Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
pesta pertunangan


__ADS_3

Flashback



Mita sedang membantu Bimo mengeringkan rambutnya dan bersiap untuk pergi bekerja, setiap usaha yang dilakukan Bimo secara perlahan memberikan hasil kedekatannya sekarang dengan Mita, bahkan Bimo tak jarang lebih sering menghabiskan waktunya dengan bersama Mita dan Faiz.


Bukan bermaksud melupakan Via, Bimo tetap berusaha membagi waktu untuk selalu menemani Via saat harus pergi ke dokter kandungan dan menemani Via melahirkan anak pertama mereka.


Bahkan tak jarang Mita dan Faiz bergantian membantu Via merawat dan menemani anak Via yang bernama Jihan putri Rahardian, kelahiran anak kedua Bimo sangat di sambut antusias oleh Maya dan Ryan. Seperti saat ini Mita yang sedang menjaga Jihan dan Faiz yang asik bermain, sedangkan Via tengah membersihkan dirinya.


" Mit kamu disini ?" tanya Bimo yang masuk kedalam kamar Jihan dan berjalan kearah Faiz memberikan ciuman sayangnya pada Faiz kemudian pada Mita dan Jihan.


" ya " jawab Mita tanpa mengalihkan pandangan nya dari Jihan


" Via kemana ?" tanya Bimo yang menempatkan dirinya duduk di samping Mita


" mandi " jawab Mita


" kamu suka ? dia lucukan ?" tanya Bimo dengan senyum tipis menghias wajah nya.


" heeemmmm..., dia mengingatkan aku pada saat aku melahirkan Faiz, dan beruntung kak Via bisa langsung bermain dan merawat Jihan " jawab Mita


" memangnya berbeda dengan kamu yang juga bisa langsung merawat Faiz ?" tanya Bimo


" dulu setelah aku melahirkan Faiz, aku sempat melihatnya sebentar dan tidak lama setelahnya aku sudah tidak sadarkan diri, bang Alif bilang aku mengalami pendarahan dan sempat koma beberapa hari, bahkan dokter mengatakan jika keajaiban lah yang membantu ku kembali " jelas Mita secara singkat dengan senyum tipis yang hampa


Bimo menatap Mita dan berganti menatap Faiz, rasa bersalah di hatinya semakin bertambah setelah mendengarkan cerita Mita secara langsung, Bimo memang tidak pernah bertanya bagaimana Mita saat melahirkan Faiz, dan Bimo tidak pernah benar-benar bertanya bagaimana kehidupan Mita selama enam tahun merawat Faiz seorang diri tanpa bantuan seorang suami, pasti begitu susah dan berat.


" kenapa tidak bercerita ?" tanya Bimo sambil membenarkan anak rambut yang bermain di wajah Mita


" tidak akan berbeda jika aku bercerita " jawab Mita santai dan suasana kembali hening, hanya ada suara Faiz yang asik bermain.


Via yang sejak tadi ternyata sudah memperhatikan mereka berempat memutuskan utuk tidak jadi masuk kedalam kamar Jihan, dia memutar tubuhnya untuk kembali ke dalam kamarnya, hatinya ternyata merasa begitu perih, melihat suaminya bersama wanita lain, bukan, bukan wanita lain Mita juga istri Bimo, bahkan dirinyalah yang mendorong Bimo begitu kuat untuk menikahi Mita, namun perasaan nya tidak dapat berbohong jika dia juga menderita dan tersiksa oleh perasaan dan kesalahan secara bersamaan.


.


.


" kenapa kamu malah berdiam di kamar ? kenapa tidak menemani Jihan ?" tanya Bimo pada Via yang diam melamun dengan tatapan kosong


" Bim, bagaimana jika kita berpisah ?" tanya Via tiba-tiba membuat Bimo harus memutar tubuhnya menghadap Via


" maksud kamu apa ?" tanya Bimo dengan nada tidak sukanya


" kamu sangat mencintai Mita, Bim, jangan buat usahamu sia-sia dengan adanya dua orang istri Bim, dan asal kamu tau Bim mana ada wanita yang bisa benar-benar rela berbagi suami, kali ini aku yang akan mengalah untuk kalian, aku ingin Mita bisa benar-benar bahagia bersama dengan mu " ucap Via


" kamu jangan konyol Via, kita sudah melalui semuanya bersama, bahkan Mita sudah mulai mau menerima ku, kenapa kamu justru membuat keadaan menjadi sulit " ujar Bimo


" maafkan aku karna mengabaikan mu, aku memang lebih banyak menghabiskan waktu bersama Mita agar dia mau menerima ku, dan kita semua, jangan katakan padaku jika kamu ingin berpisah dengan ku karna permintaan Mita, untuk membantunya membujuk ku agar aku mau melepas dia?"


"maaf aku mendengar pembicaraan kalian waktu itu, karna itu lah aku berjuang lebih keras agar kita tetap bisa bersama" jelas Bimo yang membuat Via terkejut.


