Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
menyerah


__ADS_3

" maaf panggilan ya terputus sayang, sama halnya dengan acara kangen-kangenan kalian berdua " ujar Bimo dengan wajah yang terus memperlihatkan senyum devil nya.


" kak, aku bisa duduk sendiri " ujar Mita merasa risih saat Bimo berbicara terlalu dekat dengan wajah nya.


" kenapa? kamu gak kangen sama suami kamu ?" tanya Bimo


" aku mau mandi, kakak lepas tangan nya " ujar Mita sambil berusaha melonggarkan lilitan tangan Bimo di perutnya


" ayo aku temani kamu mandi " ujar Bimo membuat Mita mendelikkan mata nya sempurna.


" lupakan " ucap Mita dengan suara yang sangat pelan namun masih terdengar oleh Bimo.


Bimo memperhatikan wajah Mita yang terdiam dan menunduk dengan posisi yang masih dalam pangkuan nya, terlihat wajah lelah, sedih bahkan dari wajah cantik itu Bimo dapat melihat adanya tekanan di sana, bahkan saat ini jelas Bimo rasakan jika Mita sedang gugup.


" mau makan malam di luar berdua ?" tawar Bimo


" Mit " panggil Bimo saat istrinya belum memberi jawaban hingga akhirnya Mita menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, Bimo menghela napasnya.


" lalu apa yang harus kulakukan, agar kamu mau menerima aku Mit, agar kita bisa menjadi lebih dekat, kamu selalu menolak jika aku ingin melakukan pendekatan " ujar Bimo


" lepaskan aku, dan aku akan melupakan segalanya kecuali hubungan kakak dengan Faiz " jawab Mita


" apa yang akan kamu lakukan setelah aku melepaskan mu ?" tanya Bimo yang semakin mengeratkan lingkaran tangan nya di perut Mita menahan sesak dan kesal karna jawaban Mita.


" aku hanya ingin bersama Faiz dan merawat ayah " jawab Mita


" bagaimana dengan Wahyu, apa kamu juga akan merawatnya ?" tanya Bimo


" berhenti membawa nama orang lain dalam masalah kita, dan kakak sama sekali tidak berubah sejak dulu masih saja suka menyalahkan orang lain " ujar Mita


" cih, kamu bahkan membelanya, apa dia begitu hebat dibandingkan dengan ku ?" tanya Bimo


" iya Wahyu sangat pengertian, dia baik tidak pernah memaksa dan juga sabar, dan aku yakin siapapun yang berteman dengan nya pasti akan merasa nyaman " jawab Mita dengan polos tanpa menyadari perubahan hawa di sekitarnya


" bagus kamu bahkan tanpa segan memujinya di hadapan wajah ku, kamu sengaja mau aku cemburu ?" tanya Bimo


" enggak, lagi pula kakak yang berlebihan, sekarang bisa kakak biarkan aku duduk sendiri ?" tanya Mita


" aku berlebihan, baiklah aku akan menuruti keinginan mu " ujar Bimo dengan tatapan tajam.


aaakkkhhhhh.......... Kak Bimoooo " teriak Mita terkejut saat Bimo menggendong nya ala bridal style dan merebahkannya di ranjang.


"kak berhenti di sana" teriak Mita sambil bersingut mundur


"aku harus menunjukkan padamu apa itu berlebihan" ujar Bimo


"enggak, enggak perlu, aku gak mau, kakak jangan dekat-dekat!!" bentak Mita dengan panik


" kamu tau Mit, kamu membuat ku cemburu untuk yang kesekian kalinya, bahkan kamu memujinya, apa aku harus selalu bersikap seperti ini padamu agar kamu mau menurut ?" tanya Bimo yang sudah mengurung Mita di bawah nya, mulai mendaratkan ciuman di leher hingga tulang selangka Mita.


" kak berhenti, aku takut, tolong " mohon Mita


" takut, kenangan buruk masalalu hanya alasan mu menghindari ku kan Mit ?" bentak Bimo


"aku takut bukan karna alasan, aku benar-benar tidak ingin kejadian seperti dulu terulang lagi, aku tidak mau, kakak tidak tau bagaimana hancurnya aku saat mengetahui aku hamil, bagaimana aku menjalani kehamilan ku selama sembilan bulan, saat aku harus berjuang melahirkan anak ku, semuanya ku jalani seorang diri, dan ketika bertemu dengan kakak, cara licik juga yang kak Bimo gunakan untuk merebut Faiz, dan selama bersama dengan kakak, kakak selalu menyiksa hati dan perasaan ku, apa semua nya masih belum membuat kakak puas ?" jelas Mita dengan mata berkaca-kaca yang sangat sulit di tahan nya.


