
bimo benar-benar tidak mengizinkan mita untuk membantu wahyu mempersiapkan bisnis barunya, bahkan bimo lebih memilih membawa mita ke kantornya dengan berbagai macam alasan hingga membuatnya sedikit mengabaikan via yang sedang hamil tapi tidak membuat via marah justru membuatnya senang karna bisa melihat mita lebih dekat dengan bimo.
" kak aku jemput faiz ya ?" tanya mita
bimo menghentikan aktifitas nya yang sejak tadi di sibukkan dengan tumpukan pekerjaan di mejanya " aku sudah minta andi yang jemput dan antar kerumah, karna mamah mau ajak faiz jalan-jalan nanti " jawab bimo dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.
" kak jangan keterlaluan mengekangku, aku juga harus melakukan pekerjaan ku, sudah tiga hari kakak selalu mengekangku " ucap mita tepat berdiri di depan meja bimo
" kalo bagitu kamu bisa jalan-jalan mengelilingi kantor dan bertemu dengan teman-teman lama mu disini, tapi tunggu andi datang agar menemani mu " sahut bimo
" mit mengertilah dengan kehawatiran ku, aku tidak mau menjadi cemburu saat melihat kamu bersama wahyu dan membuatku emosi " sambung bimo lagi
" seharusnya kakak yang ngertiin aku, bukan nya kakak tau sejak dulu aku memang bersahabat sama wahyu " jawab mita
" kamu yakin hanya menganggap wahyu sahabat ? dan wahyu juga menganggap mu sahabat ?" tanya bimo
Diam tanpa menjawab bimo, karna mita tau betul jika wahyu tidak sekedar menganggap nya sahabat, mita juga mengetahui jika wahyu menganggapnya seorang wanita dengan perasaan lebih. " aku menganggap nya sahabat tidak lebih " jawab mita
" lalu wahyu ?" tanya bimo
" itu hak orang lain dengan perasaan nya, siapapun tidak bisa melarang perasaan orang " jawab mita
"kamu sadar jika dia berusaha mendekati kamu ?" tanya bimo lagi
" kak berhenti membahas orang lain, aku tidak suka, aku hanya ingin melakukan aktifitas ku seperti biasanya, tolong jangan memulai untuk berdebat " ujar mita
" aku tidak mengajak mu berdebat, jika kamu menurut dengan ku " sahut bimo
" aku lapar, lebih baik pergi makan siang " ucap mita
" ayo " ajak bimo dan mengandeng tangan mita keluar dari ruang kerjanya.
.
.
" kak via boleh kita bicara sebentar ?" tanya mita setelah mereka makan malam dan mita menidurkan faiz
" boleh, apa yang mau kamu bicarakan mit ?" tanya via
" kita ke taman belakang aja ya kak " ajak mita yang di setujui oleh via
sesampainya di taman belakang rumah keluarga rahardian, mita dan via duduk di salah satu bangku yang ada di taman.
" kak kali ini boleh mita minta tolong sama kakak ?" tanya mita
__ADS_1
" apa ?" tanya via
" apa bisa kakak bantu mita bujuk kak bimo agar tidak terlalu berlebihan dan kak via sendiri berhenti memberikan saran-saran yang sebenarnya membuat mita semakin tidak nyaman berada di antara kalian " ucap mita
" maksud kamu mit ? " tanya via bingung
" maaf tapi mita gak suka saat kak via terlalu mendorong kak bimo untuk terus lebih dekat dengan mita, jujur saja mita sedikit risih kak, apalagi dengan keposesifan kak bimo beberapa hari ini yang selalu memaksa mita mengikutinya kemana pun, sampai mita tidak bisa melakukan pekerjaan mita " ucap mita
" apa yang harus ku lakukan mit ? aku benar-benar hanya ingin kita bisa saling menerima, aku, kamu dan bimo di tambah anak-anak kita nanti " ujar via
" berhentilah kak berpura-pura tegar saat kakak menyuruh kak bimo dekat dengan ku, bahkan banyak perempuan di luar sana yang tidak suka dan tidak mau di madu, jadi tolong bantu aku meyakinkan kak bimo agar kami lekas berpisah, berhentilah menahan rasa sakit hati " ucap mita
" aku menyadari kekurangan ku di keluarga ini mit, dan hal itu lah yang menjadi alasan ku mau menerima jika bimo menikah lagi, apalagi itu dengan ku aku benar-benar rela" jawab via
" jika memang karna begitu kenapa kakak tidak memilih meninggal kan kak bimo saja, bukan kah kakak rela berbagi ? itu berarti kakak pun siap kehilangan kan ?" tanya mita
" kamu ingin aku melepaskan bimo ?" tanya via
" aku ingin kakak membantu ku agar berpisah dengan kak bimo, tapi jika kakak ingin aku terus bersama kak bimo maka lebih baik kak via yang meninggalkan kak bimo untuk ku " ucap mita
" apa kamu mencintai bimo mit ?" tanya via dengan hati yang mulai perih saat mita memintanya pergi
" kakak tau sejak dulu aku tidak suka berbagi " jawab mita
" tapi aku sedang hamil mit, kenapa kamu menjadi jahat ingin memisahkan anak ku dengan papinya ?" tanya via
" ya Tuhan mit, aku sangat menyayangi--- "
" berhenti mengatakan kalau kalian menyayangi ku, tapi kenyataan nya kalian juga lah yang memberiku rasa sakit yang berlimpah, lebih baik kak via pikirkan tawaran ku " ucap mita memutus perkataan via lalu berjalan kembali masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya, meninggalkan via yang masih terdiam dengan perkataan mita.
