seringai nya.
" tunggu aja aku bakal balas kamu " teriak Arga pada Bimo yang sudah tak terlihat lagi karna dengan cepat menyusul Mita, Ryan dan Wahyu.
.
.
" suka, tapi ini terlalu luas om " jawab Mita
Ryan tersenyum mendengar jawaban Mita dan kembali menunjukkan sekaligus memperlihatkan apa saja fasilitas yang ada di dalam ruangan kerjanya.
" Terimakasih om, Mita akan berusaha kerja semaksimal mungkin " ucap Mita
" tentu, tapi ingat kamu jangan sampai terlalu lelah, dan mengahabiskan waktu hanya untuk bekerja, Wahyu kamu harus bantu Mita " ujar Ryan
" siap om " jawab Wahyu
" selamat Mita " ucap Bimo sambil mengulurkan tanganya
" terimakasih kak " jawab Mita dengan menerima ukuran tangan Bimo
" eehemm, kelamaan " ucap Wahyu dengan mata yang melirik kearah tangan Mita dan Bimo yang masih bersalaman.
" Mita, papah harus pergi karna ada yang harus papah kerjakan, semangat bekerja dan ingat waktu " ucap Ryan
" sekali lagi terimakasih om " ucap Mita dengan senyum tulusnya.
" Bimo kamu ikut papah " Ryan menarik tangan Bimo tanpa menunggu jawaban dari Bimo untuk keluar dari ruangan Mita meninggalkan Mita dengan Wahyu.
.
.
__ADS_1
" kamu kemanasih Bim ? dari semalam aku hubungin gak bisa ?" ucap Via dengan gelisah
" sabar ya sayang papi sebentar lagi datang kok " ucap Via lagi sambil mengusap puncak kepala Jihan yang sedang tertidur akibat pengaruh obat.
" kamu boleh melupakan aku Bim, tapi tidak dengan Jihan " gumam Via
Via masih berusaha berulang kali menghubungi Bimo, walau masih tidak mendapat jawaban, dengan perasaan yang semula sedih menjadi kesal karna Bimo yang tak kunjung dapat di hubungi.
" bagaimana dok keadaan anak saya ?" tanya Via saat dokter selesai melakukan perawatan.
" demamnya sudah mulai turun tapi masih harus dirawat setidaknya dua atau tiga hari lagi " jawab dokter
" baiklah dok, terimakasih banya " ucap Via
" baiklah saya permisi " ucap dokter
Ceklek....
suara pintu ruang rawat Jihan kembali terbuka, Via menatap tajam pada seseorang yang datang dengan menampilkan wajah datarnya, siapa lagi jika bukan Bimo
" Jihan sakit apa ?" tanya Bimo
" demam " jawab Via
" sejak kapan ?" tanya Bimo sambil mengusap puncak kepala Jihan
" kemarin " jawab Via lagi dengan singkat
" kenapa tidak memberi kabar ?" tanya Bimo
" kenapa ?" tanya Via dengan menatap tajam Bimo
" bukankah karna kamu terlalu sibuk mengejar cinta kamu, sampai aku tidak bisa sama sekali menghubungi kamu Bim " ucap Via dengan nada yang menunjukkan kemarahan tertahan.
" aku sibuk Vi, lagi pula apa maksud mu ?" tanya Bimo
" Bim, aku harap kamu tidak lupa dengan ucapakan ku, kamu boleh tidak lagi mencintai atau menginginkan aku, tapi Jihan, Jihan anak kamu Bim, dia masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kamu "
" kamu liat dia Bim, dia sampai demam begini karna dia sangat merindukan kamu, kamu sama sekali tidak pernah memikirkan anak mu, kamu bahkan tidak pulang untuk dia, cukup selama ini kamu mengabaikan aku dan Jihan Bim " ucap Via
" mungkin aku keterlaluan untuk kalian, maafkan aku? ---"
" papi " panggil Jihan dengan suara yang masih lemah
" sayang, Syukurlah " ucap Bimo
" Jihan kangen papi " ucap jihan dengan tangan yang berusaha memeluk Bimo
" maafkan papi datang terlambat, hp papi habis batrai jadi tadi om Andi yang memberi kabar papix " ucap Bimo sambil membawa Jihan kedalam pangkuanya.
Bimo menjaga Jihan bersama dengan Via walau Via masih dengan sikap acuhnya karna kesal pada Bimo, dan Bimo dengan telaten menyuapi Jihan, menemani Jihan bercerita dan merawat Jihan, bagai mendapat obat Jihan yang mulanya sangat lemah karna kedatangan Bimo menjadi sangat bersemangat, hingga dengan cepat membantu kesembuhan Jihan yang sedang sakit.
" maaf kan papi, yang mengacuhkan mu nak " ucap Bimo dalam hatinya sambil mengusap lembut puncak kepala Jihan yang sudah terlelap kembali.
__ADS_1