Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
terbongkar


__ADS_3

Mita sedang fokus dengan pekerjaannya hingga dia lupa jika waktu sudah sampai untuk istirhat dan makan siang, hingga suara orang yang tidak asing mengusiknya.


" Mita makan bareng yu " ajak Wahyu, Mita hanya menatap kilas Wahyu dan kembali menundukkan kepala melihat kertas-kertas di depannya.


" Mit, Mita, aku ngajak makan siang lho ini, kok di cuekin sih " ucap Wahyu lagi


" heemmm " sahut Mita


" ya Tuhan ni anak, ayoo makan siang dulu, kerjaan bisa kok di selesaikan sehabis makan" ucap Wahyu dengan mengambil kertas yang terus di pandangi Mita


" Wahyu, iiihhh, aku mau cepet selesaikan kerjaan biar gak numpuk " ucap Mita kesal yang merasa ketenanganya terganggu oleh Wahyu


" udah ayoo makan dulu" ajak Wahyu menarik tangan Mita


" ya udah ayoo, tapi aku yang pilih tempat makan ya " pinta Mita


" emang mau makan apa ?" tanya Wahyu


" bakso, sama rujak " jawab Mita santai


Wahyu mengerutkan keningnya merasa heran dengan selera makan Mita akhir-akhir ini " kok siang-siang gini gak makan nasi malah bakso, dan apa lagi rujak, gak ada kita makan nasi dulu ntar pulang kerja baru makan bakso" ujar Wahyu, Mita yang merasa keinginannya di tolak mengerucutkan bibirnya.


" ya udah aku gak jadi ikut" ucap Mita dan kembali duduk dengan wajah cemberutnya.


" eeh ehh gak bisa gitu dong, ya udah lah apa kata kamu aja " ucap Wahyu mengalah.


akhirnya mereka berduapun pergi untuk menikmati makanan yang diinginkan Mita dan tanpa mereka sadari sejak tadi mereka berbicara ada sepasang mata yang memperhatikan dan tak lain adalah Bimo.


.


.


.


" ada apa lagi kak ?" tanya Mita yang merasa bingung saat Bimo menariknya untuk masuk kedalam ruangannya


" kamu pasti senang kan satu bulan lagi acara pernikahan akan di adakan!? " ujar Bimo


" hal itu gak akan terjadi, aku bisa menepati kata-kata ku, kakak jangan khawatir" ucap Mita


" benarkah? bagaimana jika sebaliknya yang terjadi ?" sahut Bimo


" kakak bukan orang bodoh kan? dan kenapa selalu menyalahkan aku, kenapa kakak juga gak usaha kalo memang kakak benar-benar nolak perjodohan ini, aku lelah kakak salahkan terus ini bukan kesalahan ku, ini keinginan mereka para orang tua" ucap Mita meluapkan kekesalanya karna Bimo selalu menuduhnya


"kamu pikir aku tidak melakukan apapun ? aku tidak menekan mu aku hanya mengingatkan mu, lagi pula seperti kata mu ini keinginan orang tua jadi mau tidak mau harus menuruti nya, hanya saja sayang sekali jika aku harus menikah dengan perempuan rendah dan murahan seperti kamu" ucap santai Bimo tanpa ada rasa bersalah


PLAAAK....


" cukup menghina ku, dengan segala ke aroganan mu " ucap Mita dengan penuh penekanan, Bimo mengusap pipinya yang terasa panas akibat tamparan Mita, menatap tajam pada Mita dan menyeringai jahat.


" kamu sudah berani menamparku, itu bagus " ucap Bimo


" ya seharusnya kamu mendapatkan lebih dari itu sejak dulu " sahut Mita, Bimo meraih pinggang Mita dengan satu tangan dan satu tangan lagi berada di tengkuk Mita,


" kamu tau akibat membuat ku marah Mi-ta " bisik Bimo di telingan Mita


" dan aku yakin kamu akan menyesal kak " ucap Mita dan berusaha mendorong tubuh Bimo.