" tapi apa yang di katakan Mita waktu itu benar Bim---"


" cukup, berikan aku kesempatan sebentar lagi agar aku bisa meyakinkan Mita, sabarlah sedikit lagi"


"Bukankah Mita sudah tidak pernah mebahasnya lagi hingga sekarang? jadi anggap kita tidak pernah membicarakan tentang perpisahan " ujar Bimo


" baiklah, tapi jika pada akhirnya kita memang harus berpisah aku mohon terimalah keadaan itu Bim " ucap Via yang sudah berada dalam pelukan Bimo.

__ADS_1


.


.


.


(empat bulan sebelum perceraian )


" Mit nanti temani aku menghadiri pesta pertunangan rekan bisnis ku" pinta Bimo


"Mita capek, kak Bimo pergi dengan kak Via saja ya " jawab Mita


"aku mengajak mu, itu berarti aku ingin pergi dengan mu" tegas Bimo yang di angguki Mita dengan pasrah.


tepat jam tujuh malam Bimo sudah siap dengan penampilan rapi, yang semakin memperlihatkan ketampananya, dan tak berselang lama Mita juga turun dengan gaun yang membuatnya terlihat anggun dan cantik.


Via menyenggol lengan Bimo yang masih diam tak berkedip memperhatikan Mita "cantik banget ya?" puji Via yang di angguki Bimo tanpa mengalihkan perhatian matanya.


"Huuhhh" keluh Via


"kamu juga cantik Via" puji Bimo sambil mengusap pipi istri pertamanya, yang membuat Via tersenyum malu


" Faiz, di rumah sama mamah Via dan temani mamah Via jaga adek Jihan, mami pergi dulu temani papi kerja" pamit Mita dan memberikan kecupan pada pipi Faiz


" siap mi " jawab Faiz dengan senyum yang memperlihatkan deretan gigi kecil nya.


"kak Mita nitip Faiz ya" ucap Mita yang di angguki Via, kemudian beralih mencium pipi gadis mungil yg baru berusia beberapa bulan, "mami pergi dulu Jihan, main sama abang Faiz ya" pamit Mita


"okey mami" jawab Via menirukan suara anak kecil membuat Mita dan Via tertawa bersama


" papi pergi dulu kalian berdua jangan rewel ya " pesan Bimo pada kedua anak nya dan kemudian pamit pada Via.


.


.


" mah, mamah Via sayang sama Faiz ?" tanya Faiz


" tentu mamah sangat sayang sama Faiz, kenapa Faiz bertanya ?" jawab Via


" apa mamah juga sayang sama mami ?" tanya Faiz lagi


" mamah sangat sayang sama mami Faiz, mamah sudah menganggap mami kamu seperti adik mamah sendiri " jawab Via


"Faiz melihat mami menangis, mah dan saat sedang di sekolah ada teman Faiz yang menangis saat dan ketika ditanyai oleh ibu guru dia menjawab bahwa orang di sekitarnya tidak menyayangi nya " ujar Faiz bercerita


"mungkin mami sedang lelah saat itu sayang, karna itu Faiz harus lekas besar, menjadi pria hebat seperti papi agar Faiz bisa melindungi mami " jawab Via yang sedikit bingung dengan pertanyaan Faiz


Faiz menatap sendu pada Via dan menggeleng kecil "apa mamah mau membantu Faiz menjaga dan menyayangi mami ?" tanya Faiz


"tentu kita semua sangat sayang pada mami dan juga kita akan menjaga mami bersama, sayang" jawab Via


"Faiz sangat senang bisa memiliki papi, dulu sebelum pindah ke sini, Faiz sering di tanya tentang papi, oleh teman Faiz, dan Faiz tidak tau harus menjawab apa, terimakasih mah sudah mau menerima mami dan Faiz " ucap Faiz yang kemudian memeluk erat Via


Via tertegun mendengar ucapan Faiz, terus menatap wajah mungil yang sendu seperti memiliki beban, "kenapa Faiz berterimakasih sama mamah sayang, kita adalah keluarga?" ujar Via


"mami bilang, jika kita menerima kebaikan dari orang lain maka kita harus mengucapkan terimakasih, karena itu Faiz berterimakasih pada mama, Faiz juga sudah berterimakasih pada opa dan oma " ucap Faiz, setetes air mata meluncur di wajah Via namun dengan cepat Via menyekanya, Via tidak menyangka jika seorang anak kecil bisa berkata seperti itu padanya, dia berharap jika keluarga nya bisa terus bersama.


" mamah sangat sayang sama kamu, dan mamah berharap kamu juga bisa menyayangi adikmu Jihan " ucap Via dengan memeluk erat Faiz.

__ADS_1


"mamah harus berjanji membantu Faiz menyayangi mami, karena Faiz tidak bisa berlama-lama" ucap Faiz yang di angguki oleh Via


.


