
( masih cerita 4 bulan sebelum bimo menandatangani surat cerai )
" kak " panggil mita namun bimo hanya diam tanpa ada respon dengan wajah yang sudah sangat merah menahan marah.
" kak bimo " panggil mita lagi namun tetap tidak mendapat jawaban dari bimo, ada perasaan takut di hati mita saat melihat kearah wajah bimo.
bimo lebih fokus pada jalanan dan menghiraukan mita yang berada di sebelahnya hingga sampai di rumahnya, setelah bimo keluar dari mobil dan membuka kan pintu untuk mita, bimo menarik pergelangan tangan mita hingga masuk kedalam rumah.
" kak bimo lepas, tangan ku sakit " ucap mita sambil menahan tubuhnya
" kak, kak bimo " teriak mita dengan mata yang mulai berkaca-kaca
suara ribut dari mita dan bimo ternyata mengundang perhatian penghuni rumah lainya yang juga ikut melihat ke ruang tamu. ryan dan maya yang berdiri tidak jauh dari ruang keluarga yang di lewati bimo.
" bim ada apa ?" tanya maya mencoba menghentikan bimo namun tak di jawab oleh bimo
" mamiiiii, papiiiii " teriak faiz yang berada di tangga hendak berlari turun tapi lagi-lagi bimo hanya melewati mereka semua dan terus menarik mita kekamarnya yang di ikuti faiz dan via.
di dalam kamar mita bimo langsung membawa mita kekamar mandi dan menyalakan air untuk membasahi tubuh mita, mulanya mita memberontak pada akhirnya dia hanya diam dengan perlakuan bimo yang juga menggosok kasar tubuhnya.
setelah selesai dan puas menguyur mita kini bimo terdiam menatap mita yang menggigil kedinginan karna air dingin yang di gunakan bimo, mita hanya menatap bimo dengan mata sayu nya dan memeluk tubuhnya sendiri.
" aku sudah pernah bilang, jangan membuat ku cemburu, apalagi sampai membiarkan pria sialan itu menyentuh mu, maka tubuh mu harus benar-benar di bersihkan " ucap bimo dan menarik mita keluar kamar mandi tetapi langkahnya terhenti saat melihat faiz dan via di depan pintu kamar mita.
faiz menatap garang pada bimo, menunjukkan bahwa dia tidak suka dengan apa yang dilakukan bimo pada mita " papi jahaaaatt, papi jahat " teriak faiz yang sejak tadi sudah di bujuk via untuk kembali kekamarnya.
" bawa faiz kekamar ya vi " ucap bimo dengan suara tinggi lalu menutup pintu dan menguncinya.
" kemarilah " perintah bimo, dan mita menggeleng cepat karna takut, yang justru membuat bimo bertambah kesal karna mita menolak perintahnya, bimo pun berjalan mendekat pada mita.
" kak maaf, aku hanya ---"
" aku harus menghilangkan bekas sentuhan itu tanpa tersisa " ucap bimo yang semakin membuat mita ngeri.
KRAAAKKK......
suara robekan dari gaun basah yang masih di pakai mita, bimo melepaskan semua kain yang ada di tubuh mita tanpa perlawanan " aku mohon maaf kan aku " ucap mita, tapi bimo seakan tuli dengan ucapan mita dan memulai kegiatan nya untuk mengahapus semua bekas sentuhan yang di lihatnya tadi, bimo tidak rela melihat mita di sentuh orang lain dan hal itu benar-benar memancing emosinya.
mita tidak melakukan perlawanan pada bimo, selain dia bersalah karna membuat bimo cemburu, tenaganya sama sekali tidak akan mempengaruhi bimo, mita mengigit bibirnya hingga terluka dan mengeluarkan darah sebagai usaha nya menahan rasa sakit hati yang kembali muncul, air mata saja tidak cukup sebagai perwakilan perasaannya saat ini.
dalam keadaan marah bimo mengabaikan isakan mita bahkan bibir mita yang sudah terluka karna mita mengigit nya pun tak menjadikan alasan bimo untuk berhenti menyentuh mita, mita hanya memasrahkan dirinya pada suami nya karna otak nya sudah tidak mampu lagi untuk berpikir dan berharap akan segera berakhir.
bimo berbaring di sebelah mita dan mengatur napasnya yang masih memburu sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka dan menarik mita kedalam pelukan nya
" kamu milikku, hanya milikku, hanya aku yang berhak menyentuh mu, kamu harus mengingat nya " ucap bimo
" istirahat lah "
" maaf " ucap bimo dan mengcup kening mita
.