" aku memang bersalah sama kamu, tapi seharusnya kamu memberi tau aku jika kamu hamil, maka aku akan bertanggung jawab saat itu juga bukan malah melarikan diri dan bersekongkol dengan Wahyu " bentak Bimo

__ADS_1


" pada akhirnya kakak tetap akan menyalahkan aku kan, dan selalu mengungkit Wahyu " ujar Mita menatap tepat pada mata Bimo yang memberinya tatapan tajam.


" lakukan, lakukan apapun yang kakak mau dengan tubuh ini, aku tidak perduli, itu akan menambah alasanku untuk tidak menerima mu kak " ujar Mita yang membuat Bimo semakin merasa terpancing emosi.


" kamu jangan menantang ku Mit, apapun yang kamu katakan kamu adalah milik ku " sahut Bimo, yang mulai melakukan sentuhan pada tubuh Mit, tanpa memperdulikan tubuh Mita yang mulai bergetar dengan isakan yang tertahan.


" Mit....Mita.... Mita .... " panggil Bimo saat dia tidak mendengar suara isakan dan reaksi dari tubuh Mita yang mencoba memberontak lagi.


" bodoh, kamu memang seorang yang kejam Bim " ucap bimo merutuki dirinya sendiri, lalu memposisikan dirinya berbaring di sebelah Mita dengan helaan napas berat nya, mengusap puncak kepala Mita yang terasa hangat "bahkan tubuhmu sangat jujur Mit untuk menolakku" ucap bimo penuh sesal yang sudah duduk di sebelah Mita.


Bimo meraih ponselnya dan menghubungi dokter keluarganya


"cepat datang kerumah" ucap Bimo saat panggilan nya sudah tersambung


"Bim aku baru saja sampai rumahku" jawab dokter yang merupakan teman Bimo


" satu jam lagi rumah sakit mu akan ku ratakan dengan tanah" ucap Bimo


" tunggu lima belas menit lagi sampai di rumah mu, tapi katakan siapa yang sakit ?" tanya dokter


" sepuluh menit, istriku " jawabBimo dan langsung memutus sambungan telfon nya secara sepihak.


" Mit apapun yang kamu inginkan akan aku coba lakukan tapi aku mohon jangan minta aku untuk melepas mu " ucap Bimo dengan tangan yang terus mengusap puncak kepala Mita, merapikan pakaian istrinya yang robek karena ulahnya.


suara ketukan pintu menyadarkan Bimo dari lamunanya dan berjalan membuka pintu mempersilahkan seorang dokter tampan dengan wajah kesal nya masuk kedalam kamar Mita.


" mana yang sakit ?" tanya dokter yang bernama Reza


" dia " jawab Bimo dengan tangan yang menunjuk ke arah Mita


" kamu bilang yang sakit istrimu, dia siapa ? " tanya Reza


" ck' kamu periksa saja sendiri " ujar Reza kesal


" jangan membuat ku kesal Za dia istriku " ucap Bimo


" aku akan mengobatinya tapi jelaskan dulu kenapa dia bisa menjadi istrimu dan di mana Via ?" tanya Reza penuh rasa penasaran


" selesaikan dulu pekerjaan mu, aku akan bercerita " ujar Bimo kesal dengan temanya yang selalu saja ingin tau urusan orang lain.


" aku tidak setuju, ceritakan saja sambil aku mengobatinya " jawab Reza mencoba memberi kesepakatan.


" dia istri kedua ku, adik Alif Danish Arion, Mita Clemira Arion " jawab Bimo dan Reza mengangguk anggukan kepalanya seolah-olah paham dengan apa yang di katakan Bimo, sebelum selesai mencerna ucapan Bimo, Reza mendelikkan matanya menatap Bimo yang tersenyum devil pada si dokter tampan.


" trus bagaimana dia bisa jadi istri mu, aku yakin keluarga Arion tidak akan begitu saja mengizinkan anak nya menjadi istri kedua mu?" tanya Reza yang sudah mulai mengeluarkan jiwa gosip nya,


"aku memaksanya menikahi ku dengan ancaman" jawab bimo dengan bangga


" lalu ?" tanya Reza semangat


" sayangnya dia membenci ku " sahut Bimo


" hahaha kamu lucu Bim, mana mungkin ini akan ada disini jika dia membenci mu " ujar Reza sambil menunjuk tanda merah di sekitar leher Mita yang tak dapat di tutupi oleh Bimo


" jauh kah tangan mu " bentak Bimo yang membuat Reza lekas menarik tangan nya.


" apa hasil pemeriksaan mu ?" tanya Bimo masih menatap tajam Reza

__ADS_1


" dia kelelahan, dan syok sepertinya dia sangat tertekan, dan satu hal lagi di sini juga kesalahan mu yang terlalu memaksa nya, tubuhnya tidak bisa menerima rangsangan dari mu karna itu dia pingsan dan demam " jelas Reza dengan senyum dan menyerahkan vitamin untuk di minum Mita.


