Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
tidak ada izin


__ADS_3

seminggu sudah berlalu setelah mita berkunjung kerumah ayah nya, dan hari ini setelah tidur siang dan hari sudah mulai sore mita menemani faiz yang asik belajar berenang bersama bimo, sedangkan via lebih senang menyibukkan diri nya membuat berbagai macam cemilan dan kue semenjak dirinya hamil.


" mami ayo ikut berenang " ajak faiz


" mami di sini aja sayang, mami lebih suka lihat faiz berenang " jawab mita


" apa mami takut berenang ?" tanya faiz


" enggak, mami enggak takut hanya mami kurang suka bermain air, jadi faiz sama papi aja yang main air ya " jawab mita


" iya udah kalo gitu faiz berenang sama papi lagi " ujar faiz.


mita terus memperhatikan anak dan suaminya yang sedang asik bermain air, hingga via datang membawakan minuman dan cemilan yang di buatnya.


" kok gak ikut renang mit ?" tanya via sambil meletakkan makanan yang di bawanya


" enggak kak, mita kurang suka main air " jawab mita


" mit dulu waktu kamu hamil faiz suka makan juga gak sih ? aku semenjak tau hamil bawaan nya pengen makan terus " tanya via


" mita gak ngalamin apa-apa sih kak selain mual kalo pagi, semuanya berjalan normal " jawab mita


" kamu gak ngidam juga mit ?" tanya via dan mita menggeleng sebagai jawaban.


via yang merasa sudah tidak memiliki topik pembicaraan lain pun ikut diam, mita benar-benar berubah tidak seperti dulu yang selalu antusias jika sedang ngobrol dengan nya, sekarang mita menjadi sangat jarang berbicara padanya kecuali faiz, satu-satunya penghubung mereka semua.


" faiz udah ya berenang nya ini sudah lama, mami gak mau nanti faiz kecapean " bujuk mita


" sebentar lagi ya mi ?" pinta faiz


" sudah cukup sayang, ayo mami temani mandi " ajak mita


" faiz mandi sama papi aja ya ?" tanya faiz pada bimo


" boleh, ayo sayang " ajak bimo


" tunggu pi faiz mau coba kue buatan mamah via " ujar faiz


" faiz mandi dulu baru makan ya,itu tangan nya basah " tegur mita


" boleh ya mi ?" pinta faiz dan mita menggeleng


" papi faiz boleh ya makan cemilan buatan mamah via ?" faiz beralih bertanya pada bimo


" boleh kok, sedikit dulu lalu mandi " jawab bimo


" mami kan gak kasih izin " ujar mita


" nanti kelamaan faiz belum mandi dan pakai baju mami gak mau faiz sampai masuk angin " ucap tegas mita


" papi " ucap faiz meminta bantuan papinya


" anak kita itu jagoan mit, dia kuat, jadi gak apapa dia cobain sedikit sebentar aja kok " bela bimo, dan mita hanya diam menatap bimo bergantian dengan faiz.


mita yang mulanya berdiri kembali duduk dengan tertunduk, memasang raut wajah sedihnya tanpa berbicara " maaf, faiz minta maaf " ucap faiz yang sudah berdiri di hadapan mita dengan tangan kecil meraih tangan mita.


" mami jangan sedih lagi, faiz janji akan nurut sama mami " ucap faiz lagi


" mami sedih ternyata anak mami yang selalu menurut sama mami mulai mengabaikan mami " ucap mita

__ADS_1


" faiz janji gak bakal ulang lagi, sekarang faiz mau mandi dulu aja sama mami, boleh ?" tanya faiz dengan mata bulat yang menatap mita


" baiklah mami percaya sama faiz, kalo gitu ayo kita mandi " jawab mita lalu mereka berdua beranjak meninggalkan bimo dan via untuk membersihkan diri.


" lucu ya bim, liat faiz yang begitu peka pada mita " ucap via yang sejak tadi diam memperhatikan mita dan faiz


" iya karna dia sangat mirip dengan ku " jawab bimo penuh yakin


" wajah faiz memang sangat mirip dengan mu, tapi sifat nya lebih banyak seperti mita yang pengertian, bukan pemaksa seperti kamu " ucap via


" kamu ngejek aku, itu semua hasil kerja keras ku vi, mangkanya faiz cerdas seperti aku " jawab bimo lagi


" aku berharap anak kita ini nanti perempuan yang memiliki sifat seperti aku dan mita, dan semoga sifat papinya sama sekali tidak nular ke anakku " ujar via membuat bimo membulatkan matanya


" dia kalo perempuan pasti cantik mirip papinya " ujar bimo sambil berjalan meninggalkan via u tuk membersihkan diri.


.


.


