
waktu terus berjalan, kini Faiz sudah semakin dekat dengan Bimo dan Via, terkadang kami pergi bersama untuk menemani Faiz sekedar bermain, dengan perlahan Mitapun menceritakan pertemuan antara Faiz dan Bimo kepada orang tuanya, awalnya Hendra dan Dini merasa kecewa tetapi dengan berbagai macam alasan akhirnya mereka menerima keadaan yang ada, karna bagaimanapun Faiz berhak mengetahui ayahnya.
hari ini Mita sangat terlambat saat pulang kerja hingga jam delapan tiga puluh menit baru sampai di kediaman Arion.
" Mita pulang " teriak Mita saat memasuki rumah di sambut oleh Dini dengan gelengan kepala dan Mita tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putihnya.
" sini masuk, Faiz juga belum tidur, dan kita ada tamu sayang " ujar Dini
" tamu siapa bu ?" tanya Mita sambil berjalan mengekori Dini tanpa ada jawaban dari ibunya.
sesampainya di ruang keluarga Mita terkejut melihat pemandangan yang ada di sana. membuatnya menjadi gelisah, takut dan marah menjadi satu, akankah ke khawatiranya selama ini terjadi ? apa yang ingin mereka lakukan ? mengapa Ryan dan istri juga Bimo berada di rumah orang tuanya sekarang?. berbagai macam pikiran berputar di kepalanya.
" mamiiiii " teriak Faiz yang berlari kearahnya membuyarkan lamunan Mita.
" sayang, kamu belum tidur ?" tanya Mita pada Faiz
" belum mi, papi datang ajak opa sama oma, papi bilang opa sama oma pengen ketemu Faiz dan mami, tapi mami baru pulang " celoteh Faiz, Mita menatap Faiz dengan tatapan sendunya, di kepalanya mulai muncul kembali pikiran-pikiran yang tak karuan.
" mi ayo kesana, opa, oma dan yang lain sudah tunggu mami " ajak Faiz, Mitapun menurut berjalan kearah para orang tua berkumpul
Maya yang sejak tadi memperhatikan Mita langsung berdiri dan memeluk Mita dengan tangisnya, membuat Mita merasa sedikit canggung Mita hanya diam tidak membalas pelukan itu.
" maaf, tante mohon maafkan kami, maafkan tante, maafkan om Ryan dan juga maafkan Bimo, tante gak tau harus bicara apa kekamu Mita, tante benar-benar hanya bisa mengatakan maaf sama kamu " ucap Maya
" tante udah, Mita udah maafin semuanya, Mita juga minta maaf kalo Mita sudah buat om dan tante kecewa" jawab Mita
" kamu gak salah apa-apa sayang, hanya saja tante yang salah memiliki anak seperti Bimo " ujar Maya
" ya udah kita duduk dulu " ajak Mita
" Mita om benar-benar minta maaf sama kamu, dan terimakasih karna kamu mempertahankan cucu kami " ucap Ryan
" om gak perlu minta maaf sama Mita dan terimakasih, karna sudah seharusnya Mita menjaga Faiz karna bagaimanapun dia anak Mita dan dia tidak bersalah, selama ini dia juga yang menjadi semangat Mita dalam hal apapun itu " ujar Mita menatap Faiz dalam pangkuan Alif
" dan maaf Mita belum sempat membawa Faiz untuk bertemu kalian sebelumnya, jujur saja Mita masih merasa takut, jika kalian akan merebut Faiz dari Mita " jelas Mita membuat Ryan dan Maya menatapnya bersamaan, jelas tergambar di raut wajah Mita rasa khawatir dan rasa bersalah di raut wajah dua orang tua di hadapanya.
" kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu Mit, karna kami tidak akan melakukan itu " ucap Maya dengan senyum
" terimakasih " jawab Mita
" Mita, kali ini ayah mohon kamu maafkan ayah, ayah terpaksa mengambil keputusan ini, dan ini demi kebaikan mu dan Faiz kedepan " ucap Hendra, Mita mendengarkan ucapan ayahnya
" ada apa yah ?" tanya Mita dengan mengerutkan dahinya
" ayah dan om Ryan sepakat menikahkan kamu dan Bimo minggu depan, karna selain kasih sayang dari kedua orang tuanya Faiz juga membutuhkan status ayahnya, keluarga yang lengkap dan ini baik untuk masa depan Faiz " jelas ayah
__ADS_1
JEDEEERRR....
Mita benar-benar terkejut dengan apa yang di katakan ayahnya, bagaikan di sambar petir hatinya benar-benar menolak pernikahan dengan Bimo, semua orang sudah menatapnya seakan meminta persetujuan darinya.
