Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
kenapa harus mita


__ADS_3

seluruh keluarga Rahardian tengah berkumpul di ruang keluarga termasuk Mita dan Faiz yang asik bercanda dengan opa dan omanya, Via yang sedang ngobrol santai dengan Bimo dan Mita yang sibuk dengan ponselnya dan sesekali memperhatikan Faiz.


" Mita?" panggil Maya


" iya tante " jawab Mita


" coba lihat Faiz sudah semakin besar, kapan dia mendapatkan adiknya ?" tanya Maya dan semua orang yang ada di ruangan itupun ikut melihat ke arah Mita menunggu jawaban dari Mita.


Mita membulatkan matanya dan sedikit terkejut saat mendapat pertanyaan dari mertuanya " ah Mita tidak memikirkannya tante " jawab Mita dengan jujur, nampak ada gurat kecewa pada wajah Bimo setelah mendengar jawaban istrinya.


" kenapa tidak memikirkannya ? seharusnya kamu memikirkan agar Faiz memiliki teman bermain " ucap Maya


Mita tersenyum hambar " teman ? bukankah kalian sudah cukup menjadi teman bermain Faiz ? bukankah kalian juga yang mengatakan itu ?" tanya Mita


" maksud mamah, apa salahnya jika dalam keluarga kita memiliki anggota baru lagi, mamah sangat ingin mengendong cucu mamah yang masih bayi " ujar Maya dengan senyum canggungnya


" kenapa harus sama Mita, kenapa tidak memintanya pada kak Bimo dan kak Via ? Mita rasa Nita sudah sangat bersyukur dengan hadirnya Faiz tante " jawab Mita


" ya semoga saja Via bisa mewujudkan itu, selama ini mereka sudah cukup berusaha keras dengan berbagai macam program, tetapi belum memiliki hasil, mamahpun berharap hal sama dengan mu " ucap Maya lirih


" Mita kami semua sangat menyayangimu, jadi papah harap kamupun bisa menyayangi kami " ucap Ryan


" Mita selalu mencoba om " jawab singkat Mita


" biar papah sama mamah yang temani Faiz tidur malam ini " ujar Ryan yang di setujui oleh Mita


kedua orang tua dan Faiz menuju ke kamar Faiz untuk menidurkan cucu mereka, sedangkan Mita, Via dan Bimo masih di tempat yang sama.


" kalo begitu aku permisi duluan " ucap Mita pada Bimo dan Via


" tetap disini " ujar Bimo


" maaf tapi aku lelah mau istirahat " sahut Mita


" Mita tolong disini sebentar ya " pinta Via, Mita menghela napasnya dan kembali duduk.


" kenapa kak ?" tanya Mita


" bagaimana jika kita mulai program untuk memiliki anak lagi ?" tanya Bimo yang langsung mendapat tatapan tajam dari Nita


" gak mau, kalian berdua aja yang melakukan program " jawab ketus Mita


" kamu denger sendirikan yang di bilang mamah, kami memiliki masalah dan Tuhan juga belum mengijinkan itu " jawab Bimo


" Mit, apa salahnya jika kamu sama Bimo juga mencoba, sapa tau dengan nanti aku membantu merawat bayi kamu itu akan menular ke aku dan bisa memiliki anak juga, aku mohon bantu aku Mit " pinta Via


Mita semakin jengah dengan pembicaraan malam ini "untuk memenuhi apa yang tidak bisa kak Via berikan, dan kalian memanfaatkankan aku, apa ini arti dari kasih sayang yang sering kalian ucapkan ? tanya Mita


" Mit kami sama sekali tidak berniat memanfaatkan kamu, tetapi dalam rumah tangga pasti menantikan kehadiran seorang anak, tolong mengertilah Mit " ucap Via


" Hah, kalian meminta ku untuk mengerti perasaan kalian, lalu bagaimana dengan ku? " tanya Mita dengan nada sinis


Bimo dan Via terdiam, mendengar pertanyaan Mita yang mereka sadari memang mereka hampir melupakan bagaimana dengan perasaan dan hati Mita. Bukan maksud mereka memanfaatkan Mita hanya saja bukankah memang semestinya jika dalam rumah tangga selalu menginginkan hadirnya seorang anak? namun karna banyaknya kesalahan yang mereka lakukan semua terasa sulit.


