Izinkan Aku Bahagia

Izinkan Aku Bahagia
Demi Faiz


__ADS_3

suasana pagi di kediaman Rahardian cukup ramai dengan adanya Faiz, oma dan opa saling berebut untuk menyuapi sarapan begitu pula dengan Via, mereka bertiga sangat antusias dengan kehadiran Faiz dan saling berebut mencari perhatian Faiz, hingga tanpa mereka sadari Mita berdiri tidak jauh dari mereka dan Bimo yang berdiri di belakang Mita ikut memperhatikan.


" ayo sarapan " ajak Bimo pada Mita yang masih memperhatikan kegaduhan di meja makan


Faiz yang mendengar suara langkah Bimo dan Mita melihat ke arah mereka dengan senyum lucunya " papii, mamii " panggil Faiz yang langsung berlari ke arah Mita meninggalkan tiga orang tua yang membujuknya untuk sarapan.


" selamat pagi " ucap Mita dan mencium seluruh wajah anaknya


" pagi mi, pagi pi " jawab Faiz, Bimo ikut memberikan ciuman sayangnya pada Faiz


" mi Faiz mau sarapan di suapi mami, Faiz gak mau sama oma, opa dan mamah Via, Faiz mau sama mami " rengek Faiz


" ya udah ayu mami suapi, setelah itu kita berangkat sekolah " jawab Mita dengan senyumnya, Mita dan Faiz sudah kembali kemeja makan, dengan telaten Mita menyuapi Faiz, yang makan dengan lahap, semua yang di lakukan Mita tidak lepas dari perhatian semua orang yang ada di meja makan, dan mereka sesekali tersenyum melihat interaksi ibu dan anak.


" biar papi yang antar Faiz ya ?" tawar Bimo, dan Faiz menggeleng


" Faiz mau sama mami, sekalian mami berangkat kerja, ya kan mi ? " tanya Faiz dan di angguki oleh Mita


" ya udah yu, kita berangkat, pamit dulu sama opa, oma dan mamah Via " perintah Mita yang langsung di lakukan oleh Faiz.


Mita berangkat mengantar Faiz tanpa menuruti permintaan Bimo yang ingin ikut mengantar Faiz ke sekolah, kemudian Mita menuju kantor tempatnya bekerja.


" Mit hari ini temani abang ketemu rekan bisnis jam 10 yaa " ucap Alif yang berdiri di depan meja kerja adiknya


" maaf pak bukanya itu tugas Yoga, saya masih harus menyelesaikan pekerjaan yang bapak kasih tadi pagi " jawab Mita


" Yoga aku suruh ke lapangan karna ada sedikit kendala, jadi kamu gantikan dia tanpa ada penolakan " ucap Alif yang sedikit kesal dengan sikap adiknya


" baik pak " jawab Mita singkat tak memperdulikan tatapan dari kakanya.


.


.


setelah selesai bertemu dengan rekan bisnis Alif mengajak Mita untuk makan siang bersama dan Mita setuju karna dia juga lapar, tetapi sebelum itu Mita sudah memberi kabar pada supir yang biasa menjemput Faiz untuk mengantar Faiz pulang kerumah Rahardian.


" kamu baik-baik aja Mit ?" tanya Alif di sela acara makan siang mereka


" saya baik pak " jawab Mita singkat


" Mita kamu jangan perlakukan abang begitu, abang sedih dengan di cuekin kamu, kamu marah sama abang, abang minta maaf karna abang gak bisa melakukan apa-apa kali ini untuk membantu kamu, seandainya abang bisa gantikan posisi kamu abang akan lakukan itu dari pada abang kamu cuekin gini " keluh Alif


Mita menatap lekat kakaknya, sebenarnya diapun sedih jika harus menjaga jarak dengan kakaknya, karna bagaimanapun kakaknya banyak membantu dan mengorbankan segala sesuatu untuk dirinya. " bang Mita gak marah sama abang, Mita hanya kecewa, lebih tepatnya kecewa dengan diri Mita sendiri, Mita melakukan semuanya demi Faiz, Mita sebenarnya gak tega kalo Faiz hanya membayangkan sosok ayah, Mita pernah denger dia ngomong sendiri dan berandai-andai bertemu dengan seorang ayah, melakukan banyak hal dengan orang tua laki-lakinya, tapi hati Mita sama sekali gak bisa menerima semua itu bang, Mita masih takut, memori buruk itu masih lekat di ingatan Mita, tapi apa? Mita hanya bisa menahannya di sini, sesakit apapun itu asalkan Faiz masih terus tersenyum dan bersama Mita " ucap Mita dengan tangan yang berada di dadanya, menahan air mata yang mulai membuat penglihatanya buram, mengigit bibirnya menahan rasa perih yang tidak terlihat.