" mita bisa temani aku ke supermarket ?" tanya bimo setelah berada di dalam kamar faiz


" enggak " jawab mita


" bukanya kamu udah janji ya bakal bersikap lebih baik " ucap bimo mengingatkan


" iya tapi bukan untuk selalu ngikutin kakak kemana-mana " jawab mita


" temani aku ya, faiz biar di rumah temani via sama mamah juga " pinta bimo lagi


" kakak sama kak via aja " jawab mita


" via kecapean mit habis bikin cemilan, jadi kamu temani aku " ujar bimo


" boleh, tapi belikan faiz apel " pinta faiz


" siap, apasih yang enggak untuk pangeran papi " ucap bimo sambil memberikan kecupan pada faiz


" nah faiz udah kasih izin, aku tunggu kamu di bawah tapi jangan lama-lama " ujar bimo yang langsung menggendong faiz " faiz di rumah sama oma dan mamah via dulu ya sayang " ucap bimo yang di angguki oleh faiz


mita yang sudah berada dalam kamarnya justru di disibukkan dengan ponselnya sambil sesekali tersenyum, sampai suara bariton menegurnya.


" aku lama lho mita nunggu kamu di bawah sudah tiga puluh menit lebih " ujar bimo dengan tangan yang merebut hp mita


" kan tadi sudah bilang gak mau " jawab mita santai


" ganti baju sendiri atau aku gantiin " ujar bimo yang sudah menarik mita agar berdiri


" aku bisa sendiri, kakak tunggu di luar " ucap mita dengan nada kesal


" kenapa harus di luar sih, liat istri ganti baju gak apapa juga toh semua yang ada di dalam sana punya ku " jawab bimo yang membuat mita melemparkan tatapan tajam lalu meninggalkan bimo ke dalam kamar mandi setelah memilih baju yang hendak di pakai.


.


.


.


di supermarket bimo terus menggandeng tangan mita agar tidak terlepas atau terpisah " kak lepas tangan nya, mita bukan anak kecil " ujar mita

__ADS_1


" bukan anak kecil tapi tubuh kamu kecil " jawab bimo


" mit susu faiz masih ?" tanya bimo


" masih separo " jawab mita


" ya udah yu sekalian beli " ajak bimo


saat sedang asik memilih beberapa susu untuk faiz dan susu hamil untuk via, bimo dan mita di kejutkan dengan sapaan seseorang.


" bimooo " panggil seseorang dengan suara manja nya


" iya " jawab bimo


" gak nyangka ketemu kamu disini, banyak juga belanjaan kamu " ucap perempuan sambil melirik ke arah troli belanjaan yang sejak tadi di dorong bimo.


" kamu apa kabar ? kamu lupa ya sama aku ?" tanya perempuan itu


" sory kamu siapa ya ?" tanya bimo


" aku novi satu tingkat di bawah kamu waktu kuliah dan dulu sering temani kamu kalo lagi galau di club dan apartemen kamu " ujar novi


" Ehmm, aku permisi duluan ya aku lupa sama kamu " ujar bimo


" tunggu-tunggu masa iya kamu gampang banget lupain aku gitu aja, aku aja masih suka ingat dan kangen sama kamu " ucap novi mencegah bimo agar tidak meninggalkan nya


" sayang ayo nanti kita kemalaman " ajak bimo pada mita dan menghiraukan novi, membuat novi kesal karna di abaikan.


" bimo, bimooo " panggil novi yang tak di perdulikan bimo dan terus berjalan dengan menggandeng mita. sedangkan novi yang merasa malu karna menjadi perhatian banyak orang menghentakkan kakinya dan berjalan pergi meninggalkan supermarket.


" awas aja kalo ketemu lagi, aku yakin kamu bakal kembali nempel sama aku " gumam novi .


.


.


setelah selesai berbelanjan kini bimo dan mita sudah berada dalam mobil dan menuju perjalanan pulang


" kamu gak nanya aku siapa perempuan tadi mit " ucap bimo dan mita menggeleng


" kamu gak penasaran ?" tanya bimo


" enggak " jawab mita


" aku ini suami kamu lho mit, kamu gak ada reaksi apa-apa suami kamu di godain sama perempuan lain?" tanya bimo lagi


" kak aku udah gak heran sama kejadian tadi " jawab mita


" setidak nya coba lah sedikit untuk membuka hati kamu " ujar bimo yang tak di jawab oleh mita


" kak bulan depan aku boleh bantuin wahyu yang mau buat usaha restoran nya di sini ?" tanya mita, mendengar nama wahyu di sebut membuat bimo menjadi kesal.


" gak akan aku kasih izin dan tidak ada izin untuk ketemu pria lain " jawab bimo tegas


" aku cuma bantuin kak, gak enak aja sama dia yang minta tolong sama mita, dulu dia juga yang sering bantu mita " ucap mita


" kalo pun kamu harus bantu, aku bisa kirim orang lain untuk gantikan kamu, jadi kamu gak perlu capek bantuin dia " jawab bimo


" terserah " jawab mita.

__ADS_1


bimo meraih tangan mita dengan sebelah tangannya dan menggemgamnya walaupun mita berusaha menarik kembali tangannya genggaman bimo justru semakin kuat, dan mita hanya menghela napasnya.


" ingat jangan membantah ku, atau membuat aku cemburu, karna kamu hanya milikku " ucap bimo penuh penekanan, sedangkan mita memalingkan wajah nya ke arah luar jendela.


__ADS_2