" kapan dia akan sadar ?" tanya Bimo


" katakan kenapa kamu bisa menikahinya ?" tanya Reza yang masih kepo dan tak percaya jika Bimo hanya memberikan ancaman pada wanita yang tertidur pulas di ranjang.


"sungguh ingin tau?" tanya Bimo sedang Reza mengangguk cepat


" aku memperkosanya hingga dia hamil anak ku" jawab Bimo yang membuat Reza terkejut dengan membulatkan mata dan mulutnya bersamaan.


" kamu baj***an Bim " ucap Reza mendorong tubuh Bimo agar sedikit menjauh dari tubuhnya.


" kamu benar maka cepat pergi dari sini sebelum aku mengusir mu dengan kasar " ujar Bimo


" cih, jangan lupa bayaran ku" ujar Reza sambil berjalan keluar "dan semoga istri kedua mu semakin membenci mu" imbuh Reza yang kemudian berlari sebelum mendapat amukan dari Bimo.


.


.


keesokan paginya Mita terbangun dan bergegas membersihkan diri, saat dia melihat dirinya di depan cermin di lihatnya beberapa tanda merah dari leher hingga dada nya yang membuatnya menatap miris pada dirinya sendiri, Mita bahkan tidak mengetahui kejadian sebenarnya, jika dia sudah pingsan sebelum Bimo melakukan hal yang tidak di inginkan, semalam seingatnya Bimo hanya mengatakan jika dia kelelahan yang menjadi penyebab nya menjadi demam, sedangkan Mita berpikir jika Bimo pasti tidak akan melewatkan hal itu.


setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaiannya Mita segera keluar dari kamarnya dan menuju kamar Faiz, tetapi dia sudah tidak mendapati Faiz yang membuatnya sedikit panik, Mita bergegas turun kebawah berharap jika Faiz ada di dapur tetapi kenyataan nya di dapur hanya ada beberapa orang pelayan.


Mita kembali kekamarnya dan meraih ponselnya, mencoba menghubungi Bimo hingga tiga kali panggilan barulah seseorang menjawab di seberang sana.


" kak, Faiz di mana ?" tanya Mita langsung


" apa kamu sudah melihat ini jam berapa sayang?" tanya Bimo


Mita melirik kearah jam dinding yang ada di kamarnya "jam sepuluh" jawab Mita masih belum sadar akan waktunya terlewat


"lalu?" tanya Bimo


" apa Faiz di sekolah ?" tanya Mita


" iya, Via yang mengantarnya, karna kamu masih tidur akibat kelelahan dengan kegiatan kita semalam sayang" ucap Bimo dengan sengaja


" CUKUP " teriak Mita dan mengakhiri panggilan telfon secara sepihak, malu, kesal menjadi satu yang dirasakan Mita walau hanya mendengar perkataan Bimo.


Mita memilih untuk segera menjemput Faiz kesekolah nya dengan pikiran yang cukup kesal dengan ucapan Bimo, bukankah sangat memalukan baginya saat dia harus menyerah dengan pertahananya yang sudah lebih dari enam bulan ini? mengapa sangat sulit untuk Mita bisa menjalani kehidupan sesuai dengan keinginannya sendiri ? benarkah sudah yang dilakukan nya sekarang, memasrahkan diri dengan keadaan ? apakah dirinya sudah benar-benar lelah melawan keadaan yang selalu menempatkannya dalam kekangan ?


sesampainya di sekolah Faiz dilihatnya Via yang juga sedang menunggu Faiz keluar dari gerbang sekolah. " kak Via ?" panggil Mita.


" loh Mit kok kamu kesini, gak istirahat aja, kamu sudah baikan ? " tanya Via


" sudah kak, maaf merepotkan kakak mengurus Faiz " ujar Mita


" apaan sih Mit, aku kan juga mamah nya, lagian aku seneng tau bisa bantu kamu rawat Faiz " ujar Via yang di tanggapi senyuman oleh Mita


" kamu bawa mobil Mit " tanya Via lagi


" Mita naik taksi kak " jawab Mita


" ya udah barengan aja sekalian ya " ujar Via yang di setujui Mita dan tak berselang lama Faiz sudah menghampiri mereka dan akhirnya mereka kembali kerumah bersama.


Terimakasih untuk kalian yang sudah membaca, Terimakasih untuk yang sudah memberikan dukungan, dengan tidak luka memberikan like, komen dan vote seikhlasnya.

__ADS_1


mampir juga yu kekarya aku yang lain nya.


__ADS_2