.
setelah membersihkan diri di pagi hari mita keluar dari kamar menuju dapur dilihatnya via yang sedang memberi suapan pada faiz.
" mami " panggil faiz dan memeluk mita
__ADS_1
" sudah selesai sarapan nya ?" tanya mita dan faiz menggeleng dan terus memperhatikan mita
" ayo sarapan nya di lanjutkan, setelah itu mami antar ke sekolah " ujar mita
" iya mi " jawab faiz dan mencium pipi mita
" mit kamu baik-baik aja ? kamu pucet banget mita " ujar via
" gak apapa kak " jawab mita
" udah kamu sarapan dulu sayang, nih mamah bikinin roti bakar coklat kesukaan kamu " ujar maya
" terimakasih tante " ucap mita yang kemudian memakan sarapan nya.
tak berselang lama bimo ikut bergabung di meja makan dengan menggendong jihan, memperhatikan mita yang hanya diam sambil membantu faiz memasang tas sekolahnya.
" faiz papi yang antar " ucap bimo
" gak mau " jawab faiz dengan nyaring
" kenapa ?" tanya bimo sambil memberikan jihan pada via
" faiz mau sama mami aja, papi jahat faiz gak suka papi jahat sama mami " jawab faiz, bimo sempat melupakan jika faiz melihatnya menarik mita dan saat bimo memandikan mita lebih tepatnya bimo mengguyur mita.
" faiz, gak boleh gitu sama papi " tegur mita
" faiz gak suka mami nangis karna papi jahat, papa wahyu gak pernah marah-marah sama mami " ujar faiz
" faiz " bentak bimo yang kesal karna istri dan anaknya bahkan suka membandingkanya dengan wahyu
" KAK / BIMO " serentak, mita, via, ryan dan maya menegur bimo
" sayang maafkan mami, faiz jangan menangis, semalam papi sudah meminta maaf pada mami, faiz jangan marah lagi ya jangan nangis lagi " bujuk mita
" sekarang faiz minta maaf sama papi ya " pinta mita
faiz menatap bimo yang juga menatap nya " faiz mau minta maaf sama papi tapi papi minta maaf sama mami juga " ujar faiz
" bim " tegur via, entah mengapa via melihat bimo yang berbeda hari ini, bimo benar-benar di kuasai oleh emosi, sehingga membuat bimo terlihat sangat mengerikan dan terlihat jelas jika bimo tidak mau mengalah.
" papi minta maaf " ucap bimo
" papi minta maaf sama mami bukan faiz " jawab faiz
" cukup sekarang ayo kita berangkat sekolah " ajak bimo
" faiz mau sama mami, dan biar papa wahyu aja yang jemput faiz dan mami " jawab faiz
lagi-lagi nama pria itu yang di sebut oleh anak nya, pria yang menjadi sainganya untuk memenangkan hati mita, dan membuat bimo semakin emosi jika mengingat kejadian semalam.
" kamu lebih memilih orang lain dari pada papi kamu ?" tanya bimo
" kak sudah, itu hanya ucapan anak kecil " sahut mita
" faiz kita berangkat sama papi ya sayang, nanti terlambat sebentar lagi waktu masuk kelas " bujuk mita
" tapi papi belum meminta maaf sama mami, bukan nya mami bilang kalo salah kita harus berani mengakui dan meminta maaf " jawab faiz dan ternyata bimo sudah lebih dulu berjalan keluar menuju mobilnya karna andi sudah datang menjemputnya
__ADS_1
" papiiii, papiiii " panggil faiz sambil berlari mengejar bimo, yang tak di hiraukan oleh bimo yang masih emosi dan masuk kedalam mobil, mita pun ikut berlari mengejar faiz yang masih berusaha mengejar mobil bimo hingga keluar pagar
sedang di dalam mobil, andi merasakan sesuatu yang tidak nyaman saat melihat faiz berlari mengejar nya sehingga dia mengurangi kecepatan laju mobil yang di bawanya.
" papi belum minta maaf " teriak faiz sambil berlari dengan kaki kecilnya
" faiz, berhenti sayang " teriak mita sambil berlari di belakang mita, maya dan ryan ikut berlari kecil keluar dari rumah hingga berdiri di gerbang rumah mereka.
andi masih terus memperhatikan faiz yang berlari dan mulai kelelahan dari spion mobil " pak apa tidak perlu berhenti dulu" namun tidak ada jawaban dari bimo.