" apapun akan Mita lakukan untuk kebahagian Faiz bang " sambung Mita


Alif menggengam erat tangan adiknya menyalurkan kekuatan dari sana, " kamu memang wanita yang paling kuat, abang lah yang tidak berguna menjadi kakak mu, maafkan abang, Mita ?" ucap Alif dengan menatap lekat adiknya.


" udah lah bang, Mita hanya akan menjalani semuanya, Mita yakin suatu saat Tuhan akan memberikan Mita kebahagian, Mita hanya harus bersabar " ucap Mita dengan senyum yang jelas terlihat di paksakan

__ADS_1


" tolong jangan diam kan abang lagi Mit, apapun itu kamu bisa katakan pada abang, kamu masih bisa mengandalkan abang mu ini, abang sangat menyayangi mu " ucap Alif


Mita menganggukan kepalanya sebagai jawaban, " jam istirhat sudah hampir habis lebih baik kembali kekantor " ujar Mita yang di setujui oleh Alif.


.


.


tepat jam lima sore Mita sudah kembali pulang dari kantornya dan akan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan bertepatan dengan Bimo yang juga baru saja sampai di rumah, dengan langkah lemah Mita mulai memasuki rumah tanpa menunggu Bimo, saat sudah di dalam rumah di lihatnya Faiz yang sedang asik bermain mobil-mobilan di temani oleh Via dan ibu mertuanya.


" eh Mita kamu sudah pulang sayang " sapa Maya


" iya tante " jawab Mita dengan pandangan mata tertuju pada Faiz.


" mamii, sini " panggil Faiz,mau tidak mau Mita pun ikut bergabung dengan Faiz, Via dan Maya.


" Faiz papi pulang " ucap Bimo, tanpa ada jawaban Faiz langsung berlari kearah Bimo dan sudah berada dalam gendongan Bimo dengan senyum lucunya. Bimo berjalan kearah tiga orang wanita yang tengah duduk dan memperhatikannya.


" Faiz sudah mandi sore belum ?" tanya Mita dan Faiz menggeleng


" ya udah mandi sama mami yu " ajak Mita tetapi Faiz hanya diam


" mi boleh Faiz mandi sama papi ?" tanya Faiz, Mita menatap Faiz lalu mengangguk


" yyeeeyyyy, terimakasih mi, cup " Faiz memberikan kecupan di pipi Mita.


" ya udah mandinya sekarang ya, ajak papinya " ujar Mita


" oke, yu " jawab Bimo pada Faiz, mereka berdua menuju kamar Faiz untuk mandi, dengan wajah ceria yang jelas tergambar.


" tante, kak Via Mita mau kekamar duluan ya " pamit Mita


" Mita, bisa kamu panggil saya mamah dan papah ke om Ryan ?" tanya Maya, Mita terdiam ragu untuk menjawab pertanyaan mertuanya, lidahnya seakan kelu untuk mengucapkan dua kata itu, entah lah mungkin karna hatinya yang masih menolak dengan posisinya sekarang, merasa tidak mendapat jawaban dari Mita, Maya mengulang pertanyaannya.


" Mita bagaimana kamu bisakan sayang ?" tanya Maya dengan penuh harapan


" maaf Mita mau membersihkan diri dulu, Mita akan mencobanya pelan-pelan " jawab Mita dan berlalu meninggalkan Maya dan Via.


" mah, mamah yang sabar ya, Via yakin Mita secepatnya menerima kita " ucap Via pada Maya yang nampak masih sedih mendengar jawaban Mita, yah Maya mengakui keluargaya mungkin terlalu egois dengan memaksa Mita menikah dengan Bimo.


.


.


" selamat malam, om Ryan , tante Maya " teriak Wahyu yang baru saja datang ke rumah ryan


" kamu siapa ?" tanya Ryan yang baru saja beranjak dari duduk nya


" elah om, sama cowok tertampan masa gak kenal sih " ujar Wahyu

__ADS_1


" masih inget rumah kamu ? mama aja sampai lupa kalo masih punya anak kaya kamu Yu " ujar Maya yang berdiri di belakang suaminya. Wahyu hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" masih dong, nyatanya Wahyu sampai sini, hehehe " jawab Wahyu


" papaaaa " Faiz berlari kearah Wahyu yang langsung di sambut oleh Wahyu dan membawanya dalam gendongannya.