Bimo mendorong Mita hingga terjatuh dengan keras di sofa yang ada diruang kerjanya, yang tanpa sadar membuat Mita memeluk perutnya, dia takut terjadi sesuatu pada calon anaknya, sedangkan Bimo tanpa memperdulikan kondisi Mita sudah mulai mencium Mita dengan kasar.


Mita mulai merasakan perutnya sakit, hingga membuatnya hanya fokus pada perutnya tanpa perduli apa yang dilakukan Bimo padanya yang sudah mulai menggerakkan tangannya kesana kemari, hingga air mata jatuh di wajahnya, wajah yang mulai memucat menahan rasa sakit yang tidak dapat di tolaknya


" hentikan, aku mohon hentikan " ucap Mita dengan suara bergetar menahan sakit.


ya Tuhan aku mohon lindungilah anakku, dia tidak bersalah, aku mohon. ucap Mita di dalam hatinya.


" manis " ucap Bimo, " wah ada apa dengan mu kenapa kamu menangis, aku baru mencium mu" ucap Bimo santai, Mita tak menjawab ucapan Bimo dia hanya berharap agar ada siapapun yang dapat menolongnya, Bimo yang memperhatikan Mita sedikit heran saat melihat wajah pucat Mita, dengan air mata yang keluar dan membasahi wajahnya.


wajahnya pucat sekali, aku hanya ingin manakutinya saja, kenapa dia bereaksi sampai seperti itu, apa maksudnya dengan menggigit bibirnya seperti itu, menggoda saja. gumam Bimo di dalam hatinya, dan kembali mencium kasar Mita karna tidak tahan dengan godaan bibir seksi milik Mita.


" aku mohon biarkan aku pergi kak hiks...hikss..." ucap lirih Mita dengan keringat dingin yang terus keluar dari tubuhnya.


tok...tok....tok...


Bimo bergegas membenahi posisinya dan menarik Mita agar berada dalam posisi duduk, dan merapikan penampilanya

__ADS_1


" Bimo gue mau antar do -- kumen yang lo minta" ucap Wahyu yang langsung masuk setelah mengetuk pintu dan membuatnya terkejut mendapati Mita yang berada di ruangan Bimo dengan keadaan sedang menangis, Mita tidak sia-siakan kesempatan ini untuk keluar dari ruangan Bimo, saat Bimo sudah fokus melihat dokumen yang di bawa Wahyu.


Wahyu memperhatikan Mita yang berjalan keluar ruangan Bimo dengan memeluk erat perutnya, dan air mata masi sesekali menetes, Wahyu mengepalkan kedua tangannya dan menatap Bimo tajam.


" MITAAAA" teriak Andi saat melihat Mita yang baru saja keluar dari ruangan Bimo berjalan beberapa langkah dan terjatuh pingsan, teriakan Andi membuat dua orang pria yang ada di dalam ruangan berlari keluar menghampiri Andi yang berusaha menolong Mita.


" ada apa ?" tanya Bimo dan Wahyu bersamaan


" Mita pingsan " ucap Andi


" biar aku aja yang bawa kerumah sakit" ucap Wahyu yang langsung menggendong tubuh Mita dengan tergesa-gesa, tanpa perduli perkataan Bimo yang menyuruh Andi saja untuk mengantar Mita kerumah sakit( kejam memang si Bimo)


.


.


.


di rumah sakit Wahyu sangat cemas menunggu kabar dari dokter yang sedang sibuk merawat Mita.