sebanyak itukah kamu membenciku mit?, lalu apa yang harus kulakukan?, ya Tuhan setelah sekian lama aku menginginkan seorang anak dan kau memberikan untuk ku tetapi kenapa harus mendapat ujian yang sesulit ini di waktu yang bersamaan, ini sangat menyakitkan hati ku. batin via.
.
.
" maaf, maaf kan aku kak via, semoga saja kamu mengambil keputusan yang tepat untuk membantu ku " gumam mita dengan menenggelamkan kepalanya di dalam bantal
" kamu ngomong apa ?" tanya bimo yang membuat mita terkejut mendengar pertanyaan bimo
" sejak kapan kakak di situ ?" tanya mita
" aku sudah nunggu kamu sejak tadi " jawab bimo
" kenapa ?" tanya mita
__ADS_1
" ingin mengajak mu tidur " jawab bimo
" ya sudah ayo tidur " ajak mita dengan membaringkan tubuhnya di kasur dan bimo berbaring di sebelahnya dan guling sebagai pembatas mereka di tengah-tengah
" boleh aku peluk kamu ?" tanya bimo
" jangan melunjak kak " jawab mita dengan posisi yang membelakangi mita, terdengar helaan napas dari bimo.
.
.
.
hampir dua tahun telah terlewati pernikahan bimo dengan mita,bahkan via telah melahirkan anak pertamanya dengan bimo, bayi mungil berparas cantik yang masih belum mengerti apapun.
" bim usia jihan sekarang sudah enam bulan, bagaimana jika kita lakukan rencana yang tertunda ?" tanya via
" kamu jangan gila via, anak kita masih kecil pikirkan baik-baik jangan hanya menuruti ego mu saja " bentak bimo
" tapi aku memang bersalah bim, lebih cepat lebih baik, agar jihan bisa lebih dekat dengan mita, dan aku yakin mita bisa merawat nya dengan baik sama seperti mita merawat kakak nya yang sangat baik " sahut via dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" itu kesalahan ku via aku yang menyebabkan semua nya terjadi, andai saja aku tidak menuruti emosi ku, semua nya yang sudah susah payah aku perjuangkan tidak akan kembali hancur " ucap bimo
" kalian berdua memang pantas di salahkan, mamah bahkan tidak mampu memaafkan mu bimo, seharus nya kamu bisa menahan diri mu, seharusnya kamu sudah bisa melihat jika mita sudah mulai menerima mu, dan kamu via saya benar-benar kecewa " sahut maya yang berdiri di depan pintu kamar bimo dan via
" mah maaf kan bimo " ucap bimo lirih
" perkataan maaf dan penyesalan mu tidak bisa mengembalikan semua nya seperti semula, bukankah kamu ingat jika mamah sudah sering mengingatkan mu untuk membiarkan nya memilih kebahagiaan sendiri, seharusnya kamu izinkan dia untuk bahagia bukan membuat keadaan nya menjadi seperti sekarang " ucap maya dengan penuh amarahnya
" mah, tahan emosi mu aku tidak mau kamu sampai sakit lagi, lebih baik kita istirahat, dan fokus membantu kesembuhan mita, biarkan mereka menyesali perbuatan nya " bujuk ryan pada istrinya.
" aku masih tidak menyangka satu-satunya anak kita menjadi seorang yang sangat pengecut dan menakutkan sekaligus " ucap maya dalam pelukan suaminya menahan tangis.
.
.
" sayang hari ini jadwal kamu terapi, apa kamu sudah siap ?" tanya alif dengan terus menatap mita yang berdiri di depan jendela kamarnya.
" sayang kamu dengar abang ?" tanya alif lagi yang sudah berada di sebelah mita
" berapa lama ?" tanya mita
" tidak akan lama, jika kamu bisa menerima terapi dengan baik, apa kita bisa berangkat sekarang ?" tanya alif dan di angguki oleh mita.
__ADS_1
sudah dua bulan mita dan alif berada di jepang, untuk melakukan pengobatan pada mita, alif memutuskan membawa mita ke jepang juga merupakan rekomendasi dari teman bisnisnya dan sekaligus menjauhkan mita dari bimo, agar adik kesayangan nya bisa lekas pulih dan dia bisa membalaskan segala penderitaan yang di terima adiknya selama bersama bimo.
Terimakasih untuk kalian yang menyempatkan membaca cerita ini, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like n coment ❤ untuk ku.