Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
hanya kenangan yang tersisa


__ADS_3

( masih 4 bulan sebelum bimo menandatangani surat cerai )


" mit kamu harus makan, ini sudah dua hari kamu tidak mau makan, sedikit saja jangan terus menghukum dirimu sendiri seperti ini " bujuk wahyu


" tolong keluarlah yu " ucap mita


" aku akan tetap disini sampai kamu makan " ucap wahyu tegas


" wahyu aku mau istirahat kamu pergi " usir mita


wahyu menghela napas nya berat melihat keadaan mita yang berantakan dan wajah pucat serta mata yang selalu mengeluarkan air matanya. " satu suapan aku akan keluar " ujar wahyu sambil menyodorkan sesendok bubur dan di terima mita agar wahyu lekas keluar dari kamarnya.


setiap hari bimo pun datang kerumah hendra untuk menemui mita tetapi mita selalu menolak nya hingga hari ini tepat seminggu setelah kepergian faiz bimo kembali datang bersama via dan jihan.


" mita " panggil via dan mita hanya menatap nya kilas


" mit, aku kesini ajak jihan sepertinya dia kangen sama kamu mit " ucap via


"..........."


" mit, maaf kan aku, tolong berhentilah mengurung dirimu seperti ini, jangan terus begini aku yakin faiz tidak akan senang di surga sana jika mami nya terus menangis dan menyiksa diri seperti ini " ucap via


" lalu apa yang harus kulakukan ? kalian ingin aku kembali kerumah rahardian ? kembali kalian permainkan ? apa kamu sekarang senang kak ?" ucap mita


" mit tidak seperti itu " jawab via dan terdiam dan menarik napas nya dan menghembuskan secara perlahan " mit masih ada jihan kamu bisa memilikinya, kita bisa merawatmya bersama, dan kamu masih memiliki kesempatan untuk memiliki seorang anak lagi " ucap via


" aku tidak menginginkan anak mu, aku sangat membenci kalian semua, jadi pergi dan jangan pernah datang kembali " usir mita


" aku akan berpisah dengan bimo dan meninggalkan jihan pada kalian, anggap ini sebagai bentuk permintaan maaf ku mit" ucap via


" aku tidak perduli dengan apapun yang akan kalian lakukan" jawab mita


" mita " panggil bimo yang baru masuk kedalam kamar nya


" keluaaaar " teriak mita


" kita harus bicara " ucap bimo

__ADS_1


" enggak perlu " ucap mita


" tolong sebentar saja " ucap bimo


" apa ? apa yang ingin kamu katakan kak ? apa kamu masih sanggup ingin membahas tentang faiz ?" tanya mita


" aku tau aku bersalah tapi aku ----"


" kamu tau kak, bagaimana bahagianya faiz saat bertemu dengan mu, saat faiz mengetahui ternyata dia memiliki seorang papi yang menyayangi nya, dia sangat bahagia kak, sangat bahagia, bahkan dia tidak lagi menanyakan kenapa papinya tidak pernah datang melihatnya sampai dia sudah bertemu dengan mu, faiz sangat membanggakan kamu di hadapan teman-temanya, dia menggapmu lebih dari seorang papi bahkan dia sangat menurut padamu, tapi kenapa belum genap dua tahun kalian bersama kamu membuat aku berpisah selamanya dengan faiz kak ? kenapa kak ?" ucap mita


" aku sungguh berharap semua waktu yang kulalui bersama dengan mu terhapus dari ingatan ku " teriak mita dengan tangisan yang kembali histeris


" maaf, mit tapi tolong izinkan aku tetap menjaga mu, karna kamu milikku " ucap bimo


" pergi, pergi dari sini, jangan pernah kembali " usir mita


" lebih baik kalian lekas pergi dari sini, dan kamu bim sudah mendengar apa yang di katakan mita, jadi kalian tidak perlu repot datang kemari lagi " ujar alif


" tapi aku suami nya " ucap bimo


BUGH...BUGH....


" suami, kamu menganggap dirimu seorang suami, ya tentu suami yang tidak becus, seharusnya dari dulu aku memukul mu atau menghancurkan mu, dan untuk pertama kalinya aku menyesal mengikuti kemauan mita untuk tidak menyentuh mu " ucap alif


" sudah cukup, lebih baik kamu pulang dulu bim, ajak istri dan anak mu, biar mita disini bersama kami" ujar hendra dan membantu bimo untuk berdiri.