" keluarga pasien " panggil seorang suster


" saya sus " ucap Wahyu


" bapak suami pasien ? " tanya suster


" saya kakaknya sus " jawab Wahyu yang sedikit heran dengan pertanyaan suster


" apa bapak bisa menghubungi suami pasien, karna ini berhubungan dengan kandungan pasien dan nanti dokter yang akan menjelaskan " ucap suster membuat wahyu terkejut


" ka...kandungan ? " ucap Wahyu, Wahyu memutar otak nya dengan cepat " saya yang akan menemui dokter suami adik saya sedang dalam perjalanan bisnis ke LN " ucap Wahyu


" baiklah kalo begitu mari bapak saya antar keruangan dokter " ucap suster


kini Wahyu sudah duduk berhadapan dengan dokter yang baru saja menangani Mita.


" apa yang sebenarnya terjadi dok ?" tanya Wahyu


" begini pak dalam usia kandungan yang saat ini masih sangat muda sebaiknya calon ibu jangan terlalu di buat stres, dan tertekan, apalagi sampai terjadi benturan, bersyukurlah keadaan ibu baik-baik saja dan janin dapat di selamatkan sehingga tidak terjadi hal yang tidak di inginkan " jelas dokter


" sering-seringlah ajak ibu hamil untuk melakukan hal-hal positif dan menyenangkan agar lebih rilex, dan menjaga pola makan teratur, dan jangan sampai terjadi hal seperti ini lagi pak, saya harap bapak lebih memperhatikan dan menjaga ibu hamil dengan baik " jelas dokter lagi


" baik dok, terimakasih dok, saya permisi " ucap Wahyu


.


.


.


Wahyu masuk keruang rawat Mita, dilihatnya Mita yang masih terlelap dengan selang infus yang terpasang di tangannya, Wahyu mengusap lembut puncak kepala Mita merasa khawatir dan kecewa sekaligus.


Wahyu menghubungi Alif dan ayah Mita untuk datang kerumah sakit, hingga satu jam kemudian Alif dan ayahnya datang secara bersamaan dengan raut wajah khawatir.


" bagaimana keadaan Mita?" tanya Alif langsung saat masuk keruang rawat Mita


" dokter bilang dia sudah baik-baik aja, hanya saja tadi dia hampir keguguran" ucap Wahyu, membuat Alif dan ayahnya terkejut.


" apa maksud kamu Wahyu ?" tanya Hendra dengan nada tidak suka


" maaf om, saya hanya menyampaikan apa yang dokter katakan" ucap Wahyu kecewa


" ayah Alif akan jelaskan semuanya tapi sekarang yang terpenting adalah kondisi Mita" ucap Alif yang mencoba menenangkan ayahnya


" kamu tau semua ini Lif ?kamu tidak akan menceritakan pada ayah jika tidak terbongkar ?" tanya ayah dan Alif mengangguk membuat ayahnya semakin marah.


Alif mengajak ayah nya untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruangan, Alif menceritakan semua kejadian yang menimpa adiknya tanpa terkecuali, Hendra dan Wahyu yang mendengar cerita secara bersamaan mengepalkan kedua tangan mereka dengan wajah merah menahan emosi yang memuncak.


" ayah akan membalas perbuatan anak brengsek itu, dia benar-benar tega merusak anak ayah " ucap Hendra dengan suara tertahan


" yah Alif sudah mencoba melakukan itu tapi Mita mencegahnya, dia tidak mau membalas perbuatan jahat dengan hal jahat, dia bilang setidaknya biarkan anaknya mengenal ayahnya dan biar anaknya lah yang menghukum ayahnya " jelas Alif, membuat Hendra meneteskan air matanya menatap anak perempuannya yang harus menanggung beban seorang diri.


" adik mu terlalu baik, bukan baik tapi terlalu bodoh " ucap Hendra dengan suara tertahan nya.


