Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
Faiz Danish Arion


__ADS_3

flashback


seminggu setelah Mita pindah ke Kalimantan, Hendra memutuskan untuk bertemu dengan Ryan, mereka akhirnya bertemu di kantor Ryan setelah jam istirahat makan siang, setelah sempat berbincang-bincang mengenai pekerjaan mereka masing-masing akhirnya Hendra mulai membicarakan tentang perjodohan anak mereka.


" Yan sebenarnya aku kesini karna ingin membicarakan tentang perjodohan anak kita" ucap Hendra


" ada apa lagi, apa Mita masih memintamu untuk membatalkan nya ?" tanya Ryan langsung


" sebenarnya jika melihat dari keadaan, aku ingin anakku cepat menikah dengan anakmu, tapi anak ku menolaknya, aku tidak bisa memaksanya, dia berhak menentukan kebahagiaannya sendiri " ujar Hendra


" ada apa dengan Mita kenapa dia begitu menolak menikah dengan Bimo ?" tanya Ryan


" Yan aku harap walaupun perjodohan ini batal hubungan kita sebagai teman tetap seperti dulu, dan restuilah Bimo dengan kekasihnya." ucap Hendra


" jelaskan padaku alasan kalian menolak perjodohan ?" ucap Ryan tegas


" kamu bisa tanya sama anak mu Yan, kalo aku yang cerita aku tidak mau nanti terkesan membela anakku, yang sejak awal menolak perjodohan" jelas Hendra


" apa tidak bisa kalian pertimbangkan lagi Dra, aku sangat ingin hubungan persahabatan kita bisa berlanjut ke anak cucu kita" pinta Ryan


" maafkan kami Yan, ini sudah menjadi keputusan ku dan juga Mita, aku pamit dulu Yan lain kali kita bertemu lagi " ucap Hendra dan beranjak dari duduknya untuk berjalan keluar.


" maaf jika mungkin anak ku membuat kalian kecewa, hingga rencana kita batal " ucap Ryan yang hanya di angguki oleh Hendra lalu segera pergi dari kantor Ryan.


Ryan yang sudah sendiri di dalam ruangannya, mengambil ponselnya dan menghubungi Bimo anaknya untuk pulang kerumah dan lebih cepat.


.


.


setelah makan malam bersama keluarganya Ryan meminta Bimo untuk ikut dengannya ke ruang kerja yang ada di rumahnya, setelah mereka berdua berada di dalam, Ryan yang sudah tidak sabar ingin mengetahui alasan anaknya menolak perjodohan dengan Mita langsung mengatakan maksudnya.


" kenapa Mita begitu menolak di jodohkan dengan mu Bim ?" tanya Ryan


" karna kami tidak saling menyukai apalagi cinta " jawab Bimo santai


" lalu apa alasan yang di katakan Mita meninggalkan kota ini ?" tanya Ryan


Bimo menatap papahnya dengan rasa tidak percaya jika papahnyapun tau Mita pergi dari kota ini " untuk menghindari perjodohan " jawab Bimo


" bukan karna dia tidak mau di katakan sebagai orang ketiga dalam hubungan mu dengan Via, walaupun dia sekarang sedang mengandung anak mu ?" tanya Ryan yang membuat Bimo benar-benar terkejut tak bisa berkata-kata.


" papah tau semua kelakuan kamu dari orang kepercayaan papah, jadi kamu tidak perlu terkejut " ucap Ryan


ya Bimo sangat menyadari siapa papahnya seorang pengusaha yang sangat sukses sejak dari usia muda hingga sekarang, untuk menjaga keluarga dan nama baiknya dia pasti selalu menempatkan orang-orang kepercayaan untuk mengawasi seluruh keluarganya.


" aku cukup malu mengakui mu sebagai anak ku, karna kau ternyata pengecut, aku cukup bersyukur karna keluarga Hendra tidak mempermasalahkan hal ini lebih lanjut, tetapi seharusnya kau sebagai seorang pria tau apa yang harus kau lakukan " ujar Ryan


" seminggu ini Bimo sudah mencari Mita pah, tapi Bimo tidak menemukan semua akses tentang dirinya juga sulit di temukan " sahut Bimo


" berhentilah mencarinya jika hanya karna rasa bersalah mu dan kau bisa melakukan apapun sesuai keinginan mu termasuk hubungan mu dengan kekasihmu, aku tidak akan mengganggu mu lagi." ucap tegas Ryan


" aku tau apa yang harus aku lakukan " sahut Bimo dan tanpa permisi meninggalkan papahnya dari ruang kerja.


flashback off


.

