Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
hanya sedikit terkejut


__ADS_3

" mit, jalan yu " ajak alif


" kemana ?" tanya mita


" mall " jawab alif


" malas, mita mau ke toko aja " jawab mita


" abang ikut " ujar alif yang di angguki mita


setelah bersiap-siap dan berpamitan dengan hendra, mita dan alif menuju toko roti miliknya, sesampainya di sana mita langsung masuk kedalam ruanganya, dan tak berselang lama alif ikut masuk yang di ikuti oleh anita salah satu karyawan kepercayaanya.


" mba ita boleh gak minta izin kerja dua hari ?" tanya ita


" kalo boleh tau mau izin untuk apa ? tanya mita


" ita mau jenguk saudara, karna paman ita sakit mba dan mau nginap di sana karna sudah lama gak bertemu " jawab ita


" ya udah, kamu hati-hati, dan kamu bawa aja roti atau kue dari sini untuk oleh-oleh ta " ujar mita


" jangan mba, ita bisa izin aja sudah seneng kok " jawab ita


" gak apapa, nanti aku bilang laras biar bantu siapin" ujar mita


" tapi mba ---"


" gak usah sok nolak, harus nya bersyukur kamu " sahut alif yang mendapat delikan dari adiknya


" eh ta mau aku anterin gak ?" tanya alif


" gak mau " jawab ita cepat


" lagian aku cuma boong " ujar alif dan terkekeh


" abang jangan suka godain ita, ntar naksir loh " ujar mita


" saya permisi mba " ucap ita mendahulu alif yang akan membuka mulutnya dan berjalan keluar ruangan mita.


" cantik ya bang ? " ucap mita menyadarkan alif yang masih menatap pintu ruangan mita


" biasa aja, gak ada menarik-nariknya " jawab alif


" kaya nya cocok ya bang kalo sama wahyu, ita masih muda dan cantik " ujar mita


" wahyu ? udah wahyu sama kamu aja, ita biar sama ab---" alif menghentikan ucapan nya menatap mita yang tersenyum licik


" ingat bang, gak ada menarik-narik nya " goda mita


"ck' kamu sengaja kan ?" tanya alif dan mita hanya menggelengkan kepalanya.


" udah mita mau kerja dulu, abang jangan ganggu " ucap mita sedangkan alif mendengus kesal dan memfokuskan diri pada ponselnya.


.


.


malam hari di rumah mita, setelah makan malam mita memutuskan untuk istirahat, di kamarnya terlihat mita sedang fokus memandangi bingkai foto yang membuatnya sesekali tersenyum dan sesekali meneteskan air mata.

__ADS_1


" sudah satu tahun lebih faiz tinggalin mami, mami kangen banget sama faiz, maafkan mami yang tidak bisa menjadi orang tua terbaik untuk kamu "


" kamu ingat waktu pertama kali kamu masuk sekolah sayang ? kamu gugup banget sampai gemetar, tapi kamu hebat tetap berani kesekolah tanpa harus merengek untuk di tungguin mami "


" ya Tuhan Terimakasih karna Kau telah menitipkan seorang anak yang begitu pintar dan menyayangi ku, tolong jaga dia di surga mu Tuhan, hingga aku datang untuk menenaminya lagi "


mita terus memeluk bingkai foto faiz hingga terlelap kedalam mimpi nya dengan isakan kecil.


.


.


" informasi apa yang kamu dapat ?" tanya bimo pada seorang pria bepakaian serba hitam di hadapan nya.


" nona mita menetap di jepang selama satu tahun dan rutin melakukan pengobatan untuk depresi nya, hingga sekarang dia masih melakukan konsultasi dengan dokternya, dan keadaan nona mita sekarang sudah sangat baik, nona mita kembali ke indonesia sudah sejak tiga bulan yang lalu dan bekerja di perusahaan AD sebagai sekretaris alif " jelas pria itu dan di angguki oleh bimo


" baiklah terus awasi dia dan segera beritahu aku jika ada sesuatu dan kau boleh pergi " ucap bimo, setelah pria suruhan bimo itu keluar dari ruangannya, bimo mengambil ponselnya dan tersenyum melihat foto mita dengan dirinya saat terakhir kalinya mereka berlibur bersama dan faiz juga yang mengambil foto itu.



" papi mami harus senyum, faiz yang foto kan " ujar faiz


" kita foto bertiga aja " ajak mita


" udah banyak foto bertiga tapi foto papi mami belum ada " ucap faiz


" faiz bener kita belum ada foto berdua, ya udah ayo senyum, faiz fotonya harus yang bagus ya " ujar bimo


" iya pi " jawab faiz.


suara ketukan pintu membuyarkan bimo dari lamunanya mengingat kenangan bersama faiz dan mita, dengan cepat bimo mengusap wajah nya dan mempersilahkan masuk si pengetuk pintu.


" papi " ucap seorang anak kecil yang masih belum terlalu lancar berbicara


" kenapa kamu bawa jihan ke sini vi ?" tanya bimo saat dua orang perempuan beda usia masuk kedalam ruangan nya


" lalu aku harus membawanya kemana ? kamu jarang pulang bim, seenggak nya ingat anak kamu, anak yang kita tunggu bertahun-tahun, kenapa justru sering kamu abaikan ? " ucap via dengan nada kesalnya


" papi " panggil jihan yang sudah berjalan ke arah nya dan di sambut oleh bimo.