BBRAAAAKKKKK.......
CKIIIIIITTTTTT / FAAAAIIIIIIIIZZZZ
suara mobil menghantam tubuh kecil yang kelelahan berlari, suara rem mobil yang mendadak dan teriakan mita yang sangat nyaring.
" pak tuan muda tertabrak " ucap andi dengan gugup, bimo yang mendengarkan ucapan andi melempar ponsel yang ada di tangannya dan keluar dari mobil berlari ke pada mita yang sudah menangis histeris memangku kepala faiz yang penuh dengan darah.
tanpa berbicara apapun bimo menggendong tubuh faiz membawanya masuk kedalam mobil yang di ikuti mita dan memerintahkan andi untuk segera kerumah sakit.
" bertahan, kamu harus bertahan demi mami, mami mohon " ucap mita dengan terisak
" pa-pi, harus ja ja ga mami, minta ma maaf " ucap faiz terbata
" mita maaf kan aku " ujar bimo yang di angguki cepat oleh mita
" sudah sayang papi sudah minta maaf sama mami, maaf kan papi juga yang membentak kamu, kamu harus bertahan, jagoan papi kuat " ucap bimo
" faiz sayang mami dan papi " ucap faiz yang kemudian hilang kesadaran nya.
sesampainya di rumah sakit bimo berteriak meminta pertolongan yang di sambut oleh dokter dan beberapa perawat, yang langsung memberikan penanganan pada faiz hingga faiz di bawa kedalam ruang oprasi.
semua orang berkumpul dan menunggu, ayah dan abang mita juga ada disana memberi kekuatan pada mita yang masih terus menangis, hingga dokter akhirnya keluar dari ruang oprasi, bimo dengan cepat menghampiri dokter dan tanpa bertanya dokter sudah menggelengakan kepalanya.
" maaf kan kami, kami sudah berusaha " ucap dokter dan tak berselang lama dua orang perawat membawa tubuh kaku faiz keluar dari ruang oprasi.
bimo luruh kelantai, meratapi kebodohanya sedangkan mita sudah tidak dapat mengendalikan dirinya lagi dengan memeluk tubuh faiz, semua orang menangis tak terkecuali.
" maaf tapi kami harus membawa jenazah untuk di mandikan " ucap perawat, hendra berusaha menenangkan anak nya dengan membawanya dalam pelukan nya. sesaat kemudian mita mengarahkan pandangan nya pada bimo yang masih bersimpuh di lantai.
mita melepaskan pelukan ayah nya dan mendekati bimo, membantu bimo berdiri dan menatap bimo tajam
PLAAK.... PLAAK....
suara tamparan dari mita untuk bimo " apa kamu masih menganggap dirimu manusia kak ? apa menyakiti aku saja sama sekali tidak memuaskan mu ? kenapa harus anak ku yang menjadi korban ? kenapa bukan aku saja yang kamu bunuh ? sebenarnya apa kesalahanku pada mu kak ? apa kesalahan ku pada kalian semua ? kenapa begitu ingin menghancurkan aku ? katakan, katakan padaku apa kesalahan ku ? kenapa kalian semua tega menghancurkan mimpi dan hidup ku ? kenapa ? hiks...hiks.... " cerca mita sambil memukul dada bidang bimo.
" Tuhan kenapa hukuman ku selalu sangat menyakitkan " ucap mita dengan tubuh yang luruh kelantai dan bimo dengan sigap memegangi mita, membawa mita kedalam pelukan nya.
hendra tidak mampu menutupi kesedihan nya melihat anak perempuan nya yang begitu tidak berdaya, berganti menatap besan nya yang saling menenangkan dan via yang juga terduduk di lantai dengan isakanya.
" abang dan wahyu bantu ayah bawa adik mu pulang, di sini ayah yang akan mengurus nya " perintah hendra
" baik yah " jawab alif
" mit ayo kita pulang, ayah yang akan mengurus semua nya disini, kita tunggu di rumah " ajak alif tanpa menjawab mita hanya mengikuti alif yang membantunya berdiri.
setelah ada sedikit perdebatan dengan bimo akhirnya bimo mengalah bahwa jenazah faiz akan di bawa ke kediaman Arion dan di makam kan di dekat makam dini.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa, like, coment dan vote ya teman-teman ❤