__ADS_1


.


.


kembali pada Mita, yang sudah lima hari masih setia dalam tidur panjangnya, keluarganya bergantian menjaga dan selalu mengajaknya untuk berbicara walaupun tak ada jawaban, seperti saat ini Wahyu yang baru saja datangpun mengambil bagian untuk menemani Mita dan mengajaknya berbicara.


" hai Mit, aku datang buat liat kamu bahagia disini, tapi kenapa kok aku malah kamu tinggal tidur Mit, aku capek tau dari jakarta ke Kalimantan di cuekin " keluh Wahyu,


*M*ita kenapa harus seperti ini, apa kamu tau khawatirnya aku, Mit kamu harus segera bangun kalo kamu gak bangun aku bakal benci kamu. batin Wahyu


Wahyu terus menceritakan banyak hal yang tak di respon oleh Mita hingga dia kelelahan dan tertidur dengan posisi menelungkupkan kepala pada sisi ranjang yang Mita tempati dan menggenggam erat tangan Mita.


Mita


" aku ingin bangun tapi kenapa mata ku sangat sulit untuk terbuka, sejak tadi aku mendengar suara orang terus memanggilku, hingga aku melihat ada setitik cahaya yang membimbingku untuk berjalan menuju cahaya yang lebih besar, aku merasakan jika tubuhku seperti melayang, tiba-tiba saja aku mampu membuka mataku dan hal pertama kulihat adalah seorang pria yang sedang panik di sebelah ku sambil berteriak memanggil dokter."


" Wahyu " ucap Mita lirih


" ya Tuhan Mita kamu bener-bener sudah sadarkan Mit, Tuhan terimakasih Tuhan " ucap Wahyu dan tak lama dokterpun masuk dan melakukan pemerikasaan kepada Mita.


" bagaimana dok ?" tanya Hendra yang sudah berada di dalam ruang ICU


" seperti sebuah keajaiban, tetapi nona Mita harus tetap banyak istirahat dan minum obat tepat waktu agar lekas pulih, dan selamat atas perjuangan anda nona anda sungguh hebat dan juga untuk kelahiran putra anda" ucap tulus dokter


" terimakasih " jawab Mita dengan senyum manisnya


seluruh keluarga merasa bersyukur oleh kembali bangunnya Mita dari tidur panjangnya, tak henti-hentinya mereka berterimakasih pada Tuhan dan Mita yang tetap kuat berjuang, bahkan Alif yang sebelumnya ada di rumah Mita dengan terburu-buru kerumah sakit untuk menemui adik kesayangannya.


" kamu makan ya aku suapi " ujar Wahyu yang di angguki oleh Mita


" Yu kamu sudah liat anak ku ? bagaimana menurutmu ?" tanya Mita antusias


" enak aja, perjuangan aku ngelahirinya " sahut Mita


" terimakasih Mit kamu masih mau bertahan untuk kami orang-orang yang sayang sama kamu, jangan pernah lakukan ini lagi " ucap Wahyu dengan wajah sendu


" aku takut kehilangan kamu Nit " sambung Wahyu di dalam hatinya.


" Mita " panggil Alif dan langsung memeluk adiknya tidak perduli dengan posisi Wahyu yang sedikit menghalanginya.


" Terimakasih, terimakasih kamu sudah mau bertahan dan kembali, abang bahagia banget, Mita abang sayang sama kamu " ucap Alif dan memberi ciuman bertubi-tubi pada wajah adiknya.


" bang udah dong " protes Wahyu dan mendapat tatapan tajam dari Alif


" kenapa adik gue ini " ketus Alif


" ya kali bang, hargain gue lah, sebagai calon suami Mita " ujar Wahyu


" ogah gue punya ipar kaya lo " sahut Alif


" Mita aja mau, bodo amat sama abang " ucap Wahyu santai


pletaak ...


geplakan mendarat sukses di kepala Wahyu dari Alif, membuat di empunya meringis , sedangkan Mita sejak tadi hanya menyaksikan perdebatan dua pria yang di sayanginya, dan sesekali tersenyum.