" papi jihan kangen papi " ucap jihan sambil memeluk bimo


" maaf kan papi sayang, papi banyak pekerjaan nanti jika pekerjaan papi sudah selesai papi pasti langsung pulang " ucap bimo menjawab jihan dan menghiraukan pertanyaan via.


" jihan sudah makan siang ?" tanya bimo dan jihan menggeleng


" kita makan siang sama-sama ya " ajak bimo


" ayo kita makan siang dulu, kamu belum makan kan ?" tanya bimo pada via dan mengusap lembut pipi via


" iya, maaf tadi aku sangat kesal sama kamu " ujar via bimo, tidak menjawab hanya memberikan kecupan kilas pada kening via.


" ayo " ajak bimo dan mereka bertiga pergi untuk makan siang bersama.


.


.

__ADS_1


di salah satu restoran mita sedang menikmati makan siang nya dengan alif, karna setelah makan siang mereka memiliki janji temu dengan rekan bisnis.


" mit, abang ke toilet sebentar ya " ucap alif


" jangan lama ya bang " jawab mita dan di angguki oleh alif


sambil menunggu kakaknya mita memainkan ponsel nya, jari tangannya sangat lincah bergerak di layar hp nya dengan wajah yang cukup serius, tanpa sadar seseorang yang berjarak tiga meja dengan nya selalu memperhatikan setiap gerak nya.


" lama banget sih abang " gumam mita sambil mata nya mulai melirik kesana kemari hingga berhenti pada sepasang suami istri dan seorang anak kecil perempuan dalam gendongan ayah nya.


" apa kalian bisa begitu bahagia !?" tanya mita walau tak terdengar orang lain, mita meremas kuat tangannya menahan rasa sesak di dadanya, air mata yang siap meluncur namun berusaha di tahan nya.


" ayo kita pindah tempat " ucap alif tiba-tiba, yang sebenarnya sudah memperhatikan arah pandang mita, menyaksikan sebuah keluarga kecil yang sedang asik memilih menu makanan.


kenapa di saat mita merasa dirinya sedikit saja lebih baik dan tenang harus di suguhkan dengan pemandangan menyakitkan ? sebuah keluarga yang terlihat bahagia, tanpa ada nya beban, tidak seperti dirinya yang sudah tidak memiliki alasan apapun untuk bahagia, semua miliknya benar-benar sudah di rampas tanpa sisa, kehormatan nya sebagai seorang wanita, mimpinya yang hancur dan belahan jiwanya yang harus pergi untuk selamanya, sedangkan mereka orang-orang yang menhancurkanya sangat terlihat baik-baik saja, apakah mereka tidak punya malu ? atau mereka sudah tidak memiliki rasa penyesalan sedikitpun di hatinya ?


" mit, mita, sayang " panggil alif sambil menyentuh tangan adiknya


" kita pindah aja ya, biar abang bilang sama client kita" ujar alif


" gak apapa di sini aja bang, mita hanya sedikit terkejut, gak enak sama client abang, lagi pula mita sudah gak ada urusan sama dia toh ini tempat umum juga " jawab mita


tak berselang lama rekan bisnis alif pun datang bersama asisten nya, setelah saling menyapa mereka pun mulai membahas tentang project proyek mereka, hingga memakan waktu dua jam lamanya, dan setelah selesai rekan bisnis alif lebih dulu berpamitan, tinggalah mita dan alif.


" bang, mita pulang duluan nya, ini juga udah jam empat sore ?" tanya mita


" abang antar ya sayang " jawab alif


" mita naik taksi aja, nanti mita kabarin kalo sudah sampai rumah " ujar mita


" gak apapa kamu sendirian ?" tanya alif


" enggak, udah abang duluan aja kan mesti balik kekantor dulu" jawab mita


" ya udah kamu hati-hati jangan lupa kabarin abang " ujar alif dan di angguki mita.


mita menghela napas nya perlahan, setelah alif lebih dulu pergi dari restoran, mita pun mulai beranjak dan berjalan keluar restoran untuk mencari taksi, dan setelah mendapat taksi mita meminta diantar kerumahnya.


setelah berada dirumah dan selesai membersihkan diri, mita kembali teringat kejadian di restoran siang tadi, mita tersenyum sinis, mengasihani dirinya sendiri yang masih saja merasa terpuruk setelah kepergian faiz, sedangkan si penyebab nya bisa hidup dengan baik dan bahagia.


.


.


setelah mengantar pulang via dan jihan, bimo beralasan untuk kembali kekantor karna masih ada pekerjaan, bimo melajukan mobil nya kembali ke restoran tempatnya makan siang tadi, di sana dia melihat mita bersama alif dan beberapa orang lainya, sangat kebetulan dengan mita yang sedang memasuki sebuah taksi, bimo mengikuti arah taksi yang mengantara mita hingga sampai di rumah mita.


setelah taksi pergi bimo masih berdiam di dalam mobil memperhatikan mita yang berjalan masuk kedalam rumahnya hingga tak terlihat lagi.


" Tuhan kau menjaganya dengan baik, terimakasih telah mengembalikan mita seperti sekarang, terimakasih " setetes air mata menemani ucapan bimo.


" apa kamu masih mau bertemu dengan ku mit ?"


" apa masih ada kesempatan memperbaiki semuanya ?"


" semoga saja semua menjadi lebih baik "


bimo terus memperhatikan keadaan sekitar rumah mita hingga dua jam lamanya, dan memutuskan untuk kembali ke apartemen nya untuk beristirahat, berharap waktu di esok hari akan lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2