" maksud ayah apa ? " tanya Mita dengan menahan rasa sesak di dadanya.
" maafkan ayah, kamu harus menikah dengan Bimo, karna bagaimanapun Bimo ayah kandung Faiz " ucap ayah
" kenapa ? kenapa ayah mengambil keputusan tanpa bertanya pada Mita, Mita menolak, Mita gak mau nikah sama kak Bimo, Mita bisa menjaga dan merawat Faiz tanpa dia" ucap Mita dengan tangan menunjuk Bimo yang sejak tadi diam.
" dengarkan ayah ini sudah menjadi keputusan terakhir, tidak ada penawaran dan penolakan lagi, ini yang terbaik untuk kamu dan Faiz " ujar Hendra
" ayah, kak Bimo sudah punya istri, Mita gak mau nikah sama suami orang, tolong jangan paksa Mita menikah yah, Mita gak mau, sudah cukup semua kehancuran di masa lalu yang Mita jalani yah, Mita mohon jangan tambah lagi " ucap Mita dengan air mata yang sudah menetes di wajahnya
" maafkan ayah, ini sudah keputusan " jawab lirih Hendran, yang sebenarnya tidak tega dengan anaknya, jika bukan karna suatu hal yang sangat bergantung dengan perjodohan ini, sudah pasti Hendra akan menolak penawaran Ryan.
" ibu, apa ibu juga setuju Mita menikah ? abang kenapa abang diam aja, abang bilang abang akan menjaga Mitakan, kenapa abang gak bantu Mita " mohon Mita di iringin isak tangisnya
" sayang ibu, ingin yang terbaik untuk kamu dan Faiz " jawab ibu dengan mata yang juga sudah berkaca-kaca, tidak mampu menahan rasa sakit namun tidak bisa melawan keputusan suaminya.
" abang tetap akan menjaga kamu, abang akan selalu ada buat kamu, tapi di sini abang tidak punya kuasa, maafkan abang " ucap Alif, yang kemudian berdiri membawa Faiz kekamarnya yang sudah terlelap.
" apa ini cara om dan tante merebut Faiz dari aku, bukankah tadi kalian bilang tidak akan melakukan itu, lalu apa ini kenapa kalian memaksaku ? aku mohon om tante batalkan niat kalian ini, kalian sudah memiliki menantu yang sangat menyayangi kalian, Mita sudah bilang gak akan melarang kalian bertemu Faiz, tapi tolong jangan begini, jangan paksa Mita, biarkan Mita hanya bersama Faiz hiks....hiks....hikss...." ucap Mita dengan tatapan mata penuh harap
" sayang tante dan om bukan bermaksud egois memaksa kamu, izinkan kami menebus semua rasa bersalah kami nak, ikhlaskanlah dihati mu nak untuk menikah dengan Bimo " ujar Maya yang sudah ikut menangis, dia sendiri sebenarnya tidak tega namun egois hatinya ingin memiliki cucu sekaligus menantu yang sejak dulu diidamkanya, membuatnya membuang rasa iba.
" aku mencintai istriku, dan istrikupun menyayangimu dan Faiz, dia mengizinkan ku untuk menikahimu sebagi ibu dari anakku, kami mungkin bisa memiliki anak kami sendiri itu jika Tuhan memberikan keajaibannya pada kami, terimalah pernikahan kita nanti Mit, untuk Faiz " jelas Bimo
Mita berdiri dari duduknya menatap satu persatu setiap orang yang ada di dalam ruangan itu, yang juga menatapnya
" kalian terlalu egois, kalian hanya memikirkan ketenangan kalian, dan keinginan kalian, kalian keterlaluan, aku benar-benar membenci kalian hiks...hiks..." teriak Mita menahan sesak di hatinya.
" MITA CUKUP " bentak Hendra menatap tajam anaknya, seluruh tubuh Mita gemetar menahan emosi sakit hatinya. tatapan mata sayu dan kekecewaan terlihat jelas di wajahnya.
" pernikahan sudah di tentukan dan kamu harus menerimanya " ujar Hendra, Mita berlari kekamarnya dengan isak tangisan pilu yang jelas terdengar di telinga mereka semua.
.
.
.
tiga hari menjelang hari pernikahan Mita masih diam membungkam mulutnya tanpa berbicara pada keluarganya sebagai aksi protesnya kecuali pada Faiz anak kesayangannya.