" Mita ingin kita membawanya pergi dari sini yah, Mita ingin ke kota kelahirannya, dia ingin menjalani hidupnya tanpa bayangan pria brengsek itu, dan membesarkan anaknya dengan tenang, Mita ingin hal ini tidak di ketahui siapapun selain kita, dan itu sudah menjadi keputusannya, Mita sempat berencana akan mengatakan keadaanya kepada ayah dan ibu karna dia tidak ingin melukai kalian lebih jauh, tetapi justru hal seperti ini terjadi padanya. " jelas Alif

__ADS_1


" turuti apa yang menjadi keinginan adikmu setelah dia pulih, dan untuk ibu biar ayah yang akan menjelaskan " ucap ayah


" wahyu kamu bisa bantu kami ?" tanya Hendra


" tentu om, Wahyu akan bantu sebisa mungkin " ucap Wahyu tegas


" Terimakasih nak, kamu memang sahabat terbaik Mita " puji Hendra


" om, bang, Wahyu pamit kembali ke kantor dulu, tapi tolong kabari wahyu tentang keadaan mita " pinta Wahyu


" baiklah, Terimakasih udah tolong adik gue yu, maaf merepotkan kamu " ucap Alif dengan tulus


" sama-sama bang " ucap Wahyu yang kemudian berjalan keluar dari ruang rawat Mita.


.


.


.


dengan tergesa-gesa Wahyu masuk kedalam gedung perkantoran, dia tidak menuju ruangan nya melainkan menuju ruangan Bimo


Braaak ....


suara pintu terbuka dengan kasar, membuat si pemilik ruangan terkejut dan menatap tajam si pelaku.


" apa mau mu,masuk tanpa sopan santun " cetus Bimo, Wahyu berjalan ke arah Bimo dengan mengepalkan kedua tangannya,


Wahyu menarik kerah baju Bimo hingga membuat Bimo berdiri.


" hei ada apa ?" tanya Bimo


BUGH .... BUGH. ...BUGH....


Wahyu memukul wajah Bimo dengan brutal hingga Bimo tersungkur, Bimopun membalas pukulan yang di terima nya dari Wahyu hingga akhirnya mereka sama-sama duduk tersungkur karna lelah dan rasa sakit di wajah mereka.


" lo Brengsek " ucap Wahyu


" lo udah tau sejak dulu gue emang brengsek " ujar Bimo


" tapi bukan Mita juga yang lo rusak " teriak Wahyu


Bimo menyeringai menatap Wahyu " jadi karna wanita itu lo mukul gue, apa lo suka sama tu cewek hah " cibir Bimo


" iya gue suka sama dia sejak dulu, tapi lo sudah hancurin semuanya, sekarang dia pergi entah kemana dengan kondisi nya yang sedang HAMIL ANAK LO BRENGSEEEK " maki Wahyu


Bimo benar-benar terkejut mendengar ucapan Wahyu, entah kenapa hatinya seperti teriris benda tak kasat mata.


" ha... hamil, mak... maksud kamu Mita hamil ? anak ku ? " tanya Bimo dengan raut wajah bingung


" apa perlu mengatakan nya berulangkali agar kau mendengar" bentak Wahyu


" kau akan menyesal " ucap Wahyu lagi, dan mencoba untuk berdiri ingin segera keluar dari ruangan Bimo


" katakan kemana Mita pergi, Wahyu katakan" teriak Bimo


" aku tidak tau,setelah mengatarnya kerumah sakit aku sudah tidak menemukan nya lagi, dan itu semua karna ulah mu" caci Wahyu yang kemudian benar-benar keluar dari ruangan Bimo.


aaaaaarrrgggghhhhhh


" kenapa jadi seperti ini, Mita kamu pergi kemana ?" teriak Bimo yang mulai frustasi dengan sesekali menjambak-jambak rambutnya.


" jika kamu benar mengandung anak ku, maka kamu harus menjadi milikku, " teriak Bimo lagi


" Aandiiiii " panggil Bimo dengan teriakan


" iya pak " sahut Andi dengan cepat


" cari tau tentang keberadaan Mita dan segera laporkan padaku " perintah Bimo


" baik pak " ucap Andi dan langsung melaksanakan tugasnya.


*********


Terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini, jangan lupa like, komen dan vote ya teman-teman, dukungan kalian sangat aku tunggu.

__ADS_1


__ADS_2