" suka tidak suka kita akan memulai programnya, akupun menginginkan anak lagi, aku ingin merasakan bagaimana menemani ibu hamil " ujar Bimo


" kalian memang selalu seperti itu " ucap sinis Mita, dia beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamar yang di ikuti oleh Bimo, meninggalkan Via yang masih dalam posisi duduknya.


" ngapain sih ?" tanya Mita sinis, saat hendak menutup pintu kamar, tetapi terdorong kembali oleh Bimo.


" tidur " jawab singkat Bimo dan berlenggang masuk kedalam kamar, sedangkan Mita semakin kesal di buatnya.


" kak, besok pagi aku dan Faiz akan ke Kalimantan selama seminggu, aku juga sudah memintakan izin di sekolah Faiz " ucap Mita menggunakan kesempatan saat Bimo sedang bersamanya.

__ADS_1


Bimo merubah posisinya kembali duduk di atas kasur menghadap Mita yang duduk di sofa " ada urusan apa kamu ke Kalimantan ? berdua sama Faiz aja ? " tanya Bimo


" ada pernikahan salah satu karyawan ku, dia ngundang aku di nikahannya, sama sekalian aku mau lihat perkembangan toko roti ku " jelas Mita


" kamu memiliki karyawan ? toko roti ? bisnis di Kalimantan ?" tanya Bimo dengan heran


" ya, aku memiliki bisnis kecil di Kalimantan sejak aku pindah kesana, dan saat aku kembali ke sini aku menitipkannya pada paman dan bibi ku juga teman ku yang akan menikah " jelas Mita lagi


" aku ikut sama kalian " ucap Bimo


" untuk apa ?" tanya Mita


" menemani mu dan Faiz saat datang ke acara pernikahan nanti " ujar Bimo


"aku bisa sendiri, gak usah ikut kasian kak Via nanti kalo kakak ikut " ucap Mita


" sudah menjadi keputusan jika aku akan ikut " tegas Bimo


" terserah " sahut Mita dan mulai membaringkan tubuhnya di atas sofa.


Bimo menghela napas kasar saat melihat Mita sudah nyaman dengan posisi tidurnya di sofa.


aku bahkan tidak tau jika Mita memiliki bisnis toko roti, dan ternyata selama ini dia menyembunyikan dirinya di Kalimantan bukan di LN, sangat menyedihkan sebagai seorang suami terlihat jelas tidak benar-benar memperhatikan istri, mungkin aku harus lebih memperhatikannya sekarang. batin Bimo yang berjongkok di hadapan Mita yang sudah terlelap dalam tidurnya.


Bimo masih setia dengan posisinya yang berjongkok memandang wajah cantik Mita yang terlelap, sesekali membenarkan anak rambut yang terjatuh di wajahnya.


tubuh mungil yang banyak menanggung beban berat karna ulah Bimo, tetapi tetap tegar menjalani kehidupan dengan hati yang begitu sabar dan kuat. Bimo meninggalkan ciuman di kening Mita, dan ikut terlelap dengan posisi duduk, dan kepala bersandar pada pinggiran sofa.



pagi hari saat Mita terbangun dari tidurnya di lihatnya Bimo yang tertidur di hadapanya dengan posisi duduk dan tangan yang menjadi bantal menyangga kepalanya di pinggiran sofa. Mita sedikit heran dengan Bimo yang memilih tidur seperti itu dan membiarkan kasur empuk kosong, tidak seperti biasanya.


" kak, kak Bimo bangun " ucap Mita


" eeengghh " Bimo melenguh dan mengerjap-kerjapkan matanya


" udah cepet bangun, aku mau siap-siap " ujar Mita


" badan ku sakit semua Mit " ucap Bimo yang bangkit perlahan menuju kasur dan langsung merebahkan dirinya di sana


" terserah, kalo lambat aku tinggalin sama Faiz " ujar Mita


" jam berapa pesawatnya ? udah pesenin tiket buat aku juga ?" tanya Bimo dengan suara serak khas bangun tidur


" sudah tiket ku sama Faiz aja, kalo punya kakak pesen sendiri aja" ujar Mita


" kenapa gak sekalian sih?" tanya Bimo, Mita hanya menatap Bimo kilas dan melanjutkan kegiatanya menyusun baju.


