
Ah... kenapa kepalaku jadi memikirkan tentang Abdul Ro'uf terus? sepertinya aku stress karna ulah dia. Tapi kenapa dia pergi juga malah aku jadi bingung begini. Aneh.
Makin diingat malah aku jadi semakin kepikiran. benar-benar payah ini otakku.
Kucoba melanjutkan aktifitas seperti biasa. Berharap dengan segala kegiatan, maka bayangan Abdul Ro'uf yang menari-nari di ingatan segera hilang dan terlupa. Amiin...
Kugendong si kecil Oomar. Bayi yang sudah lima bulan lebih itu makin hari badannya makin gemuk dan sehat, ia juga sudah mulai tengkurap dan bisa menjerit-jerit tak jelas jika susu yang ku buat belum sampai di mulutnya.
Di ruang tamu tuan Khabeer tengah sholat. Aku menggendong Oomar kecil sambil berjalan pelan karna takut mengganggu.
Ketika ia sedang melantunkan Fatihah, tiba-tiba handphone nya bunyi tepat di sampingnya di atas meja. tuan Khabeer nampak melirik ke kiri dan melihat si empu nya yang menelpon. Sesaat kemudian melanjutkan lagi sholatnya yang tertunda.
Hey, apa-apa itu, sungguh perbuatan yang tak pantas di contoh. Ternyata memang tak semua orang Arab itu khusuk dalam sholatnya. seperti halnya orang Indonesia. Memang terkadang sebagian manusia itu lalai.
"Ya Noorah, bersiaplah. kita akan shopping. Bawa semua perlengkapan kamu dan juga Oomar" titah madam dari arah belakangku. Entah sejak kapan dia berdiri di sana.
"Maaf madam, apakah saya boleh kalau di rumah saja" jawabku hati-hati. Aku memang sedang malas bepergian. Melelahkan, selain harus terus menerus membawa Oomar di keranjang juga, kaki yang sangat lemas jika berjalan-jalan di saat puasa.
"apakah kamu sakit, ya Noorah?"
" Terus terang saya sedang tak enak badan" jawabku berbohong. Ya, tuhan. Semoga tidak ketahuan.
__ADS_1
"Hm, baiklah. Ini handphone kamu. Ingat gunakan sebaik-baiknya dan jangan gunakan saat bekerja. Kamu mengerti Noorah?"
"Ya madam"
"Baiklah sepertinya saya dan Khabeer saja yang pergi, Oh tuhan kenapa kau kirim pelayan seperti itu kepada kami" gerutunya sambil berlalu ke arah kamar dan memukul-mukul kepalanya berkali-kali.
Hey, apa yang salah denganku coba?
Benar-benar si madam, bikin jengah.
huh!
Setelah madam dan suaminya pergi, aku langsung masuk kamar sembari mengunci pintu. Ku catat nomer keluarga yang ada di tanah air, dan menyimpannya di kontak.
Tut.... Tut... Tut...
"Hallo, mah?" sapaku.
"Hallo, ieu saha?" (ini siapa) jawab mamah di sebrang.
"Ini Nur, mah. Maenya teu inget kana Sora anak sorangan?"(masa tak ingat sama anak sendiri?) dan tangis haru pun tak terbendung lagi dari kami berdua. Saling melepas rindu. Banyak cerita yang terjadi di kampung selama kepergianku beberapa bulan ini.
__ADS_1
Terutama sikap dan kelakuan suami yang mulai berubah. Entah setan apa yang merasukinya hingga dia tega tak menghiraukan Adit yang kini di asuh oleh mamah. Ah, ada-ada saja. masalah yang menimpaku kini. Padahal aku kerja ke luar negri murni atas keinginanku yang ingin segera membayar lunas semua hutang-hutangku. Ampun, deh.
Di akhir kalimat mamah mewanti-wanti agar aku jangan pernah mengirim uang ke suami.
Nasehat mamah semua ku dengarkan. Semoga saja suamiku sedang khilaf dan segera berubah kembali menjadi baik. amiiin...
****
5 hari menjelang idul Fitri kesehatanku memburuk. Aku benar-benar sakit dan sama sekali tak bisa bangun dari tempat tidur. Ditambah Oomar kecil yang selalu rewel jika bersama dengan orang tuanya membuatku semakin sakit parah karna tiap saat selalu mendengar tangisannya yang kencang. Kasihan sekali dia mungkin tak terbiasa dengan asuhan ibu dan bapaknya. Ah Oomar...
"Noorah menderita demam dan juga thifus" suara madam terdengar dari ruang tamu. Entah dia sedang mengobrol dengan siapa yang jelas suaranya pelan hampir tak terdengar.
"Kami harus pergi dan melawat ke beberapa kerabat, ku harap kamu mau merawatnya beberapa saat, aku mohon" ah entah dia tengah mohon pada siapa, yang jelas dalam ruangan ini tubuhku terasa menggigil hebat disertai kepala yang pusing tujuh keliling.
Rasanya seperti mau mati saja.
Ada yang masuk ke kamarku. Ya ke sini tepat di dekatku. Tubuh yang tinggi dan aroma ini serasa tidak asing. Dia...
Ingin sekali kubuka mataku dan melihatnya,
namun badan malah semakin menggigil dan pandangan semakin kabur meski sayup-sayup masih terdengar panggilan suaranya...
__ADS_1
"Noorah... Noorah..."