Mita sedang asik menyuapi Faiz sarapan sebelum mengantarnya pergi kesekolah seperti biasanya,
__ADS_1
" mami, kenapa Faiz lihat mami sedih ? " tanya Faiz
" mami tidak sedih sayang, mami hanya takut mami akan merindukan Faiz saat kamu di sekolah " jawab Mita dengan wajah yang dibuat cemberut
" iih mami, Faiz sekolahkan agar Faiz menjadi pintar dan jika Faiz besar Faiz akan bekerja untuk mami, jadi mami tidak boleh sedih oke " ujar Faiz
" mami sayang banget sama Faiz, Faiz janjikan bakal sama mami terus ?" tanya Mita yang di angguki oleh Faiz
" yaudah yu kita berangkat sekolah, Faiz pamit dulu sana sama kakek, nenek dan om " perintah Mita dan Faiz langsung melakukannya.
" Mit abang anter ya " ajak Alif yang tak diperdulikan oleh Mita, dan mengajak Faiz untuk masuk mobilnya, sedangkan Alif hanya menghela napas pasrah dengan kecuekann adiknya.
setelah mengantar Faiz, Mita kembali kemobilnya dan disana ternyata sudah ada yang menunggu nya. " ada apa lagi, kak Via ?" tanya Mita
Via tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Mita " kita ngobrol yu, jangan tolak aku, aku akan memaksamu " ujar Via saat melihat Mita yang siap menolaknya.
" cih, suami istri sama saja pemaksa " sinis Mita dan di tanggapi senyuman oleh Via
.
.
.
" jadi apa ?" tanya Mita pada Via yang sudah duduk di salah satu cafe dekat sekolah Faiz
" terimakasih karna sudah mau menerima pernikahan antara kamu dan Bimo, aku bahagia dan maaf jika kami memaksamu " ujar Via.
" kak, aku tidak bisa berpikir bagaimana sorang istri memaksa wanita lain agar menikah dengan suaminya hanya karna rasa bersalah, dan aku tidak pernah menerima pernikahan itu, itu semua rencana kalian bukan aku " kesal Mita dan menatap Via tajam.
" aku tau Mit, mungkin aku seperti orang bodoh, tapi dalam pernikahan ku dengan Bimo aku sama sekali tidak bisa menghadirkan kebahagian disana, dan hanya kamu yang bisa Mit, hatikupun ikhlas menerima kamu menjadi istri suami ku, kalian memiliki kesempatan mempunyai anak-anak kalian Mit, sedangkan aku hingga sekarang bahkan kedepan sangat kecil kemungkinannya, aku tulus berbagi suami dengan mu, akupun ingin melihat ada kebahagian di dalam keluarga Bimo, kamu tau Mit sejak Bimo dan orang tuanya mengetahui tentang Faiz mereka sangat antusias dan sangat berharap bisa bersama kamu dan Faiz, aku melihat itu semua dan akupun merasakan hal yang sama, maafkan aku bukan maksud ku memanfaatkan kamu Mit, tapi izinkan aku ikut merawat Faiz dan anak-anak mu kelak bersama Bimo " jelas Via
" kak, aku tidak mengerti dengan apa yang kakak alami sekarang, tapi jika kakak ingin Bimo menikah lagi kenapa tidak dengan wanita lain saja, kenapa harus aku, aku sudah berulang kali mengatakan jika aku tidak akan melarang kalian bertemu Faiz, jika saja aku mampu untuk mengatakan lelah dan menyerah mungkin aku tidak akan disini sekarang,semua yang ku lakukan hanya untuk Faiz, satu-satunya alasan ku bertahan selama ini karna Faiz " jelas Mita.
" bagaimanapun kamu menolak, aku akan tetap memintamu menjadi istri Bimo, jangan marah padaku Mit, aku berusaha melakukan yang terbaik " ujar Via
" hah terbaik, kalian semua mengatakan terbaik, terbaik dan terbaik, itu bukan untuk ku tapi untuk kalian sendiri, kalian meggunakan Faiz sebagai kelemahan ku, kalian sungguh hebat " ujar Mita sinis
" belajarlah mencintai Bimo, dan terima dia sebagai suami kamu, aku yakin Bimopun memiliki perasaan khusus terhadap mu, dan jangan meragukanya Mit, aku menyayangi mu seperti adik ku sendiri, aku hanya rela berbagi dengan mu Mit "ucap Via, Mita hanya menatap Via dia sudah mulai enggan untuk berbicara.
" aku tidak suka BERBAGI, maaf aku harus pergi " ucap Mita dan dengan cepat meninggalkan Via di cafe .
Mita melajukan mobilnya menuju bandara untuk menjemput seseorang yang sangat di rindukanya, dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu dia mencoba tenang menenangkan hati dan pikirannya saat ini.
******************
__ADS_1
jangan lupa untuk terus mendukung dengan like, komen dan vote ya, karna dukungan kalian adalah semangatku untuk terus menulis cerita. Terimakasih ❤