.


di pesta pertunangan rekan bisnis sekaligus temanya, Bimo mengajak Mita untuk mengucapkan selamat pada pasangan kekasih yang sedang berbahagia, setelah itu mereka menikmati hidangan yang ada dan berkumpul bersama beberapa teman Bimo yang tidak terlalu Mita kenal.


tidak jarang dari banyaknya tamu yang datang memperhatikan Mita dengan berbagai macam tatapan hingga membuatnya risih.


"kak aku mau ke toilet sebentar" bisik Mita pada Bimo


"aku antar ?" tanya Bimo dan Mita menggelengkan kepalanya lalu berjalan menjauh dari perkumpulan itu.


" istri mu Bim ?" tanya salah satu teman Bimo


" iya " jawab Bimo


" cantik banget dan seksi sekali" sahut teman Bimo


" gak takut kamu bawa istri kesini, dari tdi aku perhatikan banyak mata-mata mesum yang lirik-lirik keistrimu Bim " ucap teman Bimo


" termasuk kamu " timpali teman lainya


" ya mau gimana lagi adem banget aku liat wajahnya yang cantik" sahut teman Bimo, sedangkan Bimo yang merasa kesal mendengar ucapan-ucapan teman-temanya, memilih diam dan menunggu Mita kembali dari toilet dab segera ingin mengajaknya untuk pulang.


sudah hampir 15 menit Mita tidak juga kembali membuat Bimo merasa khawatir dan memutuskan untuk menyusul Mita, tetapi baru saja tiga langkah dari tempat duduknya, Bimo justru melihat Mita sedang asik tertawa dan mengobrol dengan seorang pria yang tak lain adalah Wahyu yang ternyata juga hadir di pesta pertunangan temanya, Bimo yang melihat keakraban Mita dan Wahyu mengepalkan tangannya, dengan hati yang mulai di liputi rasa cemburu, Bimo terus memperhatikan mereka berdua tanpa bergerak mendekat.


" kenapa kamu gak ngasih kabar sih Yu kalo balik ke sini, suka banget muncul tiba-tiba? " protes Mita pada sahabatnya


" karna aku suka memberi kamu kejutan " jawab Wahyu yang memeluk Mita


aaaakkhhh...... teriak Mita saat seseorang mendorongnya dengan sengaja dan jatuh tepat kearah Wahyu dengan spontan Wahyu menangkap Mita agar tidak tersungkur ke lantai.


" duuh... makasih Yu, hampir aja " ucap Mita yang menstabilkan posisi berdirinya


" hai sekretaris bodoh " sapa wanita yang mendorong Mita


Mita mengerutkan keningnya merasa bingung dengan siapa yang di panggil oleh wanita di hadapan nya tanpa respon


" kamu " ucap wanita itu lagi dengan tangan mencekal lengan Mita membuat Mita meringis dan mencoba melepas cekalan tangan itu


" ini balasan atas tamparan yang di berikan Alif untuk membela mu " ucap wanita yang tak lain adalah Mery sambil menumpahkan air ke gaun Mita


" ck' aku rasa apa yang di lakukan kakak saat itu tidak cukup " sahut Mita kesal


" hai nona jika kau menyukai Alif Danish Arion, seharusnya kau mencari tau dulu tentangnya dengan lengkap, kau baru saja membuat adik kesayangan Alif, Mita Clemira Arion kesal, maka aku jamin hidup mu tidak akan damai jika Alif sampai mengetahui nya " ucap Wahyu dengan tatapan tajam pada Mery


Mery membulatkan mata dan mulutnya sempurna menatap Mita dan mengerti dengan situasinya sekang yang mungkin tidak akan bisa hidup tenang.


" kau masih ingin membuatnya semakin kesal atau pergi?" tanya Wahyu dan tanpa menjawab Wahyu, Mery pergi meninggalkan mereka berdua tanpa kata, namun terlihat jelas jika dia sedang gugup.


" ayo aku antar ke toilet, bersihkan gaun kamu " ajak Wahyu yang di angguki Mita, Wahyu meraih tangan mita, genggaman tangan wahyu terlepas kasar saat Mita di tarik oleh Bimo.


"aku yang mengantar nya" ujar Bimo, Wahyu hanya diam tak memberi bantahan saat Mita menatap dan menggelengkan kepalanya, dan anggukan kecil sebagai jawaban Wahyu, Wahyu hanya bisa memperhatikan Mita yang di bawa pergi oleh Bimo hingga hilang dari pandangannya.


"kak" panggil Mita


"kak Bimo" panggil Mita lagi namun tetap tidak mendapat jawaban dari Bimo, ada rasa takut menyelimuti hati Mita saat melihat kearah wajah Bimo yang memerah dengan rahang yang mengeras, hal itu semakin membuat Mita merasa gugup dan merasa dejavu pada masa lalu, Mita memejamkan matanya berusaha menepis segala pikiran buruk yang ada di kepalanya.

__ADS_1


Hingga.......


__ADS_2