.


.


suasana pagi di kediaman rahardian menjadi sunyi tanpa ada celoteh dari faiz seperti biasanya jika sedang sarapan bersama dan terkadang kegaduhan yang di buat anak kecil itu, dan sejak tiadanya faiz ryan dan maya lebih memilih menyibukkan diri mereka dengan berbagai kegiatan.


" mah, pah, tolong jangan mendiam kan bimo " pinta bimo


" ...... " tak ada jawaban dari kedua orang tuanya


" mah, bimo mohon maafkan bimo, pah " mohon bimo

__ADS_1


" bagaimana cara ku maafkan mu bim, kamu membuat cucuku satu-satunya meninggal, kamu keterlaluan egois, dan kamu membuat menantu kesayanganku juga pergi dari rumah ini " ujar maya lalu beranjak meninggalkan bimo.


" sabar, mamah pasti akan segera memaafkan kita, mamah hanya masih kehilangan bim" ucap via mencoba memberi ketenangan pada bimo.


" seharusnya sejak awal bimo tidak menikah dengan kamu " ucap ryan dan menunjuk via yang hanya terdiam mendengarkan ucapan ryan yang juga sudah melenggang pergi dan di susul bimo yang berjalan menuju kamar yang di tempati oleh mita.


sedangkan di rumah keluarga arion sedang di buat panik dengan mita yang berusaha menyakiti dirinya sendiri hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri dan di bawa kerumah sakit oleh alif yang di bantu wahyu, setelah pemeriksaan dokter mengatakan jika mita mengalami depresi berat pasca trauma dan akibat tekanan-tekanan yang di simpanya atau di tahan nya sendiri selama ini, jika pun mita sadar nanti kemungkinan besar mita akan kembali menangis histeris atau mengamuk sehingga memerlukan penanganan yang tepat untuknya.


hampir sebulan mita di rawat di rumah sakit dan tidak banyak perubahan yang dialaminya, mita masih sering menangis sendiri dan sesekali menyakiti dirinya sendiri, hingga salah seorang teman bisnis alif menyarankan untuk membawa mita kejepang bertemu dengan dokter psikiater yang juga merupakan sahabat rekan bisnisnya yang di setujui oleh alif dan hendra.


kabar bahwa mita mengalami depresi pun sampai pada keluarga rahardian hingga membuat maya jatuh sakit karna memikirkan menantunya, dan semakin emosi setiap kali mengingat kejadian naas yang membuatnya harus kehilangan cucu kesayangan nya,bahkan karma kejadian itu membuatnya acuh terhadap jihan cucu keduanya.


sedangkan bimo berusaha untuk menemui mita yang selalu di tolak oleh alif maupun hendra hingga mita kini sudah berada di jepang di temani oleh alif dan wahyu yang juga memiliki bisnis di jepang.


selama dua bulan awal mita di jepang, mita sudah mulai menunjukkan beberapa perubahan walau belum secara menyeluruh, mita sudah mulai bisa menerima jika di ajak berbicara walaupun mita menjadi lebih banyak diam dan tanpa ekspresi saat berbicara, namun alif yakin setiap usaha yang mereka lakukan pasti akan membuahkan hasil.


.


.


.


( kembali ke masa sekarang )


enam bulan sudah mita berada di jepang dan itu berarti tujuh bulan sudah kepergian faiz, yang hanya meninggalkan kenangan untuk mita, tanpa bisa memeluknya lagi, memanjakan nya dan melakukan banyak hal untuk faiz.


bahkan sekarang keadaan mita lebih membaik setelah melakukan banyak berbagai macam perawatan, tetapi masih harus terus dilakukan sampai mita bisa benar-benar mengontrol dirinya dengan baik dan stabil.


" mit kamu sedang apa ?" tanya wahyu


" tidak ada " jawab mita


" hei aku rindu kamu yang cerewet " ucap wahyu


" aku mau istirahat " ujar mita


" baiklah ayo aku antar kekamar kamu " ujar wahyu yang tak di respon oleh mita.

__ADS_1


setelah mita masuk kedalam kamarnya dan berbaring di kasurnya, wahyu menutup pintu dengan pelan. " semoga kamu lekas kembali seperti dulu mit " gumam wahyu.


Terimakasih telah menyempatkan membaca cerita ini, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like n coment ❤ untuk ku dan jika kalian berkenan memberikan ku vote dengan poin yang kalian punya😊


__ADS_2