.

__ADS_1


.


.


kini Mita sudah kembali kerumahnya setelah melewati berbagai macam perawatan dan pesan-pesan dari dokternya untuk selalu menjaga kesehatannya.


saat ini Mita sedang asik menjaga dan sesekali mengajak anaknya untuk berbicara yang di temani oleh Wahyu dan Alif. sedangkan para orang tua sedang sibuk mempersiapkan makan malam.


Mita memberikan nama pada anaknya Faiz Danish Arion, Faiz nama dari Mita sedangkan Danish mengambil dari nama Alif karna ujar Alif keponakannya itu harus tampan dan sukses seperti dirinya, sedangkan Arion merupakan nama besar keluarga Mita.


" Faiz, anak pintar, kesayangan mami " ucap Mita yang mengajak anaknya berbicara


" oke kalo gitu panggil aku papi ya Faiz " ucap Wahyu, Mita memutar bola matanya malas


" Mit nikah sama aku yu ?" ajak Wahyu tiba-tiba membuat Mita menatapnya heran


" kamu taklukin yang berdua itu aja dulu deh, gimana ? kalo akusih gak masalah nikah sama kamu toh kamu sudah tau kehidupan aku yang suram" ucap Mita dengan tangan yang menunjuk ke arah ayah dan kakaknya.


Wahyu menelan salivanya yang kering membayangkan, bagaimana jahilnya ayah dan anak di hadapanya yang sudah menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


" gimana ? bisa ? berani dong ?" tanya Mita


" kamu bantuin dong " pinta Wahyu


" gak mau" jawab Mita


" yu mau jadi menantu om gak ribet kok syaratnya,bikinin jembatan Kalimantan Jawa aja Yu " ujar Hendra


" ntar ya om kalo Wahyu udah bisa sulap " sahut Wahyu yang di sambut gelak tawa dari yang lainnya.


.


.


.


kini usia Faiz sudah satu tahun bayi gembul yang mulai aktif dan lucu selalu menjadi obat penghilang penat, sedih dan lelah saat Mita bersama anaknya.


dengan semangat Mita terus mengembangkan setiap usahanya hingga kini dia telah memiliki beberapa cabang di wilayah Kalimantan, semua itu dia lakukan untuk anaknya, mempersiapkan dana masa depan dan biaya tuanya nanti, semua sudah di pikirkan Mita terlebih dahulu.


.


.


di lain tempat Bimo sedang asik bermain dengan perempuan-perempuan pemburu uang, walaupun sudah beberapa kali ketahuan oleh kekasihnya, tetapi Bimo selalu bisa meyakinkan Via, entah karna bodoh atau terlalu mencintai Bimo hingga Via masih mau memaafkan kelakuan Bimo.


" Bimo seharusnya kamu gak kaya gini, seharusnya kamu usaha lebih biar bisa ketemu sama dia Bim " bentak Via yang sudah tidak sabar melihat kelakuan Bimo


" sayang, aku cuma cari hiburan, nanti aku cari dia ya " sahut Bimo


" kamu mau bikin berapa banyak orang lebih sakit hati lagi sama kamu ?" tanya Via dengan kesal


" Via kita nikah aja giman ?" tanya Bimo


" enggak sebelum kamu berubah dari kelakuan kamu yang kaya gini " sahut Via yang kemudian pergi meninggalkan Bimo di apartemenya.


sejak kepergian Mita, entah kenapa menjadi pengaruh dalam hidup Bimo, rasa bersalah yang membendung di hatinya karna terlambat mengetahui kehamilan Mita, sikap acuh dari keluarganya yang kecewa kepadanya sebagai pria pengecut, bahkan saat dia jujur kepada Via kekasihnyapun, Via justru menuntutnya mencari keberadaan Mita untuk bertanggung jawab.

__ADS_1


*****************


Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian dengan like,komen dan vote, karna dukungan kalian merupakan semangat untukku terus menulis.❤


__ADS_2