" baju ku susunin juga yang ada di sini aja " pinta Bimo yang di angguki Mita, Bimo beranjak berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, bergantian dengan Mita.


setelah siap semua dengan perlengkapan mereka bertiga, Mita, Bimo dan Faiz berpamitan pada Ryan, Maya dan Via, untuk berangkat ke bandara.


" kenapa harus barengan sih, ? seenaknya aja cancel tiket orang, kenapa kakak gak berangkat belakang aja ? " gerutu Mita, karna tiketnya di cancel oleh Bimo yang mulanya jadwal jam 8 pagi menjadi jam 10 pagi.


" supaya barengan, supaya aku bisa jagain kamu sama Faiz " ujar Bimo


ck' Mita berdecak kesal mendengar jawaban Bimo, dia sama sekali tidak suka dengan kelakuan Bimo yang selalu semaunya. Mita memilih diam selama perjalan menuju bandara sedangkan Faiz memilih duduk di depan disamping Andi yang sedang menyupir dan sesekali mengajak Andi berbicara, Bimo memperhatikan Mita dan Faiz bergantian kemudian tersenyum tipis, dan menarik Mita agar duduk lebih dekat dengannya.


" Diam atau aku cium kamu disini " ucap Bimo sambil mengarahkan matanya pada Andi dan Faiz yang beda di depan mereka, mau tidak mau Mita diam menurut.


.


.

__ADS_1


.


sesampainya di bandara Kalimantan Selatan Mita di jemput oleh pamannya yang sudah menunggu. ( disini nanti bakal aku selipin beberapa bahasa daerah ya temen-temen )


" paman " teriak Mita


" Alhamdulillah kalian sudah sampai " ucap paman Feri, Mita memyalimi pamannya begitu pula dengan Faiz dan Bimo


" kai " ucap Faiz


( kakek )


" nah cucu kai, sini kai gendong " tawar Feri, dan Faiz langsung menerima uluran Feri


" bibi kada umpat, man ?" tanya Mita


( bibi tidak ikut, paman ?)


" bibi di rumah kam, menyiapkan makanan lawan membantui acil Desi bebarsih rumah " jawab Feri


( bibi dirumah kamu menyiapkan makanan dan membantu mba Desi membereskan rumah )


" eehhmm ya udah yu kita bulikan kerumah, ulun uyuh banar, Faiz gen sudah mulai mengantuk " jawab Mita


( ya sudah kita pulang sekarang, aku cape banget, Faiz juga sudah ngantuk )


" yu kak" ajak Mita


" ya ampun maaf ya Bim, paman lupa kalo kamu gak ngerti bahasa daerah sini, maklumlah sudah kebiasaan bahasa sehari-hari " ujar Feri dengan senyumnya.


" iya paman gak apa, Bimo bisa nanti belajar dengan Mita " jawab Bimo


" ya sudah ayo kita kerumah Mita " ajak Feri


mereka semua menuju mobil dan tiga puluh menit kemudian mereka sampai di rumah Mita yang sudah cukup lama tidak di tempati, hanya ada Desi yang bekerja menjaga rumah sekaligus merawat rumah Mita.


bibi Mita menyambut kedatangan keluarga keponakannya dan menyuruh suaminya untuk menidurkan Faiz ke kamar Mita karna Faiz sudah terlelap saat diperjalanan.


" mau makan dulu Mit atau mau langsung istirahat, bibi masak makanan kesukaan kamu " tanya Ratna bibi Mita


" makan dulu bi, habis itu Mita juga mau istirahat dulu " jawab Mita


" ya udah ajak suami kamu makan " ujar Ratna


" iya bi " sahut Mita


Mita kemudian menyusul Bimo yang sedang membaringkan diri di kamar Mita.


" kak ayo makan dulu, setelah itu istirahat " ajak Mita


" iya sayang " jawab Bimo dengan terus tersenyum


.


.


setelah selesai makan siang Mita memutuskan untuk istirahat ke dalam kamar di mana Faiz masih tertidur, setelah berganti baju dengan daster kebanggaannya Mita ikut berbaring di sebelah Faiz,dan dia ikut terlelap tanpa mengajak Bimo yang masih asik berbincang dengan paman nya.


tak berselang lama Bimo ikut menyusul kedalam kamar, membersihkan diri dan berbaring di sebelah Mita, sambil memeluk dan memejamkan matanya.


***************


Terimakasih untuk para pembaca, dan yang sudah memberikan dukungan dengan like, komen dan vote ya ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2