" papa datang ? papa mau makan malam sama Faiz gak ?" tanya Faiz


" tentu mangkanya papa datang kesini, karna papa kangen sama kamu " jawab Wahyu dan menghadiahi wajah Faiz dengan ciuman yang membuat Faiz terkekeh, Ryan, Maya dan Via sudah tidak heran lagi bagaiman Wahyu bisa begitu akrab dengan Faiz hingga panggilan sayangnya papa.


" ya udah ayo kita makan malam sama-sama " ajak Maya yang di setujui semua orang, hingga makan malam selesai Bimo masih saja memperhatikan keakraban Wahyu dengan Faiz, ada rasa cemburu di hatinya, apa lagi saat Mita dan Wahyu menemani Faiz bermain, dengan tawa dan canda seolah tanpa beban.


" kamu kenapa ?" tegur Via pada Bimo


" gak apa-apa, kamu belum mau istirahat ?" tanya Bimo


" sebentar lagi, Bim apa mungkin aku ada kesempatan punya anak seperti faiz ?" tanya Via pada Bimo


" kamu harus sabar, kita bisa terus mencobanya, dan berdoa pada Tuhan " jawab Bimo


" kamu yakin Bim aku bisa ?" tanya Via meyakinkan


" tentu, ya udah sekarang istirahat, yuk " ajak Bimo


" udah kamu di sini aja tungguin Mita sama Faiz, aku sendiri aja " jawab Via


" loh bukanya mau usaha bikin kaya Faiz ya ?" ujar Bimo menggoda Via


" gak bisa aku lagi datang bulan" sahut Via


" udah kamu sama Mita aja kamu nikmati masa-masa pengantin baru kamu " ujar Via lagi, Bimo hanya diam melihat ke arah Wahyu dan Mita yang akan memindahkan Faiz kekamarnya yang sudah terlelap di pangkuan Wahyu.


" ya udah aku juga ada yang mau di omongin sama Mita, kamu istirhat dulu ya " ucap Bimo yang tak lupa memberi kecupan pada kening Via, dan Via menuju kamarnya.


Wahyu berjalan melewati Bimo tanpa menyapanya, Wahyu hendak pergi dan kembali ke apartemennya, dan tak lupa sebelumnya sudah berpamitan dengan Ryan dan Maya.


" mana Mita ?" tanya Bimo pada Wahyu


" gak tau " jawab ketus Wahyu


" seharusnya kamu jaga jarak dengan Mita, aku tau kamu sahabat Mita, tapi sekarang dia istriku, dan aku harap kamu mbuang perasaan kamu pada Mita " ujar Bimo


Wahyu memutar tubuhnya menghadap Bimo dengan seringaian di sudut bibirnya. " istri ? kenapa, apa kamu baru menyadari betapa berharganya seorang Mita, perempuan yang kamu hancurkan itu, yang dulu kamu hina dan kamu anggap masalah ? kamu gak malu Bim ? " cerca Wahyu


" aku hanya mengingatkan mu dengan statusnya, dan untuk hal lainya kamu tidak perlu ikut campur " sahut Bimo


" ya Mitalah disini yang benar-benar sial bertemu dengan mu, pria brengsek dan pengecut yang tidak tahu malu " ucap Wahyu tanpa menunggu jawaban Bimo berlalu begitu saja meninggalkan rumah mewah keluarga Rahardian.


Bimo mengepalkan tangannya, hingga wajahnya merah menahan amarah karna ucapan Wahyu, tetapi jika di ingat apa yang di katakan Wahyu tidaklah salah dia memang pria brengsek yang tidak tahu malu, menjadikan Mita pelampiasan amarahnya, dan sekarang memaksanya untuk menikah dengan alasan rasa bersalah dan kebahagian Faiz, tanpa memikirkan bagaimana perasaan Mita.

__ADS_1


***************


Terimakasih sudah mampir dan membaca, hayoo jangan lupa untuk like, komen dan vote ya, karna aku akan semangat jika kalian selalu memberikan dukungan kalian untuk ku.❤


__ADS_2